I LOVE YOU MY FRIENDS.

I LOVE YOU MY FRIENDS.
Zi Akan Membantu Nenek Lita Untuk Bertemu Keluaganya Kembali.


__ADS_3

Setelah siap dengan sholat mereka semua bersantai diruang tengah yang ada dirumah baru Zi itu,Zi Menemui Nenek Lita kembali dia sudah berjanji akan menemui Nenek Lita karena ingin tahu keluaga Nenek Lita tingal.


Sampai dikamar tamu Zi melihat Nenek Lita memegang Foto Anaknya itu bersama Menantu dan cucunya itu.


"Nek apa itu Putra nenek?"


" Benar Nak ini adalah kelurtan Nenek Satu-satunya yang tingal saat ini, tapi nenek tidak tahu keadaan mereka sekarang apa mereka masih baik-baik saja.


"Sudah hampir 30 tahu nenek tidak bersama mereka lagi semenjak Cucu nenek dibawa kabur oleh mantan kekasih Putra nenek waktu itu, semenjak itu nenek tidak pernah kembali lagi ke rumah itu, kerena sudah betekat akan menemukan cucu Satu-satunya Nenek."


"Namun pada saat itu nenek tidak menemukan perempuan ular itu lagi sampai sekarang, entah dimana dia sekarang membawa Cucuku."ucap Nenek Lita menagis.


"Kalau dia masih bersama kami saat ini dia sudah sebesar kamu Zi!! "


"Tidak apa Nek, aku juga Cucu Nenek bukan, sekarang Zi igin tahu dimana Alamat Rumah Nenek,aku ingin megantar Nenek pada kekuaga Nenek Lita, sudah saatnya Nenek bersama Keluaga Nenek sekarang.


"Mungkin suda saatnya Nak Nenek juga ingin bertemu dengan keluarga yang sudah lama Nenek tingalkan."ucap Nenek Lita menyebutkan Alamat itu pada Zi.


"Besok aku akan suru Jo mencari alamatnya Nenek jika Nenek bersal dari kota B, kalau masih ada kekuaga Nenek disana aku akan megantar Nenek kembali ke keluaga Nenek."ucap Zi pada Nenek Lita.


"Terimakasih bayak Nak, kamu sudah baik sama Nenek selama ini" ucap Nenek Lita pada Zi yang tersenyum.


"Sudah Nek aku kembali ke luar dulu Natik aku akan pembantu megantar Makan malam untuk Nenek."ucap Zi pada Nenek Lita.


"Ya, pergilah Nak, kasihan istrinya kamu menunggu kamu."ucap Nenek Lita kemabali tersenyum pada Zi.


"Yah sudah Ada Kak Givan diluar lagi Berbicang dengan teman-temanya saat ini, aku akan bergabung bersama mereka dulu Nek."


"Ya sudah pergilah." ucap Nenek dengan lembut.


Zi meningalkan Nenek Lita sendirian yang tersenyum padanya, Zi keluar dengan rasa senang karena Nenek Lita mau juga memberikan alamat padanya.


Zi duduk di samping Dion dan Bian saat ini dengan santai.


"Loh kok kamu disini Zi temanin istrinya kamu dikamar sana,bukankah malam ini malam pertama kalian berdua?"Ucap Bian suka asal jika ngomong.

__ADS_1


"Malam pertama bisa saja ditunda dulu kak, bukan harus malam ini, besok juga bisa."ucap Zi santai. "


"Alah jangan munafik kamu Zi, melihat Tubuh Safira saja kamu sudah tidak bisa menahan iler kamu itu."kata Dion meyambar asal.


"Mana ada seperti itu kak,aku biasa saja."jawab Zi santai.


"Aku tidak akan percaya jika kamu sangup menahan Zi, kita semua sudah dari sana Zi."ucap Givan Santai.


"Kelian bertiga selalu Kompak jika bikin aku Kesal ya,lihatlah calon mertuaku yang tidak jadi itu hanya diam saja."ucap Zi melihat Rahell santai saja mendegar Mereka semua memojokan Zi.


"Zi,, aku bukan seperti mereka aku sama seperti kamu dulu,Harus menunggu lama bisa mendapatkan Malam indah itu, karena kami nika tidak disangka tampa ada rasa cinta dari hati kami."


"Kamu Kayak kamu saja seperti itu kak ipar,aku juga seperti itu, kerena adik kamu itu kamu sembunyikan bertahun-tahun aku baru bisa merasakan surga dunia itu."sambung Dion.


"Aku juga sama Tuan Rahell tapi tidak seperti dia sudah bekarat kerena lumut belutnya meyelimuti itu baru bisa berjumpa saranganya."megejek Givan.


"Teman sialan lo Van,tidak ada aklak lo!! "ucap Dion kesal pada sahabatnya itu.


"Gue tidak ikut ya, karena gue cepat merasakan itu."ucap Bian santai.


"Mana Para wanita-wanita kita kok pada diam saja dikamar masing-masing sih Van?"ucap Bian pada Givan sahabatnya itu.


"Mungkin saja mereka lagi berbicang dengan Zafira kali."ucap Givan Santai.


"Ngapain mereka menganggu istri aku sih kak?"sambung Zi pada Mereka berdua.


"Itu urusan Wanita kamu tidak usa ikut campur Zi!! Jawab Dion disebelah Zi.


"Tadi kamu lagi ngomongin apa sih sama Nenek Lita Zi??" tanya Givan Pada Adiknya itu.


"Aku tidak menyangka Nenek lita masih punya Keluarga di kota ini Kak.Jawab nya


"Masak!! "ucap Givan Lagi


"Tadi Aku baru dikasih tahu alamat rumah keluaganya, besok Jo akan datang ke alamat itu apa masih ada Keluarga Nenek Lita Disana. "terang Zi.

__ADS_1


"Kok bisa Nenek Lita terpisa dengan keluaganya Zi?"ucap Dion lagi.


" Itu kerena Mencari cucunya yang diculik oleh mantan putranya wantu itu, sampai sekarang Nenek Lita tidak ingin pulang sebelum dia menemukan cucunya itu dan perempuan yang megambil cucunya itu.


"Apa Kejadian itu sudah lama Zi?"ucap Rahell ingin tahu juga.


"Kata Nenek itu, sudah seumur aku Kak,sudah hampir 30 tahun nenek hidup seperti tidak memiliki kelurga di kota ini.


"Aku sudah menyuruh Jo untuk mencari tahu kelurga Nenek itu, kerena aku juga bisa untuk membantu Jo mencari tahu dimana kekuaga nenek Lita, kerena aku harus barangkat bulan madu ke Dubai." ucap Zi santai.


"Kamu beangakat saja Zi biar kakak yang bantu Jo, besok Kakak akan suruh Alex Pergi bersama Jo."ucap Givan pada adiknya itu.


"Terimakasih banyak Kak atas bantuan kamu."ucap Zi pada Givan.


"Nikmatilah masa senang-senang kamu bersama istri kamu Zi, karena masa indah itu hanya satu kali selama hidup kamu."ucap Givan Mengerti akan Zi saat ini masih pengantin baru.


"Itu pasti kak, karena aku juga tidak mau menunda-nunda waktu itu seperti kalian bertiga."sindir Zi pada Ketigan pria yang melihat pada nya selain Bian.


"Sekali lagi kamu ngomong Zi habis kamu!!! "uncam Dion pada Zi dengan kesal.


"Bukankah itu memang keyantaannya begitu."ucap Bian lagi.


"Diamlah Bian kamu jangan ikut campur."ucap Givan.


"Aahh lo gak tahu saja Van gue kayak Mana untuk nikahin Mia saja susahnya."ucap Bian lagi.


"Tidak usah mengingat masa lalu Bi!! " ucap Rahel menyabung katanya.


"Ya harus bagai mana memang kenyataan seperti itu, kalau tidak ada kamu yang membantu aku dan Mia saat itu mungkin saja sampai sekarang aku akan jadi perjaka tua."jelas Bian Tidak semangat.


"Nyatanya tidak bukan!! "ucap Givan pada sahabatnya itu.


"Kerena ada juru penyelamat cinta kami."ucap Bian mekihat pada Rahell.


Mereka Berlima ketawa dan bersenang-senang malam ini dengan kebahagian Mereka sudah bersama dengan orang Yang dicintainya masing-masing.

__ADS_1


************


__ADS_2