I LOVE YOU MY FRIENDS.

I LOVE YOU MY FRIENDS.
Keberangkatan Zi Dan Naysha Ke Amerika


__ADS_3

Pagi ini Afiyah sudah bersiap untuk berangkat ke Amerika untuk menemui putara semata wayangnya itu,Naysha sangat Bahagia akan bertemu dengan Alfa,sudah lama tidak bertemu dengan putarnya itu.


"Sayang selama disana kamu pasti tidak akan ingat sama aku, jika mereka bersama kamu."ucap Givan memandang istrinya itu dengan sedikit lemas.


"Mas aku pergi hanya satu minggu saja,bukan lama aku disana."balas Naysha pada suaminya itu sedikit tidak semagat itu.


"Aku sangat kesepian jika kalian tidak dirumah, jika aku ada waktu seminggu ini aku akan ikut dengan kalian berdua."ucap Givan lagi.


"Cuma satu minggu Mas,kamu tidak bisa menahannya selama seminggu itu."jawab Naysha terseyum pada suaminya manjanya itu.


"Seminggu itu waktu lama bagiku sayang,kamu tahu sendiri kalau aku tidak bisa tidur tampa memeluk kamu."jelas Givan pada istrinya itu.


"Kalau begitu kamu ikut saja dengan kita,tingalkan dulu pekerjaan kamu itu, suruh Alex yang mengurusnya atau Dion untuk sementara waktu."ide Naysha pada suaminya itu.


"Tapi sayang ada minting penting yang tidak bisa aku tingalkan, kerena itu sangat pepegaruh pada perusahaan kita."jelas Givan.


"Ya sudah berakti tidak ada jalan dong, kamu arus siap tampa aku satu minggu ini."ucap Naysha pada suaminya itu.


Tok..tok."ketukan pintu terdegar dari luar.


"Kak,apa kamu sudah siap?"tanya Zi dibalik pintu itu memagil kakaknya itu.


"Masuk Zi,pintunya gak dikunci."ucap Naysha pada Zi.


"Kak sudah waktunya kita berangkat sekarang karena pesawat kita akan berangkat satu jam lagi." terang Zi pada Naysha.


"Sudah Zi,, aku lagi mengamakan dia dilu,kamu tahu bukan kakak kamu itu susah kalau sudah jauh dariku."ucap Naysha pada Zi saat ini tersenyum pada Givan.


"Makanya jangan terlalu manja sama istri,jika mau berpisah seminggu saja seperti mau setahun saja kak."Zi megejek Givan.


"Diam kamu Zi, gak usaha membuat mutku tidak baik."ucap Givan tapak kesal pada Adiknya itu.


"Makanya jangan bucun terus."ucap Zi keluar dari kamar kakaknya itu.


"Ahhh dasar kamu ini, coba jika Kamu punya istri nantik pasti kamu akan merasa seperti aku Zi."teriak Gipan pada Zi selalu tidak akur jika bertemu.


"Sudah Mas aku mau berangkat,Kamu baik-baik dirumah,aku pergi hanya seminggu kok,aku sangat merindukan putra kamu itu mas."ucap Naysha kecium bibir suaminya itu.


"Kamu juga jaga diri selama disana dan jangan sampai melupakan aku dirumah sayang."ucap Givan kembali mencium bibir manis istrinya itu.


"Aku antar ke bandara ya,sekalian aku juga berangkat ke perusahaan."'ucap Givan pada Naysha.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu."ucap Naysha pada suaminya karena kalau tidak mengikuti katanya bisa-bisa Naysha tidak jadi berangkat.


"Ayok kita turunan itu Adik kamu yang bawel itu sudah menunggu."ucap Naysha kembali.


"Ayok." Ucap Givan membawa koper istrinya turun kebawah.


Samapai dibawah Zi sudah menunggu mereka berdua,Naysha lansung mengajak Zi untuk berangkat menggunakan mobil Givan saja hari ini.


Tidak butuh lama Mereka samapai bandara saat ini,Zi bepamitan pada Givan dan juga Naysha pada suaminya itu.


"Kita berangkat dulu ya kak."ucap Zi pada Kakaknya itu.


"Kamu jaga kakak kamu dengan baik Zi selama disana."ucap Gipan pada Adiknya itu.


"Pasti kak, aku akan menjaga wanitaku ini."ucap Zi menganggu kakaknya itu.


"Dasar kamu ini,awas saja terjadi apa-apa dengan istrinya aku Zi, habis kamu."ancam Givan pada Zi.


"Tidak akan terjadi Apa dengan istri cantik kamu ini, selama seminggu ini aku akan menjaganya, kakak tenang Saja."jawab Zi santai.


"Sudah jangan berdebat terus,mas aku berangkat ya, kamu jaga diri jangan sampai gak tidur selama aku tidak dirumah." ingat Naysha pada suaminya itu.


"Itu pasti saja kak,mana akan bisa dia tidur tampa kamu."ejek Zi pada Givan.


"Sudah,,Kamu hati-hatilah disana, jaga diri baik-baik dan juga titip salam aku sama putra ku. "ucap Givan pada Naysha.


Zi dan Naysha masuk kedalam bandara itu,karena sebentar lagi waktu penerbangan pesawat yang ditumpanginya.


Zi meningalkan Givan Masih melihat kepergian mereka berdua saat ini kerena seminggu ini Givan tidak bisa meningalkan pekerjaannya,kalau tidak pasti Givan ikut dengan Istrinya dan Zi untuk menjeguk Alfa putra satu-satunya itu.


Sampai dilamam pesawat Zi dan Naysha hanya diam saja,kerena bisanya Naysha tidak pernah pegi sendri tampa suaminya itu.


"Kakak kenapa masih memikirkan kakak ya?"


"Apa dia bisa tingal tampa kakak gak Zi."


"Palingan dia akan menyusul kita kak jika dia tidak tahan dirumah tampa kita."ucap Zi pada Naysha.


"Benar juga kata kamu Zi, mana mau dia sendri rumah."


"Kita lihat saja nantik kakak apa dia sangup kakak tingak satu hari ini,jika besok dia juga akan sampai juga di Amerika.

__ADS_1


"Coba kita lihat nantik Zi apa dia itu bisa tahan."ucap Naysha sedikit terseyum.


"Kamu lagi ngapain Zi ?"


"Aku mau mengabarkan Alfa dulu kita akan berangkat sebentar lagi."ucap Zi menghubungi Alfa.


"Hallo paman ada Apa malam gini kamu menghubungi ku."


"Malam bagi kamu disini


mau siang didol."ucap Zi tampak kesal pada keponakannya itu.


"Ada Apa ayok katakan aku masih maegantuk.


"Nantik kamu jemput kami di bandara kamu sudah mau berangkat bersana bunda kamu."ucap Zi pada Alfa.


"Kamu tidak bercandakan paman mau kedini."


"Tidak Alfa, kita benar-benar sudah berada didalam pesawat bentar lagi kami sudah terbang,kamu tunggu kami di bandara megerti."ucap Zi pada Keponakannya itu dan mengakhiri pagilan itu.


Zi mematikan Henponnya itu pesawat yang ditumpangi itu akan berangkat,Zi me memejamkan matanya karena butuh lama mereka sampai dinegara itu,perjalanan mereka hari ini akan membuat Naysha lelah kerena Naysha agak sedikit pemabuk jika dalam perjalanan seperti ini.


"Kak kamu baik-baik saja?"ucap Zi melihat Zi sudah mulai tidak baik-baik saja karena mungkanya sudah tidak seperti baru berangkat tadi.


"Rasanya kakak sudah mau munta Zi,kakak sudah tidak tahan lagi.ucap Naysha sudah mengambil kantong muntah yang sudah disediakan oleh pramugari pesawat itu.


Zi hanya terseyum dan juga ada rasa kasihan pada Naysha jika melakukan perjalanan jauh seperti ini, dia selalu mabuk dalam perjalanan.


Setelah Naysha memuntakan isi perutnya semua,Zi memintak Naysha untuk tidur agar tubuhnya sedikit mambaik.


Zi sangat kasiha melihat wanita seperti ibunya sendiri itu tampak pucat sehabis muntah,Zi meyelimuti kakaknya itu yang tampak sedikit kedinginan kerena udara dalam pesawat itu sangat dingin oleh AC.


"Zi apa kita masih lama lagi kita sampai disana."


"Masih lama lagi kak kita baru melakukan setengah perjalanan, kakak tidur saja nantik tidak terasa kita sampai saja di Amerika,Aku akan membangunkan kakak nantik jika sudah sampai,istirahatlah masih lama kita sampainya kak."


"Baiklah kalau begitu,sebaiknya aku tidur saja dari pada aku harus muntah lagi."ucap Naysha pasrah saja hari ini dalam perjalanannya ingin bertemu putranya itu.


Zi hanya terseyum mendegar ucapan Naysha,Sudah tidak berdaya tapi masih tetap cerewet,seperti itu lah Naysha selama ini yang Zi kenal.


***********

__ADS_1


l


__ADS_2