I LOVE YOU MY FRIENDS.

I LOVE YOU MY FRIENDS.
Akhirnya Ada Titik Terang Juga


__ADS_3

Tidak lama Naysha datang membawa sebuah kotak ditangannya saat ini dan Naysha memberikan pada Givan suaminya itu.


"Ini Mas apa yang kamu inginkan tadi."ucap Naysha berikan kotak itu pada Suaminya dan sebuah topi juga switer bayi kecil yang dirajut dengan benang woll itu didalam kotak itu.


"Lihatlah Tuan ini!! " ucap Givan memberikan kotak itu pada Tuan Hartawan.


"Biar aku saja Pa yang bukak Kotak ini. "kata Buk Carlah pada suaminya.


Buk Carlah mengambil kotak itu dari tangan Givan dan membukaknya dengan berlahan..Air mata Buk Carlah jatuh melihat benda yang ada di dalam kotak itu.


Buk Carlah mengambil switer dan sebuah topi di dalam kotak itu dengan rasa harunya.


"Pa ini punya milik Gifran kita!! ini mama yang bikin untuk Gifran kecil kita. "ungkap Buk Carlah mengcium topi Milik putranya itu.


"Itu milik Zi kecil Buk, itu diberikan ibu panti padaku, aku menjemput Zi dari panti untuk tingal dirumahku saat itu.


"Ini adalah kalung Gifran Ma!!"Buk Carlah menyatukan kalung yang satunya lagi dengan yang dia punya.


Liotin yang berbentuk bintang setengah itu bersatu dengan indah ditangan Buk Carlah,Tuan Hartawan tidak percaya selama ini putranya masih hidup.


"Ma,putraku masih hidup sampai saat ini,jadi wanita sialan itu membuang putraku di panti selama ini, kenapa aku tidak meyadarinya selama ini, kita mencarinya kemana-mana, tapi putraku di panti Ma."ucap Pak Hartawan di menagis dipelukan ibunya itu.


"Kamu harus sabar nak, jika ingin melihat putra kamu, karena Zi belum tahu kebenaran ini, Mama harap kamu butuh sabar menunggu memeluknya,dia mengka selama ini anak buangan dari orang tua yang tidak mengiginkannya."ucap Nenek Lita pada Putranya itu.


"Untuk saat ini Tuan jangan memaksakan dulu pada Zi bahwa Tuan adalah Ayahnya, kami berdua akan menjelaskan ini semua padanya, agar dia bisa memahami ini semua."ucap Givan pada Tuan Hartawan.


"Baiklah aku akan menunggu hari itu,Aku tidak sabar untuk memeluknya."ucap Tuan Hartawan lagi.

__ADS_1


"Kamu Harus bersabar Har, Mama rasa Zi Akan memahaminya setelah mendengar penjelasan Givan.


"Baik Ma, aku mana yang baik saja, agar aku bisa dipersatuakan dengan keluagaku kembali dan berkumpul dengan putra dan Mama." kata Taun Hartawan pada Nenek Lita.


"Mama Bahagia akhirnya Zi itu betul-betul cucuku,dia pria hebat selama ini tidak ada anak mudah yang pethatian pada Lingukangan sekitar mereka, tapi lain dengan putramu Har,, dia memperdulikan bayak orang yang kurang mampu, dan juga anak-anak panti yang sama senasip saat dia kecil."


"Aku tidak mau adikku sesat dalam pergaulan luar, aku mengajarkan untuk berbagi dengan yang lain dari dia sangat kecil dulu,kerena dia dasarnya dari panti juga."ucap Naysha tersenyum megigat Zi dulu hidup dia panti.


"Putra Kamu itu Berhati Mulia Har,separuh dari hasil perusahaannya itu untuk mereka yang tidak seberuntung dia."ucap Nenek Lita pada Putranya itu.


"Aku sunggu jauh dari kata itu Ma, selama ini aku kurang untuk perduli pada Mereka. "ucap Hartawan pada Mamanya itu dengan rasa malu pada putranya dan Naysha saat ini.


"Jika Tuan ingin berbagi seperti apa yang kami lakukan dengan Zi, banyak panti yang membutuhkan uluran tangan dari kita."ucap Naysha Megasih luang untuk Tuan Hartawan untuk berbagi hartanya yang dia miliki selama ini dengan orang yang membutuhkan.


"Terimakasih banyak Nak kalian berdua sudah membesarkan dan mendidik Putraku dengan kebaikan, aku tidak bisa membalas ini entah dengan apa."ucap Tuan Hartawan Sangat merasa sedikit malu pada kedua orang yang membesarkan Putranya itu.


"Tuan Tidak usaha membayar semua ini, aku dan istriku Memang meyayangi Zi dari pertama Bertemu, dan dia juga yang memintak untuk ikut dengan kami berdua,saat itu aku harus saja menikah dengan istri ku."jelas Givan Dengan senyuman dan rasa bahagianya selama ini hidup bersama Adiknya itu.


"Aku akan membantu Tuan, selama ini Zi ingin dipeluk oleh kedua orang tuanya,aku yakin Zi bisa menerima ini semua."ucap Naysha.


"Aku sangat berharap secepatnya itu terjadi Nak Naysha, aku merindukannya."ucap Buk Carlah pada Naysha.


"Ibu sabar dulu ya,aku akan mengusahakan setelah dia kembali nantik menceritakan ini semua padanya."ucap Givan.


"Pa tidak disangka kita sudah memiliki menatu."senyum Buk Carlah saat ini membayangkan putranya itu.


"Apakah menantuku itu dari ka galangan orang berada juga Tuan Givan?"tanya Carla

__ADS_1


"Tidak buk, istri Zi adalah orang yang sama-sama Aku besarkan dan aku didik dengan baik sejak kecil, Zi dari kecil selalu bersama Dengan istrinya itu,mereka berteman baik selama ini, aku juga tidak tahu entah kapan tumbuh rasa cinta mereka berdua."ucap Givan.


"Zafira itu gadis Baik, jangan pernah kamu mengganggu kehidupannya, walau Zafirah itu dari terlahir dari orang miskin dulu,aku tidak mau cucuku merasa terbeban kerena Kasta atau leting yang tinggi dan kaya bagunya, kerena Zi selama ini tidak mau memilih wanita Kaya,yang akan membuat dia sibuk untuk mengurus kebutuhan Wanita-wanita kaya itu."ucap Nenek Lita marah pada Carlah.


"Jika kamu inginkan menantu yang kaya,sebaiknya Jagan jadi ibu dari Zi,urungkan niat kamu untuk melihatnya sebagai putra kamu, jika kamu malu dengan Zi menikahi Zafira bukan dari orang kaya."kata nenek Lita kembali dengan tegas.


"Aku tidak bermaksud dengan itu semua Ma,ucap Carlah tidak bisa lagi menjawab kata mertuanya itu.


"Sekarang Kamu pikirkan bagai mana Zi bisa menerima ini semua, agar kita bisa hidup bersamanya dan bahagia, biarkan Zi memilih hidupnya sendiri,lagi pula dia sudah memiliki hartanya sendiri saat ini tidak akan menganggu harta dari kalian."ucap Nenek Lita tajam, agar putra dan menatunya itu tidak menekan hidup Zi kedepannya bersama Zafira.


"Maafkan aku Ma,membuat Mama Marah."ucap Carlah salah.


"Jaga batasana kamu Carlah, selama ini Zi bukan kamu yang membesarkannya, dan mendidiknya."ucap Nenek keriput itu.


"Baik Ma!! "ucap Carlah Sangaat takut pada Mertuanya itu.


"Seharusnya kelian berdua ini bersyukur putra kalian dibesarkan dengan baik, dan hidup tidak terlunta-lunta."ucap Nenek Lita kembali.


"Maafkan kami salah berbicara."ucap Tuan Hartawan pada orang tuanya itu.


"Jika niat kalian lain, sebaiknya lupakan Zi itu adalah anak kalian."ucap Sang Nenek lagi pada kedua orang yang tidak bisa menatapnya itu.


"Aku ingin cucuku hidup bahagia dengan kehidupan,tampa kalian yang datang merusak kehidupannya nantik,sebaiknya dari sekarang kalian batalkan bahwa kalian berdua orang tuanya."Ungkap Kasar Nenek Lita pada anak menantunya itu.


"Kami tidak akan mencampuri kehidupannya Ma, aku sekarang ingin memeluknya dan dia tahu masih ada orang tuanya yang menunggu dan mencarinya selama ini."ucap Tuan Hartawan pada Nenek Lita.


"Jika itu tujuan kamu, jangan pernah membahas ini lagi dihadapanku, aku tidak ingin hidup cucu kalian bikin hancur."tekan nenek Lita tegas.

__ADS_1


Tuan Hartawan tidak bisa berbicara lagi, kerena Mamanya sudah memperingatinya dengan sangat keras dan kata-kata yang sakit didegar.


************


__ADS_2