I LOVE YOU MY FRIENDS.

I LOVE YOU MY FRIENDS.
Curhat Hati Zi dan Alfa


__ADS_3

Setelah siap dengan semua yang dikerjakan Zi bersama Alfa namun orang yang masuk kekamar untuk mengurus si singgah jantan itu tidak kekuar-keluar juga.


"Itulah jika mereka berdua jika sudah masuk kamar tidak makan kekuar-keluar paman."kesal Alfa pada Zi.


"Kita makan berdua saja bakwan ini aku juga sangat lapar Al."ucap Zi


"Sebaiknya kita tidak usah menunggu Mereka berdua Paman, Ayah dan Bundah tidak akan pernah berubah jika sudah masuk kamar lama jika keluar,seperti itulah dia mereka yang sudah berumur itu, mereka tidak meyia-yiahkan masa mereka berdua."ucap Alfa tampak lesuh.


"Biarkan saja Al, kamu tidak tahu saja jika mereka bersama."jawab Zi singkat.


"Sudah kita makan saja paman aku sudah tidak bisa tahan lagi dengan lapar aku ini."ucap Alfa mengambil bakwan dan memakanya.


"Kita jalan Abis ini ya."ucap Zi mengajak Alfa keluar mencari angin.


"Ok,paman dari kita menunggu orang yang lagi bercinta itu."ucap Alfa Asal.


"Sudah jangan kesal pada mereka berdua, kita nikmati malam ini berdua sambil bercerita Al,aku ingin tahu seperti apa kamu selama disini? "ucap Zi pada Keponakannya itu.


"Habiskan makanan kita dulu paman baru kita bisa pergi."ucap Alfa melanjutkan makannya.


Akhirnya Zi dan Alfa meningalkan Apartemen nya itu kerena ingin mencari angin luar,malam ini Zi mengajak Alfa ke tempat yang biasa dia datangin malam hari waktu kuliah disini besama Ben,dipantai yang tampak indah dimalam hari.


Zi duduk sambil megingigat masa pendidikan yang besama Ben waktu kuliah dan sambil bekerja di perusahaan Givan yang ada disini dia dapat menjalankan hidupnya dengan sangat Bahagia dan apa yang sudah diraihnya saat ini sudah membuat Zi merasa puas.


Apa yang sudah diberikan padanya banyak orang sudah terbantu oleh kerja kerasnya selama ini,Orang-orang yang kurang mampu sudah merasa terbantu oleh Zi kerena didikan oleh Naysha selama ini membuatnya bisa berbagi dengan orang membutuhkan bantuannya.


"Paman sangat beruntung di kelingi oleh bayak orang yang menyayangi kamu." ucap Alfa sambil melepar batu kecil itu kedalam air.


"Kenapa Kamu berkata seperti itu Al,kamu juga bersyukur telah lahir di rahim bunda kamu yang sangat meyayangi dan mencintai kamu Al." kata Zi menatap Keponakannya itu dengan serius.

__ADS_1


"Aku terkadang berpikir apa aku bisa kelak seperti paman,yang sunguh-sunguh menjalankan ini semua apa yang Diinginkan ayah padaku."


"Kamu pasti bisa Al,aku akan selalu membantu kamu jika ada masalah."ucap Zi


"Aku tidak sepintar paman Zi,aku jauh dari kata itu paman,aku takut megecewakan Ayah."


"Jika kamu mengerjakan dengan sungguh-sungguh pasti hasil baik Al, percayalah tidak ada kata tidak bisa, betekatlah untuk bisa kamu Al, jangan menyerah dulu jika kamu belum mencobanya."ucap Zi memberi semangat.


"Paman jika nantik paman sudah menikah apakah paman akan keluar dari rumah?"


"Itu yang membuat aku bimbang Al,untuk berbicara pada kakak Aku belum berani, aku takut dia tidak membiarkan aku pindah."


"Paman harus mencobanya dahulu,aku rasa Bunda nantik pasti memahaminya."


"Setelah kamu kembali saja saya akan membicarakan ini semua pada kakak Naysha."


"Itu lebih baik paman kerena dia tidak terlalu kesepian jika aku sudah ada dirumah."


"Dari dulu kami berdua dengan Ayah kamu itu sudah berencana seperti itu namun Bunda kamu selalu menolak."terang Zi pada Alfa.


"Mungkin kerena kejadiann19 tahun yang lalu ,membuat Bunda tidak mau membawa Anak panti untuk tingal bersamanya, kerena dia masih ingat dengan Adikku yang tiada itu."ucap Alfa mengigat waktu Afiyah ditabrak didepan matanya saat itu pas bundanya hamil besar.


"Mungkin saja itu alasan petama kakak selama ini Al."


"Terkadang aku juga merasa jadi anak tunggal ini sangat bayak tangung jawab akan aku tangung."


"Kamu tidak bisa menolak apapun Al, karena cuma kamu yang mereka handalkan jangan pernah kecewakan mereka, kedua orang tua kamu itu sangat memperhatikan kamu."Ucap Zi memperingati Keponakannya itu.


" Paman jika aku boleh bertanya sesuatu pada Paman,apa paman akan menjawab nya atau tidak itu tergantung pada paman.? "

__ADS_1


"Apa Al,,jika masih di dalam nalar aku bisa menjawab jika melenceng ya maaf saja."ucap Zi santai.


" Paman jika saat nanti paman akan dipertemukan kembali dengan keluarga kamu,Atau ibu kamu mencari keberadaan kamu paman,misalnya ada Alasan lain saat itu dia menarok kamu didepan panti,katakan begitu paman, apa yang akan kamu lakukan?"


"Entahlah Al,aku tidak tahu apa yang aku lakukan, apa aku bahagia,apakah aku sedih tidak tebayang jika itu benar-benar terjadi sungguh menyedikan hidupku ini aku rasa."jawab Zi dengan rasa bercampur aduk baru membayangkan itu saja.


"Maafkan aku paman jika aku membuat kamu sedih, bukan seperti ini maksudku tadi."ucap Alfa ingin tahu apa jawaban Zi.


"Tidak Apa Al, biasa kamu bertanya padaku seperti itu, aku yang diposisi kamu pasti aku akan bertaya seprti itu juga."jawab Zi dengan lembut.


"Terkadang aku habis pikir pada wanita yang tidak punya hati membuang anak dan darah dagingnya sendiri di jalan, di tempat lahan terbuka, ditinggal sampah dan semacam lah ,apa mereka tidak ada rasa kasihan ketika melihat wajah bayi tidak berdosa itu disana,dimana hati dan rasa kasihan seorang ibu membuang darah dagingnya Seperti itu.?"


"Karena mereka sudah tidak ada akal sehatnya Al,dengan mudahnya mereka membuang bayi yang tidak berdosa itu,seperti aku, Ben dan paling menyedihkan Safitri berada didalam kantong plastik dan ditarok ditong sampah saat itu, aku menyaksikan saat itu aku sudah berumur 5 tahun."


"Bersyukurlah kamu Al masih memiliki orang tua yang sangat meyayangi kamu,jangan pernah membuat mereka bersedih."ucap Zi pada Alfa yang menatap Zi meneteskan air mata jika melihat dirinya itu.


"Maafkan aku paman."ucap Alfa merangkul pundak pamannya itu.


Zi juga terseyum saja kerena keponakannya itu sangat mengerti padanya selama ini,Alfa adalah tempat mereka berkeluh kesa jika ada masalah diantara mereka pasti mereka akan memecahkan masalah itu berdua.


Zi bahagia memiliki keluarga Pratana di kehidupannya selama ini kerena tidak ada mereka Zi tidak menjadi orang yang sukses seperti sekarang ini.


" Mari kita pulang Nantik kita direpetin oleh singgah betina yang ada di ampertemen ku sekarang Paman."Ajak Alfa pada Zi.


"Ayok,aku takut jika teligaku kenak tarik terus olehnya."ucap Zi ketawa pada Alfa.


"Tapi kita itu pasti sama hukumannya Paman jika wanita cantik satu itu kalau sudah mengamuk,bisa putus telinga kita."ucap Alfa membayangkan tarikan tangan Bundanya itu padanya.


"iiiiss sungguh mengerikan."sambunga Zi membayangkan.

__ADS_1


"Ayok kita cepat pulang apa lagi tadi kita tidak memberi tahu mereka kita keluar, bisa habislah kita paman.Ucap Alfa cepat-cepat masuk mobilnya.


*************


__ADS_2