I LOVE YOU (Papi)

I LOVE YOU (Papi)
38


__ADS_3

"mas... gimana? riri udah ketemu belum? " tanya nara.


"belum" dengan santai rega menjawab.


"iihhh kamu kok santai aja sih, udah kelamaan ini, masa sampai aku udah melahirkan, riri masih belum ketemu?"


"kamu fokus ngurus anak kita aja.... lagian dia yang pergi sendiri kok, biarin aja lah"


"mas... aku... aku takut riri kenapa napa... dia lagi sakit waktu itu" nara bahkan sudah hampir menangis.


seorang lelaki pernah menemuinya, mengatakan dia adalah dokter yang menangani penyakit riri.


menceritakan penyakit yang sedang di alami riri, dari sakit ginjal sampai kanker otak.


nara tidak percaya waktu itu, tapi dia ingat pernah melihat beberapa botol obat di kamar riri.


lama kelamaan dia jadi kepikiran keadaan riri di luar sana bagaimana. bagaimana dia hidup sendirian dengan penyakit menggerogoti tubuhnya.


"mas... kamu bener bener gak tau riri sakit selama ini? " tanya nara menguatkan hati nya.


"sakit apa memangnya?.... selama ini juga baik baik aja" kata rega malas.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


berbulan bulan riri di sini, dia memulai usahanya berjualan sosis dan nugget, serta es sasetan dengan uang tabungnnya, hasilnya lumayan, karena anak anak disini lumayan banyak, dan hanya dia yang berjualan sosis di sini.


dia senang, perkerjaan yang tidak memakan tenaga banyak. dia juga menanam sayuran di lahan yang tidak seberapa.


soal penyakitnya.... entahlah, tapi dia rutin membeli obatnya di apotek, hanya mengandalkan obat, itulah kehidupan nya sekarang, tidak tau akan bertahan sampai kapan hanya dengan mengandalkan obat. riri pasrah sekarang.


hari sudah mulai gelap, dia segera memasukkan jualannya dari teras ke dalam rumah, menghidupkan lampu yang di buatnya sendiri, apalagi kalau bukan lampu dari botol bekas dan minyak tanah serta sumbu dari kain bekas.

__ADS_1


...🌄🌄🌄🌄🌄🌄...


riri membuka matanya perlahan... tapi merasa suasana ini beda dengan di rumahnya sekarang. kemudian melihat sekelilingnya.


"om" ternyata ada dokter reyhan juga beberapa perawat dan dokter yang mengobatinya selama ini.


"kenapa aku bisa ada di sini? "


"kamu mana aja ri.... tadi malam ada beberapa orang yang bawa kamu kesini, katanya kamu pingsan, untung di bawa ke sini, kalau gak om gak bisa tau kamu. "


"maaf buat om khawatir....tapi aku gak papa"


"gak papa gimana.... keadaan kamu makin parah" kata dokter reyhan dengan getirnya.


"riri udah pasrah om... "


"kamu gak boleh nyerah gitu aja ... " kata salah satu perawat itu.


pandangan mereka beralih kearah pintu yang dibuka dari luar.


"bagaimana keadaan kamu sayang... "


"hah... ri-riri gak papa kok, riri gak sakit. " riri gelagapan karena takut nara mengetahui penyakitnya.


para dokter dan perawat itu meninggalkan ruangan, membiarkan ibu dan anak itu berbicara.


"jangan sembunyikan ini dari mami, mami udah tau semuanya.... kamu harus sembuh ya, kamu mau kan bantu mami rawat adek kamu. "


"adek aku perempuan ya mi? "


"enggak, dia laki laki.... liat deh mirip siapa? "

__ADS_1


riri mengamati wajah adiknya.


"hem... mirip mami sih, tapi matanya kayak papi, hihi... ganteng banget, namanya siapa mi? "


"namanya pangeran raka nero, panggilannya raka. "


"namanya bagus mi... aku panggilnya pangeran aja deh mi, pangeran pasti akan jadi pangeran juga di rumah, apalagi nenek dan papi pasti seneng banget kan mi... aku gak tau bakal sampai umur berapa aku liat pangeran. "


"jangan bilang seperti itu, anak mami pasti panjang umur, pokoknya kamu harus ada saat raka merayakan ulang tahun setiap tahunnya. kamu harus janji sama mami. "


"ih mami, tugas riri berat banget ya, tapi riri gak janji ya mami. "


"gak, mami gak mau tau, pokoknya harus janji. "


riri mengalihkan pandangannya, terdiam.


"ri.... kamu janji kan"


riri masih diam


"ri... "


"riri gak bisa janji mami... maaf ya"


.


.


.


.

__ADS_1


.


maaf pendek, bentar lagi mau tamat nih☺


__ADS_2