Ich Liebe Dich, Leo!

Ich Liebe Dich, Leo!
Episode 30 Penyergapan di Terowongan Bawah Tanah Plzen


__ADS_3

Elle tak tahu kapan ia mulai tertidur, yang ia tahu, saat ia terbangun tahu-tahu Viktor menyuruhnya untuk diam dan tidak bergerak.


Ada apa ini? Apa gagak hitam? Mereka menyusul sampai ke dalam terowongan??


Elle mulai merasa ketakutan. Di kejauhan ia melihat Doc dan Friederich, mengintai dengan hati-hati dari balik pilar terowongan.


"Ada apa..?!" bisik Elle, sepelan mungkin.


"Gagak hitam.." desis Viktor. Ia bersiaga disamping Elle dengan senapan yang siap ditembakkan kapan saja.


"Radarku mendeteksi adanya tiga orang penyusup. Mereka mungkin mengendarai semacam ATV kecil yang dimodifikasi sehingga tidak mengeluarkan suara yang mencolok." bisik Doc pada Friederich.


"Mereka mengikuti diluar batas jangkauan radar, itu sebabnya sejak tadi kau tidak bisa menemukan jejaknya." Friederich menarik handgun nya.


"Friederich jangan ada tembakan! Suara motor kita saja sudah cukup untuk menggetarkan dinding terowongan dan mengganggu stabilitasnya. Suara tembakan hanya akan membuat dinding terowongan semakin tidak stabil."


"Apa kau mau kita terkubur hidup-hidup di dalam terowongan ini?" Doc menambahkan.


"Sial.." Friederich mendengus kesal, lalu memasukkan kembali handgun nya.


"Jadi kita harus melawan dengan tangan saja sementara mereka menembaki kita dengan senapan serbu?"


"Kau bisa menggunakan pisau mu. Lagipula mereka juga tidak bodoh Friederich.. Mereka pasti tidak akan menggunakan senapan bila tidak terdesak. Seantero Plzen tahu terowongan ini tidak stabil, dan hanya orang gila yang mau memasukinya."


"Dan kitalah orang gila itu.." Friederich mendengus lagi.


"Pokoknya, jangan ada tembakan!"


Doc dan Friederich berhenti bertengkar ketika mereka merasakan ada nya pergerakan di depan mereka.


Friederich menahan napasnya, menyembunyikan keberadaan nya dalam bayangan gelap dari pilar lorong saat seorang pria melangkah dengan hati-hati mendekat kearah mereka. Pria itu pasti melihat ketiga motor trail yang terparkir begitu saja di tengah lorong, dan mendekat untuk memeriksanya.


Saat pria itu telah berada di dalam jangkauan nya Friederich melompat keluar dari tempat persembunyian nya dan memiting pria itu dalam satu gerakan yang kuat. Sebelum pria itu bisa berteriak untuk meminta tolong Friederich segera mematahkan lehernya, dan menyeretnya kebalik pilar.


"Dua lagi.." desis nya sambil menyeringai senang.


Saat ia melihat seorang lagi berjalan dengan membawa senjata kearahnya, Friederich segera melompat keluar dari pilar, menendang senjata itu dari tangan pria itu hingga terjatuh, kemudian menendang pria itu dengan tendangan berputar hingga terjatuh. Dengan cepat Friederich menarik pisau bergerigi dari saku celana nya dan menusukkan nya ke leher korban nya.


"Satu lagi.." Friederich menyeringai senang.

__ADS_1


Menyadari kedua teman nya telah dieksekusi dengan mudah oleh Friederich, satu gagak hitam yang tersisa segera mengeluarkan senapan nya. Ia menembak ke arah Friederich beberapa kali.  Friederich yang terkejut segera melompat kebalik pilar, berlindung dari terjangan peluru yang hendak membunuhnya.


Friederich bergerak cepat, ia melemparkan pisau nya dan menancap tepat di lengan korban nya. Saat gagak hitam itu memekik kesakitan dan tanpa sengaja menjatuhkan senapan nya, Friederich segera menyerangnya. Ia memukul gagak hitam itu dengan keras hingga terjatuh. Tidak hanya sampai disitu, ia menjatuhkan dirinya diatas tubuh korban nya yang terjatuh. Dengan menitik beratkan beban nya di siku nya, ia menghentakkan siku nya tepat ke perut korban nya.


Pria itu berteriak kesakitan, ia berguling sambil memegangi perutnya. Elle tidak ingin membayangkan bagaimana rasanya dijatuhi beban seberat Friederich diatas perutnya. Saat Elle mengira Friederich akan meninggalkan korban nya yang kesakitan, ia salah. Dengan tanpa ampun Friederich mencabut pisau dari lengan korban nya dan menancapkan nya di dada korban nya.


"Selesai sudah.." Friederich menyeringai puas. Ia meninggalkan korban nya dan berjalan kembali ke arah Doc yang memandanginya dengan sebal.


"Jangan puas dulu Friederich, kita harus segera pergi dari terowongan ini sebelum dindingnya jadi semakin tidak stabil dan runtuh."


Doc dan Viktor segera menaiki motor mereka dan melaju secepat mungkin meninggalkan tempat itu, sementara Friederich menyusul dibelakang mereka. Ia harus memastikan Elle telah duduk dengan nyaman sebelum ia bisa melaju motornya dengan kecepatan penuh. Tidak butuh lama bagi Friederich hingga bisa melewati Viktor dan memposisikan diri tepat dibelakang Doc.


"Bukan salahku Doc.. Aku tidak menembak.." Friederich nyengir.


"Sudah tidak penting lagi sekarang. Yang penting segera meninggalkan terowongan ini secepat mungkin."


"Kita tidak tahu apakah masih ada gagak hitam lain selain mereka bertiga yang telah mengikuti kita ke dalam terowongan bawah tanah." ia menambahkan.


                                                                                    *****


 


Setelah berjam-jam meneruskan perjalanan melalui terowongan bawah tanah akhirnya mereka tiba di Zebrek. Doc membelokkan jalur mereka ke bawah sebuah puing-puing bangunan tua, bangunan kuno abad 15 yang hancur dan hanya menyisakan beberapa ruangan tak beratap yang rasanya bisa runtuh kapan saja. Begitu rapuh nya bangunan itu hingga Doc tidak perlu repot-repot menggunakan bahan peledak untuk membuka pintu terowongan, melainkan cukup dengan mendorongnya dengan punggung senapan saja.


Sebelum mereka benar-benar meninggalkan terowongan Doc memeriksa gps nya, memastikan dimana mereka berada. Setelah menentukan rute mereka berikutnya, Viktor memberanikan diri keluar lebih dulu, dengan mengendap-endap ia memutar pandangan nya ke berbagai arah, mencari jejak musuh disekitar bangunan tua tersebut.


"Steril.. Aku tidak menemukan tanda-tanda musuh." Viktor menjawab.


Doc keluar lebih dulu, baru kemudian Elle dan Friederich. Mereka menanggalkan masker dan oxygen maker yang mereka pakai dan berjalan dengan hati-hati kebalik semak-semak tebal tak jauh dari mereka berada. Mereka terpaksa meninggalkan motor trail mereka di dalam bunker, tidak ada gunanya lagi, motor itu telah kehabisan baterai.


"Aku sudah menghubungi dewan tertinggi keamanan dan meminta mereka membuka jalur capsulle dari bunker Zebrek menuju Prague." Friederich melepaskan mantel yang dipakai nya dan membuka blacksheet nya.  "Jalur itu sudah lama sekali tidak dipakai, rasanya sudah lebih dari 10 tahun lalu. Kita terpaksa mengambil resiko dengan


menggunakan jalur capsulle lama yang tidak stabil. Sepertinya tidak mudah memaksa mereka untuk membuka kembali jalur menuju Prague yang sudah lama sekali tidak dipakai.”


"Dan?" tanya Doc. Ia melakukan hal yang sama. Mantel itu hanya akan membatasi gerak mereka.


"Ia akan mengusahakan nya. Kubilang aku akan memastikan putra nya akan mendapat siksaan yang berat darimu bila ia tidak mau membuka jalurnya." Friederich nyengir.


"Anak dewan tertinggi keamanan? Dia bekerja di departemen ku? Oh ya.. Aku benar-benar lupa. Pria tua itu memaksaku untuk menerima putra kesayangan nya untuk bekerja dibawah departemen ku." Doc terkekeh.

__ADS_1


"Putra bos kalian bekerja di fasilitas Nuremberg?" tanya Elle. Sekali ini ia menyukai ide Friederich untuk mengintimidasi dewan keamanan tertinggi. Kalau mereka bisa mengendarai capsulle ke Prague maka Elle tak perlu ketakutan akan hujan rudal dan penyerangan-penyerangan lagi oleh gagak hitam.


"Tidak, dia bekerja di fasilitas pusat di Prague. Doc adalah kepala Departemen Teknologi Analisis Kesehatan di fasilitas pusat." Friederich membantu Elle membuka mantel nya.


"Jadi Doc bekerja di dua tempat? Di fasilitas cabang Nuremberg dan fasilitas pusat?" tanya Elle. Aku tidak tahu seseorang bisa memiliki pekerjaan ganda di bidang yang sama dengan cabang yang berbeda.


"Doc sangat serakah dengan pekerjaan nya." Friederich terkekeh. "Ia bekerja sebagai pemimpin Departemen Pengembangan Teknologi Analisis Kesehatan di fasilitas pusat dan fasilitas cabang Nuremberg." ia menambahkan.


"Mau bagaimana lagi? Mana bisa aku menyerahkan tanggung jawab sebesar itu pada sembarangan orang?" Doc


tersenyum puas.


"Apa Dewan Tertinggi Keamanan mau mendengarkan ancaman kalian?" "Maksudku, Dewan Tertinggi Keamanan pasti orang penting dalam pemerintahan, sebaliknya dia pasti bisa menekan kalian berdua dengan bebas." Elle menambahkan.


"Tentu saja dia akan mendengarkan." Doc menjawab dengan enteng.


"Siapapun tidak ingin berurusan dengan personel Unit Khusus Misi Rahasia, bukan karena mereka memiliki kekuasaan untuk melakukan apapun, tapi karena mereka tak lebih dari sekumpulan pria nekat yang tidak perduli dengan apapun, tidak kenal takut, dan akan benar-benar melakukan setiap ancaman yang mereka keluarkan."


"Singkatnya kami adalah sekumpulan orang brengsek yang akan melakukan apapun yang dibutuhkan demi  melakukan seluruh pekerjaan kotor negara." Doc menambahkan.


Tiba-tiba saja Friederich menerima sebuah panggilan di blacksheet nya, dan ia mengaktifkan earphone nya untuk mendengarkan.


"Kita mendapatkan capsulle nya." Friederich tersenyum penuh kemenangan sembari menutup blacksheet nya dengan bunyi flip yang pelan.


“Syukurlah... “ Elle menghela napas lega.


"Jadi ancaman kita berhasil rupanya.." Doc terkekeh, sambil membuka blacksheet nya dan mencari rute terpendek dan teraman menuju bunker Zebrak.


"Kita harus mencari jalur yang paling tidak terbuka Doc. Biarpun aku tidak mendeteksi adanya rudal yang mengarah ke Zebrek, bila mereka berhasil melihat kita di tempat terbuka, mereka mungkin saja memindahkan sasaran rudal mereka ke Zebrek." ucap Viktor, ikut mempelajari peta yang dikeluarkan dari hologram blacksheet Doc.


Bunker Zebrek berbeda dengan bunker lain karena letaknya yang tersembunyi dan tersamarkan, seperti bunker di Cesky Les yang tersamarkan dibalik rerumputan tinggi dan pepohonan pinus raksasa.


Elle menghela napas panjang, memandangi Doc dan Viktor yang sedang berdiskusi tentang rute mana yang sebaiknya mereka ambil untuk menuju ke bunker Zebrek.  Friederich duduk tepat disampingnya, dibawah naungan semak tebal yang menggesek kepala dan rambutnya. Saat kedua bahu mereka bersentuhan Elle merasakan rasa nyaman yang sangat menenangkan. Saat Friederich menggenggam jemarinya Elle merasakan jantungnya berdebar.


Elle menahan keinginan nya untuk memeluk Friederich dengan manja, memeluknya seperti yang ia inginkan.


Waktunya tidak tepat, situasi mereka masih mengkhawatirkan. Mereka tidak tahu apakah para gagak hitam itu masih berada diluar sana, menanti kami keluar, ataukah mereka telah menyerah..?


Selagi kami belum memasuki capsulle, kami belum bisa bernapas lega.

__ADS_1


__ADS_2