
Zi akhirnya mengatur Nenek lita kerumah Keluarganya saat ini, Zi tidak banyak bicara saat ini kerena karena Zi masih memikirkan Ucapan Kakaknya semalam.
Zi apa senang entah bahagia saat ini akan melihat kedua orang tuanya sebentar lagi, saat ini Juga ada Givan dan Nayaha bersamanya juga istrinya.
Zi hanya diam saja sambil meyetir mobilnya saat ini, Givan yang duduk di sampingnya saat ini hanya bisa tersenyum pada adik kesayangannya itu.
"Kamu kok diam saja Jagoan, tidak seru jika kamu diam saja dari tadi."ucap Givan mencairkan suasana yang hening didalam perjalanan kerumah Pak Hartawan itu.
"Aku harus ngomong apa Kak, aku lagi bingung saat ini."ucap Zi tidak semagat.
"Kabapa kamu Nak, kamu tidak senang Kami ini keluarga kamu?"ucap Nenek Lita pada cucunya itu.
"Bukan begitu Nek, tapi ini sungguh membuatku kaget dan merasa tidak percaya saja."jawab Zi apa adanya.
"Jika kamu belum siap bertemu dengan orang tua kamu saat ini,kamu bole tidak menemui mereka Nak, kamu bisa mengantarkan Nenek saja Nantik, biar Nayaha saja yang membantu nenek untuk masuk kerumah Yang sudah lama Nenek tingalkan itu."ucap Nenek Lita paham pada Cucunya itu.
" Tidak Nek, Zi akan tetap Mengantar Nenek kerumah itu."ucap Zi lagi.
"Kamu tidak bole begitu Zi,orang tua kamu sudah sangat merindukan kamu,buka hati kamu untuk mereka, kamu sudah tahu alasannya bukan? kenapa mereka bisa terpisa dengan kamu,jadi tidak kesalahan orang tua kamu, yang harus disalahkan itu adalah wanita yang menculik kamu itu."ucap Nayaha pada Zi.
"Ya kak, aku akan mencobanya kak."jawab Zi singkat.
"Lebih baik begitu Zi, bagai mana juga itu tetap orang tua kamu Zi,orang yang membuat kamu ada didunia ini, kamu juga memahaminya, mereka sudah lama mencari kamu."ucap Givan.
Tidak lama Mobil yang Zi bawak Sampai juga dirumah besar itu, Zi juga tidak menyangka dia juga Anak dari pegusaha kaya yang ada di kota ini.
Zi turun membantu Givan menurunkan Nenek Lita dari dalam mobil itu,dan mengangkat Nenek Lita naik kekursih rodanya.
Setelah itu Zi membawa Zafira masuk bersama Mereka saat sambil mendorong kursi roda Nenek Lita Zi tidak pernah mengabaikan Istri itu yang ada disampingnya saat ini.
"Ayok sayang kita masuk membawa Nenek untuk bertemu dengan keluaganya."ucap Zi singkat.
"Keluarga kamu juga anak nakal."ucap Nenek Lita pada Zi.
"Iya Nek!! "ucap Zi tersenyum sambil mendorong kursi roda itu sudah sampai ditepi pintu saat ini.
Tuan Hartawa Dan istrinya saat ini sudah menunggu kedatangan mereka saat ini,Melihat Zi yang mendorong Ibunya,tuan Hartawan tidak bisa megelipkan matanya saat ini melihat Putranya itu sungguh tampan dari poto yang dilihatnya beberapa hari yang lalu dirumah Zi.
__ADS_1
"Asalamualaikum.!! " ucap Zi pada Kedua orang yang menatap itu.
"Waalaikumsalam......!! " jawab kedua orang yang ada didalam itu sedikit diam menatap Zi.
"Har!! "pangil Nenek Lita pada putranya itu.
"Iya Ma. "ucap Tuan Hartawan Tersadar dari lamunannya saat ini.
"Kamu Akan membiarkan Kami mati berdiri disini Har?"
"Ohhh iya,, aku jadi lupa, ayok masuk Nak,Tuan Givan dan Nak Naysha."ucap Tuan Hartawan pada mereka semua.
" Terimakasih Tuan Hartawan."balas Givan
"Mari duduk!! "ucap Buk Carlah pada Semua orang.
Mereka duduk disofa yang ada diruang tamu itu,Buk carla Melihat Zi tidak putus-putus dari dia sampai, ingin rasanya dia saat ini memeluk Putranya itu tapi dia takut Zi menolaknya.
"Ada Apa Buk menatapku seperti itu?" ucap Zi sedikit kaku, entah harus dengan apa dia menangil Orang tuanya itu.
"Aku juga mintak maaf saat ini aku belum terbiasa dengan keadaan ini, kerena asing bagiku buk."ucap Zi membalas pelukan Mamanya itu,ada rasa Lain dihatinya yang dirasa Zi saat ini didalam pelukan Mamanya itu, ada kehangatan dari pelukan ibu selama ini dia sangat dia rindui.
"Tidak apa Nak, kamu sudah datang kerumah ini, dan sudah melihat kami orang tua kamu Nak,kalau adalah Gifran kecilku dulu."kata Buk Carla merusap pipi Zi yang juga menagis.
"Ini Mama Nak. "Ucap Buk Carlah lagi pada Zi.
Zi memeluk Mamanya itu kembali.
"Maafkan Zi Ma, jika tidak mengetahui kalian sangat dekat dengaku selama ini.
"Papa juga mintak maaf Nak, yang sudah membuat Kamu terpisah dengan Mama kamu selama ini."Ucap Pak Hartawan pada Zi.
"Pa!! "peluk Zi lagi dengan rasa sangat mengharukan saat ini,ketiga orang itu bepelukan Menuangkan rasa rindu mereka selama ini terpendam karena tidak dapat menemukan Zi.
"Shukurlah."Ucap Givan Pada istrinya itu melihat Zi sudah menerima Pak Hartawan dan Buk Carlah adalah orang tuanya, Givan bahagia saat ini.
"Akhirnya mereka bisa menerima ini semua."ucap Naysha menagis menyaksikan pertemuan Zi dengan Kedua orang tuanya itu.
__ADS_1
"Aku senang Mas lihat Zi bisa memeluk ibunya saat ini."kata Naysha pada Givan yang sedang tersenyum bahagia menatap istrinya itu.
"Ma-Pa itu adalah istriku Zafirah."ucap Zi menatap Istrinya itu.
"Sini sayang,Mama dan papa juga harus tahu aku juga sudah memiliki istri." ucap Zi pada Istrinya itu.
"Kenalkan Aku Zazira Ma. "ucap Zafira dan meyalimi kedua orang yang sedang berdiri itu.
"Kamu cantik nak, pantas saja Zi menyukai kamu."ucap Carla pada Zafira.
"Trimakasih banyak Ma atas pujiannya."ucap Zafira hanya tersenyum pada pada Kedua orang tua Zi.
"Duduklah dulu aku akan membuatkan minum dulu,ucap Mama Carlah pada semua orang itu.
"Kita akan makan Malam Disini hari ini, karena ini sudah sangat sore, jadi kalian semua makanlah dirumah kami ini untuk pertama kalinya sebagai keluarga besar kami."ucap Pak Hartawan pada Semuanya.
"Aku sangat senang Tuan, anda sudah ramah menyambut kami hari ini."ucap Givan.
"Kamu adalah anakku saat ini, kerena kamu sudah menjadikan Zi adik kanu selama ini jadi kamu itu juga putraku sekarang."ucap Pak Hartawan pada Givan juga sangat kecil ditingal olah kedua orang tuanya saat itu meningal kerena kecelakaan.
"Terimakasih banyak Tuan telah mau menjadikan aku anak."ucap Givan memandang pada Zi yang saat ini juga tersenyum padanya.
Zi sangat senang mendegar Kata-kata dari Papanya itu mengakui Givan juga anaknya saat ini.
"Aku senang Kak kamu akan selalu jadi kakak laki-lakiku untuk selamanya kerena kita sudah memiliki dua mana dibelakang kita."ucap Zi senang.
"Tidak denganku Zi,kamu yang memiliki nama dua aku masih Givan Pratama, sedangkam kamu adalah AZIQRA PRATAMA DAN GIFRAN HARTAWAN. "
"Mana begitu kak,aku akan selalu memakai nama dari pemberian kamu selamanya." ucap Zi pada Givan.
"Kalian Berdua akan memiliki yang sama, sekarang Givanpun Akan memakai Nama Papa dibelakang namanya,jika disini Givan adalah putraku juga sama seperti kamu Zi, mulai sekarang GIVAN HARTAWAN pangilan itu pada Kamu nak.
"Terimakasih Pa,ucap Givan senang memeluk Pak Hartawan juga Zi saat ini.
Kebahagian dua keluarga itu saat ini sangat membuat Nenek Lita senang menyaksikan mereka bisaa dekat secepat ini pada Putranya itu, senyuman yang terpancar dibibir Nenek Lita hari ini tidak bisa dilupakan kejadian hari ini dirumah besar itu.
**************
__ADS_1