
"Lo dari mana kar? , seharian gak keliatan di mana mana. " Tanya gery.
"Gue di perpustakaan"
"Kalian mau nongkrong ya? " Lanjutnya bertanya.
"Iya, lo mau ikut? "
"Enggak deh, ya udah ke sana aja, yang lain udah nungguin tu. "
"Gue mah bilang sesuatu sama lo. Kar, jangan anggap kami benci sama lo karena masalah ini, kami gak peduli apapun kerjaan lo, yang kami tau lo baik, kami cuman minta lo jujur, ceritain semuanya, kami pasti bantu bagaimana pun itu, kami tunggu penjelasan lo kar. Oke deh, gue duluan ya. " Lalu gery pergi menghampiri teman sekelasnya.
Riri memutuskan pergi ke indomaret di samping sekolah, karena ada sesuatu yang di carinya.
Dia melihat lihat dengan teliti di beberapa rak makanan ringan.
Dia tersenyum lebar saat menemukan yang di carinya.
Dia memandangi lekat makanan ringan di tangannya.
Ingatan kembali ke masa lalu, dia ingat saat kelas tiga SD, dia pernah memberikan hadiah pertama yaitu jajanan ringan ini pada papinya. Tapi tidak memberikannya secara langsung, dia hanya menaruhnya dengan diam diam di tumpukan kado yang di berikan orang pada papinya.
Hanya menuliskan namanya di kertas, lalu menempelkan ya di kemasan jajanan itu dengan lem.
Besok paginya, dia melihat kadonya sudah berada di tempat sampah, masih dengan keadaan utuh.
Riri tertawa miris saat mengingatnya, betapa konyolnya dia waktu itu memberikan jajanan sebagai hadiah pada orang dewasa.
Dia juga mengambil aqua lalu ke kasir untuk membayar.
Riri duduk di kursi pinggir jalan dekat gerbang sekolah.
Memakan jajanan ringan itu sambil melamun, membayangkan jalan cerita hidupnya.
__ADS_1
Dia ingat, bagaimana jika reza melihat berita fitnah ini, tapi riri akan mencoba meminta reza untuk bersabar, mudah mudahan reza mengerti, karena hanya dia yang di harapkan.
"RI.. "
riri langsung menoleh ke atas, ternyata dokter reyhan.
"eh, bukannya om ada operasi ya? "
"iya sudah selesai... kamu makan apa itu? "
"eh.. hehehe... cuma satu kok om, beneran, riri lagi pengen"
"hem, iya deh, tapi jangan makan lagi dalam waktu dekat, jangan kebanyakan makan micin"
"siap om ganteng" katanya dengan semangat sambil hormat.
"besok kamu ngambil raport kan? "
"hem iya."
"hem... gak usah deh, riri mau bujuk papi aja. "
"yakin dia mau? "
"riri bakal bujuk sampai mau"
"iya deh, kalau dia gak mau, kabari saya, saya akan ambilkan. "
"iya om, jadi kalau besok riri gak hubungi om, berarti papi mau ngambil raport riri . " katanya sambil tersenyum.
"yaudah, ayo saya antar pulang. "
*****
__ADS_1
"RI... kamu ada masalah? " tanya reyhan karena melihat riri murung selama perjalanan.
"gak ada kok, riri gak papa. "
reyhan hanya tersenyum, tapi dia yakin riri sedang ada masalah.
*****
reza tidak bisa berfikir jernih saat dia melihat kenyataan di depan matanya barusan.
ternyata isu yang di dapatnya dari grup kelas yang masih ada, ternyata memang benar.
pacarnya yang sangat dia cintai, riri, ternyata memang seorang simpanan.
"cewe anj*ng.... dasar murahan, lo udah bohongin gue dengan muka polos lo itu. "
reza benar benar sangat geram, reza yang lembut ini sangat anti di bohongi, dia akan membenci habis habisan siapapun yang membohongi nya.
pacarnya yang sebelumnya juga membohongi nya dengan berselingkuh, dan di lihat dengan mata kepala nya sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
vote napa😅