Ich Liebe Dich, Leo!

Ich Liebe Dich, Leo!
Episode 16 Perjalanan darat menuju Plezen


__ADS_3

Setelah doc selesai mengamankan selang di bahu Elle, dia meminta Franka untuk memberikan Elle pakaian yang telah ia siapkan untuknya. Setelah itu doc dan Friederich pergi meninggalkan Elle dan Franka di kabin penumpang. Di balik pintu kabin penumpang Friederich berdiri, mengawasi Franka memakaikan Elle mantel, topi dan sepatu. Mata nya menatap Franka dengan tajam, seolah ingin memastikan bahwa pria itu tidak akan melakukan suatu hal yang tidak pantas pada gadisnya.


Ketika mereka tiba di bungker Lohberg Friederich menghentikan capsulle. Viktor segera membuka segel pintu capsulle dan keluar lebih dulu untuk memastikan lift tersebut aman. Friederich menggendong Elle keluar dari capsulle, sementara doc menyusul di belakang mereka. Doc memerintahkan Franka untuk menjalankan capsulle sampai ke Zelezna untuk mengecoh para gagak hitam. Untuk menyempurnakan rencana nya, doc bahkan memberikan Franka sebuah mirofon pengubah suara. Dengan mikrofon itu suara nya akan terdengar seperti suara Friederich. Dengan demikian Franka bisa mengabarkan kepada operator bahwa mereka terpaksa berhenti di Lohberg karena harus mengambil persediaan selimut dan makanan.


Saat lift bergerak keatas dengan cepat semuanya terdiam. Viktor terlihat tegang, sementara Friederich dan doc terlihat lebih tenang. Sedangkan Elle.. Dia begitu ketakutan sampai hanya bisa diam dan mengepalkan kedua


tangan nya kuat-kuat. Ia takut memikirkan apa yang akan ia lihat di atas sana, apakah daratan sekalilagi dipenuhi oleh pasir-pasir panas? Elle tidak ingin berada dalam situasi yang sama ketika ia terlempar keatas markas stuttgart.


Tidak disaat tubuhnya sangat lemah dan tidak berdaya.


Apa lift nya masih lama? Sebenarnya kita berada di kedalaman berapa? Elle memandangi monitor kedalaman lift dengan mata mengantuk. "bungker Lohberg terletak di lereng perbukitan, jadi untuk sampai ke atas akan memakan waktu lebih lama. Mungkin kedalaman nya mencapai 150 meter." ucap Friederich, menjawab keingintahuan elle.


Elle hanya mengangguk pelan lalu membuang muka. Ia tidak melihat wajah Friederich yang seketika membeku dan terdiam. Pria itu terlihat sangat sedih, dan dia menutupi kesedihan itu dengan ekspresi wajah yang dingin. Ketika lift akhirnya terbuka Elle sudah tertidur kembali.


"dia benar-benar mengabaikanmu.." Viktor tersenyum pahit.


"aku pantas mendapatkan nya.." Suara nya terdengar putus asa.


Bunker Lohberg berukuran lebih kecil daripada bunker blackforrest, meski demikian, bunker ini memiliki garasi rahasia yang terletak di dalam gua alami yang ditutupi dengan semak belukar yang tebal. Setelah membuka pintu keluar bunker dan berjalan beberapa puluh meter ke dalam lereng bukit akhirnya mereka sampai di gua yang mereka cari.


Viktor menyibakkan semak belukar sesuai instruksi Friederich dan mencari tombol rahasia yang tertanam dibalik lapisan tanah di pinggiran gua. Setelah menggali dengan pisau ia menemukan sebuah tombol yang terlindungi oleh lapisan plastik tebal. Ketika Viktor menekan nya, sisi dalam dari gua membuka, menampakkan bagian lain dari gua yang digali dengan sengaja.


"masih sama seperti terakhir kutinggalkan.." gumam Friederich. Ia merasa seperti sedang bernostalgia dengan tempat ini.

__ADS_1


"kapan kau terakhir kesini?" tanya Viktor. Ia mencari-cari saklar lampu ditembok, yang ditemukan dengan mudah


oleh doc.


"15 tahun yang lalu." Friederich terkekeh.


Doc masuk lebih dulu, ia memandu Viktor dan Friederich melalui lorong pengap yang membawa mereka ke sebuah garasi. Di garasi besar itu terdapat sebuah kendaraan militer berwarna hijau gelap seukuran mobil. Lengkap dengan kamuflase dan lubang penembak.


"apa ini? Aku kira benda ini sudah tidak diproduksi lagi." Viktor mengelilingi kendaraan militer itu dengan kagum.


"M-ATV (Mine Resistant Ambush Protected - All Terrain Vehicle) mini. Kendaraan militer mini non massal  yang dibuat hanya untuk keperluan tertentu. Dulu setiap prajurit harus bisa mengoprasikan nya dengan baik, meski mereka mungkin tak pernah punya kesempatan untuk memakainya." Friederich terlihat senang.


"tapi semenjak mereka menggunakan capsulle sebagai alat transportasi militer massal, kita tidak pernah memakainyalagi." Friederich menambahkan.


Friederich membaringkan Elle di kursi belakang, kemudian ia mengikat tubuh Elle dengan seatbelt agar tidak terjatuh dan terguncang-guncang. Ia juga menambahkan selimut di beberapa tempat agar kursi itu jadi terasa lebih nyaman untuk nya.  Setelah mereka semua memasuki M-ATV Friederich lalu membuka pintu garasi dengan aktivasi suara. Seketika sebuah pintu seukuran mobil tersebut terbuka ke samping, membelah lereng bukit dan membuat pepohonan dan bebatuan yang telah mengisi lereng itu selama 15 tahun terakhir bergeser dan berjatuhan.


Friederich membawa mereka menyusuri jalur darat yang tidak biasa, jalur offroad yang dulu sering digunakan para prajurit militer untuk melatih keterampilan mereka mengendarai M-ATV. Doc berkali-kali membuka peta di blacksheetnya, memastikan Friederich telah mengambil jalur yang benar, sementara Viktor terlihat sangat pucat.


"kau kelihatan mau muntah.. Ini pasti pengalaman pertamamu." doc terkekeh.


"Friederich.. Tidak bisakah kau menyetir dengan lebih tenang lagi?! Kau mau aku muntah di dalam?!!"


Friederich terkekeh. Ia dan doc telah terbiasa dengan medan yang buruk dan berbatu seperti ini, sampai mereka sampai di titik kebal.

__ADS_1


Doc membuka salahsatu kantung lipat di dalam dinding interior M-ATV dan mengeluarkan sebuah pil kecil.


"hisap saja, jangan dikunyah. Ini sudah 15 tahun, tapi sepertinya masih bagus." doc tersenyum jahil.


"hei..hei..hei..! Bagaimana kalau obat ini sudah jelek?! Bagaimana kalau aku keracunan obat ini?!" Viktor kelihatan panik.


Doc tersenyum penuh arti, membuat viktor semakin terintimidasi.


"tenang saja. Aku selalu menyimpan berbagai antidotum di ranselku kok.."


Friederich tertawa, ia melirik Viktor yang panik dari kaca spion yang lebar.


Dengan nekat Viktor memasukkan obat itu ke dalam mulutnya dan menghisapnya, terasa sedikit pahit tapi didominasi oleh rasa manis yang tidak alami. Setelah ia menunggu selama sepuluh menit yang menegangkan, alih-alih merasakan gejala keracunan, semua gejala mabuk perjalanan yang dirasakan nya hilang sama sekali.


"wow.. Aku merasa sehat kembali. Obatnya masih manjur walau sudah 15 tahun." Viktor terlihat heran, meski ia senang karena tubuhnya terasa segar kembali.


"hehe.. Kau beruntung nak.." doc terkekeh.


"Apa ada yang benar-benar keracunan setelah makan obat setua itu?"


"ada. Si bodoh ini." doc menunjuk Friederich dengan telunjuknya. Friederich terkekeh mengiyakan.


"bagaimana bisa??" Viktor mentertawakan Friederich.

__ADS_1


"dia makan obat muntah berumur 10 tahun, dan merasakan gejala keracunan nya 3 jam kemudian."


Friederich dan doc tertawa terbahak-bahak berbarengan, sementara Viktor langsung diam dan pucat pasi.


__ADS_2