
Ditengah malam Safitri terbangun dari tidurnya,Safitri merasa tanganya ada yang memegang dengan erat,Safitri melihat kesamping dia terseyum melihat orang yang selalu dirindukannya itu tertidur disampingnya sambil duduk kepala diatas tempat tidur rumah sakit itu.
"Kamu datang kak untuk menjagaku,aku sangat merindukanmu selama beberapa bulan ini kamu tidak pernah megabari tentang diri kamu padaku kak,apa sesibuk itu kamu kak?"ucap Safitri dalam hati sambil memandang wajah tampan di hadapan nya itu.
Safitri lama menatap wajah itu dan akhirnya dia tidak tega melihat Beno tertidur seperti ini di dekatnya.
"Kak,bangun." ucap Safitri membagikan Ben dari tidurnya itu.
"Mmmm,,Ben merusak matanya dan melihat Safitri sudah bangun dari tidurnya.
"Kamu sudah bangun Sa?" ucap Ben pada orang yang disayanginya itu.
"Kakak boleh tidur disofa,kakak bisa lebih nyaman disana tidur."ucap Safitri pada Ben.
"Aku tidak apa-apa disini saja jaga kamu."ucap Ben pada Safitri.
"Kakak tampak kelelahan menjagaku dan jauh-jauh kakak dadang,istirahatlah disofa itu kak,aku sudah mulai baikkan."ucap Safitri tersenyum pada Ben.
"Tidak aku akan tetap disini dengan kamu Sa,jangan pernah melarang ku."ucap Ben menatap Safitri dengan tatapan tidak dapat diartikan.
"Kak,,, aku tidak apa-apa kamu tinggal disini,kamu bisa lihat aku dari sana,kita masih dalam satu ruangan,kamu ini kenapa sih."ucap Safitri agak marah pada Ben saat ini menatap nya.
"Kamu tidak ingin aku menjagamu disini ya?"
"Bukan begitu kak,aku tidak enak lihat kakak tidur seperti tadi tubuhmu akan merasa sakit semua nantik."ucap Safitri lagi.
"Sa,apa aku boleh bertanya padamu?"ucap Ben mengalikan bembicaraannya.
"Apa kak,katakan saja aku akan jawab."jawab Safitri.
"Apa selama ini kita dekat kamu tidak merasakan sesuatu dengan hati dan perasaan kamu tentang kita?"tanya Ben pada wanita yang menatapnya itu.
__ADS_1
"Untuk apa kakak bertanya seperti itu?"balas Safitri.
"Begini kita hanya berdua saja disini Sa,aku ingin tahu isi hati kamu padaku selama kita berteman dan kamu seperti adik bagiku."ucap Ben lagi.
"Kak apa percaya atau tidak kakak pada ku,kita sudah sama-sama dewasa kak,pasti paham dengan perasaan kita masing-masing, aku selama ini sangat meyayangi kakak melebihi dari seorang kakak,aku mencintai kakak selama ini,aku tidak bisa bohong dari perasaan ini kak,kenapa aku sering berkurung diri dikamar semenjak kakak meningalkan aku sendiri di panti."jawab Safitri saat ini.
"Apa ada lagi yang ingin kamu katakan lagi Sa?"
"Tidak cukup itu saja,aku tidak tahu apa kakak dapat menerima atau tidak itu tergantung kakak,kerena aku sudah jujur disini,aku tahu kakak hanya mengagapku selama ini adikmu,aku akan Terima apapun yang kakak katakan padaku,yang penting hari ini aku tidak mau meyemuyikan perasaan itu lagi,aku merasa sesak jika lama-lama menahan ini semua."jelas Safitri pada Ben menatapnya dengan tajam dan diam saja mendegar apa yang diucapkan Safitri saat ini.
"Sa,,aku harus bilang apa padamu malam ini kerena kamu telah menjelaskan semuanya padaku jadi aku gak bisa untuk berkata apa lagi,saat ini aku senang kamu mencintaiku dan menyayangiku selama ini,perasaan itu sama-sama kita rasakan selama bertahun-tahun lamanya kita berteman."ucap Ben pada Safitri.
"Maksud kakak ?"
"Aku mencintaimu selama ini,hanya saja aku tahan,aku takut kamu akan menolakku jika aku memberitahu tentang ini semua padamu, selama ini kita seperti adik dan kakak Sa,tapi aku tidak bisa membohongi diriku walau kamu lebih jauh kecil dariku."ucap Ben pada Safitri.
"Kak aku bukan anak kecil lagi aku sudah tahu dengan cinta kak."ucap Safitri agak kesal pada Ben.
"Aku sudah berumur 20 tahun kak,aku sebentar lagi tamat SMA kak."balas Safitri lagi.
"Apa yang kamu lakuin setelah tamat dari sekolah nantik ?"tanya Ben pada Safitri.
"Aku ingin bekerja kak,dan ingin menjadi diriku sendiri,tampa bergantung pada siapa lagi,aku akan berkerja untuk bisa menyabung hidupku,tampa kamu lagi. jelas Safitri agak sedikit sedih.
"Tu kenapa wajah kamu sedih seperti itu?"
"Aku sedih saja kak akan berpisah dengan Adik-adik di panti jika kelak aku keluar dari panti." jelasnya.
"Kalau kamu gak mau berpisah gak usah kamu keluar daribsana,kamu masih bisa tingal di panti sambil bantu ibu megurus panti."ucap Ben pada Safitri.
"Tidak bisa kak,aku harus bisa hidup sendiri tampa bantuan siapa lagi,aku tidak mau merepotkan mereka lagi termasuk kakak."ucap Safitri menatap Ben dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1
"Apa kamu mau meningalkan aku Sa?" tanya Ben pada Safitri.
"Iya kak,itu harus aku lakukan karena aku tidak mau bergantung hidupku pada kalian."ucap Afiyah.
"Apa kamu tidak mau kuliah untuk menabung pendidikan kamu itu?"
"Tidak kak,aku tidak mampu dengan itu semua,ini saja aku sudah cukup bahagia sudah bisa lulus dari sma,aku bisa mencari kerja dengan mengunakan ijazah SMA ku kak."jawab Safitri menatap pada Ben.
"Jika kamu tidak mau kuliah hiduplah bersamaku selamanya,aku akan memenuhi keinginan kamu,kita akan hidup bahagia Sa."
"Apa yang kamu katakan itu tidak mungkin kak."
"Dimana tidak mungkinnya Sa kamu mencintai ku,kita sama-sama saling mencintai apa salah kita berpikir kearah sana Sa,menikah denganku Sa, kita bisa hidup bersama,kamu selalu bersamaku dimana aku akan menetap nantik."ucap Ben benar-benar apa yang diucapkan pada Safitri.
"Kakak aku masih sekolah mana mungkin kita bisa menikah."
"Setelah kamu lulus Sa, bukan sekarang."ucap Ben pada Safitri dengan senyuman yang terpancar diwajah tampan itu.
"Apa kakak sungguh-sungguh dengan semua ucapan kakak ?"
"Sa,, aku tidak pernah bohong dengan ini semua aku benar-benar mencintaimu dan akan menikahimu siap kamu lulus dari sekolah,aku akan membawa kamu kemana aku pergi."ucap Ben meyakinkan Safitri atas ucapan nya itu."
"Apa hidupku berahir disitu saja kak,tampa aku bisa bebas."
"Kamu memilih hidup babas dari panti atau memilih hidup bersamaku,aku tidak akan melarang kamu apa yang kamu mau Sa,jika kamu ingin kuliah kamu bisa kuliah nantik asalkan saja tangung jawab seorang istri tidak kamu lupakan dan bisa megurusku."ucap Bian tidak meneruskan Kata-katanya lagi.
"Baiklah kak aku mau jadi istri kamu."ucap Safitri pada Ben yang terseyum. dengan bahagia.
Ben mendegar jawaban dari Safitri sangat bahagia saat ini,mereka sama-sama menahan rasa cinta itu dari kecil sampai dewasa.Ben sangat meyayangi Safitri dari kecil seperti seorang adik baginya namun persaan lain itu muncul saja saat mereka sudah mulai remaja.sampai Ben dewasa dan bekerja saat ini pada Zi,namun sahabatnya itu selalu mengingatkan akan cintanya pada Safitri.
********
__ADS_1