I LOVE YOU MY FRIENDS.

I LOVE YOU MY FRIENDS.
Merasa Kawatir Ben Measa Sedih


__ADS_3

Ben sampai dirumah sakit itu dengan sangat terburu-buru kerena dia sangat kawatir dengan keadaan Safitri saat ini.


Ben melihat Zi dan ibu panti diasana, langsung bertanya pada kedua orang yang sendabg pokus menunggu dokter keluar dari ruang UGD itu.


"Zi,buk bagai mana keadaan Safitri saat ini apa dia baik-baik saja saat ini?"tanya Ben pada ibuk panti.


"Ibu juga belum tahu nak bagai mana kedaan Safitri saat ini sampai sekarang dokter belum juga keluar sudah dua jam kami menunggu disini."


"Kamu Tenang dulu Ben, kita berdoa saja pada semoga saja Safitri tidak apa-apa? "


"Aku mencemaskan dia Zi,selama ini dia tidak pernah cerita kalau ada peyakit padaku,semoga saja apa yang kita pikirkan tidak terjadi padanya Zi."


Tidak lama dokter dalam ruangan UGD itu keluar untuk mengabarkan bagai mana keadaan Safitri saat ini.


"Bagai mana dengan keadaan adikku dok apa dia baik-baik saja?"ucap Ben tidak sabar ingin tahu keadaan Safitri saat ini.


"Untuk kondisi Nona Safitri saat ini,dia sangat kelelahan dan Asam lambungnya naik itu yang membuatnya tidak sadarkan diri saat ini,tapi Nona Safitri sudah sadar,untuk beberapa hari ini dia Arus dirawat disini karena kondisinya saat ini sangat lemah tidak mungkin untuk rawat jalan, jadi saran saya sebaiknya dirawat dulu."ucap dokter itu.


"Alhamdulillah"ucap mereka bertiga apa yang dipikirkan mereka bertiga tidak terjadi pada sarlfitri.


"Terimakasih bayak Dok atas bantuannya nya,kami mengikuti saja apa yang terbaik untuk adik kami dok."sambung Zi pada dokter itu.


"Kalau begitu kami akan memindahkan pasien keruanga inap dulu setelah itu keluarga baru bisa menemui pasien."


"Baiklah dokter."jawab Ben.


"kalau begitu saya permisi dulu." ucap dokter itu pada mereka bertiga dan meningalkan mereka di depan UGD itu.


Zi dan Beno menunggu Safitri dipindahkan ke ruang rawat inapnya untuk beberapa hari ini dia harus dirawat untuk kesehatannya.


"Tampaknya kau itu sangat kawatir, dengan keadaannya Ben?" tingal Zi pada Ben yang santai saja.

__ADS_1


"Apanya Zi kamu ini asal ngomong saja,dia sudah aku angap adikku."jawab Ben apa adanya.


"Sepertinya Safitri tidak dengan itu Ben mungkin saja dia mengagapmu lain,munkin saja dia itu menyukai kamu."ucap Zi lagi pada Sahabatnya itu.


"Jagan berpikiran yang tidak-tidak tentangku Zi."jawab Ben mati kutu oleh sahabatnya itu.


"Ya mungkin saja seperti itu Ben."Ucap Zi lagi pada Ben.


"Apaan kamu ini."ucap Ben agak bersikap beda sedikit.


" Tidak ada yang melarang kamu berhubungan dengannya Ben dia adalah adik angkat bisa saja kamu jadikan dia istri jika kamu mencintainya,jangan pernah kamu sembunyikan itu dari hati kamu itu,aku tahu kamu juga suka sama gadis itu bukan?"Ucap Zi blak-blakan pada sahabatnya itu.


"Zi aku takut nantik dia menolakku dari kecil aku sudah suka dengannya,aku selalu menjaga dia agar tidak ada yang suka sama dia,aku bela-belain selalu bersamanya jika aku sudah pulang sekolah." jelas Ben.


"Jika seperti itu kamu nikahi saja dia setelah tamat dari sekolahnya nantik,Abis kalian menikah Safitri bisa kuliah dekat dengan kamu dan serumah tampa kalian berjauhan lagi."saran Zi pada Ben.


"Gila kamu Zi,,dia baru tamat dari sekolah masa aku langsung menikahi dia,jadi tidak ada kebebasan untuknya Zi, aku tidak mau dia terpaksa melakikaukan itu."jawab Ben tidak mau.


"Akut takut akan ditolak Zi." ucap Ben ragu akan hal itu.


"Jika kamu ragu mana kamu tahu Safitri itu suka padamu."ucap Zi.


" Nantik Aku akan mencobanya."jawab Ben pada Zi.


"Gitu Dong itu baru sahabatku,semagat gitu ngapa sih Ben."ucap Zi pada sahabatnya itu masih tampak tidak semagat itu.


"Mari kita masuk menemukan Safitri mungkin sudah siap dia dipindakan."ucap Ben mengajak Zi untuk menemui Safitri.


"Ayok" ucap Zi berjalan duluan.


Sampai ruangan dimana Safitri akan meginap dirumah sakit ini untuk beberapa hari kedepan nya.

__ADS_1


Ben dan Zi masuk kedalam ruangan itu,dengan sebutan yang terpancar dibibir kedua pria tampan itu.


"Kalian sudah kembali?"tanya buk panti.


"Sudah buk kami hanya berbincang di depan sebentar buk."jawab Zi pada buk panti.


"Buk biarkan saja saya yang jaga Safitri disini,ibu pulanglah nantik adek-adek pada nungguin ibu pulang."ucap Ben pada ibu panti.


" Baiklah Ben,,ibu akan kembali ke panti nantik mereka menunggu ibu dan kawatir tentang Safitri." ucap buk panti pada Ben.


"Baiklah Ben aku Akan megantar ibu pulang dulu nantik aku akan kembali lagi menemanin kamu disini."ucap Zi pada sahabatnya itu.


"Tidak usah Zi biar aku saja yang jaga Safitri sendiri aku bisa kok,kamu bisa istirahat saja,bukan besok kanu itu akan ada miting dengan perusahaan dari rekan bisnisnya kamu."


"Baiklah tapi besok aku kesini lagi."ucap Zi pada Ben.


"Baiklah,, tidak masalah Zi kapan kamu mau kesini tidak ada yang melarang kamu."ucap Ben senang memiliki sahabat yang mengerti dia.


"Aku pulang dulu jaga Safitri dengan baik,jangan lupa apa yang aku bilang tadi. "bisik Zi pada sahabatnya itu.


"Mmmm,ucap Ben hanya terseyum saja melihat Zi pergi meningalkan ruangan itu bersama Buk panti.


Ben kembali melihat Safitri yang lagi tidur, Ben mengambil dan memegang jemari dan menciuan tangan itu, wajah cantik itu tampak pucat saat ini, Ben memperhatikan wajah cantik itu, orang yang dari kecil bersamanya,mereka berdua dibesarkan sama-sama diganti tampa orang tua yang mau merawat mereka,kebanyakan dari mereka adalah dari anak yang tidak beruntung anak lain yang mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya namun tidak dengan Ben dan Safitri juga Zi.


Ben mengambil tangan Safitri dengan berlahan agar tidurnya tidak terganggu, Ben mengembangkan jemari itu, dan mencium tangan Safitri dengan rasa sedih dihatinya saat ini melihat wajah pucat itu.


"Apa yang sedang kamu pikirkan Sa, membuat kamu seperti ini sampai kamu kelehan dan asam lambung kamu bisa separah ini,aku sangat kawatir pada kamu dari kecil kita selalu saling bercerita tentang keadaan kita.maafkan aku dalam beberapa bulan ini tidak pernah megabari kamu kerena aku sangat sibuk megurus pekerjaanku."ucap Ben menatap Safitri dengan kasihan.


Ben tidak pernah beranjak dari kursi sambil mengengam tangan Safitri.lama-lama Ben juga tertidur dengan menyadar kepalanya kekasur yang yang ada didekatnya itu.


Ben juga merasakan kelelahan saat ini karena dia baru dari luar kota untuk melakukan pekerjaan yang di harus diselesaikan,karena dia bertangung jawab dengan toko yang dimiliki Zi beberapa kota saat ini sudah ada cabang.

__ADS_1


*********


__ADS_2