
“apa kau mau mengatakan padaku mengenai virus yang pangeran Heinrich katakan padaku tadi?” tanya Elle pada Viktor, yang kini duduk dengan santai di sofa yang ada di ruang rawat Elle.
“jangan tanya padaku.. bukan kapasitasku untuk menceritakan nya padamu.” Viktor meletakkan senjatanya yang
berat di lantai karpet yang lembut, merasa sedikit bersalah karena harus mengotori karpet mahal itu dengan sepatu boot nya yang kotor.
“doc akan memberi mu jawaban yang kau inginkan.. atau Friederich. Mereka berdua hidup di masa itu, mereka
mengalami masa-masa itu. Sedangkan aku, aku bahkan hanya mengetahui nya dari buku pelajaran di sekolah dan kamp militer.” Ia menambahkan.
Baiklah, aku akan menanyakan hal ini pada Friederich atau doc.
Saat mereka berdua kembali ke kamar bersama Franka, tiba-tiba saja Elle kehilangan minatnya untuk bertanya. Wajah Friederich terlihat muram. Ia tidak menghindari tatapan Elle, juga tidak memandangi nya dengan marah, sebaliknya, ia terlihat seperti sedang menahan diri. Ia terlihat seperti sedang menjaga jarak dengan nya. Elle ingin sekali memanggilnya, mengajak nya membicarakan hal ini dengan perlahan, tapi ia tak bisa. Tidak saat ini. Tidak saat doc sudah menjadwalkan waktu pemeriksaan untuk dirinya.
Dengan mengenakan pakaian pemeriksaan khusus yang telah Franka berikan, doc mengajak Elle pergi ke ruang pemeriksaan yang terletak beberapa lantai diatas ruang perawatan. Dari sudut matanya ia melihat Friederich, berjalan beberapa langkah dibelakang Franka yang mendorong kursi dorongnya. Lagi-lagi pria itu terlihat muram dan galau.
Saat pintu ruang pemeriksaan terbuka Elle menahan napasnya, ruangan itu begitu besar, dengan banyak petugas
berpakaian putih yang berseliweran dengan membawa kertas dan map-map berisi laporan-laporan hasil pemeriksaan yang harus mereka laporkan. Ada sebuah tabung besar yang terbuat dari kaca di tengah-tengah ruang pemeriksaan, begitu mencolok, dengan berbagai peralatan dan monitor yang mengelilingi nya.
"apa kau gugup?" tanya Friederich.
Elle menggeleng. Hanya sedikit berdebar-debar.
Ia membantu Elle berdiri dan menggendongnya naik ke dalam tabung.
"Friederich.. Ini tidak akan sakit kan?" bisik Elle. Ia mulai merasa gugup.
"tidak.. Tidak sakit samasekali. Tenanglah schatz.." bisik Friederich.
"milácěk2, kau hanya perlu berdiri di dalam tabung selama beberapa saat. Kami hanya perlu melakukan beberapa
pemeriksaan." doc tersenyum, seolah apa yang akan ia lakukan hanyalah sekedar pemeriksaan biasa yang bisa dilakukan dimana saja.
"Leo aku ingin kau tidak panik ketika pintu tabung ditutup." Friederich berkata padanya kemudian.
Ha? Apa?? Aku akan dikurung didalam tabung?
"jangan panik, aku akan menemanimu disini. Kau hanya perlu berdiri dan diam selama beberapa saat, itu saja." Friederich menambahkan.
Elle terlihat panik ketika pintu tabung menutup dan ia terisolasi dari dunia luar. Seluruh tabung itu kedap suara, ia tak bisa mendengar suara Friederich yang terus menerus bicara padanya dengan wajah yang tegang, juga doc yang memberi instruksi pada bawahan-bawahan nya. Tapi ia bisa membaca gerakan bibir Friederich, yang menyuruhnya untuk tenang dan tenang.
"Leo, tenanglah, jangan takut.." tiba-tiba Elle bisa mendengar suara Friederich sekarang. Pria itu memegang mikrofon kecil di tangan nya.
"doc akan memandumu, Leo. Sekarang dengarkan saja semua perintahnya." Friederich menambahkan.
" milácěk, sebentar lagi tabung itu akan terisi oleh cairan biru, aku minta kau tetap tenang dan tidak bergerak."
"satu hal lagi, akan ada selang oksigen untukmu, aku ingin mau menggunakan nya, agar kau tidak panik." doc
menambahkan.
Sesuai dengan perkataan doc, cairan biru kental merembes dari lantai tabung. Elle berjengit saat cairan biru yang dingin itu menggenangi kakinya, dan semakin terlihat gelisah ketika cairan biru itu mulai merendam betisnya. Elle
terkejut ketika tiba-tiba saja sebuah selang dengan sungkup dan karet meluncur turun dari atas tabung dan
menggantung tepat dihadapan Elle. Sesuai dengan instruksi doc, Elle memakainya, dan seketika ia merasakan
udara sejuk yang membautnya tenang dan rileks. Tanpa ia sadari kedua matanya memejam, dan kesadaran nya menghilang. Tapi tubuhnya tidak terjatuh, melainkan tetap berdiri, tertahan oleh cairan biru yang kini menggenangi pinggang nya.
"tenang saja, selang itu berisi oksigen dan N2O, tentu saja ia akan tertidur dengan cepat." doc tersenyum, saat melihat ekspresi lega di wajah Friederich. Perlahan-lahan sungkup itu terlepas dan tertarik lagi keatas, digantikan oleh selang kecil berisi oksigen yang menutup kedua lubang hidung Elle.
Dari pintu pemeriksaan muncullah seorang pria tua, dengan rambut yang memutih, memakai jas putih panjang diatas seragam putih nya.
"ah Friederich, kenalkan, ini kolonel dr Havel Vaclav, ahli virologi yang terbaik di Czech."
Friederich memberi hormat, kemudian menyalaminya.
”aku sengaja mengundangnya untuk melakukan pemeriksaan virologi terhadap Elleonora. Meski aku yakin Elle tidak lagi terinfeksi virus, tapi hipotesa ku tidak ada gunanya bila tanpa pengesahan dari ahli virologi paling terpercaya di Czech.” doc menambahkan, sambil tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"aku sudah membaca laporan mu dr Norman, kasus ini benar-benar menarik.” Dokter tua itu tersenyum, tampak antusias dengan apa yang telah terjadi dengan Elle.
Setelah dr Havel selesai menelaah ulang laporan hasil pengamatan doc secara singkat, ia pun memulai pemeriksaan terhadap Elle. Ia duduk di depan mesin pengendali yang mengatur seluruh sistem kerja tabung pemeriksaan dan mulai mengaktifkan alat pengendalinya. Doc berdiri di sampingnya, membantu dr Havel mengoprasikan alat tersebut. Dari atap tabung turunlah sulur-sulur kabel, yang bergerak dan menempel di berbagai bagian tubuh Elle.
Ada alasan kenapa seseorang harus dibius saat melakukan pemeriksaan, karena selain cairan biru tersebut dapat menimbulkan kegelisahan yang akan mengaburkan hasil pemeriksaan, selang-selang itu juga akan menimbulkan rasa sakit di kulit, karena memiliki jarum-jarum yang menembus jauh ke dalam daging dan pembuluh darah. Friederich sudah sangat sering melakukan pemeriksaan seperti ini, jadi ia sudah sangat terbiasa dengan cairan biru tersebut. Lagipula ia juga tidak bisa merasakan sakit lagi, jadi doc tidak pernah merasa perlu untuk membiusnya. Mungkin hanya Friederich lah yang bisa melakukan pemeriksaan ini dalam keadaan sadar sepenuhnya.
Selama berjam-jam berikutnya doc dan dr Havel melakukan berbagai pemeriksaan pada tubuh Elle, mulai dari pemeriksaan darah, hormon, urin, pemeriksaaan fungsi organ tubuh, fungsi otot, pemeriksaan cairan otak, cairan selaput otak, bahkan pemeriksaan sumsum tulang belakang nya. Mereka tidak hanya melakukan apapun untuk mencari keberadaan virus di dalam tubuh Elle, tapi mereka juga memeriksa seluruh tubuh Elle secara keseluruhan demi mengenyahkan kemungkinan Elle membawa penyakit yang mungkin akan membahayakan para penduduk di Prague.
Setelah menghabiskan beberapa jam berikutnya untuk mengumpulkan setiap data yang telah didapat dan menganalisa nya, akhirnya pemeriksaan pun diakhiri. Doc melemparkan tubuhnya keatas kursi kerja yang ada
di ruangan itu, merasa sedikit kelelahan dengan seluruh pemeriksaan yang memakan begitu banyak waktu. Sementara itu dr Havel berada di meja pemeriksaan yang lain, ia sedang memeriksa ulang hasil pemeriksaan darah dan cairan meningen untuk memastikan hasilnya. Franka menemani dr Havel, mencatat semua hasil yang ia dapat
dalam blacksheetnya.
"bagaimana?" tanya Friederich kemudian, saat dr Havel selesai memeriksa ulang hasil pemeriksaan virologi nya. Friederich masih terlihat tegang, meskipun ia telah melihat sendiri setiap hasil pemeriksaan yang didapatkan di monitor, rasanya ia masih tidak tenang.
"aku tidak menemukan keberadaan virus LCMV 4B tipe 2 dalam darah dan cairan mengingen nya, sebaliknya aku menemukan antibodi. Tubuh Elleonora telah berhasil membentuk antibodi nya sendiri." Dr Havel terlihat sangat puas.
"Elleonora sudah sembuh?" Friederich terlihat sangat lega.
"ya. Dia lagi tidak memerlukan vaksin." Jawab dr Havel.
"syukurlah.. Itu benar-benar melegakan" Friederich menghela napas panjang.
"dengan begini kita bisa segera membawanya ke Prague. Para doktor genetika kita telah menunggunya di fasilitas pusat."
BUMM!!!!
Friederich, dr Havel, Franka dan doc seketika dikejutkan oleh suara sebuah ledakan yang terdengar cukup dekat.
"penyusup??!" Friederich segera mempertajam telinga nya, mencari arah ledakan sementara suara alarm yang terdengar kemudian menyesatkan nya.
"ledakan di pintu pemeriksaan pertama." doc membuka blacksheet nya yang terhubung dengan mainframe keamanan fasilitas. Dari blacksheetnya muncullah hologram denah menuju ruang pemeriksaan, sebuah tanda merah yang berkedip menunjukkan lokasi ledakan.
"tadi aku mengganti kode masuk setiap pintu menuju ruang pemeriksaan, dan sekali lagi, kita terselamatkan oleh paranoia ku." doc tersenyum senang.
"berapa banyak waktu yang tersisa?" Friederich segera mengambil mantel yang telah disiapkan Franka untuk Elle. Ia harus bersiap-siap untuk mengeluarkan Elle dengan paksa bila diperlukan.
Pria itu melepaskan jas putih yang dipakainya dan berjalan menuju mesin yang mengendalikan alat pemeriksaan. Ia mematikan mesin pengendali dan mulai melakukan pengosongan tabung. Satu demi satu kabel-kabel yang menempel di tubuh Elle tercabut, begitu juga dengan selang yang menempel di bahu Elle, ikut tercabut saat salah satu kabel melilitnya dengan sengaja, dan mencabutnya dengan sangat perlahan dan hati-hati. Segera setelah seluruh kabel tertarik kembali keatas, cairan biru tersedot kembali ke dasar tabung, pintu tabung pun akan segera terbuka. Bila pintu tabung tidak terbuka dengan cukup cepat, friederich hanya perlu memecahkan nya saja dengan handgun nya.
"Franka siapkan jalur evakuasi sekarang!" perintah doc.
Franka mengangguk lalu berlari dan menghilang dibalik rak pemeriksaan.
"oh, ada jalur evakuasi??" Friederich berdiri disamping tabung pemeriksaan, menunggu pintu tabung terbuka.
"tentu saja sobat, selalu ada jalur evakuasi di fasilitasku." doc nyengir.
"tidak heran kau sering dibuang ke unit khusus misi rahasia, kau pasti selalu menghamburkan uang fasilitas demi memuaskan paranoia mu." Friederich terkekeh, sembari menunggu pintu tabung terbuka ia memeriksa handgun nya, memastikan nya dalam keadaan tidak terkunci. Doc tertawa terkekeh.
BUMM!!
Suara ledakan kedua terdengar lebih dekat.
Friederich mengambil blacksheet nya dan menghubungi viktor.
"viktor bersiaplah, gagak hitam terdeteksi di dalam fasilitas. Kami akan membawa leo menuju jalur evakuasi." Friederich menggunakan earphone yang tertanam di dalam telinga nya untuk mendengarkan ucapan Viktor.
"oke, sampai ketemu di akhir jalur evakuasi."
"doc kirimkan peta jalur evakuasi pada Viktor. Aku meminta nya untuk menemui kita di akhir jalur evakuasi." Friederich mengakhiri pembicaraan nya dengan Viktor.
"sudah kukirimkan." Jawab doc singkat. Ia memeriksa senjata nya sekarang, kemudian meletakkan nya di pundaknya.
Saat pintu capsulle terbuka Friederich segera melompat masuk ke dalam tabung dan menangkap tubuh Elle sebelum gadis itu terjatuh ke lantai tabung. Ia menyelimuti nya dengan mantel bersih dan menyelipkan pakaian ganti di ransel nya.
"ahh.. Dr Havel.." doc menoleh pada dr Havel, wajah pria itu menegang. Ia memegang sebuah senapan yang ia ambil dari rak emergensi di ruang pemeriksaan.
"sayang sekali pertemuan kita harus berakhir buruk dr Havel..." doc menghela napas panjang, ia terlihat kecewa harus mengakhiri pertemuan mereka karena segelintir gagak hitam yang mencoba menerobos masuk ke
__ADS_1
dalam ruang pemeriksaan.
"sebuah kehormatan bisa membantu nona Elleonora. Sebuah kehormatan juga bisa bekerja sama dengan anda dan kapten Friederich dari unit khusus misi rahasia."
"tidak kolonel, kami yang sangat merasa terhormat.." doc tersenyum.
”BUMM!!!!”
Ledakan ketiga terdengar lebih keras dari sebelumnya.
"pergilah para unit khusus misi rahasia, bawa gadis kita yang sangat berharga ini ke Prague secepatnya. Hanya
disanalah ia bisa benar-benar aman." Dr Havel mengangkat senapan nya dan mulai mengarahkan nya ke arah pintu ruang pemeriksaan yang tersegel dari dalam. ”aku akan menahan mereka selama mungkin.” ia menambahkan.
"apa kau sudah membawa hasil pemeriksaanku?" ia bertanya, sambil mengirimkan sinyal sos pada pihak
militer melalui blacksheetnya.
"sudah dr Havel, tenang, semua ada di blacksheetku." Doc menepuk saku bajunya, tempat ia meletakkan
blacksheetnya.
Sambil menggendong Elle, Friederich berlari kebalik rak peralatan, kearah menghilangnya Franka setelah ledakan pertama terjadi.
"semoga sukses kolonel.." ucap doc sebelum pria itu berlari mengikuti Friederich ke balik rak peralatan.
Friederich pernah beberapakali melakukan pemeriksaan di Plzen, tapi ia tidak pernah tahu ada jalur evakuasi dibalik rak peralatan. Ia kira rak besi itu menempel kuat ke dinding beton yang dingin, tapi ternyata rak itu mudah diayunkan ketika segel nya sudah terbuka. Dibalik rak itu ada sebuah lorong persegi yang memanjang dan berbelok, menuju ke suatu tempat yang hanya diketahui oleh doc. Ketika doc memasuki lorong itu ia segera memerintahkan Franka untuk menyegel lorong itu dari dalam sehingga rak peralatan menutup kembali dan tak bisa diayun dari luar.
"kukira mereka sudah mengamankan Plzen dari para gagak hitam.." doc berdecak kecewa. Ia berlari didepan mereka, memandu jalan. Franka berlari paling belakang, ia harus memastikan tidak ada siapapun yang memasuki lorong tersebut.
"apa menurutmu mereka juga menginfiltrasi unit khusus misi rahasia?" tanya doc.
"bisa jadi.. Sekarang kita jadi tidak bisa mengandalkan mereka untuk membantu kita, paling tidak sampai mereka terbukti bersih."
Dari kejauhan mereka mendengar suara ledakan keempat, yang disusul kemudian dengan suara tembakan sebanyak beberapa kali. Setelah itu suasana berubah hening..
"sayang sekali, kolonel Havel sangat penting bagi pengetahuan kita." doc berdecak kecewa. ”semoga saja ia cukup kuat untuk bertahan hidup sampai paramedik tiba..”
Lorong evakuasi yang dibangun atas ide doc sangat rumit, memiliki banyak persimpangan dan pintu otomatis bersegel dengan panel angka, mengingatkan nya dengan lorong-lorong menyesatkan yang ada di fasilitas
Nuremberg.
"doc pernahkah kau berpikir bahwa orang lain mungkin akan menggunakan jalur ini? Mereka pasti akan tersesat dan mati kelaparan sebelum mereka bisa menyelamatkan diri." Keluh Friederich. Doc terkekeh.
"akan kupikirkan suatu cara, mungkin menempatkan microwave dan roti kering di beberapa lorong buntu, atau
menyelipkan bazooka di satu atau dua persimpangan.."
"hilangkan saja segel di setiap pintu, itu sudah cukup.." Friederich memotongnya.
"mungkin lain kali Friederich.. Lain kali.." doc terkekeh.
Setelah berlari selama hampir 15 menit Doc akhirnya berhenti di sebuah persimpangan.
"menurutmu, jalur mana yang sebaiknya kita ambil? Jalur darat? Atau jalur capsulle?" doc menunjuk ke kedua lorong yang ada didepan nya.
"jalur capsulle adalah satu-satunya akses langsung menuju Prague. Kalau aku adalah gagak hitam, jalur capsulle adalah hal pertama yang akan aku sabotase." Jawab Friederich, begitu yakin dengan jawaban nya.
"memang benar, tapi jalur darat juga belum tentu aman." Doc mendengus.
Samar-samar Elle mendengar suara Friederich yang berbicara dengan seseorang. Sedikit demi sedikit suara itu
terdengar semakin jelas dan semakin jelas lagi, sampai ia bisa mengenali suara pria yang berbicara dengan nya, doc. Perlahan-lahan Elle membuka matanya, mengedip-edipkan nya beberapa kali sampai ia benar-benar yakin dengan pengelihatanya.
Dimana ini? Kenapa aku terbangun di gendongan Friederich? Bukankah tadi aku memasuki tabung besar?
"Friederich..?" panggilnya dengan perlahan.
"ah, kau sudah bangun milácěk.."
__ADS_1
"pengaruh obat biusnya sudah habis rupanya.." doc menambahkan.
"dimana kita??"