Ich Liebe Dich, Leo!

Ich Liebe Dich, Leo!
Episode 11 Eksekusi mata mata gagak hitam


__ADS_3

"well..well..well... Lihatlah apa yang terjadi disini.."


Friederich nyaris melompat kaget ketika ia menemukan doc dan Viktor berdiri hanya dua meter di depan pintu, tersenyum penuh arti sambil menyilangkan tangan di dada.


"kalian melihatnya?!!" wajah Friederich memerah padam.


"kami melihat semuanya." Viktor menyeringai.


"kau menyesal lebih cepat dari yang kukira." doc tersenyum puas.


Friederich menggeram dengan wajah yang merah padam.


"apa yang kalian berdua lakukan disini?" Friederich menyegel pintu lalu berjalan lebih dulu, doc dan Viktor mengikuti di samping kanan dan kiri nya.


"aku bertaruh dengan doc." Viktor nyengir. Friederich melirik tajam pada mereka berdua.


"kubilang Friederich pasti akan berubah pikiran hanya dalam waktu kurang dari semalam." Viktor berkacak pinggang.


"dan aku menang.." Viktor terkekeh.


Doc terkekeh juga. Ia mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan lima lembar uang kertas, ia menjentikkan lembaran uang itu pada Viktor. Viktor menyambar uang itu seperti elang dan menghitungnya.


"aku belum akan berubah pikiran!" Friederich membantah. Bantahan nya terdengar lemah dan tidak meyakinkan.


"kau belum sepenuhnya menang, nak.." doc tersenyum licik. Dengan cepat ia mengambil kembali tiga dari lima lembar uang yang dipegang Viktor.


Viktor melotot protes, tapi ia tidak bisa membantah senyuman doc yang licik. Ia tahu pria berbahaya itu bisa melakukan hal yang lebih buruk lagi dari cuma sekedar mengambil separuh uangnya kembali.


"jadi, Viktor apa ada yang mencurigakan di tempat ini?" Friederich membuka segel pintu pertama dengan sensor retina. Doc telah menyetel pintu tersebut untuk bisa dibuka oleh Friederich, Viktor dan dirinya.


"ada beberapa orang yang mencurigakan, daftarnya sudah kukirim ke blacksheet."


Friederich mengambil blacksheet dari saku celana nya, membuka nya dan membaca daftar orang-orang yang dicurigai Viktor beserta profilnya.


"mereka adalah orang-orang yang mulai bekerja di tempat ini sejak 3 bulan yang lalu." Viktor memelankan suaranya.


"sebanyak ini?"


"itu sebabnya aku menganggap hal ini mencurigakan. Tidak pernah ada pendaftar yang begitu banyak dalam frekwensi waktu yang relatif dekat." doc menambahkan.


"bagaimana dengan departemen mu? Apa ada yang mencurigakan?" tanya Friederich.


"aku menutup penerimaan pegawai baru di departemen ku sejak lima tahun lalu."


"kenapa? Kau paranoid lagi?" Friederich terkekeh.


"seharusnya kau berterimakasih padaku. Kalau bukan karena paranoia ku, kau tak akan bisa menyembunyikan gadis yang paling diinginkan oleh Magna Germania ditempat ini."


"Thanks karena sudah menciptakan sistem keamanan yang mengerikan di fasilitas ini. Cukup??"


Doc terkekeh.


"hei, apa ini? Kenapa 3 dari 5 pengawal pangeran ada dalam daftarmu?" Friederich memandangi blacksheetnya dengan serius.


"mereka juga dicurigai. Mereka mendaftar dalam secara bersamaan, 3 bulan yang lalu." jawab Viktor.


”mereka adalah bodyguard kerajaan yang ditempatkan di kastil musim panas di Plzen. Mereka tidak pernah

__ADS_1


memasuki Prague.” Viktor menambahkan.


"Viktor, aku harus memintamu untuk menjaga Leo. Aku akan mengeksekusi orang-orang yang berada dalam daftar ini."


"bagaimana dengan para pengawal pangeran?" tanya viktor.


"jauhkan mereka dari Leo segera setelah kau menemukan kesempatan. Aku tidak ingin Leo terlibat dalam baku tembak lagi. Aku akan membereskan mereka nanti.”


"apa kau punya rencana tersembunyi?" tanya doc. Ia tersenyum seolah ia bisa menebak seisi kepala Friederich. Friederich tersenyum, ia memang memiliki rencana nya sendiri.


”kau tidak khawatir bocah ini merebut gadismu?” doc nyengir, sambil melirik Viktor.


Viktor cuma nyengir, tapi tatapan mata nya seolah berkata bahwa ia belum ingin menyerah.


”coba saja Viktor... aku memperingatkanmu..” Friederich menatap tajam, tapi doc dan Viktor cuma terkekeh.


"jangan bilang, kau mau menyeret pangeran dalam baku tembak.. Jangan bilang kau akan mengeksekusi nya dengan dalih salah tembak.." bisik doc, tatapan nya terlihat licik.


Friederich tidak mengiyakan, ia bahkan tetap bungkam. Tapi ia menyeringai senang. Doc terkekeh senang, kali ini ia sangat menyukai ide Friederich. Hanya Viktor yang terlihat pusing dan tetap diam.


                                                                                ******


Friederich memakai seragam putih, seragam pegawai fasilitas, tapi di sabuknya tergantung dua handgun otomatis yang berada dalam keadaan tidak terkunci. Di punggungnya tergantung sebuah senapan serbu. Untuk menutupi identitasnya ia menggubatkan sorban putih di kepalanya.


Setelah keluar dari persembunyian nya di lubang ventilasi bangunan ia membuka blacksheet nya, mencari lokasi targetnya. Total ada 10 target, 3 diantara nya adalah pengawal pangeran. Dari ke 7 target yang tersisa, 2 diantara nya tidak berada di kantor. Jadi ada 5 target yang harus ia eksekusi pagi ini. Friederich memasangkan badge berbentuk bintang merah di lengan nya, sebagai identitasnya, pasukan unit khusus misi rahasia. Dengan badge ini ia memiliki kekebalan untuk melakukan hampir apapun yang dibutuhkan untuk menyelesaikan misi dengan sempurna, termasuk membunuh dan menghancurkan.


Friederich sudah menunggu cukup lama, menanti targetnya yang pertama.


"Korzak Swarov, jabatan : asisten 2 divisi teknologi pangan, pangkat : sersan satu."


Friederich bersembunyi di balik sekat ruangan, kostum putihnya memberinya kamuflase terhadap warna sekat yang didominasi warna putih polos. Ketika ia mendengar langkah kaki, Friederich segera menahan napasnya. Satu, dua, tiga, empat. Dua pasang kaki menuju ke arahnya


"sersan Korzak, kepala departemen menunggu laporan darimu. Kau tidak boleh menunda nya lagi.."


"akan kukerjakan, aku hanya perlu sedikit waktu. Aku sudah.. "


Sebelum sersan Korzak menyelesaikan kalimatnya, Friederich melompat keluar dari sekat dan memiting pria itu dalam sekali gerakan.


"jangan bergerak!" dengan tangan yang lain ia menodongkan handgun otomatisnya, menempel di kepala pria itu.


Pria yang muncul bersama sersan Korzak hampir saja melakukan perlawanan, tapi ketika ia melihat badge bintang merah di lengan Friederich, gerakan nya seketika terhenti. Alih-alih, ia melangkah mundur dan membiarkan Friederich.  Satu-satunya hal yang mempermudah seluruh pekerjaan para unit misi rahasia, adalah fakta bahwa tidak ada rakyat sipil di negara ini. Semua rakyat adalah bagian dari organisasi kemiliteran, di bidang apapun mereka bekerja. Hanya perempuan yang mendapatkan keistimewaan untuk tidak menjadi bagian dari kemiliteran, karena mereka ditempatkan hanya di Prague.


Ketika mereka menemui situasi dimana penyergapan dilakukan dengan adanya saksi mata, maka mereka tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Sekali para saksi itu melihat badge bintang merah itu tertempel di tubuh mereka, hanya ada dua pilihan yang bisa mereka lakukan, diam dan bungkam, atau pergi seolah tidak melihat apapun. Membantu hanya akan membuat posisi mereka menjadi sulit. Karena mereka tahu, selalu ada misi-misi rahasia


jauh diluar batas pemikiran mereka.


"hei..! Apa yang kau lakukan?!" "aku bukan gagak hitam!" sersan Korzak berusaha meronta.


"akan kita buktikan apa kah kau benar-benar bukan gagak hitam." desis Friederich.


Sebelum Friederich bisa membuktikan nya, pria itu menghantamkan kepalanya ke wajah Friederich. Tidak hanya itu, ia juga menyikut dada Friederich dengan kuat. Friederich terdorong setengah langkah. Sebelum sersan Korzak bisa melarikan diri Friederich menembak kedua tempurung kakinya dengan kedua handgun otomatisnya. Seketika pria itu berteriak kesakitan dan terjerembab.


Friederich menghampirinya, memandangi kedua mata pria itu dengan matanya sendiri. Saat pria itu meronta ia menahan kepala pria itu dengan sebelah tangan nya, tatapan nya kejam dan dingin. Tiba-tiba saja pada iris mata kiri Friederich muncul lambang-lambang sirkular yang unik, yang muncul dan menghilang dengan cepat, seolah sedang memproses suatu data. Pada saat yang sama, mata sersan Korzak memunculkan lambang-lambang yang mirip.


"identifikasi selesai. Kau 100% unit misi rahasia gagak hitam." Friederich menyeringai kejam.


"tunggu..!" tanpa mendengarkan apa yang sebenarnya akan dikatakan oleh sersan Korzak, Friederich menempelkan handgun otomatisnya ke leher Korzak. Ia menghancurkan leher dan seluruh substansi di dalam nya dalam satu tembakan. Tanpa ekspresi ia berdiri dan menghubungi unit lain dari badge bintang merahnya.

__ADS_1


"satu target teridentifikasi, silahkan membersihkan sisanya. Aku akan menuju target berikutnya."


 Ada beberapa cara untuk melakukan identifikasi terhadap para gagak hitam. Cara pertama, dengan mengamati perbedaan sikap mereka saat melihat pin bintang merah. Seorang perwira tinggi Czech sekalipun tidak akan berani berkutik saat berhadapan dengan seorang pria ber pin bintang merah. Diam dan tidak melawan adalah satu-satunya hal yang bisa menyelamatkan mereka dari keganasan unit tersebut.


Kedua, identifikasi retina. Pasukan unit-unit tertentu mendapatkan implant retina buatan di satu atau kedua matanya, sebagai identifikasi. Pasukan unit khusus memiliki implant yang khas, yang memungkinkan mereka untuk melakukan pengelihatan binokuler tanpa alat tambahan, juga untuk melakukan identifikasi terhadap implant retina lain. Magna Germania juga menggunakan teknologi ini pada beberapa unit pasukan nya.


Friederich sebagai anggota unit khusus bisa mengakses info rahasia data implant retina khusus yang dilakukan oleh Magna Germania, jadi mudah baginya mengidentifikasi para gagak hitam yang menyamar dengan memalsukan implant retinanya.


Ketiga, identifikasi DNA. Satu-satunya kesalahan bangsa Magna Germania adalah kebanggaan yang berlebih terhadap kebangsaan mereka sendiri. 100 tahun yang lalu pemerintah Magna Germania memberikan penanda


pada DNA setiap penduduk mereka, sehingga kemana mereka pergi, mereka akan selalu bisa dikenali dari DNA mereka. Penanda ini diturunkan melalui genetika pada anak dan cucu mereka hingga saat ini, dan menjadi bukti tak terbantahkan untuk mendeteksi identitas mereka yang sebenarnya. Untuk mengantisipasi salah identifikasi gagak hitam dengan warga Czech yang merupakan keturunan dari Magna Germania, pihak Czech telah menambahkan penanda khusus pada penanda yang telah ada pada setiap DNA mereka, yang akan terdeteksi dengan alat pendeteksi DNA.


Friederich beranjak pergi, ditempat yang sepi ia membuka sorban nya dan berjalan di lorong layaknya pegawai biasa, menggunakan tanda pengenal palsu. Di setiap lorong ia melewati setiap pemeriksaan tanpa ada


masalah seolah ia telah memiliki semua authorisasi yang diperlukan untuk melewatinya.


Disebuah pintu ia berhenti. Blacksheet nya mendeteksi keberadaan 3 manusia di ruangan tersebut, ruangan laboratorium teknologi militer. Friederich memastikan tidak ada seorang pun yang melihatnya, kemudian ia memakai kembali sorban nya dan membuka pintu tersebut. Sebelum pintu terbuka ia mengayunkan senapan serbu yang tergantung di punggungnya, ke dalam pangkuan kedua tangan nya.


Ketika pintu terbuka friederich menyerbu masuk dengan ujung senapan terarah ke depan.


"jangan bergerak!"  Seketika ketiga orang pria yang tengah berdiskusi di meja laboratorium membeku dengan wajah-wajah yang pucat pasi.


Friederich memandangi salah satu dari mereka dengan tatapan tajam, kemudian memberi tanda pada dua yang lain untuk pergi. Kedua pria itu segera berjalan menjauh, mereka memandangi pin bintang merah di lengan


friederich dengan waspada.


"sersan kepala Jan Zahirovic, kau dicurigai sebagai gagak hitam sampai kau teridentifikasi sebaliknya."


Sersan Jan mengangkat kedua tangan nya dengan kaku, ia tampak sangat kaget dan sangat pucat. Ketika Friederich menjatuhkan dan memiting nya, ia tak melawan sedikitpun. Saat Friederich melakukan identifikasi pada kedua matanya, ia terlihat sangat ketakutan. Ketika Friederich tidak menemukan apapun pada identifikasi retina, ia mengambil alat kecil dari saku nya dan menancapkan nya di leher sersan kepala Jan. Alat berbentuk seperti kapsul berjarum itu akan memproses darah yang diambil melalui jarum dan mengidentifikasi penanda dalam untaian DNA nya. Setelah menunggu selama setengah menit kapsul itu berbinar hijau, artinya target tidak teridentifikasi.


"target kedua tidak teridentifikasi sebagai gagak hitam. Target dua steril." Friederich menghubungi unit pendukungnya. Tanpa mengucapkan apapun Friederich melepaskan sersan kepala Jan dan pergi dengan langkah-langkah yang cepat menuju target berikutnya.


Masih di departemen yang sama, Friederich pergi ke ruang laboratorium alat, yang lebih berupa sebuah bengkel besar yang dipenuhi berbagai peralatan yang belum tuntas dibuat. Friederich mengedap-endap dibalik tumpukan peralatan dan rak-rak, mencari jejak dari target ketiga.


Target ketiga berada di kolong sebuah rangka mobil tank yang tengah dirakit, sersan dua mekanik Kryst Hadek. Friederich mendekat dengan senapan serbu yang siap menembak. Sebelum ia sempat menodongkan senjatanya di


kepala target ketiga tiba-tiba saja sebutir peluru nyaris menembus tangan nya. Seketika Friederich melompat dan berlindung. Friederich terpaksa mengabaikan targetnya yang kabur dan mulai mencari lokasi pria yang telah menembaknya.


Dari balik rak matanya berputar liar mencari arah tembakan, ia tidak perduli dengan peluru demi peluru yang dimuntahkan dengan liar ke rak yang telah melindungi nya. Ia hanya memfokuskan perhatian nya pada mangsa nya


saja.  Setelah ia menemukan target nya ia keluar dari persembunyian nya sembari menembakkan senapan serbu. Senapan lawan senapan, nyali lawan nyali. Friederich menembakkan senapan nya dengan sangat liar, menghancurkan sebagian bengkel itu dengan peluru-pelurunya yang ditembakkan secara otomatis dengan sangat cepat.  Ia baru menghentikan tembakan nya setelah melihat genangan darah yang meluas di lantai, dari balik tumpukan mesin tank yang hancur oleh berondongan peluru nya.


Friederich berlari untuk memastikannya, sesuai yang ia perkirakan, pria yang menyerangnya memang telah tewas dengan puluhan luka tembakan di tubuhnya. Ia mengidentifikasi mayat itu dengan kapsul nya, dan kapsul itu


berpendar merah.


"target ke empat teridentifikasi, sersan dua Herbert Lom. Aku akan mengejar target ketiga."


Target ketiga melarikan diri ke gudang peralatan yang terletak bersebelahan dengan bengkel. Friederich berlari mengejar target ketiga, saat ia hampir mencapai pintu gudang tiba-tiba saja sebuah tembakan menembus bahu nya. Friederich yang terkejut menoleh untuk mencari asal tembakan. Di kejauhan ia melihat target ketiga nya, mengarahkan sebuah handgun kearah nya. Sebelum targetnya menembaknya untuk yang kedua kali, ia menarik handgun otomatisnya dan menembak pria itu tepat di kepala nya.


"target ketiga telah teridentifikasi. Silahkan membersihkan sisanya. "


 "ahh.. Sial, aku tertembak.." keluh nya.


Friederich membuka blacksheetnya, sebuah pesan dari unit lain muncul.


"target kelima telah melarikan diri keluar dari fasilitas."

__ADS_1


__ADS_2