
Akhirnya kedua pria saling megejek itu diam saja karena Naysha sudah melihat mereka berdua dengan tatapan tajam padanya.
"Zi kamu lihat Singgah betina itu mau mangamuk, sebaiknya kita diam saja kalau kita tidak mau diterkamnya.
"Itu salah kakak sendiri selalu memancingku."bisik Zi pada Givan.
"Baiknya kamu diam saja lagi."
"Aku juga takut melihatnya kak,lihatlah mata nya itu bikin aku merinding saja."ucap Zi tidak meneruskan kata-katanya lagi.
Ben dan Jo hanya ketawa saja melihat tingkah Kedua Bosnya itu tampak konyol jika berurusan dengan wanita yang sangat disanyagi mereka berdua itu.
"Jo lihat tingal kedua bis kita itu,aku tidak mangyaka mereka bisa seakan itu dan pasti kompak keluarga itu, lihatlah cara mereka walau saling megejek tapi tampak seru, mereka bahagia."ucap Ben pada Jo.
"aku juga tidak sangka Tuan Zi orangnya seperti itu jika bersamaku selalu dingin tersenyum saja tidak pernah,kadang-kadang aku merinding sendiri."ucap Jo pada Ben.
"Zi memang sepeti itu dari dahulu Jo,dia tidak banyak bicara, tapi hatinya itu baik."
"Benar kata tuan Ben,banyak yang tidak aku tahu tentangnya."
"Kamu belum tahu sisi baik dari dia Jo,aku banga padanya memiliki Sahabat sehebat dia,dulu aku tidak mengyangka dirinya akan sesukses ini." Jelas Ben pada Jo.
"Aku belum tahu banyak tentang dirinya tuan Zi,aku baru tahu sisi baiknya padaku, ternyata orangnya tidak seburuk aku pikir selama ini."
"Kita tidak bisa melihat dari gaya orang kerena sikapnya kita nilai selama ini terlalu dingin seperti kamu lihat pada Zi,disisi lain dia sangat baik dan tahu akan kesusahan orang lain."ucap Ben pada Jo
"Selama aku berkerja sama tuan Zi baru kemaren aku baru tahu dia itu suka memaksa, jika aku tidak mau menerima bantuan darinya makan gajiku jadi taruhannya."
"Ha.. Ha.. "rupanya bukan aku saja yang kenak ancamnya,mendingan kamu gaji saja yang diancam,sedang aku Jo dia selalu mengacamku dengan memecatku,dasar Bos gila."ucap Ben mengupati sahabat dan Bosnya itu.
"Ya!!harus bagai mana lagi, kita hanya bawahannya terpaksa mengikuti segalanya yang diinginkan oleh Bos kita tuan Ben."
"Kamu benar Jo, kita tidak bisa melawannya,kalau mau Aman."jawab Ben dengan senyumannya.
"Aku hanya tidak bisa berkutik saja Tuan Ben karena aku masih sangat membutuhkan pekerjaanku, adik-adikku sekarang lagi membutuhkan biaya untuk sekolah mereka."
__ADS_1
"Aku mengerti Jo,apa yang kamu rasakan aku yakin kamu betah dengannya bekerja."
"Alhamdulillah, sampai saat ini aku masih betah bekerja tuan Ben, walau aku sering kenak ancamnya."ucap Jo dengan senyuman jika ingat tingkah konyol Bosnya itu.
Disaat mereka lagi asik berbicara tiba-tiba saja orang yang dibicarakan datang bergabung dengan mereka saat ini.
"Kenapa kalian berdua diam saja,sudah siap dengan pembicaraan kalian berdua itu?"ucap Zi santai karena dari dia mendegar kedua orang itu membicarakannya.
"Apaan kamu Zi."ucap Ben pada sahabatnya itu.
"Santai bro aku tidak akan memecat kamu dan juga kamu Jo aku tidak memotong gajimu kerena hari ini adalah hari bahagiaku bersama Zafira, jadi untuk saat ini aman buat kalian berdua." jelas Zi santai.
"Baiklah untuk saat ini kita aman Jo tapi belum tahu besok."sindir Ben pada Sahabat kecilnya itu.
"Aku tidak mau bicara lagi tuan Ben,jika aku mau aman."ucap Jo takut kerena Zi menatapnya dengan tatapan tajamnya.
"Hai kenapa kamu bergabung dengan kita Zi, lihatlah Zafira sendirian disana!! "tunjuk Ben pada Sahabat kecilnya itu.
"Aku malas kesana Ben palingan nantik aku ribut lagi sama Bos tegik itu."
"Siapa maksud kamu Zi?"
"Aku sangka siapa Zi!! " keluh Ben kesal padanya.
"Terus siapa lagi yang memancing aku ribut selama ini Ben, kamu tahu sendiri keluagaku itu seperti apa.!!"
"Tapi aku suka melihat kalian seperti itu, keluarga kamu selalu hangat Zi, sedangakan aku tidak akan pernah merasakan kekuaga sama seperti kalian, kamu bernasib baik Zi."ucap Ben pada Zi sedikit ada rasa sedih dengan dirinya sendiri.
"Jangan merasa diri kamu tidak ada keluaga Ben,kami selama kamu juga keluargaku Ben, aku tidak pernah mengangap kamu seperti orang lain, walaupun kita Sahabat dari kecil."jelas Zi pada Ben yang menatapnya sedikit sedih.
"Terimakasih banyak Zi,selama ini aku sudah ?memiliki teman yang baik seperti diri kamu."ucap Ben memeluk Sahabatnya itu.
"Sudah,, jangan merasa Seperti ini Ben aku selalu ada buat kamu."ucap Zi santai.
Aku mau balik dulu,besok aku harus berangkat pagi ke kota B ada pekerjaan yang tidak bisa aku tingalkan Zi."
__ADS_1
"Ok, baiklah tidak masalah bagiku, terimakasih kamu telah sempatkan datang kesini walau kamu sibuk."ucap Zi sangat berterimakasih pada Sahat kecilnya itu.
"Ayok Jo,,aku tingal dulu ya."ucap Ben beranjak pergi dari acara itu.
Zi dan Jo hanya melihat Ben meningalkan dia Jo,Zi kembali duduk bersama Zafira saat ini lagi begabung sama-sama anak panti yang khusus di undang oleh Zi dan Zafira malam ini.
"Zi mana Ben?" tanya Zafira tidak melihat Ben lagi bersamanya.
"Sudah pulang, besok pagi dia harus kembali ke kota B kerena ada pekerjaan yang tidak bisa tingalkan dia."jawab si santai tampa melihat Zafira Kerena Zi pokus melihat pada Anak-anak panti itu lagi menyantap makanan yang sudah disediakan dia caranya saat ini.
"Mereka makan sangat lahap sekali, aku senang mereka bisa tersenyum seperti itu hari ini."kata Zi dengan tersenyum pada Anak-anak panti.
"Kak Zi ayok bergabung makan bersama kami,sudah lama kita tidak bisa makan seperti ini, kerena kakak sudah tidak banya waktu untuk kami sekarang."kata salah satu anak pada Zi.
"Kakak sudah kenyang, kalian aja yang makan kakak tegok dan temanin kalian saja Dehh."Jawab Zi selalu hangat pada mereka semuanya.
"Baiklah jika kakak Zi tidak mau makan,yang penting sekarang kita bisa lihat kak Zi disini." sahut salah satu anak lagi metelah ucapan Zi.
"Makanlah kakak akan temanin kalian disini sampai pulang kerena jam hampir jam sebulan malam sebentar lagi kalian harus kembali karena besok sekolah."ucap Alif lembut dan ramah pada semua Anak-anak itu.
"Baik kak,, ucap Mereka serentak semuanya.
"Pintar.!! selah Zi lagi.
"Kaman yang banyak agar kalian pintar seperti kak Ben."ucap Zi
"Kakak Zi juga pintar, lihat sekarang kakak bisa jadi orang yang sukses dan sudah kaya,aku juga ingin seperti kakak jika aku sudah besar nantik."ucap Seorang anak pada Zi.
"Dek makan rajin belajar jika cita-cita kalian itu tercapai."jelas Zi
"Aku akan terus belajar kak agar aku bisa menjadi seperti kak Zi nantik."celetuk seorang anak perempuan yang sangat lucu dilihat Zi.
"Bagus itu sayang,kakak suka jika kaliaan pintar."sambung Zi berbicara pada bocah-boca itu.
"Sekarang habiskan makanannya dulu, nantik sambung lagi ceritanya".selah Zafira Pada semua Anak-anak itu,kerena dari tadi Zafira hanya mendegar dan melihat Zi bercanda dan berbicara pada mereka semua.
__ADS_1
Seperti itulah kedekatan mereka dengan Zi dari dulu sampai sekarang, membuat Zafira senang dan mersa bahagia mendapatkan Zi sebagai Calon suaminya saat ini.
********