
Setelah siap dengan makan siang bersama Calon metuanya dan Zafira,Zi kembali lagi ke perusahaannya saat ini karena masih banyak kerjaan yang harus dikerjakan.
Zi sampai diperusahaannya Dengan senyuman dibibir manisnya itu,kerena hari ini Zi sangat bahagia sebentar lagi dia akan melamar Zafira resmi dan bertunangan dengan orang yang dicintainya itu.
JO meliha Bosnya itu sangat bahagia dari raut wajahnya, Jo ingin tahu saja apa yang membuat Bosnya itu merasa bahagia seperti itu.
"Bos,, apa kamu baik-baik saja?"ucap Jo pada Zi.
"Ada apa Jo kamu menganggu aku saja."ucap Zi agak kesal pada Jo.
"Emang aku salah ya Bos, melihat bos seperti itu senyum-sebyum sendiri dari datang sampai sekarang."jelas Jo.
"Kamu ini membuat mutku hilang saja Jo,apa tidak ada kerjaan lain,sehinga kamu harus memperhatika aku Jo."kesal Zi pada Jo.
"Maaf tuan,aku hanya ingin megantar ini pada tuan,ini harus tuan tanda tangan sekarang kerena ini adalah persetujuan kerja sama kita dengan perusahaan j."ucap Jo tidak mau lagi bertanya pada Bosnya itu.
"Kenapa tidak dari tadi kamu berikan padaku ini tunggu dulu aku kesal padamu,dasar kamu ini Jo."ucap Zi megerutu pada Asistennya itu.
"Aku baru masuk keruangan ini tuan tampak senyum-senyum saja,lebih baik saya memperhatikan tuan dulu."Jawab Jo apa adanya.
"Kamu tarok dimeja dulu nantik saya periksa lagi." Ucap Zi pada Jo.
"Tidak Masalah Tuan diperiksa lagi,aku kembali keruanganku lagi." ucap Jo keluar dari ruangan Zi.
"Jo,, ada saja tingkah kamu itu, sekali saja kamu tidak membuat aku kesal kenapa sih."ucap Alif berbicara sendiri diruangannya itu.
Zi mulai dengan pekerjaannya sekalian melihat dokumen yang diberikan Jo padanya barusan,Zi tampak pokus dengan dengan pekerjaanya hari ini,membuat waktu hari ini berlalu dengan cepat.
Zi bersiap-suap pulang namun Zi sebelum pulang dia harus singa ketempat Ben dulu melihat kedaan Safitri apa gadis itu sudah sehat.
"Jo kamu bisa pulang tidak usah megantarku pulang karena aku harus ketempat Ben dulu." ucap Zin pada Asistennya itu.
__ADS_1
"Baik tuan Zi,saya akan langsung pulang hari ini."ucap Jo pada Bosnya itu.
"Kalau begitu kamu bisa duluan saja tidak usah menungguku Jo. "ucap Zi pada Jo yang masih berdiri desampingnya.
"Baiklah tuan,aku akan meninggalkan tuan disini sendirian,tuan tidak apa-apa aku keluar duluan ?"tanya Jo pada Bosnya itu sedikit segan.
"Tidak Apa Jo,kamu tidak usah merasa segan denganku,karena urusan kerja kita sudah selesai hari, kamu bisa istirahat Jo."ucap Zi pada Jo.
"Kita turun kebawah sama saja Tuan,kerena aku sudah terbiasa bersama tuan."jawab Jo pada Bosnya itu.
"Ya sudah kita turun sama saja,kamu itu kalau tidak bikin aku kesal dalam satu hari tidak senang kamu Jo."ucap Zi pada Asistennya itu.
"Sudah lebih satu kali tuan dari pagi."sambung Jo pada Zi yang merepet sambil berjalan kearah life.
"Kamu Bisa diam gak Jo, apa kamu mau saya potong Gaji kamu Bulan ini."ancam Zi pada Jo.
"Jangan Bos,pakek apa aku kasih ibuku belanja dan biaya sekolah adikku tuan."ucap Zi takut pada Ancaman Bosnya itu.
"Sebenarnya berapa orang lagi adik kamu yang masih sekolah Jo?"tanya Zi lagi pada Jo.
"Masih 4 orang lagi tuan,aku adalah anak pertama,jadia semua beban ibuku, aku yang menangung semua semenjak Ayah ku meningal,adikku masih kecil,yang bungsu saja baru kelas empat SD, yang dua lagi baru SMP dan dibawahku saat ini baru kelas dua SMK,aku sangat takut jika tuan memotong gajiku kerena gajiku hanya pas-pas untuk biaya hidup keluargaku tuan."jelas Jo pada Bosnya itu.
"Selama ini kamu tidak pernah cerita padaku Jo,aku sangka kamu anak orang berada,Pantas saja kamu sangat semagat bekerja."ucap Zi sangat senang Jo sangat perhatian pada keluarganya.
"Harus bagai mana lagi tuan, aku yang mengantikan ayahku saat ini menjelang adik-adikku selesai sekolah dan bisa mencari hidup sendiri,baru aku bisa bernafas lega tuan."jelas Jo pada Zi yang mendengarkan ungkapan Hati Asistennya itu.
"Mulai bulan ini kamu tidak usah memikirkan biaya sekolah adik-adik kamu aku akan membiayai mereka semua Jo,bekerjalah kamu dengan tekun padaku."ucap Zi pada Jo.
"Tidak Usah tuan,saya bekerja saja dengan tuan sudah sagat bersyukur atas semua kebaikan tuan padaku."ucap Jo lagi.
"Kamu tidak usah membanta dan menolak niat baikku Jo jika kamu tidak mau menerima ini semua, kamu bisa berenti menjadi asistenku."ucap Zi keluar dari Lif dan berjalan duan meningalkan Jo yang masih diam didalam lif itu.
__ADS_1
"Gila ini Bosku main pecat sembarangan Saja,untung saja dia itu Bosku kalau tidak sudah habis aku jitak kepalanya,Mmm tapi itu pula kelebihan taua Zi selama ini,orang lain saja dia Bantu apa lagi aku Asistennya,pasrah sajalah dari aku kehilangan pekerjaanku."ucap Jo kekuar dari life itu menuju mobilnya yang berada dipakiran.
Zi hanya terseyum melihat Jo bingung berjalan kearah parkiran sendiri,Zi sudah terbiasa seperti itu dengan Jo jika Jo tidak mau mendengar apa katanya, cuma satu itu saja yang bisa menakutinya, Jo selalu takut dengan ancaman Zi.
"Jo jika kamu diluar jam kerja lenapa wajah bodoh dan penakut kamu itu yang selalu kamu lihatkan padaku,pada hal kamu itu sangat pemberani,kamu itu sangat maco Jo."ucap Zi terseyum melihat tingkah Asistennya itu.
Zi lansung menuju apartemen Ben dan tidak lupa Zi membeli makanan untuk mereka disana,Zi sangat meyayangi Safitri seperti adiknya perempuannya saja,kerena dari kecil sering bersamanya dan Ben.
Zi sampai diapertemen Ben dengan Menawa kantung plastik ditangannya itu,Zi tidak pernah merasa malu apa yang ingin dialakukannya,walau dia sudah menjadi seorang Bos,dan sudah kaya dengan apa yang sudah dimilikinya saat ini.
Saat Zi hendak memecet bell apartemen milik Ben itu,Tiba-tiba saja pintunya terbuka karena ibu panti juga mau pulang sehabis menjeguk Safitri saat ini.
"Zi kamu disini?"ucap Ibu panti.
"Iya buk,Zi baru sampai."jawab Zi pada Ibu panti.
"Yasudah kamu masuk saja ada Ben di dalam."ucap ibu panti pada Zi.
"Emangnya ibuk mau kemana ?"tanya Zi lagi.
"Ibu sudah mau pulang Zi kasihan adik-adik kamu ditingal terlalu lama,natik mereka pada cari ibuk." terang Buk panti.
"Gitu ya Buk,,apa ibu tidak mau makan dulu Zi bayak beli makanan Buk?"ucap Zi mengangkat katong makanan yang ada ditangannya itu.
"Tidak Usah Zi, kalian saja yang makan ibu sudah kenyang."jawab Buk panti pada Zi.
"Ya sudah kalau begitu."ucap Zi pada orang yang merawatnya itu dari kecil sebelum Diadopsi oleh Givan.
"Ya sudah ibu pulang dulu ya."ucap buk pantai meninggalkan Zi yang masih memperhatikan Orang yang sudah merawatnya itu.
Zi Melihat Ibu panti sampai masuk kedalam Lif itu sampai pintu lifnya tertentup baru Zi Masuk kedalam Apartemen Ben.
__ADS_1
***********