
Tidak Terasa Sudah satu minggu Zi berada di Amerika,Akhirnya hari ini mereka bertiga sampai juga ditanak air.Hari ini Zi tidak langsung pulang bersama Givan dan Naysha.
Zi mampir dulu dicafe Zafirah karena sudah satu minggu ini merekan tidak bertemu, Zi sangat merindukan Kekasihnya itu yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya.
Jo sampai disaat Zi Keluar dari pintu bandara itu,Jo tersenyum melihat Bosnya itu selalu tampak tampan.
"Tuan Zi,,selamat sore."sapa Jo pada Bosnya itu.
"Sore Jo,apa kamu sudah lama menunggu ku?"Ucap Zi santai.
"Belum tuan, saya baru saja sampai karena saya baru saja siap miting dengan reka kerja kita yang ada di kota S tuan."
"Tidak apa Jo, yanga penting kamu menjemputku hari ini."jawab Zi
"Kita langsung Pulang Tuan?"
"Tidak Jo kita ke caffe Zafira saja dahulu karena Aku sudah sangat merindukan dia."
"Baiklah Tuan Zi, saya akan mengantarkan tuan kesana."ucap Jo sambil memasukan barang Zi ke dalam mobilnya.
"Ayo jalan Jo, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya."ucap Zi tidak sabaran lagi ingin melihat wajah cantik kekasihnya itu.
"Tuan terlalu buncin kali pada Nona Zafira, apa aku tidak salah ya."ucap Jo apa Adanya.
"Bisa diam gak mulut kamu Jo."ucap Zi
"Bisa Tuan."Jo tidak melanjutkan lagi kata-katanya kerena takut kenak ancam lagi oleh Bosnya itu gajinya dipotong.
Tidak terasa mobil yang dibawa oleh Jo sudah sampai didepan caffe Zafira saat ini.
Zi lansung keluar dari dalam mobil Jo, dia langsung mencari Zafira kerena sudah biasa bagi Zi masuk kedalam ruangan Zafira.
Zi hendak membuka pintu ruangan Kekasihnya itu,Zafira tiba-tiba saja duluan yang membuka pintu ruangannya itu, sehingga membuat Zi sedikit kaget.
"Zi,, kamu kok ada disini?"
"Kenapa jika aku ada disini,kamu takut atau sangat merindukan aku?" tanya Zi kembali pada Zafira saat ini sedikit mundur kebelakang kerena Zi selalu mendesaknya sehinga membuat Zafira mundur.
"Zi apa yang kamu lakukan,aku bisa jatuh." ucap Zafira agak sudah mundur kebelakang.
"kamu takut padaku sayang?" ucap Zi pada Kekasih nya itu.
"Zi kamu jangan becanda Kayak gini,aku jadi tidak nyaman Zi."
"Terus seperti ini yang membuat kamu bisa nyaman bersamaku Sayang." ucap Zi menarik Zafira ke pelukannya.
__ADS_1
"Zi lepas,Nantik ada yang masuk lihat kita seperti ini."jelas Zafira sedikit malu pada Zi.
"Biarin saja,apa kamu tidak merindukan aku Sayang ?"
"Aku sangat merindikan kamu Zi,tapi caranya jangan seperti ini,membuatku sedikit tidak nyaman Zi."
"Aku akan memberikan kamu sebuah hadia dariku saat ini juga."ucap Zi langsung mencium bibir manis itu sedikit lama.
Mereka berdua melepaskan rindu selama Satu minggu ini tidak bertemu,Ciuman Zi membuat Zafirah kurang bernafas sehinga Zi harus melepas bibir manis Zafira dari bibirnya itu.
"Zi kamu kebiasaan main nyosor saja,sehingga membuat aku merasa tidak bernafas."
"Cuma itu saja Yang aku inginkan dari kamu hari ini,aku sangat senang kamu membalas permain bibirku barusan." Ucap Zi membuat Zafira sidikit malu padanya.
"Sudah Zi kamu itu membuat aku malu saja."serkak zafira pada Calon tunagannya itu.
"Hai kenapa harus malu sayang kita sebentar lagi akan terus seprti ini."ucap Zi
"Masih lama Zi,jangan berharap dulu, halalkan dulu baru aku tidak akan protes pada Kamu Zi."
"Harus Gitu ya."ucap Zi pada kekasihnya itu.
Zafira hanya terseyum saja melihat Tingkah Zi yang lagi berpikir.
"Baiklah aku akan bilang sama Ibu nantik Zi."balas Zafira Senang Zi dan keluarga akan datang juga untuk melamarnya.
"Baiklah aku akan kembali pulang dulu, besok aku akan makan siangnya disini,kamu masakan aku yang aku suka ya."ucap Zi memeluk Zafira denga cinta.
"Iya,, besok aku akan masakan kamu dengan tanganku sendiri."ucap Zafira senang.
"Aku pulang Dulu,,Muahhh" Zi mencium pipi Zafira kembali sebelum keluar dari ruangan itu.
"Daaah Fi, sampai jumpa besok ya."ucap Zi meninggalkan Zafira yang lagi tersenyum padanya.
"Zi tingkah kamu itu bikin aku jengkel saja,tapi aku suka dengan sikap kamu perhatian pada ku."Zafira berbicara sendiri setelah Zi pergi meninggalkan ruangannga itu.
Zi kembali kerumah keluarga Pratama Selama ini tempat dia nyaman disana dan dibesarkan di keluarga itu dengan bahagia dan Zi selalu mendapat kasih sayang yang lebih dari kedua Kakak angkatnya itu.
Zi sangat senang selama ini sudah bersama keluarga Givan,dan tidak ada niat sama sekalali Zi untuk mencari keberadaan orang tuanya selama ini yang telah tegah membuangnya.
Zi tidak ingin bertemu dengan orang tuanya selama ini dia merasa anak yang benar-benar tidak diinginkan oleh kedua orang tuanya itu sehingga dengan mudahnya mereka membuang darah dagingnya sendiri.
"Jo apa yang aku katakan kemaren sudah kamu laksanakan semua kerena pas acara lamaran dan pertunangan kami tidak ada gangguan sedikitpun."tekan Zi pada Asisten nya itu.
"Sudah tuan,semuanya sudah kelar saya jamin semua akan berjalan lancar, insya Allah tidak ada halangan pas dia caranya."jelas jo
__ADS_1
"Baguslah Jo,aku sangat berterima kasih padamu."
"Jangan seperti itu tuan,itu semua sudah menjadi tugas Saya."ucap Jo tersenyum pada Bosnya itu.
"Jo untuk keamanan Tolong kamu perkuat ya aku tidak mau Reihan megacaukan acara kami nantik."
"Baik tuan nantik aku akan suruh lagi orang kita menambah angota untuk di cara hari itu."
"Aku akan mintak anak buah kak Alex juga berjaga-jaga selama acara kami selesai nantik."
"Aku takut tuan,,Reyhan akan muncul di acaranya pertunangan kalian untuk megacaukan acara itu."
"Makanya aku aku memintak kamu memperketat penjagaan di sekitar rumah Zafira nantik agar acaranya lancar."
"Baiklah tuan saya akan lakukan semua permintaan anda."
"Dimana sialan itu bersembunyi sehinga orang kita tidak dapat menemukannya?ucap Zi pada Jo yang tampak kesal pada Reyhan.
"Aku belum ada kabar dari anak buah kita tuan."
"Semoga saja dia tidak datang pas di acara itu nantik."ucap Zi takut jika Rayhan megacaukan acara pertunangannya bersama Zafira
Semoga saja tuan Zi."balas Jo tidak bayak kata.
Tidak lama Zi sampai juga di rumah yang bikin dia selalu nyaman berada di rumah itu selama ini.
"Jo apa kamu mau masuk dulu,apa mau pulang langsung?"
"Saya langsung pulang saja Tuan karena adiku yang paling kecil sekarang lagi demam,saya sudah berjanji sama ibuk akan membawanya berobat hari ini."
"Sudah berapa hari dia demam Jo? "
"Dari tadi malam tuan Zi, kerena seharian ini aku tidak punya waktu untuk membawanya berobat karena jabwalku sangat padat hari ini."jelas Jo
"Ya suda, kamu boleh pergi sekarang."ucap Zi mengambil uang didopetnya ditaruh nya di bangku kemudi disebelah Jo duduk.
"Tuan ini apa?"
"Bawak saja untuk berobat adikmu Jo, jangan pernah kamu menolak apa yang aku kasih, jika kamu tidak mau aku potong gajimu."ucap Zi santai sambil masuk kedalam rumahnya itu.
"Kamu ini selalu saja mengancam aku tuan Zi." ucap Jo tidak bisa berbuat apa-apa jika Bosnya itu sudah berkata seperti itu padanya.
"Semoga saja rezekinya tuan bertambah kerena kemuaraha hati tuan Zi.ucap Jo kembali,Jo menjalankan mobilnya itu kembali menuju rumahnya.
************
__ADS_1