I LOVE YOU MY FRIENDS.

I LOVE YOU MY FRIENDS.
Mengingat Masa Kecil Zi


__ADS_3

Zi masuk kedalam rumah yang akan ditempati nantik bersama Zafira setelah mereka menikah,Zi melihat ruangan bari direnovasi nya tidak seperti yang lama lagi model rumah itu, semua sudah dirombak Zi.


"Bagus Jo aku suka,kerena seperti ini yang aku inginkan."ucap Zi


"Ini sudah keingin tuan sendiri saya cuma menjalani permintaan tuan Zi"


"Terimakasih banyak kamu sudah membantuku Jo."


"Itu sudah menjadi tugasku Tuan!! "


"Bekerja lah yang baik Jo bersamaku, krena aku jika sudah percaya pada seseorang apapun akan aku kasih Jo.!! "


"Terimakasih Tuan Sudah percaya padaku selama aku berkeja pada tuan."


"Jaga kepercayaanku Jo!! "


"Baik tuan!! "


"Apa anda ingin melihat kamar utama dilantai atas tuan?"tanya Jo kambali pada Zi.


"Aku ingin melihatnya Jo mari kita keatas!!"ajak Zi pada Asistennya itu


Mereka berdua naik kelantai dua untuk melihat kamar utama.


"Silakan tuan, andan bisa melihatnya!! "kata Jo sambil membuka pintu kamar itu.


"Besar Jo, aku suka."ucap Zi pada Jo.


"Tuan tingal mengisih perlengkapan yang tuan Inginkan."


"Baiklah besok kita pergi ke toko yang memyediakan Perlengkapan rumah."ucap Zi dengan senyumannya.


"Cukup hari ini Jo kita pulang sekarang kamu bisa langsung pulang saja aku meyebrang saja."ucap Zi santai.


"Baiklah tuan!! "


"Mari kita turun!! "ajak Zi lagi pada Asistennya itu


Jo hanya mengikut saja Pada Bosnya itu, hari ini, walau Zi banya diam padanya sebenarnya Bosnya itu adalah orang yang berhati baik,tidak kebayakan Bos lainnya, hanya sifat erogan dan sombong yang dilibatkan pada orang lain.

__ADS_1


Jo tidak mengyangka Zi orang yang baik,selama ini Zi tidak bayak bicara padanya, lama kelamaan Jo tahu juga jika Bosnya itu berhati mulia.


Sampai diluar Zi langsung meyebrang jalan kerena Rumah Givan yang ada di sebarang rumah yang baru dibelinya itu.


Zi masuk kedalam rumah saat ini Naysha lagi bersantai bersama Givan Yang baru juga pulang dari kantor.


"Zi kamu baru pulang?" tanya Naysha padanya


"Dari tadi kak, tadi aku mampir disebrang melihat rumah itu baru saja siap direnovasi, tingal aku melengkapi isi danprabotnya saja lagi kak."


"Baguslah itu Zi, karena Sebulan lagi pernikahan kamu akan dilangsungkan."


"Mungkin aku tidak bisa ikut pas wisudanya Alfa nantik Kak, kerena sudah sibuk untuk mempersiapkan pernikahanku."


"Tidak masalah Zi jika kamu tidak ikut yang penting pernikahan kamu itu bisa lancar saja nantik."sambung Givan Santai.


"Tapi aku tidak enak kak sama Alfa masa aku melewatkan momen langka itu bersama Keponakanku itu."


"kalau tidak kamu datang pas diacara itu."jawab Naysha lagi.


"Lihat nantik sajalah kak,nantik aku cari jalannya agar aku bisa melihat momen yang ditunggu oleh Alfa dalam beberapa tahun ini.


"Kakak harap kita semua hadir diacara itu?"


"Aku usahakan yang baik saja nantik kak."ucap Zi pada Givan.


"Aku kekamar dulu kak,mau mandi sudah gerah!! "ucap Zi sambil berlalu pergi meninggalkan Kedua orang itu.


Givan Hanya tersenyum saja melihat Zi,dia tidak mengyaka Zi bakal menika,boca kecil dulu yang dirawat oleh Istrinya itu kini sudah tumbuh dewasa dan tampan, dengan Kemampuannya dia sudah bisa sukses seperti saat ini.


"Kenapa kamu Mas tersenyum?"


"Aku cuma ingat saja waktu Zi kecil dulu, sifat manjanya itu sampai sekarang tidak pernah hilang,aku tidak sangka jika dia akan menjadi pria tampan, mampan dan sukses seperti saat ini sayang, itu semua atas didikan kamu sendiri."ucap Givan Tersenyum pada Istrinya itu.


"Itu juga kerena kamu mas,jika tidak kamu bantu dia dalam berbisnis mungkin saja dia akan menjadi orang tidak memiliki skil apapun, kamu yang berjasa dalam hidupnya Zi mas."


"Aku berharap dia bisa bertemu dengan orang tuanya nantik jika kedua orang tuanya Zi masih menginginkan dia."


"Jangan sampai Mas itu terjadi,dia akan sedih jika itu terjadi pada Zi,aku lihat Zi tidak mau bertemu dengan orang tuanya yang dari bayi Zi dibuang."

__ADS_1


"Bagai mana juga Zi harus tahu juga orang tuanya,mau tidak mau Zi adalah tetlahir dari rahim ibunya."ingat Givan pada Istrinya itu.


"Setiap aku bilang tentang orang tuanya Zi selalu bermungka benci Mas,aku harap jangan pernah Zi dipertemukan dengan orang tuanya."


"Tapi kita tidak tahu sayang, motif Zi dibuang didepan pintu panti saat itu, mungkin saja ada sesuatu alasan orang tuanya melakukan itu pada Zi."


"Aku harap yang terbaik saja untuk Zi Mas!! "


"Kamu masih meyimpan Kalung yang diberikan pada kamu oleh ibu panti saat itu sayang ?"


"Masih Mas,, memangnya ada apa ?"


"Ibu panti bilang itu adalah bukti jika Zi dicari oleh orang tuanya nantik, kerena Masih ada pasangan Kalung itu lagi, aku yakin Kalung itu satu pasang, kamu perhatian pada kalung itu ada sambung bintangnya."jelas Givan pada Istrinya itu.


"Jangan Pernah beri tahu Zi tentang ini,aku masih mencari tentang kalung itu, dimana dibuatnya."ujar Givan pada Naysha.


"Baiklah aku tidak pernah memberitahu Zi Mas, aku takut dia sedih."ucap Naysha lagi


"Ayok kita kekamar,aku mau mandi sebentar lagi magrid sayang." Ajak Givan Pada Istrinya itu.


Mereka Berdua beranjak ke kamarnya untuk bersiap sholat magrib bersama keluarga kecil selama 22 tahun Givan hidup bersama mereka yang sangat disayangnya selama ini.


Givan sangat menanti Istrinya dan putranya dan juga Zi sebagai Adiknya selama ini, Kerena Givan tidak pernah Mengangap Zi adalah saudara angkatnya.


Givan selalu memperlakukan Zi seperti anaknya selama ini, sama dengan Alfa tidak pernah dia membagi kasih sayangnya pada mereka berdua,Givan selalu adil dalam membagi meteri ataupun kasih sayangnya selama ini agar mereka berdua selalu nyaman bersamanya, dengan keluarga kecil yang milikinya saat ini.


"Sayang apa lagi kamu pikirkan ?"ucap Givan pada istrinya itu tampak murung setelah abis membicarakan Zi barusan.


"Aku kasihan saja pada Zi,apa selama ini kita sudah memberi dia kasih sayang yang membuatnya senang dan bahagia bersama kita Mas?"


"Sayang,, lihatlah Zi sekarang dia bahagia selama kita berada bersamanya, lihatlah tingkahnya untuk tingal saja dengan keluarga barunya saja dia bela-belain beli rumah didepan rumah kita."ucap Givan menjelaskan pada istrinya itu.


"Aku takut satu saat nantik orang tuanya datang mencarinya apa dia mau menerima kenyataan ini semua Mas."


"Zi itu sudah dewasa mana yang baik pasti dia bisa mempertibangkan atau saja memikirkannya dengan baik, biarkan dia yang menyelesaikan masalahnya jika itu terjadi Sayang."


"Aku jadi berpikir yang bukan-bukan Mas."ucap Naysha pada suaminya itu dengan mengelengkan kepalanya itu.


***********

__ADS_1


__ADS_2