Ich Liebe Dich, Leo!

Ich Liebe Dich, Leo!
Episode 29 "Plzen podzemni tunel”


__ADS_3

Elle terbelalak syok, dengan tubuh yang gemetaran dan napas yang terengah-engah ia memandangi Friederich.


"jangan takut, aku akan melindungimu. Aku janji akan membawamu pulang dengan selamat. Tidak hanya ke Prague, tapi ke dunia mu. Aku akan mengantarmu dengan selamat. Jadi tolong, kuatkan dirimu!"


Elle mengangguk dengan kaku, ia bisa merasakan kebas di kedua kaki dan tangan nya karena ketakutan yang membelitnya dengan demikian kuat.


Friederich menjalankan kembali motor trailnya dengan kecepatan tinggi, membuat Elle  nyaris melompat dari motornya.


"Viktor kau dimana? Aku butuh dukungan, gagak hitam bersembunyi hanya beberapa puluh meter didepanku,


dan hujan rudal mengancamku dengan intensitas yang mengasikkan." Friederich menyeringai. Sambil mengendarai motornya ia menarik handgun dengan sebelah tangan nya dan mulai membidik. Ia melihat seorang gagak hitam di


kejauhan dengan mata binokulernya, dan menembaknya dengan tepat di kepala sebelum gagak itu menyadarinya. Ia melakukan nya beberapa kali, sebelum akhirnya mereka balas menembak dan Friederich terpaksa berbelok untuk menghindarinya.


"kami sedang menuju kearahmu. Franka tertembak, aku harus menghubungi tim paramedis untuk mengevakuasi nya dulu." doc menjawab.


"sayang sekali, apa dia masih hidup?" Friederich menembak kembali, saat ia menengadah ia melihat rudal melesat di langit Plezen.


"ya, dia akan hidup. Tenang saja."


Sebelum Friederich sadar doc telah berada hanya sepuluh meter darinya, menembak dengan ketenangan luar biasa. Viktor menyusul dibelakang mereka berdua, menembak dengan penuh semangat dengan senapan serbunya.


"Leo sambungkan aku dengan komandan markas Plzen! Katakan, kode: red alert!" suara Friederich terdengar semakin tegang ketika kemudian terjadi ledakan-ledakan yang cukup kuat di udara hanya beberapa kilometer dari


mereka berada.


"disini kapten Friederich Kuts, kode authorisasi : setan merah. Kami membutuhkan dukungan meriam anti rudal untuk mengawal perjalanan kami menuju katedral St. Bartholomew. "


Elle tidak bisa mendengar apa yang Friederich bicarakan dengan komandan markas Plzen karena Friederich menggunakan earphone yang ditanam didalam telinga nya. Tapi sepertinya Friederich lagi-lagi mendapatkan apa yang dibutuhkan nya, karena kemudian pria itu menghela napas lega dan berterimakasih.


Hanya sesaat setelah komunikasi terputus, Elle melihat jalanan terbelah di beberapa tempat, meriam anti roket


bermuncullan dalam jumlah yang lebih banyak, dan berputar ke berbagai arah, tidak hanya menembak ke udara, tapi juga kearah para gagak hitam yang masih menembak ke arah mereka dari kejauhan.


Suara ledakan dan teriakan di kejauhan yang diikuti dengan keheningan membuat Elle yakin bahwa gagak hitam telah tewas. Tapi di atas langit ia masih melihat beberapa titik terang yang meluncur cepat, yang meledak di sebelum mencapai kawasan pusat kota. Suara ledakan rudal terdengar semakin sering dalam hitungan menit, Friederich benar, selusinan rudal menghantam Plzen, mengincarnya, ingin membunuhnya. Tapi mereka bertiga, tidak bergeming sedikitpun, seolah suara-suara ledakan itu tak lebih dari suara kembang api di udara. Meski semua suara-suara ledakan itu meneror Elle hingga ke sumsum tulangnya, membuat seluruh tangan dan kakinya kebas


dan dingin.


"seharusnya kau meminta dukungan sejak tadi." Viktor menggerutu.


"tidak bisa. Aku tidak bisa begitu saja meminta bantuan mereka tanpa terlebih dahulu memastikan apakah mereka bisa dipercaya apa tidak."


"seandainya gagak hitam telah menyusupi sistem Plzen battle mode, kita pasti sudah mati sejak tadi." Friederich menambahkan.

__ADS_1


"itu dia katedral St. Bartholomew." doc tersenyum puas ketika akhirnya mereka tiba di belokan yang mengarahkan mereka tepat ke katedral. Katedral itu berada hanya 100 meter didepan mereka, dengan arsitektur gothic abad ke 14, dan atap-atap tinggi dan runcing yang sebagian diantaranya telah runtuh akibat serangan rudal.


"apa kau tahu dimana letak pintu masuk nya?" tanya Friederich.


"ya, disegel dibawah ruang perpustakaan katedral." doc nyengir.


"sayang sekali kita harus menghancurkan perpustakaan nya." Viktor nyengir.


Elle nyaris memekik ketika doc menghancurkan pintu katedral yang terbuat dari kayu yang tebal dengan senapan nya, menembak nya berkali-kali hingga pintu itu hancur dan berubah jadi serpihan kayu dan bubuk kayu.


"Doc kau kan bisa membuka pintu nya.. Apa kalian tidak bisa sedikit saja menghargai bukti sejarah kalian?" Elle menyergah.


"tenanglah milácěk, katedral ini hanya sebuah replika. Katedral yang asli telah hancur lebih dari 50 tahun yang lalu dalam pertempuran besar di Plzen."


Doc memimpin mereka memasuki pintu katedral yang telah hancur dan memandu mereka memasuki bagian


dalam katedral yang didominasi oleh warna putih dan emas. Katedral itu hancur di bagian sayap kanan nya, atapnya runtuh dan menghancurkan sebagian patung-patung bunda maria dan berbagai ornamen indah yang menghiasi katedral.


"sebagian besar dari bangunan yang ada Plzen adalah replika, sebagian nya lagi adalah bangunan baru yang modern. Kota ini pernah benar-benar hancur.. Itu 50 tahun yang lalu.." ucap Friederich. Mereka melewati altar yang terlihat tak pernah terpakai, menuju ruangan perpustakaan yang dipenuhi dengan rak berisi buku-buku tua.


"turunlah dulu Leo, doc harus membuka segel terowongan lebih dulu." Friederich menurunkan Elle dari motor trailnya dan membawanya ke altar.


"ruangan ini indah tapi terlihat seperti tidak pernah terpakai." Elle bisa melihat tumpukan debu yang menebal diatas kursi-kursi panjang, juga jaring laba-laba yang merebak luas diberbagai sudut ruangan.


"tentu saja. Katedral ini tidak pernah dipakai lagi sejak 20 tahun lalu." Friederich terkekeh.


Hanya beberapa menit kemudian suara ledakan yang terdengar dari perpustakaan membuat Elle terkejut.


"artinya doc sudah selesai membuka segelnya. Ayo kita masuk."


Elle menahan napasnya saat ia melihat sebuah lubang besar ternganga di lantai perpustakaan. Doc benar-benar meledakkan lantainya. Ada sebuah tangga batu menuju ke bawah, menghilang dibalik kegelapan terowongan.


"ayo kita turun." doc dan Friederich tersenyum bersamaan, keduanya terlihat sangat bersemangat.


Elle memejamkan kedua matanya kuat-kuat, merasa tidak tahan dengan guncangan di pantatnya saat Friederich menuruni tangga dengan motornya. Motor itu berguncang dengan kuat, tapi Friederich bahkan tak terlihat terganggu, baik dengan guncangan nya, maupun dengan terowongan yang terlihat mencekam.


Doc berhenti selama 3 menit untuk mencoba menyalakan kembali saklar yang sudah lama tidak terpakai. Elle


benar-benar bersyukur ketika satu demi satu lampu yang tergantung di langit-langit terowongan menyala. Diluar dugaan terowongan itu tidak semenakutkan yang ia kira sebelumnya.  Dengan penerangan lampu yang berpendar kuning ruang bawah tanah itu terlihat hangat, dengan pilar-pilar besar yang menyangga nya. Ada beberapa pipa memanjang di sepanjang terowongan, kemungkinan sudah tidak terpakai lagi, karena sudah berkarat dan hancur dibeberapa tempat.


“terowongan apa ini Friederich..?” tanya Elle. Apa dulu terowongan ini digunakan oleh para pejuang untuk bersembunyi dan melarikan diri?


“ini adalah “plzen podzemni tunel”, atau terowongan bawah tanah Plzen. Terowongan ini dibangun di abad ke

__ADS_1


13-14, sebagai tempat untuk menyimpan makanan, tempat untuk menyimpan berbagai peralatan, tempat untuk membuat bir, dan tempat untuk bersembunyi bagi para pejuang kemerdekaan dulu.”


Friederich mengikuti doc yang membawa mereka melalui berbagai lorong terowongan yang menurun semakin dalam.


“bir?”


“ya!. Bir Plzen adalah yang terbaik di seantero Czech..” Friederich terkekeh.


Doc dan Viktor terkekeh mengiyakan.


Saat mereka memasuki terowongan bawah tanah semakin dalam Elle mulai merasakan rasa dingin yang menusuk. Friederich benar, tempat ini sangat dingin...  Elle menguatkan pelukan nya, ia takut ia akan terjatuh dari motor karena kedua tangan nya terlalu kebas karena dingin sehingga tak bisa mempertahankan pelukan nya.


”Kau kedinginan Leo? Bersabarlah.. terowongan ini berada 12 meter di bawah tanah, tanpa penghangat, tentu saja akan terasa sangat dingin.”


Elle bersabar dengan rasa dingin yang menusuk sendi-sendi nya seperti panah kecil yang menyakitkan. Satu-satu nya hal yang bisa membuatnya bertahan adalah tubuh Friederich yang hangat. Sesekali Friederich akan meletakkan tangan nya diatas kedua tangan Elle yang terkunci di pinggang nya, meremasnya dengan perlahan. Setelah itu Elle selalu merasa hangat kembali.. Meski hanya sebuah sentuhan yang sederhana, tapi sangat berarti.


Hal lain yang membuat elle tidak merasa bosan adalah adanya berbagai benda di dalam terowongan yang seringkali membuat perjalanan mereka jadi terhambat. Elle berkali-kali melihat tong besar yang terbuat dari kayu, tong bekas pembuatan bir, yang melintang begitu saja ditengah terowongan. Doc dan Viktor berkali kali terpaksa menghentikan perjalanan mereka dan menepikan tong itu, atau bahkan menghancurkan nya, hanya agar mereka bisa melanjutkan perjalanan mereka. Elle juga melihat ruang-ruang kecil di dalam terowongan, yang dipenuhi dengan berbagai perkakas kuno, seperti peralatan memasak, keramik-keramik tua, bahkan peralatan untuk membuat bir. Sepertinya dulu terowongan ini adalah bagian dari keseharian penduduk Czech.


Elle tak ingat sudah berapa lama mereka berada di dalam terowongan bawah tanah, tapi pastinya sudah cukup lama, mungkin 3-4 jam. Kedua kaki ku kram.. keluhnya, aku bahkan tidak bisa merasakan pantatku lagi...


Ia ingin sekali meminta Friederich untuk berhenti sebentar saja, paling tidak untuk meluruskan kedua kakinya dan meregangkan kedua tangan nya. Tapi Elle ragu..mengingat mereka mengendarai motor trail mereka dengan sangat kencang, seolah sesuatu mengejar mereka di belakang. Doc berkali-kali mengecek radar dan gps yang terpasang di motor trailnya, memeriksa apakah mereka telah mengambil lorong yang benar, dan memeriksa apakah mereka diikuti.


Kurasa kami tidak diikuti. Bila ada kendaraan yang mengikuti kami pasti bisa mendengar suaranya khan? Kecuali bila mereka memiliki teknologi yang tidak masuk akal, seperti motor yang tidak bersuara..


Beberapa jam kemudian doc menghentikan motornya. Ia berhenti tepat di sebuah ruangan kecil yang mirip dengan shelter kuno, hanya saja tanpa sofa, kamar mandi dan lemari makanan.


"kita akan beristirahat selama 1 jam. Manfaatkan waktu kalian.."


Elle terjatuh dari motor saat ia berusaha untuk turun dengan perlahan, kedua lututnya menghantam lantai batu yang lembab. Kedua kakinya terlalu kaku untuk bisa berdiri dengan normal, dan pantatnya... Apa aku masih memiliki nya? Aku benar-benar tidak bisa merasakan nya lagi.


"apa yang kau lakukan Leo..?" Friederich menghela napasnya. Ia membopong Elle yang tidak bisa menggerakkan kedua kakinya dan mendudukkan nya ke lantai shelter yang dingin.


"aku tidak apa-apa.." kedua kakiku hanya kram dan kebas.


Friederich meregangkan kedua kakinya sendiri di lantai shelter, kemudian membaringkan diri di lantai. Ia mungkin tidak akan keberatan bila Elle meminta nya untuk memberinya sedikit perhatian pada kedua kakinya yang kram, tapi Elle lebih memilih untuk diam dan membiarkan Friederich beristirahat.


"apa masih jauh?" tanya Elle pada doc, yang sedang mengolesi kakinya dengan krim penghilang rasa pegal.


"mungkin 3 jam perjalanan lagi.." doc melemparkan krim itu pada Viktor, yang sudah sejak tadi menantinya.


"setelah itu..?"


"setelah itu kita akan tiba di Zebrak. Setelah itu.. Entahlah, mungkin Friederich bisa mengusahakan capsulle.. " doc nyengir.

__ADS_1


Elle menghela napas panjang. Perjalanan ini terasa makin mengkhawatirkan.., keluhnya.


"mau krim penghilang pegal?" tanya viktor.


__ADS_2