I LOVE YOU MY FRIENDS.

I LOVE YOU MY FRIENDS.
Suasana Heboh.


__ADS_3

Sorenya Zi terbangun dari tidurnya,Zi langsung menuju kamar mandi untuk membersikan dirinya agar tubuhnya lebih segar.


Zi siap dengan Mandinya saat ini dia keluar dengan kamar Alfa untuk mencari Kakaknya itu dan Alfa.


Zi melihat Naysha lagi membaca majalah dengan menikmati secangkir teh di depannya.


"Kak,,sapa Zi pada Naysha.


"Ada apa?"sahut Naysha santai.


"Mana Alfa,kok aku gak lihat?"


"Kakak juga gak tahu dia kemana, pas kakak bangun sudah gak ada dia."jawab Naysha santai.


"Dasar anak itu, kita disini masih juga kelayapan."


"'Mungkin ada Yang mau diurus kali Zi."


Tidak Lama orang yang baru dibicarakan itu muncul di pintu masuk apartemennyan itu,Zi melihat Alfa hanya diam saja.


"Paman kenapa Zi melihatku ssperti itu?"


"Kamu dari mana sih Al,kita disini kamu masih kekuar."


"Aku keluar sebentar sama Teman paman."ucap Alfa sambil medudukan pantatnya disamping Bundanya itu.


"Kamu itu kalau mau keluar beri tahu Al, Bunda sudah disini kamu masih saja berkekiaran."ucap Naysha lembut pada Putranya itu.


"Bun,, Aku bingung orang pada tidur semuanya,ya keluarlah dari bosan nungguin orang tidur."jawab Alfa santai.


"Bunda peluk dong,apa gak kagen sama Alfa ya.?"


"Kamu itu sudah besar Al, masak mau peluk-pekuk juga." ucap Naysha pada putranya itu.


"Biarkan aja Bun,seminggu ini aku bebas sama Bunda selagi Ayah tidak disini."jawab Alfa.


"Ayah kamu apa kabarnya ya Bundah belum ada megabarkan dia dari sampai disini."


"Pasti seperti cacing kepanasanlah dia itu."Jawab Zi santai.


"Biarkan saja,,kakak chat saja dia, gak usah ditlp."ucap Zi lagi.


"Baiklah kakak chat saja ya." ucap Naysha juga mengikuti saran Zi.


Zi hanya terseyum saja,pasti tu si singgah jantan itu tidak bisa diam ucap Zi dalam hatinya.


"Paman kita taruhan saja jika ayah datang besok aku akan tratir paman makan di restoran yang paling mahal disini.


"Jika tidak."ucap Zi.


"Paman yang akan trakti aku makan.


"Ok.


"Aku sudah tahu Ayah kamu itu Al,mana bisa dia berpisah sama singga betina itu,pasti besok dia sampai.ucap Zi pada Alfa.


"Aku rasa tidak, dia itu lebih peting pekerjaan nya, aku rasa Ayah tidak akan datang paman.


"Lihat saja besok,aku kasih satu toko aku sama kamu jika Ayah kamu tidak sampai kesini besok."


"Baiklah aku tantang ucapan Paman itu."ucap Alfa pada Zi.

__ADS_1


"Sudah jangan ribut kerena dia Zi, Al. "ucap Naysha sudah panas mendegar mereka berdua.


"Bunda makan yok,masak ke kesukaan Alfa dong."ucap Alfa pada Bunda nya itu.


"Bunda Bikin bakwan dong, aku ingin makan itu,sudah lama gak makan bikinan dari bunda."ucap Alfa lagi.


"Ok baiklah." ucap Naysha beranjak kedapur.


"Aku bantu ya kak motong Sayurnya."tawar Zi pada Naysha.


"Ok jagoanku,,sini jika kamu mau bantu."ucap Naysha selalu senang jika Zi membantunya.


"Aku juga ikut ya Bun aku bantu bukak bawangnya." tawar Alfa.


"Sini jika jagoan Bunda mau bantu kita bisa bikin wakwannya sama-sama."


"Pasti nanti bawan ini rasanya enak, kerena penuh kasih sayang disini."ucap Zi.


"Benar Paman entar kita posting saja media sosial Nama bakwan Ini."


"Apa nama yang kamu mau kasih Al?"tanya Naysha pada putranya itu.


"Bawan kasih sayang."celetuk Alfa Asal.


"Dasar kamu ini."ucap Zi kesal pada Alfa.


"Terus apa lagi paman,hanya itu yang terlintas dipikiranku."


"Cari nama itu yang bagus dong."ucap Zi


"Emang kamu mikir apa yang kamu Kasih Zi?" ucap Naysha.


"Kalian ini sama saja."


"Benar Bunda itu saj kita kasih namanya."ucap Alfa.


"Sudah jangan bahas itu lagi selesaikan potong sayurnya Zi."


"Ini bawangnya sudah selesai. "ucap Alfa memberikan bawang yang dikupas Alfa pada Bunda nya itu.


"Cepat juga kerjaan kamu Al."


"mungkin Aku sudah terbiasa kali Bun,Alfa sering masak sendiri dari beli makanan disini bukan masuk selerah Alfa."jelasnya


"Kenapa begitu sayang?"


"Bunda tahu Alfa sejak dulu gak suka makan orang barat." Jawab Alfa singkat.


"Jadi itu kamu selalu mintak bahan dapur dari tanak Air ya.?"ucap Zi


"Benar Paman kerena Alfa lebih milih masak sendiri." ucap Alfa


"Terus jika kamu menang nantik kayak mana mau makan direstoran mahal disini.?"


"Aku milih satu toko kamu saja Paman, dari pada Makanan itu."jawab Alfa pada Zi.


"Dasar kamu itu,jika kamu menang aku tidak akan lupa dengan janji aku Al."


"Kalian ini semuanya kalian jadi taruahan."ucap Naysha mulai merepet oleh tingkah kedua jagoannya itu.


"Tidak lama Bell apartemen itu berbunyi,Alfa dan Zi bingung siapa yang bertamu jam segini.

__ADS_1


"Kamu bukak Sana Al,mungkin saja teman kamu datang."suruh Naysha pada putranya itu.


"Alfa tidak pernah mengasih alamat dimana Alfa Tingal sama teman-teman,begitu juga tidak pernah temanku kesini."ucap Alfa.


"Coba bukak dulu sana."ucap Zi


Pas mereka bertiga lagi membahas siapa yang datang orangnya Sudah nogol sendiri.


"Kalian ini terlalu lama membukan pintu,untung saja Aku bawak kunci."ucap Givan yang bicara.


"Ayah,,ucap Alfa tidak percaya.


"Kenapa Kamu kaget jagoan Ayah?"ucap Givan.


"Ayah kenapa datang sekarang,tunggu bebepa hari kek."


"Emang kenapa Al?"ucap Givan bigung melihat mungka Alfa kusut.


"Hilang sudah untuk mendapatkan sebuah toko dari Zi Mas."ucap Naysha sambil ketawa pada putranya itu.


"Sekarang kamu kalah Al,kamu harus traktir aku makan malam ini."ucap Zi tersenyum.


"Ayah tidak kompak."ucap Alfa lemas.


"Mana Ayah tahu Al jika kalian taruahan."ucap Givan Santai.


"Sudah nantik Ayah tambah uangnya kamu untuk tratir dia Makan."ucap Givan pada Putranya itu.


"Benaran." ucap Alfa senang


"Benar."jawab Givan.


"Terimakasih banyak Yah."


"Kamu kok bisa sampai sini mas?"


"Siap Miniting aku lansung berangkat sayang."


"Cuma hitungan jam saja kamu gak bisa tahan kak?"tanya Zi


"Kamu tahu Zi kakak gak bisa jauh dari dia." ucap Givan santai.


"Memang para kakak,bucin kamu itu benar-benar aku tidak habis pikir kak."


"Jangan megejek aku Terus Zi,sebentar lagi kamu juga akan menikah nantik kamu baru bisa merasakan jauh dari istri itu."ucap Givan tidak mau kalah.


"Sudah kalian kok malah ribut Sih,sekarang kamu cepat bersihkan diri dulu sana Mas,Sini aku bantu."ucap Naysha pada suaminya itu.


"Zi goreng Bakwannya,biar aku urus singga jantannya dilu."ucap Naysha pada Adiknya itu.


"Kalian ini sama saja."ucap Zi tidak bisa megelak lagi.


"Kenapa paman wajahnya kok masam gitu? ucap Alfa.


" Bunda kamu itu selalu begitu jika sudah mengoreng bawan selalu aku yang disuruh,dia itu selalu malas mengoreng bakwan ini, entah dimana salahnya."ucap Zi kesal tapi masih melajukan mengoreng bakwan itu.


"Tapi ini pulak uniknya keluarga kita paman."


"Benar juga Al,jika aku sudah nikah nantik pasti aku sangat merindukan saat seperti ini."ucap Zi


***********

__ADS_1


__ADS_2