
Hanya sedetik kemudian gerbang yang tersegel itu tiba-tiba saja bergeser ke samping, membuka ruang bagi mereka semua untuk masuk. Mereka segera berlari, dengan terburu-buru dan hati-hati, menuju bangunan kecil yang terletak paling ujung dari komplek markas tersebut. Lagi-lagi pintu itu disegel, dan doc harus memasukkan kode authorisasi khusus yang dimiliki nya untuk membuka pintu tersebut. Setelah pintu terbuka mereka langsung dihadapkan pada sebuah lift yang kosong. Tanpa membuang waktu mereka semua memasuki lift, dan sedetik kemudian pintu lift tertutup dengan otomatis.
Elle menghela napas lega ketika lift bergerak turun dengan cepat hingga akhirnya berhenti di kedalaman 20 meter.
Ketika lift terbuka Viktor dan Franka keluar lebih dahulu, dengan senapan-senapan yang siap menembak.
Mereka harus memastikan tempat itu steril dari gagak hitam. Setelah merasa yakin bahwa tempat itu aman, barulah mereka memberi kode pada Friederich, Elledan doc untuk keluar dari lift.
Kali ini Friederich memimpin mereka, ia memimpin mereka semua berlari melalui lorong-lorong yang rumit dan persimpangan yang menyesatkan, hingga akhirnya mereka sampai di sebuah pintu besar yang disegel. Dengan kode khusus yang dimiliki nya Friederich membuka segel tersebut. Saat pintu itu terbuka mereka dihadapkan pada
persimpangan dengan pintu-pintu yang disegel.
"pintu pertama adalah gudang perlengkapan militer, pintu kedua adalah gudang persenjataan, dan pintu ketiga adalah tempat penyimpanan kendaraan militer yang dinonaktifkan." Friederich menjelaskan.
"aku akan membawa Elle ke gudang pertama, ia harus memakai pakaian yang lebih protektif untuk perjalanan kita. " "doc akan mengantar kalian memilih kendaraan dan persenjataan." ia menambahkan, sambil melirik pada doc yang mengangguk setuju.
Friederich menuntun Elle menuju pintu pertama. Setelah Friederich membuka segelnya mereka berdua segera masuk ke dalam ruang gudang penyimpanan perlengkapan militer.
Elle tercengang melihat betapa besarnya ruangan itu yang sesungguhnya, bertingkat-tingkat ke bawah, dengan tangga besi yang kuat di beberapa sudut. Ada lift barang kecil di beberapa sudut, untuk mengangkut perlengkapan dalam jumlah yang cukup banyak.
Friederich menuntun elle melewati rak-rak berisi ransel-ransel besar dan peralatan survivor, menuju rak berisi pakaian-pakaian dan sepatu. Kemudian ia menyuruh gadis itu untuk menunggu, sementara ia mencari pakaian yang ukuran nya yang sesuai. Setelah mencari-cari di rak pakaian selama beberapa lama akhirnya Friederich memberikan Elle setumpuk pakaian yang baru, masih tersegel oleh plastik steril, lengkap dengan keterangan ukuran lingkar tubuh.
"seharusnya ini semua cocok untuk ukuranmu, mungkin sedikit kepanjangan, tapi itu yang paling kecil. Gantilah bajumu mein schatz, aku akan menunggu disini.”
Elle mengganti bajunya dibalik rak besar berisi ransel-ransel besar yang terlihat berat. Friederich memberinya seragam tentara seperti yang dipakai oleh Viktor, yang diluar dugaan, terasa sangat pas di tubuhnya, hanya sedikit kepanjangan di bagian celana nya. Friederich juga memberinya sepatu boot, lengkap dengan kaus kaki. Sepatunya terlalu besar, tapi ia tidak mengeluh. Saat Elle berputar di depan Friederich untuk memamerkan penampilan baru nya, pria itu tersenyum puas.
__ADS_1
"thanks Friederich, ukuran nya pas sekali."
”hanya saja sepatu boot nya terlalu besar..” ia menambahkan.
Setelah itu Friederich memakaikan Elle sebuah rompi yang terbuat dari serat baja, rompi itu terasa berat, membuat kedua bahu Elle terasa pegal dan berat. Dan yang terakhir ia memakaikan nya mantel yang tebal.
"aku tahu pakaian ini terasa berat, bersabarlah sedikit Leo, aku terpaksa memakaikan ini demi kebaikan mu."
"aku tahu.. Tidak apa-apa.."
"umm, tapi mantel ini, apa perlu?" Rasanya aku akan kesulitan berjalan, dengan rompi dan mantel yang menempel di tubuhku.
"terowongan bawah tanah bisa sangat dingin. Suhu nya bisa sampai -4F. Tidak seperti markas bawah tanah yang memiliki sistem pemanas, terowongan bawah tanah tidak memiliki sistem pemanas, dan kadar oksigen disana bisa sangat rendah, jadi kita memerlukan oxygen maker."
Setelah menggulung rambutnya dan mengikatnya dengan tali kecil yang ia temukan di gudang, mereka berdua meninggalkan gudang perlengkapan, menuju gudang kendaraan. Friederich membawa lima buah ransel kecil yang tersambung dengan selang dan sungkup dari dalam gudang. Friederich menyebutnya sebagai oxygen maker. Seperti nya ransel itu berisi beberapa buah tabung kecil yang tersambung satu sama lain, dengan satu bukaan di ujung tabung yang berguna untuk menyedot udara yang tersedia di sekitarnya dan memperkaya nya dengan oksigen yang dihasilkan oleh tabung yang lain.
Elle menepiskan semua pikiran suram itu dan berkonsentrasi pada apa yang harus ia hadapi selanjutnya. Saat Elle memasuki gudang kendaraan militer, ia melihat doc sedang memeriksa beberapa motor trail, sementara Viktor dan Franka menyiapkan seluruh peralatan yang mereka butuhkan. Tak ingin mengganggu, Elle memilih untuk
menunggu sementara Friederich bergabung dengan mereka dan menyiapkan motor yang akan mereka kendarai.
Setelah Friederich memastikan motor yang akan mereka kendarai berada dalam kondisi yang optimal ia lalu mengambil helm dan oxygen maker untuk Elle dan dirinya. Ia memakaikan gadis itu helm, juga memasangkan oxygen maker di punggungnya, mengatur selangnya, kemudian mengaitkan sungkup di helm nya.Setelah itu ia membantu Elle naik ke atas motor yang akan mereka kendarai.
Setelah mereka semua siap diatas motor trailnya, doc membuka pintu lain dari gudang tersebut, yang terhubung dengan garasi yang terletak didalam komplek markas. Dalam hitungan ketiga mereka berempat mulai
menghidupkan motor trailnya. Setelah doc membukakan gerbang untuk mereka, mereka segera menghambur keluar dan melesat dengan sangat cepat, melewati dan melompati puing-puing reruntuhan semudah melompatinya dengan kedua kaki mereka sendiri.
__ADS_1
Elle menguatkan pegangan nya ketika Friederich menaikkan gas pada motor trailnya dan membuat motor itu melompat cukup tinggi dan mendarat dengan melambung diatas tanah yang keras, untuk kemudian melesat melewati Viktor yang tadi mendahului nya dan memposisikan diri dibelakang doc.
"dasar tukang pamer.." doc terkekeh.
Ia bisa mendengar suara doc sangat jelas, seolah pria itu berdiri disebelahnya, bukan nya berada diatas motor trail yang melaju cepat. Helm yang mereka gunakan terhubung dalam sistem komunikasi internal, yang memungkinkan
mereka untuk bisa saling berbicara tanpa harus terganggu oleh suara mesin trail yang berisik.
Elle berpegangan dengan kuat di pinggang Friederich, merasa tegang sekaligus exciting dengan petualangan
mereka kali ini. Rasanya ia tak keberatan bila harus melanjutkan sisa perjalanan mereka dengan motor trail, paling tidak ia bisa selalu memeluk Friederich seperti ini, sampai ketika para gagak hitam muncul dan menghadang
perjalanan mereka.
Sambil mengerem dan berbelok mereka semua mengacungkan senjata dengan satu tangan dan menembak secara serempak. Elle bisa melihat betapa bersemangatnya Friederich saat ini, ia menyeringai dari balik sungkupnya yang transparan. Ia menembakkan handgun nya tanpa ragu, membidik satu demi satu gagak hitam yang menghadang mereka dengan senapan-senapan serbu. Tapi kemudian Friederich menjalankan kembali motor trailnya dengan lebih cepat, meninggalkan doc, Viktor maupun Franka yang berusaha menahan mereka dan memberi Friederich kesempatan untuk membawa Elle sejauh mungkin.
"Friederich.. Di langit!" Elle tercekat kaget ketika ia melihat rudal melesat dengan cepat dilangit kota, mungkin akan meledak beberapa ratus meter dari mereka berada bila meriam anti roket tidak mencegahnya.
"pegangan dengan kuat dan merunduk serendah mungkin Leo!" Friederich mengintip dari spion nya yang bisa digerakkan dengan perintah suara, mencari tahu perkiraan lokasi jatuhnya rudal tersebut.
Elle menguatkan pegangan nya, dan ia merunduk. Ia melihat meriam anti roket telah berputar dari porosnya, dan mengunci targetnya. Friederich membelokkan motor nya secara tiba-tiba, melompati bongkahan besar puing-puing dan mendarat dengan mulus di balik sebuah bangunan besar. Disitu ia menghentikan motor trailnya, menurunkan Elle dengan satu ayunan yang kuat dan memeluknya dengan erat sambil menempelkan punggungnya ke balik bangunan.
Sebelum Elle benar-benar menyadari apa yang Friederich lakukan rudal itu meledak dengan kuat di udara, menghentakkan bangunan yang mereka jadikan tempat berlindung, dan meruntuhkan sebagian sisinya. Elle berteriak ketakutan, tapi Friederich membekap mulutnya dengan cepat, menghentikan histeria nya.
"jangan! Jangan panik sekarang leo! Masih ada selusin rudal lagi yang menuju ke arah kita, aku ingin kau tenang dan mempercayai aku!"
__ADS_1
Selusin??!!! Gila.. Ini gila..