
********
Riri berjalan dengan malas, pak dokter harus menarik tangannya dengan lembut, berjalan ke dalam mobil.
"Is... Pak dokter, riri gak mau, cuci darah gak enak, riri pusing. " Menghentak hentakkan kaki nya ke aspal.
"Memang itu konsekuensinya, salah kamu mau mendonorkan ginjal, di suru minum obat juga gak mau"
"Ya riri kan gak tau kalau kayak gini nantinya. "
"Yaudah, minta aja lagi ginjal kamu"
"Bisa bisa papi usir riri nanti"
"Makanya ayo.. "
Riri terpaksa menurut.
***********
#Sampai di rumah sakit
"Urus anak bandel ini, saya mau mempersiapkan alatnya. " Dokter itu menyerahkan riri pada suster.
Setelah selesai, dan riri sudah mengganti baju dengan baju pasien.
Dengan kursi roda di dorong oleh suster ke ruangan untuk melakukan cuci darah. Masih dengan wajah kesal dan cemberutnya.
Masih membayangkan bagaimana dokter ganteng yang ber name tag dr. Reyhan itu menemukan nya hanya dalam hitungan jam .
"Kenapa cemberut hem"
Riri sadar dari lamunannya saat merasa cubitan di pipinya.
"Iss... Males aku sama dokter, riri mau sama dokter lain lain aja. "
"Saya gak percaya sama dokter lain" Kata dokter reyhan.
*******
Proses cuci dara selesai di lakukan, kurang lebih 4 jam.
Dokter reyhan masuk ke ruang rawat riri, melihat riri masih dalam tidurnya. Wajahnya sudah terlihat segar setelah melakukan cuci darah.
Mengelus rambut riri. Entah kenapa dia sangat menyayangi bocah ini yang sudah di klaim sebagai calon istrinya. Atau mungkin juga....
Cinta.
....
Malam harinya riri mencoba untuk kabur dari rumah sakit, tapi dokter reyhan datang pada saat yang tepat saat membawa makan malam.
__ADS_1
Percobaan kedua, dia berhasil kabur, tapi saat sampai restoran tempat dia bekerja, dokter reyhan lagi lagi sampai pada waktu tepat, menyeret riri kembali ke rumah rumah sakit.
"Masuk cepat istirahat, sudah habis ke sabaran saya, "
Riri masuk dengan muka masam.
"Ap...--"
"Jangan menjawab... Cepat tidur... Mau saya ikat kamu hah, ini demi kesehatan kamu juga.katanya mau di sayang papi, tapi sehat aja gak mau, percuma kalau si rega itu sayang sama kamu tapi kamu udah gak ada, berarti kamu juga gak sayang sama papi kamu ya. "
"Ya sayang lah, itu kan papi nya riri"
"Tapi dia gak sayang kamu ingat itu!! " Bentak reyhan. Heran dengan riri yang masih menganggap bahkan sangat menyayangi papinya, walaupun dengan segala perlakuan rega padanya.
"Pak dokter apaan sih, gak mungkin papi gak sayang sama anaknya sendiri."
"Dia sendiri yang bilang kamu itu bukan anaknya, saya juga menunjukkan tesnya sama kamu, kenapa kamu gak percaya... Dia bukan ayah kamu, berhenti meng Klaim kalau dia ayah kamu, saya tawarkan keluar dari rumah itu, dan tinggal sama saya, kamu gak akan kesulitan lagi. "
Mata riri langsung berkaca kaca, dia merasa tersinggung."Riri tetap gak percaya, dokter jangan sok sok an ya, riri gak suka dokter bilang gitu.. Hiks. Riri tau biaya berobat riri itu dokter yang tanggung, tapi bukan berarti dokter bisa seenaknya ngomong kayak gitu,riri gak punya siapa siapa selain papi sama mami,tapi dokter suru riri ninggalin papi, trus riri sama siapa nanti. Hiks. Riri benci sama dokter. Besok besok gak usah ikut campur kehidupan riri lagi. "
dokter reyhan terdiam beberapa saat
Dokter reyhan menyadari ucapannya yang menyinggung riri.
"Ma-maaf, saya tidak bermaksud. "
Dia langsung berbaring dan menutup dirinya dengan selimut.
***
Setelah melakukan cuci darah, keesokan harinya riri memang selalu .marasa sangat sehat, seakan tidak punya sakit apapun.
Tidak ada yang tau dia melakukan cuci darah seminggu sekali, Nara maupun rega, atau seluruh penghuni rumah itu.
Sewaktu melakukan pendonoran ginjal untuk nadia, rega tidak pernah pempedulikan riri, walaupun dengan semua yang di lakukan riri.
Sampai rela mengorbankan nyawanya, di paksa mendonorkan satu ginjalnya di usia yang sangat muda.
Tapi rega memaksa, dan oleh kehebatan dokter reyhan, riri bisa selamat walaupun setelahnya mengalami koma selama hampir dua minggu.
Tidak ada yang menjenguknya, sewaktu sadar dari komanya, dia menunggu papinya datang di ruang rawatnya. Dia tidak tau bahwa rega sebelumnya memperlakukannya dengan baik, hanya untuk mengambil ginjalnya, lalu di berikan pada nadia.
Sampai di perbolehkan keluarga dari rumah sakit. Dia pulang sendirian menaiki angkutan umum, suster di sana yang membantunya, juga membayar ongkosnya.
Dia kira, sampai di rumah rega akan memeluknya, mencium kepalanya, menggendongnya, juga menempatkan kamarnya di kamar yang lebih layak.
Tapi dia diacuhkan, di abaikan, seakan mereka tidak menganggap dia ada. Mereka tertawa di ruang keluarga. Riri hanya bisa mengintip dari celah pintu.
Dokter reyhan yang selalu memantau riri, merasa heran, seharusnya dia datang ke rumah sakit untuk melakukan cek up, dan menebus obat, tapi sampai dua bulan lamanya, dia tidak melihat riri datang.
Membuat dokter reyhan harus menjemput riri dari sekolahnya. Tapi dia tidak ada.
__ADS_1
Dokter reyhan mencari dengan mobilnya sambil melirik kiri kanan.
Ternyata dia melihat riri sedang berada di warteg pinggir jalan.
Masih memakai baju smp nya, tapi riri mengganti rok nya dengan celana batik selutut.
Berjongkok sambil mencuci piring, sesekali berjalan menyusun piring yang sudah bersih.
Flashback.
Dokter reyhan menghampiri riri yang fokus mencuci piring. Memegang pundak riri.
"Aaa!! " Riri kaget langsung berdiri.
"Om apaan sih!!, huh... Untung piringnya gak pecah. " Saking paniknya, dia sampai membentak dokter reyhan. Benar benar tempramen.
"RI... Jangan marah sama pelanggan!! Ibu potong nanti gaji mu. " Ibu warteg menakut nakuti riri. Tapi di anggap serius olehnya.
"Ah.. Maaf om, maafin riri tadi gak sopan. Om mau makan apa, riri kasih gratis nanti. " Sambil melirik ibu warteg. Mendengar itu, ibu warteg langsung melotot padanya. Riri hanya tersenyum takut menunjukkan giginya.
"Em... Maaf om, gratisnya gak jadi deh, tapi kayaknya om orang kaya, pasti uang om banyak, gak mungkin mau gratisan. Heheheh"
"Kamu zuri? "
Eh...
"Om kok tau. Om siapa? "
"Kamu tidak ingat saya? "
"RI!! Cepat piringnya!! "
"Eh.. Maaf om, riri mau lanjut. " Dia kembali berjongkok kembali mencuci piring.
"Saya menunggu di sini, saya mau berbicara dengan kamu, setelah pekerjaan kamu selesai. "
"Oke om. " Katanya tanpa menoleh.
*******
Sampai lewat jam tujuh malam, riri baru menyelesaikan pekerjaannya, karena warung akan tutup.
"Ayo saya antar, sekalian bicara di jalan saja"
"Oh oke om. "
Sejenak reyhan heran, kenapa riri mau begitu saja di ajak olehnya, padahal katanya tadi gak kenal dengan nya.
"Kamu gak takut saya culik? " Kata reyhan saat di dalam mobil.
"Ha? "
__ADS_1