I LOVE YOU (Papi)

I LOVE YOU (Papi)
11


__ADS_3

bisakah menghargai author? minta tolong like doang kok, walaupun cerita gak bagus, dan feel nya mungkin gak dapet. tapi klw kalian udh buka cerita ini, di like napa😌


.


.


.


.


.


HP zuri bergetar, fia mengambil HP jadulnya dari dalam tasnya, ternyata pesan dari bi dean menyuruh pulang, dan apa ini? di pesan itu katanya papinya tidak akan membiarkan dia masuk kalau dalam setengah jam tepat tidak sampai.


Dia buru buru izin.


"Eh, Tan, om, ge... Karina harus buru buru pulang maaf ya. "


"Oh iya gak papa. " Ibu gea.


"Kenapa kar? gue anter ya. "


Dia tau tidak akan bisa sampai dalam setengah jam, dan sudah pasti akan di marahi, atau tidak bolehkan masuk, tidak mau gea tau tentangnya.


"Eh gak perlu, makasih ge " Sebelum pergi zuri menyalami orang tua gea. Lalu pergi dengan buru buru.

__ADS_1


...******...


Dengan nafas memburu, zuri telah sampai di gerbang rumah mewah itu.


"Pak! tolong bukain! saya mau masuk. " Sedikit berteriak meminta penjaga agar membuka gerbang.


"Non, maaf sekali, bapak minta maaf, tuan melarang kami, maaf ya non. " Kata penjaga itu memohon, walaupun rega tidak menganggap zuri anaknya, tapi para pekerja di sana sangat menghargai zuri.


"Pak, biasanya papi gak marah riri pulang lama, sekarang kenapa malah di hukum. " Zuri kesal.


"Bapak gak tau non, tapi kayaknya tuan lagi kesal karena sesuatu, soalnya pulang tadi wajahnya beda. "


"Huuff... " Menghela nafas panjang.kalau rega lagi kesal atau ada masalah, selalu dia yang yang akan jadi pelampiasan, haruskah dia tidur di jalanan?.


Tahan taha....air mata zuri hampir mengalir, menghela nafas berkali kali, sesak, zuri mengusap wajahnya dengan frustasi.


"Non, ini titipan bibi...." Penjaga itu memberikan sebuah bungkusan. Sepertinya makanan.


"Buat bapak aja, saya sudah makan. "


"Bapak juga sudah makan Non, barangkali Non nanti lapar lagi. "


Zuri pun menerima. "Riri pergi dulu pak cari tempat "


Penjaga itu benar benar khawatir.

__ADS_1


"Non hati hati, malau ada apa apa telfon bapak ya jangan sungkan. "


Zuri tersenyum. "Tenang aja pak. Makasih udah khawatir sama riri. "


*****


Tidak jauh dari gang rumahnya, zuri melihat ada ruko yang sudah tutup, sepertinya dia akan tidur di sana.


Berjalan ke arah ruko itu dengan langkah dan pandangan putus asa.


Rasanya dia ingin putus asa,bunuh diri atau apapun yang membuat dia cepat cepat pergi dari dunia yang membuatnya mati.dia masih hidup, tapi seakan mati karena di abaikan oleh orang tersayang, tapi dia belum ingin mati.


Papi belum peluk aku, papi belum cium kepala aku, papi belum pernah ajak liburan,aku pengen tidur sambil di peluk papi, aku belum mau pergi, itu yang membuat zuri masih mencoba semangat menjalani semuanya.


Banyak hal yang belum tercapai karena keadaan.


Dagu nya bergetar, saat dia mengingat betapa tidak beruntung nya dia di dunia ini, kenapa dia harus memikul beban berat ini.


Ssstt....


Meringis saat merasakan sakit di pinggangnya, dulu saat kelas dua SMP, nadia mengalami kerusakan di salah satu ginjalnya, dengan teganya rega menyuruhnya memberikan ginjalnya agar nadia hidup dengan normal.


Dengan sagala ancaman menakutkan membuat zuri harus merelakan satu ginjalnya di ambil.


Membuat dia tidak bisa melakukan pekerjaan seperti sebelumnya, padahal tugasnya semakin banyak.

__ADS_1


Zuri bersandar di tembok, memejamkan matanya, Ingin melupakan ujian hidup yang di pikul nya dengan tidur.


__ADS_2