I LOVE YOU (Papi)

I LOVE YOU (Papi)
7


__ADS_3

.Episode 7


*****


Beberapa bulan kemudian.


Dengan penuh semangat zuri berangkat sekolah.


Kurang lebih sebulan lalu... Bi dean melihat betapa inginnya zuri masuk sekolah TK seperti nadia.


Bi dean sempat meminta izin pada rega, dengan syarat


"Jangan mencantumkan nama saya di nama orang tua nya, dan jangan menggunakan nama itu, ganti saja nama yang lain. "


Nadia bahkan sudah di panggilkan guru les sebelum masuk TK, agar lebih pandai.


Les di ruang tamu, zuri hanya mendengarkan dari dari jarak tidak terlalu jauh sambil memegang pensil dan bukunya.


Dia juga ingin dapat ilmu dan pintar, agar rega bangga padanya.


Beberapa huruf sudah bisa di tulis nya, sesekali bi dan memeriksa tulisan zuri, walaupun hurufnya belum sempurna.


Zuri dan nadia beda TK, kalian sudah tau lah, zuri hanya di sekolah TK biasa, sedangkan nadia di sekolah TK elit.


Bi dean mendaftarkan zuri di sekolah yang dia mampu membayarnya, karena rega tidak peduli sama sekali tentang zuri.

__ADS_1


Walaupun gaji di sini besar, tapi hampir semua gajinya di kirim ke keluarga di kampung, biaya hidup suami yang bekerja di ladang orang, dan anaknya bungsunya perempuan mempunyai penyakit kanker, dua anak nya sekolah, satunya perempuan SMP kls 3,satunya lagi laki laki SMA kls 2.


Zuri berjalan ke luar, melihat nadia mencium punggung tangan rega lalu melambai masuk ke dalam mobil bersama mamanya.


Zuri berlari kecil...


"Papi.. " Zuri mengulurkan tangannya hendak meniru apa yang nadia lakukan pada rega sebelum berangkat sekolah, tapi rega langsung masuk ke mobilnya lalu mobil itu pergi jauh.


Zuri tidak putus asa, dia tetap semangat berjalan ke sekolahnya.


Jaraknya satu kilo meter, jika berjalan sekitar 15 menitan lah untuk ukuran orang dewasa, Jika zuri mungkin 20 atau 25 menit baru sampai.


Dia pasrah pasrah saja waktu bi dean menyuruh nya berjalan ke sekolah, tapi dia tetap semangat.


Betapa kagetnya dia, dekolah sudah sepi, bukan karena sudah pulang, tapi dia sudah telat. Berlari menuju kelasnya yang di beritahu bi dean, karena saat mendaftar dia ikut.


Dia takut di tendang, di tampar, kepalanya di masukkan ke dalam air.


Yg dia tau, itulah hukuman jika melakukan kesalahan, padahal kalau masih tk paling di suruh kerjakan PR nya dobel.


Dari rumah, zuri sudah di ajarkan bi dean, bahwa namanya saat di sekolah adalah 'Karina', bukan zuri.


...*****...


Zuri sampai di rumah jam setengah dua belas, siang hari ini sangat panas, membuat keringat membasahi sebagian seragam nya, wajah nya terlihat lelah dan lusuh.

__ADS_1


Ruang tamu sepi, dia langsung ke dapur, langsung di sambut oleh bi dean.


"Non udah pulang?Gimana sekolahnya? "


"Riri telat bu.. " Kata nya cemberut.


"Tapi gak di hukum kan.. "


"Gak kok, Ibu guru baik, riri suka sekolah. " Katanya dengan semangat.


"Berarti besok non harus bangun lebih cepat ya, biar jangan telat ke sekolah nya,oke?"


"Oke bu.. " Seru riri.


"Sekarang non ganti baju, trus seragamnya bawa ke sini, biar bibi cuci. "


Zuri mengangguk semangat, lalu sedikit berlari ke atas ke arah kamarnya.


.


.


.


.

__ADS_1


kurang ya feel nya?... baca aja dulu, kayaknya lama lama bakal bagus deh🤭


__ADS_2