
Hanya dalam waktu kurang dari satu jam doc dan Friederich berhasil menyediakan segala yang Elle perlukan untuk perawatan nya selama berada di dalam capsulle. Mulai dari tempat tidur pasien yang dilengkapi dengan pengaman dan monitor portabel, satu kotak bertingkat yang berisi seluruh obat-obatan dan imunomodulator yang harus doc suntikkan ke dalam pembuluh darah Elle setiap beberapa jam sekali. Doc juga membawa asisten kepercayaan nya, Franka, salah satu perawat terbaik di fasilitas itu, untuk membantu doc merawat Elle.
Setelah semua siap, Friederich menggendong Elle menuruni lift dan masuk ke dalam capsulle. Viktor menemani di
sampingnya, dengan senapan serbu yang siap menembak kapan saja. Situasi di Nuremberg jadi makin panas dan menegangkan semenjak Elle jatuh sakit dan pangeran Heinrich terluka parah akibat konfrontasi yang terjadi saat
Friederich mengeksekusi para pengawal pangeran. Kota itu juga dihujani roket dan rudal yang bertubi-tubi. Friederich merasa sedikit lega setelah mereka memasuki capsulle dan Viktor menyegelnya. Ia membaringkan Elle di tempat tidur khusus di kabin penumpang, dan berlari ke ruang operator untuk mengurus perijinan keberangkatan. Sementara Viktor memeriksa keseluruhan isi capsulle untuk ketiga kalinya. Ia bahkan menggunakan radar panas dan radar CO2 untuk mendeteksi adanya orang asing di capsulle. Mereka tidak ingin kejadian paul chenkov terulang lagi.
Doc memeriksa panel suhu dan nadi Elle sekali lagi saat capsulle mulai bergerak.
"catat suhu dan nadi nya setiap 15 menit Franka. Aku butuh observasi yang ketat." doc mulai mengambil satu tube
larutan imunomodulator dari kotak obat-obatan nya.
Ia membuka jalur dari selang kecil yang ia masukkan ke dalam pembuluh darah besar Elle di bahu nya, dan
memasukkan larutan itu dalam kecepatan yang perlahan. Setelah itu ia mencabut tube nya dan membuangnya ke tempat sampah. Franka menyelesaikan sisanya, mensterilkan jalur itu dengan lampu ultraviolet portabel dan menutup kembali jalurnya.
Setelah memasang auto pilot pada mesin capsulle dan meminta Viktor untuk memantau seluruh informasi
dengan radio, Friederich menemani di Elle di kabin penumpang.
"belum ada perkembangan?" tanya Friederich.
"belum." doc mendengus kesal. "suhu nya masih tinggi meski aku sudah memasukkan antipiretik terbaik di Czech. Yang bisa kita lakukan hanyalah memberinya anti virus biasa dan imunomodulator untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Tidak akan efektif sampai kita mendapatkan vaksin nya"
"bagaimana keadaan di Prague?" doc balas bertanya.
"panas.." Friederich berusaha nyengir ditengah ketegangan yang mengunci seluruh otot-ototnya. Berita sakitnya Elle dan terluka nya pangeran Heinrich telah membuat kegegeran tersendiri di seluruh Czech. Hal ini membuat mata para aristokrat di Prague terbuka lebar, bahwa jauh di luar Prague yang terlindungi, para gagak hitam berkeliaran dengan bebas di setiap komponen militer, mencuri setiap informasi penting. Ia yakin saat ini perdana menteri telah menurunkan para unit militer rahasia untuk mendeteksi keberadaan gagak-gagak hitam di berbagai penjuru Czech.
"seharusnya kau membawa Heinrich bersama kita. Setidaknya itu akan membuat pihak kerajaan Bohemia sedikit lebih tenang." Friederich menambahkan.
"enak saja. Aku sudah cukup stress dengan gadismu. Aku tidak butuh tambahan seorang pangeran manja yang merepotkan. Lagipula, luka pangeran manja itu tidak seberat yang digembor-gemborkan para aristokrat. Hanya sedikit luka tembak" doc nyengir.
Friederich tidak bisa menahan senyuman lebarnya, mengingat luka tembak yang membuat pangeran Heinrich berlumuran darah dan terbaring tak berdaya. Seandainya mood nya tidak sedang gloomy, ia pasti tertawa terbahak-bahak, paling tidak terkekeh.
"kau memang si bodoh yang tempramental.. Karena cemburu kau dengan sengaja membiarkan pangeran tertembak oleh pengawalnya sendiri. Padahal kau bisa saja menembak gagak hitam yang menyamar sebagai pengawal itu sejak setengah jam sebelumnya."
Friederich nyengir. Sebenarnya ia menyayangkan, kenapa para gagak hitam itu tidak menembak pangeran di leher atau dadanya saja. alih-alih hanya tembakan di perut yang tidak mematikan.
"sekali-kali mereka, para aristokrat yang selama ini hidup nyaman dengan perut gendut di Prague, perlu merasakan sedikit peluru, mungkin satu atau dua, di perut, atau lutut." doc menambahkan sambil tersenyum puas.
Friederich masih tidak beranjak sedikitpun dari sisi Elle sejak tiga jam yang lalu. Berkali-kali ia mengganti patch dingin di dahi nya untuk menurunkan panas tinggi nya. Ia bahkan masih memegangi jemari Elle dan meremasnya lembut saat gadis itu terbangun.
"Friederich..?" bisiknya. Kenapa ia terlihat begitu cemas?
"ah.. Kau sudah bangun." Friederich menghela napas lega. Ia memberi Franka tanda untuk segera memanggil doc
dari ruang operator.
Elle mengerjap-erjapkan matanya, kemudian menguap.
"dimana aku?" ini tidak terlihat seperti salah satu ruangan di fasilitas, ini seperti kabin penumpang yang aku tempati
bersama Friederich.
"kita berada di capsulle. Kita sedang dalam perjalanan ke Plzen." Friederich mengusap punggung tangan Elle dengan perlahan.
Plzen? Bukankah kota Plzen adalah pemberhentian terakhir capsulle sebelum Prague?
"kenapa aku tidak diberitahu?"
Elle melepaskan tangan nya dari cengkeraman Friederich dan menariknya ke balik selimut. Ia bisa melihat kekecewaan di wajah Friederich yang terlihat tegang. Elle tidak lupa bahwa ia masih merasa sangat sedih dan kecewa terhadap Friederich. Sedih dan kecewa karena merasa dipermainkan. Sementara Friederich memandangi nya dengan cemas, Elle malah menundukkan kepalanya. Rasanya ia belum ingin memandangi wajahnya lagi.
Friederich menghela napas, ia berharap kekecewaan nya bisa terhempas bersama dengan napasnya. Tapi tentu saja itu tidak mungkin terjadi.
"leo.. bitte verzeih mir.. " ucapnya penuh sesal.
"bicaralah dalam bahasa yang kumengerti." Elle berbohong. Ia sangat memahami bahasa Jerman, seperti juga ia memahami bahasa Czech.
Please forgive me..? Tidakkah penyesalan mu sedikit terlambat? Maaf Friederich, saat ini aku belum bisa memaafkanmu. Aku bahkan belum bisa memaafkan diriku sendiri karena terbelit dalam perasaan-perasaan yang konyol.
"hai milácěk.. Bagaimana perasaanmu?" doc tersenyum lega saat ia melihat Elle dari pintu kabin penumpang dan segera menghampiri Elle dengan terburu-buru.
"Kacau?"
Doc terkekeh, lalu melirik Friederich dengan tajam.
"doc, apa aku sakit?" Elle tak mengerti kenapa ia harus terbaring di tempat tidur pasien, dengan panel di pergelangan tangan, patch dingin di dahi dan selang aneh yang menusuk di bahu nya.
"kau tidak ingat apa-apa?" doc memeriksa panel nya, lalu memeriksa kelopak dalam mata Elle dan rongga mulutnya. Ia menulis semua hasilnya di blacksheetnya yang kemudian ia berikan pada Franka yang akan menyalin nya.
"yang aku ingat cuma.." sarapan yang dibawakan Friederich di meja kamar.. Pikiran bahwa aku tidak ingin menemui Friederich selama beberapa waktu.. "menggigil. Aku terbangun karena menggigil dan tertidur kembali karena mengantuk dan sakit kepala"
"lanjutkan ceritamu sweetheart. Kau harus memberitahuku semua yang kau rasakan."
"kepalaku masih sedikit sakit. Badanku juga lemas dan pegal. Dan aku mengantuk.." Elle mengakhiri kalimatnya dengan menguap lebar.
"aku rasa aku hanya demam biasa.. Tidak perlu sampai dipasang selang dibahu seperti ini.." Elle menoleh pada selang kecil yang tertancap di bahunya. Ia merasa nyeri tiap kali bahu nya bergerak sedikit saja.
"itu hanya selang untuk memasukkan vitamin, kau terlihat kurus dan pucat. Jadi kuputuskan untuk memberimu sedikit vitamin agar kau terlihat cerah dan sehat sesampai di Prague. Paling tidak, kau bisa membuat raja Bohemia terhibur ditengah kesedihan yang menimpa putranya."
Friederich selalu heran bagaimana doc bisa berbohong dengan begitu alami.
__ADS_1
"pangeran Heinrich? Apa yang terjadi dengan pangeran Heinrich?"
"dia tidak apa-apa, tidak usah dipikirkan, hanya sedikit tertembak. Berkat si bodoh yang cemburuan ini.." doc
nyengir, dia selalu terlihat senang setiap topik ini dibahas.
Apa?? Friederich cemburu?? Yang benar saja?? Diam-diam Elle melirik Friederich, pria itu terlihat kikuk, ia
menundukkan wajahnya yang memerah. Elle mendengus. Kenapa wajahnya memerah? Itu bukan urusanku.
"Tidak bisakah kita membicarakan hal lain yang tidak ada kaitan nya dengan Friederich?" Saat ini aku tidak mau
tahu apapun tentang Friederich.
Doc terperangah, pandangan nya berputar antara Elle yang cemberut dan Friederich yang syok. Kemudian ia memegangi mulutnya dan menahan tawa nya.
"Bagus. Kalian akan membuat perjalanan 10 jam ke Plzen tidak lagi membosankan."
Saat doc memberi kode dengan tangan nya Franka segera membuka kotak obat dan memberikan nya tiga tabung berisi cairan yang berbeda.
"apa itu?"
"vitamin." jawab doc singkat. Semakin sedikit jawaban, semakin baik.
Ini aneh. Kenapa doc terlihat lebih serius dari sebelumnya. Seingatku, dia sempat terlihat cemas dan tegang. Apa sakitku cukup berat? Sepertinya sakitku bukan demam biasa.. Friederich juga.. Dia terlihat sangat cemas dan gelisah. Lagi-lagi tanpa sadar aku memikirkan Friederich.. Friederich..Friederich dan Friederich terus.. Selalu saja begitu.. Padahal aku hanya ingin menjauh sebentar saja, paling tidak sampai aku bisa menata perasaan ku dengan sempurna.
"kenapa Leo? Kau pusing lagi?" tanya Friederich cemas. Tanpa pikir panjang ia memegang kepala Elle dan menoleh dengan tegang pada doc. Doc mengedip pelan, seolah memberinya kode.
"aku tidak apa-apa." dengan merengut Elle menarik tangan Friederich dari kepalanya dan meletakkan nya di sisi tempat tidur.
Seharusnya Elle melihat wajah sedih Friederich, sebelum akhirnya pria itu tertunduk kaku dan duduk di barisan
sofa yang ia pindahkan dari ruang tunggu.
"kau mau makan sesuatu milácěk? Franka akan membantu mu." tanya doc, berusaha mengalihkan kemuraman Elle.
"aku cuma mau tidur.." kalau bisa aku ingin sendiri saja.
"oke, Franka akan membantumu makan. Setelah itu aku baru mengijinkanmu untuk tidur."
Doc menarik Friederich pergi ke pintu kabin penumpang, sambil memberi perintah pada Franka untuk menyiapkan makanan untuk Elle dan membantunya makan.
"ingat sweetheart, kau tidak boleh tidur sebelum kau menghabiskan jatah makanmu." pesan doc sebelum menarik Friederich pergi.
"lepaskan aku.." Friederich menarik lengan nya, ia kesal karena doc telah menariknya pergi dari kabin penumpang.
"tenanglah Friederich, gadis itu hanya ingin sendiri saat ini. Beri dia waktu untuk berpikir dan menenangkan emosinya." doc memasukkan kedua tangan nya kedalam jas dokternya. Mereka berdua mengobrol di ruang tunggu dengan suara yang dipelankan.
"jangan meremehkan kemampuan nya untuk
bertahan hidup. Ingatlah 13 tahun yang lalu bagaimana segelintir wanita tetap bisa bertahan hidup dengan
membentuk kekebalan alami. Selalu ada peluang untuk itu."
"aku sudah menghubungi fasilitas pusat di Prague, aku meminta mereka untuk membawa vaksin yang Elleonora butuhkan ke Plzen. Kita hanya perlu membawanya ke Plzen. Setelah itu kalian bisa berbaikan kembali."
"entah apa ia bisa memaafkanku." Friederich tersenyum pahit.
"tentu saja dia akan memaafkanmu." doc menepuk pundak Friederich pelan. Dibalik senyuman sinisnya, doc adalah seorang teman yang perhatian.
"aku akan memikirkan suatu cara.." doc mengakhiri kalimatnya dengan senyuman sinisnya yang penuh makna.
"Friederich, kemari cepat!" tiba-tiba Viktor memanggilnya dari ruang operator.
Merasa panggilan itu penting, Friederich berlari ke dalam ruang operator dan duduk di kursi copilot. "ada pesan untukmu dari markas Weiden."
Friederich mengambil headphone yang diberikan Viktor untuknya, dan memasang nya. Dengan seksama ia mendengarkan setiap berita yang disampaikan melalui gelombang radio tertutup yang memiliki sandi tersendiri, tak akan bisa dilacak dan disadap.
"baik, aku mengerti." Friederich mengangguk.
Friederich mematikan radio dan meletakkan headphone nya. Viktor dan doc berdiri mengelilinginya dengan tatapan yang serius. Mereka semua ingin mengetahui berita penting apa yang disampaikan dari markas Weiden.
"ada berita penting dari Ridnik, ia mengabarkan berita buruk. Jalur capsulle di sepanjang Weiden sampai dengan Plzen telah disabotase. Ia juga mendeteksi keberadaan gagak hitam di berbagai tempat di sepanjang Weiden menuju Plzen. Mereka benar-benar telah bergerak."
”siapa Ridnik?” tanya Viktor. Nama itu tak pernah didengarnya.
”seorang teman, unit khusus misi rahasia yang ditugaskan di markas Weiden.” jawab doc.
Friderich mengambil blacksheet dari sakunya dan membukanya.
"kita harus mencari jalur lain menuju Plezen.” "Leo, tunjukkan peta jalur menuju Plzen."
Blacksheet memproyeksikan hologram peta menuju Plzen, lengkap dengan jalur capsulle, jalur darat yang hampir tidak pernah dipakai, bahkan demografi nya.
"kita akan merubah jalur, kita akan ke Regensburg, kemudian dari situ kita akan ke Zelezna. Setelah itu kita bisa mengambil jalur menuju Plzen." Friederich menunjuk beberapa titik penting di peta.
"waktu perjalanan jadi lebih lama, apa itu tidak akan berbahaya buat Elleonora?" tanya Viktor.
Friederich dan Viktor menoleh pada doc dengan bersamaan.
"selama Elleonora tetap stabil seperti sekarang, maka tidak ada yang perlu di khawatikan."
“Baiklah aku akan mengurus pemindahan jalur capsulle menuju Regensburg saat
__ADS_1
ini juga. Bersiap-siaplah, kita akan tiba disana 2 jam lagi.”
*****
Selama dua jam penantian menuju Regensberg Friederich tidak masuk lagi ke dalam kabin penumpang. Sesuai saran doc, ia membiarkan Elle sendirian. Sementara itu ia menghabiskan waktu dengan menyiapkan senjata-senjata yang mungkin saja ia perlukan di perjalanan mereka. Tidak seperti perjalanan dari blackforrest menuju Nuremberg, ia merasa perjalanan kali ini akan berbahaya.
Doc yang diam-diam memiliki kepribadian paranoid yang parah memutuskan untuk secara diam-diam memasukkan beberapa tabung obat-obatan yang diperukan Elle, lengkap dengan segala perlengkapan medis sederhana yang mungkin akan diperlukan, ke dalam ransel Friederich. Ia tahu, ransel berisi peralatan survivor dan amunisi itu akan
dipakai Friederich bila kemudian keadaan mengharuskan mereka untuk melanjutkan perjalanan tanpa
menggunakan capsulle. Tidak hanya itu, ia juga diam-diam menghubungi para bawahan nya di Plzen untuk menyiapkan diri seandainya mereka harus mengantarkan vaksin itu keluar dari Plzen.
Sementara Viktor tetap duduk di ruang operator, menyadap setiap gelombang komunikasi antar kesatuan yang mungkin berguna. Berkali-kali ia berusaha mencari berita tentang disabotase nya jalur capsulle menuju Plzen, tapi ia tak menemukan apapun, seolah tak ada sesuatu yang terjadi. Tapi bila berita itu datang dari pihak intelejen, maka Viktor tidak bisa menganggapnya sebagai berita bohong. Beberapa kali ia melihat ayahnya mendapatkan pesan dari sesama unit rahasia melalui blackheet nya, mereka memberi Friederich informasi mengenai gagak hitam
yang berhasil mereka identifikasi di beberapa tempat diluar Plzen dan Prague. Ia dan Friederich selalu yakin jumlah gagak hitam yang berkeliaran di berbagai kota dan markas di Czech lebih besar dari yang pernah mereka kira. Mereka seperti fenomena gunung es.
Sesampainya di terminal capsulle Regensberg, Friederich meminta ijin operator untuk melanjutkan perjalanan menuju Zelezna.
"mereka telah mendeteksi pergerakan gagak hitam di markas Regensburg"
"mereka pasti telah menyadap saluran radio operator capsulle. Hebat sekali." Viktor menggeram kesal.
"aku akan memberi tahu unit rahasia yang bertugas di Plzen. Kebocoran informasi ini harus dihentikan." ucap Friederich geram.
Friederich pergi ke ruang tunggu, menghubungi seseorang menggunakan blacksheet nya. Agar membuat percakapan ini menjadi privat ia memakai earphone yang tertanam di bagian dalam telinga nya. Tidak hanya sekali, ia melakukan beberapa panggilan secara berurutan. Setelah itu ia kembali ke ruang operator bersama doc dan Viktor yang menunggunya.
"para unit rahasia di seluruh Czech bergerak atas perintah langsung perdana menteri, target mereka adalah
mengeksekusi para gagak hitam di berbagai markas dan kota di sepanjang Stuttgart sampai dengan Plzen. Mereka ingin memastikan kita bisa membawa Leo dengan aman ke Plzen."
"Satu hal lagi.. "
"unit rahasia menemukan setidaknya sepuluh gagak hitam di Zelezna, dan sebelum mereka berhasil mengeksekusi ke sepuluhnya, mereka menyarankan kita untuk menunda kedatangan kita." Friederich menambahkan.
"ah..sial!!" Viktor memukul dinding ruang operator dengan geram.
"aku belum selesai. Berita buruknya tidakberhenti di situ."
"Viktor diamlah, kau merusak suasana menegangkan yang membuatku paranoid. Lanjutkan saja Friederich.. Aku yakin kau mau bilang kalau mereka menyabotase jalur capsulle menuju Zelezna."
"ha? Bagaimana kau tahu?" Friederich terperangah.
"selama kau menggosok dan memeriksa senapanmu seperti orang bodoh, aku sibuk mengkalkulasi dan memprediksi gerakan-gerakan mereka." doc tersenyum puas.
"jadi.. Kau juga pasti tahu apa yang harus kita lakukan selanjutnya.." Friederich tersenyum, menguji doc.
"tentu saja.. Dasar bodoh.." doc masihtersenyum dengan puas.
"apa?" tanya Viktor tidak sabar.
"keluar dari jalur capsulle dan memakai jalan darat sampai Zelezna dinyatakan steril."
"ya ampun.." Viktor menepuk kepalanya pelan. "Ini skenario yang terburuk.."
"ya, untuk generasimu.." Friederich terkekeh.
Jalan darat hampir tidak pernah digunakan selama 18 tahun terakhir, karena telah ditemukan nya alat tranportasi capsulle yang jauh lebih aman dan cepat.
"untuk generasi kami, jalur darat jauh lebih mengasyikkan.." doc terkekeh.
Selama setengah jam setelahnya mereka semua melakukan semua persiapan yang diperlukan. Doc memasukkan semua peralatan medis yang ia perlukan, juga obat-obatan Elle, ke dalam ransel besarnya. Ia mengganti kostum dokter nya dengan seragam hitam-hitam, seperti yang dipakai Friederich saat ini. Sebuah badge bintang merah
menempel di lengan atas nya, tampak mencolok di latar belakang kostum hitam nya.
Friederich menyiapkan seluruh senjata yang ia perlukan. Ia memeriksa kembali sepasang handgun otomatis yang selalu tergantung di sabuknya, juga memasang granat-granat kecil yang berdaya ledak besar berderet di sepanjang sabuknya. Terakhir, ia mengunci ransel pada tubuhnya sendiri. Ransel berisi peralatan survivor itu mungkin saja akan berguna.
Dari mereka bertiga hanya Viktor yang mengenakan seragam tentara biasa. Tidak seperti Friederich maupun doc, Viktor bukan anggota dari pasukan rahasia. Ia hanyalah prajurit biasa yang direkrut oleh Friederich untuk misi spesialnya. Ia tidak mengenakan ransel seperti mereka berdua, tapi sebuah senapan serbu dan sebuah senapan sniper tergantung di punggung nya, bersama dengan untaian magasin yang melingkar di pinggang nya.
Elle terlihat syok saat melihat doc dan Friederich memakai seragam hitam-hitam dengan senjata yang tergantung di
tubuh mereka. Kedua nya seperti mau pergi perang.
"apa yang terjadi?" tanya Elle keheranan. ” Kenapa kalian berdua mengenakan seragam hitam-hitam? Dan kenapa kalian membawa begitu banyak senjata?”
"kita akan keluar dari capsulle dan mengambil jalan darat. Sebaiknya kau bersiap-siap milácěk." Doc mengamankan selang di bahu Elle dengan gubatan plastik steril dan selotape antiseptik.
Elle memandangi Friederich dengan penuh ingin tahu. Ia menuntut jawaban darinya.
"doc benar, kita akan melalui jalan darat." dengan takut-takut Friederich menjawab nya. Ia berharap Elle akan berhenti bersikap dingin padanya.
Bukankah jalan darat tidak aman? Bukankah selalu ada ledakan-ledakan dan penyerangan di darat? Jika terjadi sesuatu maka aku tidak akan bisa berbuat apa-apa, aku bahkan terlalu lemah untuk berjalan lebih dari beberapa langkah.
"jangan takut Leo.. Aku akan menjagamu." Friederich tersenyum lembut saat melihat Elle yang ketakutan. Friederich mengangkat tangan nya ke atas kepala Elle, ia hampir saja akan mengelus kepalanya, tapi tiba-tiba saja ia menarik kembali tangan nya. Ia tak tahan bila harus mendapatkan penolakan lagi dari Elle.
"kami akan membawamu dengan selamat ke Prague.. Tenang saja"
__ADS_1