I LOVE YOU (Papi)

I LOVE YOU (Papi)
27


__ADS_3

Seisi mansion sangat bahagia mendengar kabar Nara telah positif hamil, sudah tiga bulan lebih menikah, akhirnya menadapat kabar bahagia yang di tunggu-tunggu selama ini.


Penghuni rumah itu membuat pesta kecil di taman belakang mansion itu, tentu saja tidak ada riri di disana.


Pintu kamar di ketuk, lalu riri membukanya.


"Ada apa mi"


"Gabung yuk sama yang lain. " Ajak Nara.


Riri gelagapan menjawabnya, pastinya papinya akan sangat marah melihatnya di sana.


"Emm.... Riri kayaknya agak kurang sehat mi, sedikit pusing" Katanya, membuat Nara khawatir.


"Kamu gak demam kok, sakit apa sayang" Kata Nara setelah mengecek dahi riri.


"Emm... Riri benar benar gak enak badan mi, riri minta maaf. "


"Huff... Iya deh, kamu istirahat ya. " Katanya sambil mengelus rambut riri.


"Iya mi.. " Riri memeluk Nara, seketika merasa sedih tidak bisa merayakan, karena dia akan punya adik sekarang. "Riri senang mau punya adik mi, maafin riri gak bisa gabung. " Katanya sedih.


"Iya,... Gak papa, kamu istirahat ya.. " Nara langsung kebelakang.


***


"Kenapa masam gitu mukanya... Kenapa sayang.. " Tanya rega pada Nara.


"Riri gak bisa ikut mas, kurang sehat katanya, gak enak kalau gak lengkap. "

__ADS_1


"Sudahlah, biarkan dia istirahat, ini hari bahagia, jangan masam gitu mukanya."


"Eh, tapi kok belakangan ini riri makin kurus ya, atau perasaan aku aja ya. "


"Dia memang malas makan, biar kan aja"


Nara tidak menanggapi lagi, dia hanya duduk melihat beberapa pelayan memanggang berbagai macam seafood.


Di temani nadia di sampingnya, Nara tidak kesepian.


"Mi, aku bentar lagi mau punya adik, seneng banget. " Kata nadia dengan manja sambil mengelus perut Nara.


Nara hanya tersenyum.


*****


Dia berjalan ke arah ranjang dengan sedih sambil memikirkan ide. Baru berapa detik duduk, seketika matanya berbinar.


Dia berlari keluar kamar, menaiki tangga berlari ke lorong paling ujung. Berhenti di depan sebuah rungan.


Kamar nya sedari kecil, riri tersenyum kecut melihatnya, sudah lama sekali tidak ke sini.


Dia membuka pintu, matanya langsung tertuju ke sebuah jendela kecil yang agak tinggi, dia menyusun beberapa barang yang ada di sana agar bisa menjangkau jendela itu.


Riri membuka jendela yang sangat berdebu itu, lalu memasang penyangganya.


Dia tersenyum lebar saat melihat kerumunan orang yang berbahagia di bawah sana.


Riri semakin tersenyum saat rega melihat ke arah jendela itu.

__ADS_1


Dia langsung melambaikan tangannya dengan senang. "Papi.. " Katanya tanpa suara. Tapi di lihatnya rega langsung mengalihkan pandangannya seakan tidak melihat apa apa.


Riri tidak merasa sedih sedikitpun jika sudah melihat betapa bahagianya papinya. Hanya sedikit merasa sesak di dadanya karena tidak ada hak untuk bergabung di sana. Hah... Sudahlah, melihat papi bahagia sudah sangat bersyukur. Bukan seperti dirinya yang selalu membuat papi nya marah.


Riri membenci dirinya, dia merasa tidak berguna karena tidak bisa membuat papinya bahagia.


Sampai dia melihat mereka mulai bubar, dan para pelayan membereskan semua peralatan.


Dia buru buru ke kamarnya, sebelum Nara


.


.


.


.


.


.


sory gais, kyk nya seterusnya bakal telat up ya, karena author sedang melaksanakan Pra-ukk, baru Pra-ukk aja udah pulang jam 6 dari sekolah, dari rumah ke sekolah itu 30 menit, bener bener cape banget, selama 2 hari di depan komputer mulu kurang lebih 9 jam\ hari😭.


pegang HP aja gk sempat.


lulus lulus author udah rabun kayaknya😢


maaf klw typo, ntar di revisi lagi

__ADS_1


__ADS_2