Ich Liebe Dich, Leo!

Ich Liebe Dich, Leo!
Episode 33 Surat Terakhir untuk Elle (END)


__ADS_3

Saat itu Elle berdiri di depan nisan Friederich, memandangi onggokan batu kelabu itu seolah ia tengah memandangi pria itu dengan kedua matanya. Kerinduan juga kesedihan yang kuat terlihat jelas di wajahnya, seolah gadis itu akan menangisi kepergian pria itu selama nya dalam kubangan kesedihan yang menyesakkan. Mungkin memang itu lah yang akan ia lakukan.. bersedih selamanya.


Hanya beberapa hari setelah kejadian berdarah itu mereka segera mengadakan upacara pemakaman untuk Friederich. Aku berjuang keras untuk terlihat tabah di hadapan para pelayat meski usahaku gagal total. Sebaliknya,


aku terlihat sangat menyedihkan.. Aku tidak bisa mendengar satupun ucapan-ucapan manis dan lembut bernada menghibur yang berputar perlahan di kepalaku seperti bisikan-bisikan yang misterius, aku terlalu tenggelam dalam


kesedihan juga rasa bersalahku. Aku tidak pantas dihibur, rasanya aku malah akan merasa lebih lega bila mereka menghukum ku, atau mencabut nyawaku juga. Paling tidak Friederich akan menjaga ku di alam yang berbeda, sekali lagi bersama. Tapi itu tidak akan terjadi....


Kedua mata Elle terasa sangat panas, ia tak bisa menahan diri ketika air mata meleleh begitu saja dari kedua


matanya, mengalir perlahan di kedua pipi nya.


"Mau saputangan?" Doc tersenyum, sambil menyodorkan nya sapu tangan sekalipakai.


Elle mengangguk pelan, sambil mengambil saputangan itu dari tangan nya.


"Kau bisa sakit milácěk. Setiap hari kau selalu datang ke tempat ini, menghabiskan berjam-jam hanya untuk


memandangi nisan Friederich seolah ia masih hidup..”  Doc menuntun Elle keluar dari komplek pemakaman. Ia tahu hanya dirinya dan Viktor lah yang bisa menyelamatkan Elle dari kesedihan ini.


Elle hanya tersenyum, sambil terisak. Sesekali ia akan menyeka air matanya dengan sapu tangan.


"Kau benar-benar harus berhenti menangis milácěk.. Friederich akan menghantuiku dan mengomel dengan gaya nya menyebalkan bila ia tahu aku tidak bisa membuatmu berhenti menangis." Doc tersenyum.


Elle memaksakan senyuman nya. Betapa ia sangat merindukan Friederich saat ini. Ia rindu Friederich yang tersenyum padanya, ia rindu Friederich yang menggendongnya, membelai nya, memeluknya, menciumnya..


"Bagaimana pemeriksaan mu?" Tanya Doc, berusaha mengalihkan perhatian Elle.


"Maaf aku tidak bisa menemanimu. Pasti berat ya, harus menjalani semua ini sendirian.." Ia menambahkan.


"Tidak apa-apa doc. Friederich benar, pemeriksaan kali ini sama sekali tidak menyakitkan." Elle menarik napas panjang. Ia berusaha mengendalikan dirinya sendiri untuk tidak menangis lebih parah. Dulu seluruh pemeriksaan itu terasa sangat menyakitkan dan menakutkan. Membuat nya trauma dan menangis berhari-hari.


”Teknologi di Czech telah berkembang dengan sangat pesat selama empat belas tahun terakhir ini. Butuh waktu bertahun-tahun bagi kami untuk menyadari bahwa kami telah melakukan pemeriksaan yang salah denganmu.Butuh kajian yang amat menghabiskan waktu untuk menyadari bahwa yang kami cari ternyata hanyalah DNA. DNA mu lah kunci dari semua pengetahuan ini.”


”Awalnya kami tidak ingin membawamu kembali ke dunia paralel ini, karena terlalu beresiko, mengingat bagaimana sepak terjang Gagak Hitam dulu saat kau berada di Czech empat belas tahun yang lalu. Kami semua ingin melindungi mu. Lagipula, sebenarnya kami masih memiliki sedikit sampel jaringanmu, meski dalam keadaan yang tidak baik. Sebagian besar telah hancur saat Prague diserang hujan rudal duia belas tahun yang lalu.” Doc menambahkan.


”Tapi saat kami mendengar rencana Gagak Hitam, kami terpaksa menggunakan peluang ini untuk membawamu kembali ke Czech, dengan segala resiko nya.”


"Awalnya aku tidak mengerti mengapa kalian semua membutuhkanku. Tapi sedikit demi sedikit aku bisa memahami nya sekarang." Elle menerawang pada langit Prague dengan tatapan yang kosong.


"Kenapa ayahku menyimpan seluruh ilmu pengetahuan nya di dalam tubuhku? Kenapa aku hanya memiliki ayah? Dan kenapa hanya aku yang bisa menolong kalian semua? Semua itu sepertinya sudah terjawab bagiku."


Dari komplek pemakaman ini Elle bisa melihat istana Bohemia yang indah, menjulang dengan segala ke indahan nya.


"Dulu kau terlalu kecil untuk bisa menerima semua penjelasan ini. Tapi sekarang, kau bahkan cukup dewasa untuk


menentukan jalan hidupmu sendiri."


Sulit dipercaya sebenarnya.. Ini benar-benar tidak masuk akal. Ayahku telah menyimpan seluruh pengetahuan yang dimiliki nya dalam sebuah untai DNA. DNA itu ia susupkan kedalam ke dalam sel telur, untuk kemudian dibuahi oleh ****** donor, ayahku. Aku tidak mengerti bagaimana ayah bisa menyusupkan DNA yang berbeda ke dalam sebuah sel telur yang telah memiliki DNA nya sendiri. Aku rasa para doktor genetika yang kutemui setiap hari selama seminggu inipun tidak bisa menjawabnya.

__ADS_1


Sebuah campur tangan telah terjadi pada proses pembuahan, tidak, sejak awal proses itu sudah merupakan sebuah campur tangan manusia. Sehingga kemudian dihasilkan lah seorang bayi perempuan, aku. Ayah


membawaku pergi dari dunia paralel, ia membawa serta seluruh pengetahuan nya untuk menghindari ancaman para Gagak Hitam. Satu-satunya misteri yang tersisa adalah kenapa Gagak Hitam itu membunuh ayahku, tapi disaat yang sama mereka membiarkan aku tetap hidup.. Mereka bisa saja membunuhku dengan mudah.


"Mengherankan bagaimana mereka bisa membaca sebuah formula dari sedikit sekali sampel darah atau ludahku."


"DNA sweetheart. Kau bisa menemukan nya diberbagai bagian di tubuhmu. Darah, kulit, mukosa lidah.. Mereka mengurai DNA itu menjadi protein. Di dalam protein itulah mereka menemukan berbagai formula yang berharga."


"Kalian mencari formula untuk menghasilkan anak perempuan dari inseminasi buatan." ucap Elle.


Elle mengerti apa yang diucapkan Friederich di depan Ridnik hari itu, tentang dirinya yang menjadi harapan semua orang. Doc juga telah menceritakan apa yang telah terjadi pada jutaan wanita di Czech, bagaimana mereka mati dengan menyedihkan oleh virus dari senjata biologis yang dikirimkan oleh Magna Germania. Itu sebabnya kenapa saat ia sakit Friederich terlihat sangat tegang dan khawatir, Friederich jelas tak ingin kehilangan dirinya.


"Ya kau benar. Berbeda dengan inseminasi buatan di bumi tempat mu tinggal, inseminasi buatan di Czech benar-benar dilakukan dengan menggunakan rahim buatan, mesin biologis yang dibuat sedemikian rupa hingga memiliki kondisi yang sama dengan rahim asli, bentuknya, kekeyalan nya, fungsi nya, bahkan sifat jaringan nya. Kami


tidak mungkin memaksa setiap wanita yang tersisa di Prague untuk hamil setiap tahun nya, karena itu untuk menambah populasi penduduk kami menggunakan inseminasi buatan. Permasalahan nya ada pada mesin biologis yang kami gunakan, setiap kali kami melakukan perlakuan pada sel telur maupun ****** yang kami masukkan ke dalam nya, mesin biologis itu akan berhenti berfungsi, dan secara alami dia akan mengeluarkan baik sel telur maupun sel ****** itu dari dalam rahim, seolah ia tak bisa menerima komponen yang telah mendapat perlakuan. Permasalahan yang kedua, mesin biologis itu hanya bisa menghasilkan bayi laki-laki, kalaupun ada bayi perempuan, maka peluangnya sangat-sangat kecil. Sepertinya ada satu atau lebih kondisi yang tidak terpenuhi sehingga mesin biologis itu tidak bisa menghasilkan bayi perempuan. Singkatnya rahim buatan yang kami miliki tidak sempurna..”


”Selama belasan tahun kami terpaksa bertahan dengan penambahan jumlah penduduk yang sangat lambat. Tapi saat mengetahui ayahmu menciptakanmu hanya dengan rekayasa pada inseminasi buatan, kami jadi merasa memiliki harapan.”


”Tidak hanya itu, kami juga mencari beberapa formula penting lain.. Mungkin saja Ayahmu memiliki formula kimia untuk menghasilkan reaksi fusi yang efektif untuk menghabisi Gagak Hitam dalam satu serangan."


Dulu aku mungkin akan menentang keras ide tersebut. Dulu mungkin aku akan bersikeras untuk mengajukan perjanjian damai dan gencatan senjata. Tapi setelah mengalami sendiri setiap ancaman pembunuhan dan teror yang mereka tujukan padaku, juga setelah apa yang telah mereka lakukan pada Friederich-ku.. Aku tidak bisa merasa lebih setuju lagi.


"Bagaimana Viktor? Apa dia baik-baik saja?" Elle mengeringkan pipinya. Ia meraih bebungaan kecil yang menjuntai rendah dari atas pepohonan besar yang menaungi perjalanan mereka menuju pintu gerbang komplek pemakaman. Ia tidak memetiknya, hanya membelainya perlahan.


"Dia baik. Setelah dirawat tiga hari ia kembali ke kesatuan nya. Kau belum bertemu dengan nya lagi semenjak acara pemakaman?"


Elle menggeleng pelan. "Kalau kau bertemu dengan nya, maukah kau menyampaikan permintaan maafku?" Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak merasa bersalah pada Viktor. Aku merasa bersalah telah merenggut Friederich darinya.


"Terutama bagi Friederich. Impian terbesarnya adalah selalu bisa menjagamu, bahkan mengorbankan nyawanya untukmu." Ia menambahkan.


Menyedihkan.. Apakah Friederich tidak pernah bermimpi untuk hidup bersamaku selama nya, alih-alih mengorbankan dirinya untukku..? Menyedihkan betapa semuanya terlihat sangat sempurna hingga Tuhan


merenggut mu dariku...  Kita bisa menjadi sepasang kekasih.. Lebih baik dari itu, kita bisa menikah dan memulai kehidupan yang indah. Aku hanya bisa bermimpi sekarang...


"Pulanglah milácěk.. Kau terlihat menyedihkan.." Doc tersenyum padanya, menatapnya kasihan.


“Pulanglah ke duniamu Elleonora... tak ada lagi yang bisa kau lakukan disini, tidak untuk kami, tidak untuk Friederich. Semua sudah berakhir milácěk....”


Tanpa bicara apa-apa lagi Elle memasuki mobil yang telah menunggu nya di pintu keluar komplek pemakaman. Ia membiarkan Doc membukakan dan menutup pintu mobil untuknya, dan meninggalkan nya tanpa sepatah katapun. Ia tahu Doc sangat khawatir padanya, tapi ia kehilangan kata-kata untuk bicara lagi padanya.


Ya, aku memang menyedihkan.. Setelah Friederich tak lagi disisiku, dunia ku berubah kelam. Setelah ia tak lagi


mendampingi ku duniaku tak lagi indah.


Elle tak ingat sudah berapa kali ia menolak kedatangan Pangeran Heinrich ke tempat tinggal sementaranya di kediaman Perdana Menteri. Ia bahkan menolak siapapun untuk menemui nya hingga akhirnya semua orang benar-benar meninggalkan nya seorang diri.


Elle tak perduli lagi bila semua orang meninggalkan nya, ia bahkan sudah tidak merasa berarti lagi di dunia ini. Dunia nya sudah berakhir, Friederich telah pergi dengan membawa semua yang tersisa dalam diri Elle, cinta nya, hasratnya, bahkan gairah hidupnya...


Saat Viktor mendatangi nya di kediaman Perdana Menteri, gadis itu terlihat sangat kurus dan menyedihkan. Ia terlihat seperti seseorang yang tak ingin lagi hidup, seperti seseorang yang menanti kematian menghampirinya dengan penuh harap. Bayangan nya akan Elleonora yang ceria dan cantik telah lenyap, sejenak ia merasa bersalah karena tidak datang lebih cepat dan menyelamatkan nya, alih-alih membiarkan nya terpuruk dalam kesedihan karena kematian ayahnya yang tragis.

__ADS_1


“Kau harus berhenti bersikap seperti ini... Friederich akan sangat sedih melihat mu begini..”


Elle hanya tersenyum, ia sangat lega melihat Viktor datang menemuinya.


“Setiap hari aku berharap kau datang dan melampiaskan kemarahan dan kesedihan mu padaku karena kematian Friederich.” Elle menjawab pelan.


“Kau tahu aku tidak mungkin melakukan nya.” Jawab Viktor.


Elle tahu Viktor tak akan melakukan nya, ia hanya berharap pria itu akan melakukan nya, memberinya sedikit pengampunan akan rasa bersalahnya.


“Aku datang untuk memberimu ini....” Saat tangan nya terulur ia memberikan sebuah kotak kecil berwarna kuning muda lembut.


Dengan ragu Elle meraihnya, wajah penuh tanya memandangi Viktor, menuntut sebuah jawaban.


“Aku menemukan kotak itu di kamar Friederich, tersembunyi di balik lemari nya. Kupikir ini mungkin bisa membuatmu merasa lebih baik.” Viktor duduk di samping Elle, dengan anggukan kepala nya ia meminta Elle untuk berhenti meragukan nya dan membuka kotak itu.


Dengan perlahan Elle membuka kotak kuning lembut itu, dan melihat sebentuk perhiasan di dalam nya. Sebuah pendant yang indah berkilau di balik jalinan perak yang rumit, membentuk jalinan yang unik sekaligus cantik. Ada sebuah surat yang dilipat hingga berukuran sangat kecil diselipkan di balik perhiasan.


“Ini...”


“Bacalah suratnya Elleonora, maka kau akan mengerti..” Viktor memotong nya.


Surat itu dilipat dengan sembarangan, seolah seseorang telah berusaha keras dengan berbagai cara untuk melipatnya dengan cara yang baik dan gagal. Elle merasakan jemarinya bergetar saat membuka kertas itu dengan hati-hati, seolah ia tengah bersiap untuk bertemu lagi dengan Friederich untuk terakhir kalinya. Sebuah tulisan tangan yang jelek melintang di surat itu, tulisan tangan Friederich...


“Leo, kalau kau melihat surat ini, itu artinya aku mungkin sudah mati. Dan kalau hal itu memang benar terjadi, aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sangat..sangat menyayangi mu, lebih dari apapun. Kau adalah hal terindah dalam hidupku Leo dan aku sangat bersyukur bisa mengorbankan nyawa ku untukmu. Aku hanya berharap aku tidak mati


dengan cara yang konyol.....”


Elle mulai terisak, dengan air mata yang mengalir bagai lava dari kedua matanya yang sembab.


“Apakah surat ini dibuat sebelum kedatangan ku ke dunia ini? Apakah sejak awal ia memang sudah mengetahui bahwa ia mungkin akan kehilangan nyawanya karena melindungiku?” Suara Elle bergetar hingga rasanya


akan sulit bagi Viktor untuk memahami keseluruhan apa yang diucapkan Elle.


“Ya.. Dia sangat mengerti beratnya situasi yang akan ia hadapi. Kurasa ia memang telah membeli perhiasan itu sejak lama sebelumnya dan merasa begitu lega karena akhirnya memiliki momen untuk memberikan nya padamu.” Viktor tersenyum, mengingat ayahnya membuatnya merasa sentimentil.


Elle termenung sesaat, ia bersyukur bisa melihat bayangan Friederich dalam senyuman Viktor, seolah pria itu juga ikut tersenyum bersama nya. Untuk sekali itu ia sangat bersyukur dengan kemiripan mereka berdua. Sepertinya Viktor pun memahami apa yang Elle rasakan, karena kemudian pria itu menepuk puncak kepala Elle dengan perlahan dan meminta nya untuk membaca sisa dari surat itu.


“Maaf aku tidak bisa menemanimu pulang ke dunia mu. Aku berharap Doc dan Viktor akan bisa menggantikan ku untuk menghiburmu... Aku berharap kau tidak menangisiku dan bersedih karena ku. Aku berharap kau tetap tersenyum dan ceria, aku berharap kau tetap menjadi sebuah bunga kecil yang setegar batu karang. Selalu


tersenyum, ceria, tapi kuat dan berani di saat yang sama. Aku berharap kau melanjutkan hidupmu seperti sebelumnya, seolah aku hanyalah sebuah kisah lama yang hanya layak untuk dikenang...”


Dibagian bawah surat tertulis kalimat terakhir Friederich untuk Leo


“Teruslah tersenyum untukku Leo.... Bunga kecilku...”


Tangis Elle meledak, ia meletakkan kertas itu di dadanya, seolah ia tengah memeluk Friederich dengan kedua tangan nya. Viktor merengkuhkan kedua tangan nya dan memeluk Elle, ia berharap dirinya bisa menjadi pengganti ayahnya, ia berharap dirinya bisa mengurangi sedikit saja kesedihan Elle dan membuat gadis itu kembali tersenyum seperti matahari.


“Berhentilah bersedih Elleonora.... hentikan lah tangismu, hentikan lah kesedihan mu, lakukan lah itu demi Friederich, lakukanlah demi Friederich yang selalu mencintai dan mengkhawatirkan mu seumur hidupnya.  Kesedihan mu hanya akan membuatnya tak tenang... Kumohon Elleonora... Berhentilah bersedih...” Bisiknya

__ADS_1


perlahan.


Aku akan berhenti bersedih... Aku janji aku akan berhenti bersedih Friederich... Tak peduli berapa lama waktu yang harus aku habiskan untuk menepis kesedihan ini. Aku akan kembali tersenyum.. Seperti yang kau inginkan.. Karena aku.... Karena aku sangat mencintai mu Friederich... Sangat mencintaimu....


__ADS_2