
oke deh, karena ada yang komen kurang seru karena, alasan rega benci riri kenapa... jadi sesuai janji di bab sebelumnya, author kasih ekstra chapter, ini khusus tentang perasaan yang di alami setiap tokoh yang dekat dengan riri setelah riri meninggal. oke
karena author senang kalau yang baca suka sama ceritanya, jadi ini apresiasi untuk kalian yang udah like dari bab 1sampai akhirπ.
.
.
.
.ekstra chapter
.
.
.
.
dari balkon kamarnya, gea melihat abangnya, reza, sedang melamun di gazebo , tapi seperti memikirkan sesuatu sambil merokok.
dia menggelengkan kepalanya, jika mamanya tau reza merokok, pasti bakal di pukulin pakai sapu. Tapi gea tau, jika reza sedang menghisap rokok, pastilah dia sedang mengalami permasalahan di batinnya, dan dia melampiaskan dengan merokok. tapi dia akan tetap merahasiakan ini dari mamanya, karena reza berjanji, tidak akan lebih dari sekedar merokok saat suntuk.
gea bisa menebak, pasti karena meninggalnya riri.... gea pun merasakan hal yang sama, duh... sampai ingin menangis mengingatnya....apalagi rahasia besar yang baru dia ketahui saat pemakaman riri, ternyata riri anak angkat dari seorang pengusaha sukses, bahkan lebih kaya dari papanya.
sambil berjalan menuju gazebo untuk menemani reza, dia mengumpulkan pertanyaan untuk di tanyakan pada abangnya, dia benar benar penasaran, kenapa riri yang selama ini katanya hanya anak pembantu di rumah besar itu, tapi ternyata anak dari pemilik rumah besar itu.
sampai di ruang tamu, gea kaget karena melihat reza sudah duduk di sana sambil menonton televisi.
"loh bang... sejak kapan lo di sini? "
"barusan" jawab reza dengan datar.
"bang, sebenarnya lo udah tau kan latar belakang riri." kata gea to the point.
reza diam.
"gue tau lo gak mau bahas ini, gue tau lo masih berduka, tapi gue benar benar penasaran banget. "
"huf... nanya apa" akhirnya reza berbicara.
"kenapa karina selama ini sembunyiin identitasnya? "
"namanya zuri. "
"hah?... maksudnya? "
"nama karina itu sebenarnya zuri. "
"tapi kenapa jadi karina? "
"karena nama zuri itu pemberian dari ayahnya, tapi entah apa sebabnya, ayahnya benci dengan riri, sejak riri sekolah, ayahnya nyuruh ganti nama. "
"kenapa riri bisa di benci ayahnya? "
"gue gak tau. "
__ADS_1
"lah, masa riri gak kasih tau abang sih? "
"karena riri pun gak tau kenapa ayahnya benci sama dia. udah deh, gue mau tidur. "
...π₯π₯π₯π₯π₯π₯...
dokter reyhan dan rekannya sedang menikmati makan siang di kantin rumah sakit, mereka diam, entah apa yang di pikirkan.
mereka sebagai saksi dimana riri menghembuskan nafas terakhirnya.
"jadi bagaimana? kita sudah janji sama riri akan resign. " dokter reyhan membuka pembicaraan.
"tapi dok... riri juga membuat kita berjanji untuk gak resign. "
mereka jadi bingung mengambil keputusan apa.
" kalau saya, setelah saya pikir pikir, saya memutuskan untuk gak resign, karena saya tau, riri pasti sedih. "
"oke deh... kalau gitu, kita memutuskan untuk berjanji gak resign, oke? "
mereka mengangguk serentak.
...π₯π₯π₯π₯π₯π₯...
gea masuk ke kamar reza dengan kesal, karena dia hampir telat untuk ke sekolah, dia hanya mau di antar oleh reza, tidak mau dengan supir.
"bang.... lo tidur atau nyusul riri sih, udah jam berapa gak bangun bangun. "
"ck... lo apaan sih, gue baru tidur. "
gea kaget melihat mata reza yang bengkak.
"bang... lo nangis semalaman ya.. "
"apaan... mana ada gue nangis. "
"ck... dasar gengsi.... gak usah malu kali... gue juga paham, pasti sakit banget di tinggal pacar, apalagi gak bisa ngeliat orang nya langsung. "
"kalau gitu lo di anter supir dulu kali ini, gue gak mau keluar dengan keadaan begini. "
"yaudah deh... karena abang gue baru nangis semaleman, kali ini gue mau di anter supir, besok harus abang yang anter. "
"iya... sana sana... jangan kasih tau mama tentang ini"
"oke."
reza kembali berbaring menghadap plafon kamarnya....tiba tiba airnya matanya mengalir.
"ck... air mata sialan. "
...π₯π₯π₯π₯π₯π₯...
nara keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono sambil menggosok rambutnya dengan handuk kecil. melihat suaminya sedang memainkan tangan raka yang sedang tidur.
"mas... kamu gak ke kantor? "
"enggak sayang.....mau main sama raka seharian. "
__ADS_1
nara duduk di pinggir ranjang perlahan.
"gimana kalau kita ke makam riri. "
rega diam...beberapa hari ini nara selalu membujuk rega untuk ke makam riri, tapi suaminya hanya diam.
"mas... aku mau nanya boleh? " di balas deheman oleh rega.
"kenapa kamu benci sama riri selama ini? "
lagi lagi rega diam
"mas.. "
"gak tau. " kalimat nara langsung di sela oleh rega.
nara berfikir sebentar... "aku tebak.... pasti karena aku memutuskan pisah sama kamu kan? "
rega langsung menatap nara, tatapan itu membuktikan kalau tebakan nara benar.
"aku mau tanya, sejak kapan kamu mengabaikan riri. "
"sejak kamu pergi dari sini. "
"mas! kamu gila ya... riri masih bayi waktu itu, kamu tega banget sih. " nara benar benar tidak menyangka dengan ucapan suaminya.
"maaf sayang.. " rega sambil memeluk pinggang nara.
"tapi aku masih bingung.... salah riri apa, dia gak ngerti apa apa mas... kenapa kamu benci dia. "
"sayang... kamu tau kan, aku adopsi riri waktu itu karena kamu... aku mau kamu sembuh karena kehilangan anak pertama kita, jadi aku adopsi riri sebagai pengganti anak kita. tapi setelah kamu sembuh, kamu memutuskan meninggalkan aku dan riri... dan di situ, aku merasa riri gak ada gunanya untuk aku rawat, karena kita udah pisah, karena selain biar kamu gak merasa kehilangan, aku adopsi riri agar kita sama sama terus merawat dia. "
"jadi kamu benci sama riri, karena dia gak ada gunanya lagi di rawat karena kita udah pisah? "
"awalnya aku gak benci sama riri, aku hanya mengabaikan dia yang di rawat bi dean, tapi sejak dia pandai bicara, dia selalu panggil aku papi, makanya aku kesel, lalu sejak dia masuk SMP... aku selalu mengatakan dia bukan anakku, tapi dia tetap terus manggil aku papi, sejak saat itu, aku mulai kasar sama riri. maaf sayang, maaf mengecewakan kamu"
nara memijat keningnya "pokoknya kamu harus minta maaf di makam riri"
"udah."
"hah? kapan? "
"waktu pemakaman riri.. besoknya aku minta maaf kok ke sana... jadi kamu jangan suruh suruh aku ke sana lagi, aku gak sanggup. "
"yaudah...kalau gitu maaf karena udah maksa maksa kamu, aku harap kamu berprilaku baik pada raka kedepannya "
"iya sayang... aku janji. "
walaupun sudah meminta maaf, rega akan terus menyesal selama hidupnya, karena membiarkan waktunya sia sia dengan mengabaikan riri.
begitu juga dengan reza, dia akan menyesal karena sempat berprasangka buruk pada riri.
.
.
.
__ADS_1
.
oke ges.... udah jelas belum? itulah sebabnya rega gak menganggap riri, terdengar gak masuk akal, tapi itulah yang di rasakan rega, jangan hujat rega ya, apalagi hujat author yang merancang ini. jgn lupa like, komen dan voteπ babay sahabat lala semuanya. jangan lupa mampir ke karya author lainnya.