
"Mas bagun, perutku merasa sakit ini!!! " kata Zafira pada Zi yang masih tidur.
"Kamu kenapa lagi sayang malam gini sudah ribut. "kata Zi sedikit tidak open pada istrinya itu kerena matanya sangat mengantuk.
"Mas aku mau lahiran,perutku sakit bangat." kata Zafira sudah menahan rasa sakit yang meyerang.
"Apa???? kamu Mau lahiran, ayok kita lasung Kerumah sakit,." ucap zi kaget mendegar Istrinya itu akan lahiran, Zi langsung berjalan keluar dari kamar dengan tidak memakai apapun hanya dalaman saja yang menutup milik pribadinya itu.
"Mass,!!!"teriak Zafira Sudah kesal pada Zi saat ini yang sudah Meninggalkan dia dikamar sendiri saja.
Zi kembali masuk Kedalam Kerena sampi ditanga dia baru ingat lupa membawa istrinya itu.
"Sayang kenapa kamu masih diam disini, ayok kita Berangkat sekarang?" Ajak Zi yang mash belum sadar hanya memakai dalaman saja.
"Mas Kamu berkaca dulu sana!! " suruh Zafira pada Zi.
"Kenapa Kamu nyuruh aku berkaca sayanag?" kata Zi bigung pada Istrinya itu.
"Lihat diri kamu Mas apa kamu mau menjual aset kamu itu kerumah sakit jika haya seperti itu kamu akan kesana."repet Zafira yang masih Menahan rasa sakit diperutnya itu.
"Astaghfirullah Sayang, aku gak sadar kerena panik, untung kamu ingatin."kata Zi dengan cepat memakai pakaiannya saat ini dan mengambil Tas untuk keperluan zafira dan bayinya nantik dirumah sakit.
Zi lansung menuju rumah sakit saat ini Zafira sudah tidak tahan menahan sakit, sampai dirumah sakit itu, safira lansung dibawa ke ruang persalinan boleh dokter yang sudah stembay yang ada dirumah sakit itu.
Setelah zafira masuk kedalam ruangan itu Zi tidak lupa mengabarkan Pada Naysha dan Givan juga Papanya saat ini, bahwa istrinya akan melahirkan.
Setelah itu Zi ikut masuk kedalam ruangan persalinan itu, untuk menemani Istrinya itu melahirkan Putra pertama mereka.
Zi sangat Kasihan melihat istrinya saat ini merasakan sakit, yang tidak bisa dirasakannya.
satu jam lamanya Zi didalam ruangan itu akhirnya tagis bayi terdegar juga.
"Oekkk!! " tagis Bayi yang baru lahir itu.
"Selamat Tuan Zi anak anda Laki-laki, dia sangat sehat." kata dokter yang membantu Zafira lahiran.
"Terimakasih banyak dok sudah membantu istriku."kata Zi senang.
__ADS_1
"Terimakasih Sayang,anak kita Sudah lahir."kata Zi meneteskan air matanya mencium Istrinya itu.
"Kita sudah menjadi orang tua sekarang Mas, aku sungguh bahagia." kata Zafira juga menagis bahagia.
"Terimakasih kamu telah berjuang Untuk melahirkan malaikat kecil itu."kata Zi kembali megecup kening istrinya itu dengan kasih sayang dan cintanya pada Istrinya itu.
Setelah satu jam siap Persalinan Akhirnya Zafira dipindahkan Juga Kekamar Inap yang ada di rumah sakit itu.
zafira Saat ini istirahat kerena lelah setelah Melahirkan putranya, Zi selalu ada disampingnya.
Naysha baru saja Sampai dirumah sakit itu, setelah Sholat shubuh baru naysha bisa kerumah sakit itu,karena Givan baru saja sampai dari luar negeri.
"Asalamualaikum!! "kata Naysha mengucapkan salam pada kedua orang yang ada didalam itu.
"Walaikumsalam salam kak,masuk kak." kata Zi baru melihat Kakaknya itu.
"Maafkan kakak ya Zi gak bisa temanin kamu saat Zafira Lahiran, kerena kakak kamu belum sampai lagi pula pak ujang gak Masuk dua hari ini, gak ada yang megantar kakak,Alfa juga diluar kita saat ini." kata Naysha gak enak pada Adiknya itu.
"Gak apa kak, Zi gerti kok, yang penting sekarang Zafira lahiran dengan selamat." kata Zi santai
"Selamat Ya Sayang kamu sudah menjadi Ayah sekarang,tidak disangka Zi kecilku dulu sudah Memiliki anak sekarang." kata Naysha pada Zi.
"Selamat Bro,akhirnya impian kamu untuk mendapatkannya sampai juga."ucap Givan Memeluk adiknya itu.
"Terimakasih bayak Kak sudah datang." sahut Zi sagat senang dan bahagia saat ini karena mereka berdua selalu ada untuknya.
Tidak lama suster datang membawa bati mungil dan tampan itu kedalam ruangan Zafira saat ini, Zi melihat Putranya itu lagi tidur yenyak di tempat tidur bayi itu,dia hanya bisa tersenyum saja mekihat Putra kecilnya itu.
"Apa yang kamu rasakan pertama kali melihatnya zi?" kata Givan pada adiknya.
"Tidak bisa Zi ungkapkan dengan kata-kata Kak, rasa bahagia, senang,terharuh itu semua menjadi satu."'kata Zi tersenyum pada kakaknya itu.
Zi mendegar tagis putranya itu, dia langsung megedong putranya itu dengan hati-hati Zi mencium putranya itu dengan rasa sayangnya pada putranya itu.
"Hari ini Papa akan memberikan Nama kamu Nak,semoga dengan nama ini kamu selalu dekat dengan keluaga kita."Zi berkata pada Bayinya saat ini.
ARDAN AZIQRA PRATAMA
__ADS_1
"Ini nama yang selalu akan lekat Pada keluarga kita Nak, tidak ada lagi yang lain, kerena kamulah yang akan jadi penerus keluargan kita." ucap Zi berkata pada bayinya itu.
Rasa haru Givan dan Naysha saat ini mendegar kata Zi membuat dua orang itu menagis haru, kerena Zi masih tetap memakai nama dari keluaga Givan sampai saat ini, tidak mengunakan Naman Hartawan di keluarganya.
"Terimakasih Zi kamu masih meneruskan nama keluarga kita untuk anak kamu." kata Givan Memeluk Adiknya itu.
"Hanya kamu yang bisa memberiku keyamanan kak,kelurga aku dibesarkan dari kecil, aku tidak mau nama lain lagi walau aku juga memiliki keluaga sebenarnya, tapi tidak membuatku nyaman." kata Zi pada Givan
Paginya Keluaga Hartawan juga datang kerumah sakit itu,tidak lupa juga Nenek Lita Juga Ikut Dengan putranya itu, dan juga ada Mamanya Zi juga bersama mereka saat ini.
Zi melihat Mamanya datang dia hanya santai saja, Zi tidak banyak Bicara kerena masih kecewa pada Mamanya itu,Zi hanya bicara sama Nenek dan Papanya saja.
"Zi selamat ya,Nenek senang cicit Nenek sudah lahir, Selamat juga untuk kamu Zafira Sudah jadi ibu." kata Nenek Lita senang.
"Terimakasih Nek, sudah datang kesini." kata Zafira senang.
"Putra kamu sangat tapan Zi,apa kamu sudah mengasih namanya?" kata Pak Hartawan pada Zi.
"Sudah Pa." kata Zi seadanya.
"Bole kami Tahu nama cucu Papa ini." kata Pak Hartawan senang.
"Ardan aziqra pratama Pa, aku masih tetap mengunakan dari keluagaku yang sudah membesarkan Zi selama ini,dan sudah mendidik Zi dengan kasih sayang, selama ini mereka tidak Memaksa kehendaknya padaku." kata Zi sedikit sindiran pada Mamanya,Agar Mamanya itu tidak Mengatur hidup dan rumah tangga nya lagi, seperti apa yang diinginkan Oleh mamanya itu.
"Maafkan aku Pa, Zi tidak bisa mengambil nama dari keluarga kalian Karena Zi tidak nyaman dengan nama itu." kata Zi pada Papannya itu.
"Mas,jangan teruskan lagi ucapan kamu itu.Cegah Zafira pada Zi.
Zi juga diam setelah istrinya itu meyuruhnya untuk diam, kerena Zafira tidak mau Membuat Papa dan Neneknya itu akan sedih.
"Tidak apa Nak,jika kamu tidak nyaman dengan Nama keluarga kami, kerena Kamu bukan kami yang membesarkan kamu Nak,Papa hanya Ingin kamu bisa menerima Papa sebagai Orang tua kamu,itu sudah cukup nak, karena disini Papa tidak mau lagi Berharap bayak Pada kamu Nak, Begitu saja Dengan Nama kamu Ingin memaksakan dirinya untuk Keinginannya itu.
Ucapan Pak Hartawan membuat Zi menagis memeluk Papanya itu kerena Zi juga tidak mau membuat Papanya sedih.
Kerena Zi Masih kecewa dan marah pada Mamanya itu bersikap tidak baik pada Istrinya sampai sekarang, sedikit saja kata tidak Keluar dari mulut mamanya walau saat ini dia datang menjeguk Zafira, sifat sombong dan angkuh Mamanya itu tidak bisa Zi pahami.
__ADS_1
*********