I LOVE YOU MY FRIENDS.

I LOVE YOU MY FRIENDS.
Menemui Wajah yang sudah keriput itu


__ADS_3

Alex dan Jo akhirnya sampai di kediaman Zi saat ini dengan membawa Anak dari Nenek Lita untuk menemui lasiah yang berumur lanjut itu.


Saat ini Givan Dan Naysha sudah menunggu kedatangan Tuan Hartawan adalah anak dari Nenek Lita,disaat Givan di kantor Alex memberitahukan tentang ini semua pada Bosnya itu,dan Alex mengasih tahu Givan Bahwa putra Nenek Lita Akan mengunjungi Nenek Lita Dirumah Zi.


Givan begagas pulang untuk memberi tahu pada istrinya bahwa benar pak Hartawa itu adalah putranya Nenek Lita.


Saat Pak Hartawa sudah turun dari dalam mobilnya bersama istrinya saat ini, Tuan Hartawan Sangat kaget saat melihat Givan Disana karena Givan adalah rekan bisnisnya juga.


"Apa Kabar Tuan Hartawan kita ketemu lagi disini, dirumah adikku."ucap Givan besalam. dengan tamunya itu.


"Aku juga tidak mengyaka kita akan bertemu disini Tuan Givan."ucap Tuan Hartawan pada Givan.


"Dunia ini memang sempit ya."ucap Givan Tersenyum pada Pada tamunya itu.


"Aku tidak meyangka Kamu Selama ini sangat dekat dengan ibuku."


"Bukan aku Tuan tapi istriku dan adikku yang selama ini sering megabiskan waktu dengan Nenek Lita."ucap Givan


"Terimakasih banyak Ya, Nona Sudah memperhatikan ibuku selama ini."ucap Tuan Hartawan pada Naysha.


"Sama-sama Pak, tapi bukan aku sebenarnya yang sangat dekat dengan Nenek Lita tapi Zi, dia yang membawa Nenek kepanti dan Zi selama ini yang selalu sering menemui Nenek Lita Dipantai walaupun dia sibuk pasti dia itu akan tetap meluangkan waktu untuk para jompo yang berada di panti jompo miliku dan Zi."Jelas Naysha pada Tuan Hartawan.


"Kalau begitu kita masuk Tuan!!" ucap Jo pada mereka semua.


"Mari Tuan Kita masuk."ajak Givan mengajak Tuan Hartawan dan istrinya itu masuk kedalam rumah milik Zi itu.


Sampai dalam rumah itu Tuan Hartawan memperhatikan isi rumah milik Zi itu, Hartawan sedikit berdebar darahnya saat melihat Poto Zi yang terpajang diding, ada sedikit kemiripan dengannya diwaktu mudah dulu.


"Apakah itu adik Tuan Givan?"tanya Hartawan pada Givan.


"Benar Tuan, Dia adalah pria tangguh selama ini aku merawat dan mendidiknya menjadi anak yang kuat, sampai akhirnya dia bisa sukses dan bisa membantu banyak orang sekelilingnya.


"Kenapa Begitu Tuan Givan?"tanya istrinya Tuan Hartawan pada Givan.

__ADS_1


"Kerena Pria tampan itu selama ini dibesarkan dipanti sebelum aku megakatnya menjadi adikku. "ucap Naysha menyabung Ucapan Istrinya Tuan Hartawan.


"Mungkin saja dari lahir dia tidak diinginkan oleh orang tuanya, dia ditarok begitu saja didepan gerbang panti saat itu."Ucap Givan Sedikit mengingat Zi sebelum mereka megambilnya.


"Apa putraku senasip Dengan Zi sekarang?"ucap Tuan Hartawan sedikit sedih membayangkan bagaimana mana Nasib anaknya saat ini apa dia masih hidup atau tidak.


"Tapi Zi sangat beruntung bertemu dengan istriku saat itu dia berumur 6 tahun, Istriku sangat meyayangi Zi maka aku megambil Zi dari Panti dan megankatnya sebagai adikku sampai saat ini."ucap Givan menceritakan Kehidupan Zi pada Tuan Hartawan.


"ZI sunguh beruntung memilki kalian berdua,tapi apa putra bisa mendapatkan orang Yang baik menjaganya sekarang kalau dia masih hidup, saat ini aku tidak tahu dimana wanita itu membawa anakku."ucap Istrinya Tuan Hartawan sangat Sedih.


"Jagan sedih buk, kalau Allah megisikan kaliann untuk bertemu dengan putra kamu kembali,pasti kalian makann dipertemukan kembali, yakinkan lah itu Buk."ucap Naysha pada Istrinya Tuan Hartawan.


"Tapi entah kapan itu akan terjadi Nona,umur kami ini entah sagup untuk menunggu saat itu datang."ucap Tuan Hartawan pada Naysha.


"Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini Tuan, betawakalah padanya, yakinkan diri jika Tuan ingin melihat putra Tuan."jawab Naysha Lembut.


"Aku selalu berdoa semoga keajaiban itu datang padaku."taka Tuan Hartawan menatap sepasang suami-istri itu yang tersenyum padanya.


Tidak lama Nenek Lita datang yang dibantu oleh Jo mendorong kursi roda Nenek Lita itu keluar dari kamarnya Nenek Lita.


"Mama,maafkan aku membuat mama pergi dari rumah untuk mencari putraku, dengan melihat keadaan aku saat itu."ucap Carlah pada Mertuanya itu, saat itu Carlah seperti orang gila kehilangan Putar satu-satunya sampai mertuanya itu tidak sanggup melihat menantunya itu tertekan.


"Carlah Mama Juga mintak maaf tidak bisa menemukan putra kamu sampai saat ini,sehinga mama tidak mau untuk kembali kerumah, dengan melihat keadaan kamu saat itu."kata Singkat Nenek Lita.


"Kita pulang Ya!!! sudah sangat lama Mama berada diluar, sudah saatnya Mama untuk kembali dan berkumpul deagan kami lagi."ucap Tuan Hartawan Menagis dan bersipuh dilutut Nenek Lita saat ini.


"Mama Belum mau Untuk kembali saat ini, cucuku belum kembali dari bulan madu, aku akan diantarkan oleh Zi nantik pulang kerumah."kata Nenek Lita.


"Aku senang Mama masih megigatkau saat ini,maafkan aku tidak dapat menemukan Mama selama ini."ucap Putra Nenek Lita.


"Kamu tidak salah Nak, Mama yang salah tidak mau kembali tampa membawa cucuku pulang."kata Nenek itu sendu.


"Mama tidak usah sedih kagi,jika putraku masih hidup pasti kita akan dipertemukan kembali dengannya."

__ADS_1


"Tapi Mama sudah dipertemukan dengan cucuku,Zi itu adalah cucuku, aku ingat kali tanda yang ada dipungung Zi itu sama dengan Gifran kecilku!!!"ucap Nenek Lita membuat Semua orang disan kaget mendegar ucapan wanita lasiah itu.


"Apa yang Sedang Mama katakan ini, Jagan berbicara yang tidak-tidak Ma."ucap Tuan Hartawan pada Mamanya itu.


"Tidak Har!!Mama masih ingat kali tanda dipungung Gifran waktu itu,tanda dipungung Zi itu sama Persis dengan Gifran ku."ucap Nenek Lita Kembali.


"Dari mana Nenek melihat Tanda Zi?"tanya Naysha pada Nenek Lita.


"Waktu itu Nenek megurut Zi di panti karena dia tidak enak badan hari itu, jadi Nenek membantu untuk megusuk punggungnya untuk meredakan masuk anginnay saat itu."jelas Nenek Lita.


"Kenapa Nenek tudak pernah cerita padaku."ucap Naysha lagi.


"Nenek tidak mau betagagapan salah tapi nenek selalu memperhatikan Wajah Zi sagat mirip Dengan Kamu Har,itu yang membuatku yakin Zi adalah cucuku."ucap Nenek Lita.


"Tapi Maaf Tuan Givan Apa Zi kecil dulu ada memakai kalung?"tanya Tuan Hartawan pada Gipan.


"Kalung......!!! ingat-ingat Naysha.


"Mas kalung itu, yang ada tanda bintangnya sebelah,kamu lupa Ibu pantai megasihkan pada kamu saat itu."ucap Naysha pada Givan.


"Astaghfirullahalazim,, aku sampai melupakan itu sayang sekarang kamu ambil suruah Jo untuk Menemanin kamu." ucap Givan baru ingat kembali benda itu baru saja tiga bulan yang lalu dia melihat benda itu dengan Naysha.


"Tunggulah Sebentar Tuan, mungkin saja kalung itu jika sama milik putra kalian Zi benar-benar Anak kalian.


" Apa Seperti ini kalau yang kalian simpan itu Tuan Givan?"tanya Buk Carlah mengeluarkan kalung kecil itu dari tasnya, kemana saja kalung pasangan milik putranya itu selalu dibawa oleh Carlah.


Givan Tertegun melihat Kalung itu persis sama dengan milik Zi,Givan megambil kalung itu dari tangan Buk Carlah dan melihatnya,betul yang dipikirkan oleh nya selama ini kalung Zi memang memiliki pasangan.


"Bagai mana ibu bisa memiliki kalung yang mirip dan pasangan milik Zi?"kata Givan tidak percaya.


"Ini memang sengaja kami bikin untuk putraku Tuan Givan,kalung ini akan aku kasih untuk adik putraku jika dia memiliki adik, namun Tuhan menulis lain atas keberuntunganku, saat kejadia itu sampai serang aku tidak bisa memiliki anak lagi karena terlalu tres kehingan putraku."ucap Buk Carlah sedih.


Givan tidak mengyaka jika iya Zi putranya Tuan Hartawan,betapa senangnya dia saat ini Akhirnya Zi akan menemukan keluarga yang sebenarnya.selama ini Zi juga megigikan dipeluk oleh kedua orang tuannya.

__ADS_1


Tapi ada rasa takut didiri Givan saat ini, apa Zi mau menerima orang tuanya,selama ini dia beranggapan orang tuanya membuangnya dan tidak mengiginkan dia.


*************


__ADS_2