I LOVE YOU (Papi)

I LOVE YOU (Papi)
36


__ADS_3

malam terburuk bagi riri... kejadian malam ini terasa sangat cepat di benaknya.


beberapa jam yang lalu, nara terpeleset di kamar mandi dapur, saat itu hanya nara dan riri di rumah itu, pelayan mungkin sudah di kamar mereka masing masing.


saat itu nara sudah memanggil riri, tapi riri tidak datang menolongnya, beberapa menit setelahnya rega pulang mendengar rintihan istrinya langsung terlihat khawatir sekaligus marah, karena mendengar nara memanggil riri tapi tidak di indahkan nya, seakan sengaja. padahal kamar riri tidak terlalu jauh dari dapur.


sewaktu menggendong nara, rega sempat meneriaki riri, di susul dengan riri yang berlari cepat, kemudian terkaget melihat nara yang pucat di gendong papinya.


"pi... mami ke-kenapa? " tanya nya khawatir.


"saya akan beri kamu pelajaran kalau sampai terjadi sesuatu pada anak saya. " geram rega.lalu cepat menuju mobil.


"pi... riri ikut, riri khawatir sama mami, riri ikut ya. "


rega menampar pipi riri, sangking kuatnya riri tersungkur di lantai paving blok yang melukai lututnya. dan tangannya seperti mati rasa, karena tersungkur dengan posisi yang mengenaskan, mungkin saja terkilir.


mobil rega melaju dengan kencang.


dalam hati dia merintih kesakitan, menghembuskan nafasnya berkali kali karena sesak di dadanya, lagi lagi mendapat perlakuan kasar dari orang tersayang. tapi dia berusaha tidak menangis.


dengan langkah pincang dia berjalan menuju teras, lalu duduk di anak tangga teras sambil menunggu papinya pulang karena dia ingin mendengar kabar maminya.


tidak ada yang berani menolongnya dalam keadaan apapun, karena pasti nasib keluarga mereka di pertaruhkan.


riri melihat ke arah pos penjaga mansion. salah satu supir rega yang biasa minum kopi bergabung dengan para bodyguard penjaga mansion melihat kearah riri dengar raut khawatir.


seperti mengerti tatapan itu riri mengacungkan jempolnya sambil tersenyum ke arah supir itu, seakan mengatakan "riri baik baik aja".


supir itu ikut tersenyum, tapi rasa khawatir nya tidak bisa hilang.


riri mengelap darah di lututnya yang terluka dengan baju nya.


tangan kanannya sangat sakit dan tidak bisa di gerakkan.

__ADS_1


lagi lagi dia hanya mengeluh dalam hatinya.


sekitar tiga jam lebih riri menunggu bahkan hampir ketiduran, terdengar suara mobil masuk.


riri terbangun, saat tau itu mobil rega, dia buru buru menyusul dengan langkah pincang.


"papi... gimana kabar mami, dedek bayinya gak kenapa napa kan. "


tanpa berkata apa apa, rega menyeret riri dengan kasar ke arah gudang.


plak!!


sebuah tamparan di terimanya lagi, bahkan telinganya sampai berdengung.


"kamu hampir membuat saya kehilangan anak saya!! "


"riri salah apa hiks.... aaaa! "


rega menarik rambutnya dengan sangat kuat.


dalam benak rega, riri sengaja tidak mendengar rintihan nara di kamar mandi yang tidak terlalu jauh dari kamarnya, atau bisa di bilang pura pura tidak mendengar. itu yang membuat rega sangat marah.


"kamu benar benar pembawa sial di keluarga kami. saya tidak sudi lagi menampung manusia seperti kamu yang mungkin akan membuat malapetaka selanjutnya"


riri menggeleng. "gak.. riri gak mau papi.... salah riri apa sampai papi benci sama riri hiks... padahal riri anak papi, riri sayang sama papi, riri cuma minta sayangi riri sekaliiii aja. "


kalimatnya malah mendapat balasan tendangan di bahunya.


"kamu masih mengharapkan kasih sayang saya?... dari dulu saya membenci kamu, saya sudah biarkan kamu tinggal di rumah ini, tapi kamu masih ingin mendapatkan kasih sayang dari saya?, sadar riri kamu, kamu bukan siapa siapa di keluarga ini. "


"tapi riri kan anak papi.. "


"BUKAN!!!... kamu bukan anak saya!!!! cam kan itu. "

__ADS_1


tangis riri semakin kuat mendengar kenyataan itu.


****


disinilah riri sekarang, di jalanan yang begitu gelap, dia diusir dari rumah itu tanpa membawa apa apa.


tujuannya hanya satu, yaitu rumah reza, semoga dia berkenan membiarkan riri menginap satu hari saja.


saat sudah sampai di depan rumah tujuannya, dia bertanya pada penjaga dekat pagar.


"pak... apa kak reza ada? "


" beliau sedang keluar dek.... eh itu sudah datang ternyata. "


pria itu buru buru membuka pagar....saat reza keluar dari mobil riri langsung mengatakan keinginannya ke sini.


"kak... apakah riri boleh menginap di sini satu malam aja.... riri di usir papi, riri gak tau lagi mau kemana. "


"di sini tidak menerima gelandangan. " lalu reza berjalan menuju pintu masuk. namun langsung berhenti saat mendengar riri berbicara lagi.


"kak... riri tau kenapa kakak kayak gini, pasti karena kakak sudah tau tentang rumor itu kan. riri akan cerita sama kakak, tapi tolong biarkan riri menginap malam ini aja, badan riri sakit, rasanya kayak mau mati.... riri gak tau lagi mau kemana. "


tanpa berkata apa apa, reza berlalu begitu saja masuk ke rumahnya langsung mengunci pintu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


gimana bab ini?


__ADS_2