
Ben sampai diapertemennya bersama Safitri saat ini,Ben membawa Safitri masuk kedalam apartemennya itu, Safitri masuk kedalam ruangan itu tampak takjub melihat dalam ruangan itu kerena didalam ruangana itu tampak bersih dan rapi.
"Kak disini siapa yang tinggal kak?"tanya Safitri pada Ben.
"Emangnya kenapa kamu bertanya seperti itu padaku."jawab Ben pada Safitri.
"Aku ingin tahu saja kak,gak ada maksud yang lain kok."ucap Safitri pada Ben dengan santai.
"Disini tidak ada siapapun yang tingal jika aku gak berada di kota ini,hanya petugas yang pembersih saja selalu membersikan ruangan ini setiap hari."Jawab Ben santai pada Safitri.
"Berakti ada petugas yang selalu datang kesini untuk membersihkan ruangan ini."
"Iya,,ucap jawab Ben dengan senyumannya.
"Apa kamu senang berada disini Sa?"tanya Ben pada Safitri.
"Aku merasa senang dan nyaman disini kak, tidak ada yang menggangu disini, aku bisa istirahat dengan tenang kak."
"Syukurlah kalau kamu suka disini, aku tidak merasa bersalah membawa kamu kesini untuk seminggu ini saja,setelah kamu sehat kamu bisa kembali lagi kepanti."ucap Ben senang pada gadis dihadapanya itu.
"Aku akan kembali kepanti kak setelah aku sudah merasa baikkan,kakak juga akan berangkat lagi ke kota B seminggu lagi bukan?"ucap Safitri denga sedikit sendu.
"Hai tidak usah sedih seperti itu Sa, aku akan kembali lagi menjemput kamu nantik jika kamu sudah lulus dari sekolah,makanya dari itu kamu harus giat belajar aku yakin kamu akan lulus dengan nilai yang baik nanti."Ucap Ben memberi semangat pada Safitri saat ini.
"Aku akan berusaha kak dengan baik nantik agar aku bisa dapat nilai terbaik tahun ini,aku bisa masuk universitas yang bagus pula nantiknya."jelas Safitri pada Ben.
"Gitu dong, aku suka kamu semangat seperti ini,aku akan menjaga kamu tidak usah takut Sa."Kata Ben dengan lembut pada gadis yang dicintainya itu.
"Terimakasih kak,kamu sudah menjagaku dari aku masih kecil."ucap Safitri dengan air matanya yang mulai turun dari pipinya itu.
"Jangan menagis,aku tidak suka melihat kamu menagis Sa,selalu bahagialah bersamaku,kita sudah dari kecil dengan kesedihan,sudah saatnya untuk kita bahagia Sa,lupakan semua kemudahan itu."Ben memeluk Safitri dengan kasih sayangnya itu.
__ADS_1
"Terimakasih banyak kak kamu sudah mencintaiku selama ini."ucap Safitri pada Ben.
"Sekarang saatnya kamu untuk beristirahat, aku akan megantar kamu kekamar kamu dulu,kamu bisa berbaring dengan nyaman di kamar kamu,aku akan masak makan siang untuk kamu hari ini."ucap Ben lagi pada Safitri.
"Memangnya kakak ada nyimpan stok bahan masak ?"tanya Safitri pada Ben.
"Aku akan melanja dulu,kamu aku tingal sebentar tidak apa-apakan?"
"Gak apa kak aku sendirian disini kamu bukan lama perginya."ucap pada Ben.
"Sudah ayok aku antar kekamar."ucap Ben membawa Safitri kekamar tamu yang ada di apartemen itu.
"Kamu boleh istirahat sekarang,aku pergi dulu jangan coba keluar dari kamar ini,jangan lakukan apa-apa sampai aku kembali dari belanja, kamu mengerti apa kataku?"
"Baiklah tuang Ben, aku tidak akan meninggalkan kamar ini samapai kamu kembali dari belanja." balas Safitri pada Ben saat ini terseyum kaarahnya.
"Ya sudah aku bergi dulu, istirahatlah aku akan cepat kembali. "ucap Ben mencium kening Safitri.
Ben beranjak pergi dari kamar Safitri saat ini, untuk pergi belanja bahan makanan yang terdekat dari diapertemennya itu.
Sebelum mben keluar dari apartemen itu tiba-tiba saja Zi menelponnya saat ini.
"Ada apa kamu menelponku coy?"
"Kamu diamana, dan kamu bawak kemana anak gadis orang?" tanya Zi tampak kesal pada sahabatnya itu.
"Safiri aku bawak pulang keapertemenku saat ini, kerena aku tidak nyaman berada dirumah sakit untuk menjaganya." jelas Ben pada Zi.
"Pantas jasa aku suruh Jo untuk mengatur makan siang kerumah sakit kamu sudah membawa Safitri pergi."kesal Zi pada Ben
"Aku tidak akan ngapa-ngapain Safitri Zi tidak usah kamu kawatir dengannya,aku akan jaga dia Zi."jelas Ben pada Zi.
__ADS_1
"Awas saja kamu berbuat macam-macam padanya karena aku tidak biarkan kamu menghancurkan masa depannya Ben."ucap Zi terang-terangan pada Ben.
"Jangan bepikir buruk Zi,aku tidak seperti yang ada dipikiran kotor kamu itu."Balas Ben tidak mau kalah dari Zi saat ini.
"Aku bisa saja berpikir seperti itu Ben karena Safiri itu gadis cantik,bisa saja kamu nantik kebablasan."Ucap Zi terang-terangan.
"Gila kamu itu Zi, aku tidak seperti itu selama aku kenal dengan kamu adalah aku bermain selama ini bersama wanita, tidak bukan."jawab lantang pada Zi.
"Aku percaya pada Ben,jaga dia ya dengan baik, kerena kelak akan jadi istri kamu juga,jangan sampai kamu merusaknya."ingat Zi pada sahabatnya itu.
"Iya aku tahu itu Zi."
"Ya sudah aku mau lanjutkan kerjaan lagi,aku sudah suruh Jo untuk mengatur makan siang untuk kalian berdua hari ini."
"Tidak usah Zi aku akan mesak sendiri hari ini karena aku tidak mau Safitri memakan makanan yang dibeli dari restoran lagi, hari ini aku kan membuatkan dia makanan untuknya."ucap Ben pada Zi.
"Ya sudah, kalau itu kata kamu Ben biar dibawa Jo saja ke perusahaan untuk makan siang kami hari ini."ucap Zi mengakhiri percakapannya den Ben.
"Dasar ini anak main matikan saja,kalau bukan bos aku,sudah aku tonjok kamu Zi."kesal Ben pada Zi saat ini berbicara sendiri.
Ben langsung berjalan kearah lif untuk turun kebawa karena mau belanja untuk membeli keperluan dapurnya selama seminggu ini dia berada apartemen bersama Safitri.
Tidak Sampai setengah jam Ben sudah kembali dari swalayan terdekat saja hari ini belanja untuk masak makan siangnya bersama Safitri.
Sampai didalam apartemen Ben,Ben lasung melihat Safitri kedalam kamar saat ini, Ben terseyum melihat Safitri sedang tertidur saat ini,Ben kemabali kedapur untuk memasak dengan cekapan Ben memasak tidak butuh lama baginya untuk meyiapakan itu semua, Ben akhirnya siap juga dengan masakannya.
"Akhirnya Selesai juga masakan ini untuk kamu Sa, semoga saja kamu suka masakan yang aku bikin untuk kamu hari ini."ucap Ben senang hari ini bisa bikin masakan untuk Safitri.
Ben beranjak masuk ke kamar untuk membagikan Safitri untuk makan siang hari iini karena sebetar lagi juga waktunya Safiri untuk makan obat.
Sampai dikamar Ben hanya bisa menatap Safitri dengan tidur nyamanya du atas ranjang yang beralas kasur empuk itu.
__ADS_1
*********