I LOVE YOU MY FRIENDS.

I LOVE YOU MY FRIENDS.
Penjelasan Zi.


__ADS_3

"Kalian ini dari mana Sih,,Tanya Givan pada Kedua pemuda itu." ini sudah malam kalian berdua baru samapai."


"Kami habis jalan keluar sebentar kak,mencari angin segar diluar, kerena aku sudah lama tidak kesini."Jawab Zi dengan santai.


"Kamu belum kabarkan Zafira sejak kamu baru sampai Zi?"


"Belum kak,emangnya kenapa?"


"Barusan dia menelpon Kakak, katanya kamu tidak ada kabar."Ucap Givan santai.


"Nantik Zi hubungi dia kak,karena Zi belum sempat."


"Apa salahnya Chat dia Zi jika kamu tidak bisa bicara dengannya,sebentar lagi kalian itu akan menikah,pasti ada rasa cemas Zafira pada kamu."


"Baiklah kak,aku akan mengambil HP dulu tingal di kamar Alfa.


Zi mengambil Hp dilihatnya benda pipi itu banyak pagilan dari Zafira, Zi melakukan pagil ulang kembali ke Zafira.


Tidak Lama Terdegar suara Zafira ditelpon itu.


"Hallo Zi."


"Hai Sayang,kamu menelponku Ya,baru sehari aku tidak menghubungi kamu."ucap Zi pada orang yang akan menjadi tunangannya itu sebentar lagi.


"Mana Ada Zi seperti itu."elak Zafira.


"Itu buktinya kamu Sangat megewatirkan aku hari ini."


"Itu salah kamu sendiri yang tidak megabari aku." jawabnya Zafira tidak mau kalah.


"Maafkan aku ya, kerena Seharian ini aku merasa Lelah,aku sampai lupa untuk megabari kamu sayang,aku baik-baik saja Saat ini."


"Ya sudah aku mau melakukan Pekerjaanku lagi."


"Tunggu dulu jangan dimatiin aku sangat merindukan kamu Sayang."


"Zi bisa gak pakai sayang-sayang segala aku tidak terbiasa dengan panggilan itu."ucap Zafira agak tidak enak didegarnya.


"Mulai sekarang kamu harus biasakan itu."ucap Zi santai.


"Gak mau."ucap Zafira sedikit geli mendengarkan jika Zi memanggilnya dengan sebutan sayang itu,kerena dari dulu sudah terbiasa dengan panggilan nama.


"Kok gak mau sih,itu tandanya aku cinta sama kamu Fi,aku tidak akan merubah pangilan itu lagi, kamu harus membiasakan ini semua."ucap Zi memaksa Zafira.

__ADS_1


"Itu pemaksaan namanya Zi."


"Biarin aja terserah kamu aku mau memaksa atau tidak aku tidak perduli yang penting aku senang dengan pagilan itu."ucap Zi santai.


"Dasar kamu ini keras kepala,dari dulu selalu kemauan kamu yang harus aku ikuti."sungut Zafira pada Zi.


"Aku mencintai kamu Zafira mahesa."ucap Zi lembut.


"Sudah aku mau kerja lagi sudah dulu ya."ucap Zafirah.


"Asalammualaikum Zi." diujung kata Zafira dengan menutup HPnya itu.


"Ahhh dasar kamu itu selalu mengelak jika aku mengatakan itu pada kamu."ucap Zi meletakan HP itu kembali diatas Nakas.


Setelah itu Zi kemabali bergabung dengan Givan Diruang tv,disana ada Alfa dan Naysha yang sedang megupas buah apel untuk mereka makan.


"Kak kamu belum tidur?"ucap Zi


"Mana bisa jam segini mata kakak tidur Zi dari kita baru sampai tidur baru terbangun sore."sambung Naysha pada Zi


"Kamu nelpon sama siapa sih?"


" Calon adik ipar kamu Sayang."jawab Givan Pada Istrinya itu.


"Zi jadi kapan kamu akan melamar Zafira?Tanya Givan Kembali pada Adiknya itu.


"Setelah kita kembali kak,Kita sudah bisa meminang Zafira pada orang tua dan dihari yang sama aku langsung bertunagan dihari yang sama."


"Tidak Masala Zi yang peting Ibunya Zafira sudah setuju ini semua, kita akan datang setelah pulang dari sini." ucap Givan senang akhirnya Zi mau juga menikah.


"Untuk acara pernikahan aku pilih Alfa siap dulu dengan wisudahnya kerena aku mau kita berkumpul semua dirumah kak."


"Bulan depan Alfa sudah wisudah Yah,jadi paman sudah bisa melanjutkan niat baiknya itu."sambung Alfa pada Zi.


"Zi jika kamu sudah menikah apa kamu akan meningalkan kami?"Tanya Naysha pada Zi.


Zi saat ini juga bingung mau menjawab kata kakaknya itu kerena Zi takut Naysha akan sedih.


"Sayang Zi sudah memiliki istri dan keluarga sendiri tidak mungkin dia akan tingal bersama kita." Ucap Givan agar bisa istrinya itu memahami apa yang diinginkan Zi.


"Pasti nantik Sepi rumh kita jika tidak ada kamu yang selalu menganggu aku setiap hari Zi ?"ucap Naysha kurang semagat.


"Kakak Tahu rumah yang ada didepan rumah kita diserang jalan, sekarang lagi renovasi ulang,itu Zi yang beli dari pak Irawan kerena Zi tidak mau jauh dari kakak,makanya Zi beli rumah itu."Terang Zi agar kakaknya itu tidak sedih.

__ADS_1


"Jadi kamu yang punya Sekarang Zi?"


"Benar Kak,aku belain beli rumah itu aku ingin selalu dekat dengan kalian semua,aku tidak akan meninggalkan kakak,karena kakak orang aku punya keluarga satu-satunya yang aku miliki selama ini."


"Terimakasih Zi kamu tidak akan tingal jauh dariku."ucap Naysha senang kerena Zi masih memikirkan keluarganya,Disaat Naysha suntuk dirumah Naysha bisa kerumah Zi yang akan di tingali Zi abis menikah nantik.


"Sekarang apa aku boleh tingal bersana keluaga baruku kak?"


"Ya,,ucap Naysha dengan agukkan dan ikuti senyuman yang terkebang dibibir manis Naysha berasa senang dan suka Zi tingal dikomlek yang sama dengannya.


"Terimakasih kak,sudah mengerti dengan keinginan Zi. "


Ada rasa bahagia dihati Zi saat ini karena Naysha sudah mau melepaskannya untuk tingal bersama Keluaga barunya Nantik jika sudah menikah dengan Zafira.


"Zi kamu merubah gaya rumah lama pak irawan dengan model yang kamu ingikan,aku lihat Sedikit didepan saja yang tidak kamu rubah?"tanya Givan.


"Benar kak karena Zi mau yang model klasik dipadukan dengan minimalis yang zi inginkan" ucap Zi


"Bagus,,kakak lihat kerena sudah hampir siap semua."


"Tingal finising saja kak."ucap Zi menjelaskan tentang rumah yang akan ditingalali bersama istrinya nantik.


"Baguslah itu Zi jika kamu Mengigikan begitu."icap Givan pada Zi.


"Bunda JikaAlfa namtik menikah apa Alfa juga boleh tingal dirumah Alfa sendiri?"


"Tidak Boleh Al." ucap Suami-istri serenta dan kompak.


"Kenapa begitu Bun,Ayah.?"


"Kerena Kamu adalah putra satu-satunya dan pewaris Pratama tidak boleh tingal ditempat lain selain dirumah kita,mengerti sayang." ucap Naysha geram putranya itu.


"Kamu akan bebas bersama istrinya kamu nanti karena Bunda mau menghabiskan waktu kami berdua di kampung nenek dan kakek dikampung Bundan dan dikampung orang tua Ayah.


"Begitu ya Bun, kok bisa begitu sih?"ucap Alfa bingung dengan icapan kedua orang tuanya itu.


"Kerena Setelah kamu selesai nantik kamu yang memegang perusahaan Ayah tanggung jawab itu kamu yang akan menjalankan semua itu Al."jelas Givan pada putranya itu.


"Kamu jangan pernah bermain-nain lagi Nak,Bunda Sudah tidak mudah lagi,umur tidak ada yang tahu."ucap Naysha paa putranya itu.


"Jangan bicara seprti itu Bun, aku tidak bisa tampa kalian berdua menjalankan hidup ini."jelas Alfa sedikit membayangkan jika tidak ada kedua orang tuanya bersamanya.


"Kita tidak ada Yang bisa tahu hidup kita ini sampai dimana Al, semua itu dia yang tahu,kita hanya bisa menjalankan apa yang sudah diperintahkan pada kita sebagai makluk yang dikasihnya hidup selama ini." icap Naysha menjelaskan semuanya itu pada putranya itu.

__ADS_1


**********


__ADS_2