
"kau yakin tidak apa-apa milácěk?" doc memeriksa panel suhu tubuh dan heart rate Elle untuk yang kedua kalinya.
Elle menggeleng, ia tersenyum lemah. "aku hanya sakit kepala.. Sakit sekali.." Elle memegangi kepalanya.
Yang aku butuhkan hanyalah tidur.. Yang aku butuhkan hanyalah waktu untuk sendiri..
"kau terlihat pucat.." doc menghela napasnya. "baiklah aku akan memberimu pil sakit kepala dan obat tidur. Sebaiknya kau makan bersamaan saja. Untuk kakimu, sudah sembuh sempurna sekarang. Aku sudah melakukan sedikit traksi dan rehabilitasi, dan mengolesinya salep anti sakit dan anti radang. Tapi aku tetap menyarankan mu untuk tidak banyak berjalan, paling tidak selama satu hari." doc memberinya tube kecil berisi dua buah obat kecil.
Friederich hampir saja akan menggendong Elle, tapi gadis itu mundur selangkah.
"umm.. Doc sudah menyediakan kursi roda untukku." tanpa memandang wajah Friederich Elle menolak nya.
Setelah itu kedua nya melewatkan perjalanan dari ruang pemeriksaan menuju kamar Elle dalam kebisuan. Elle sama sekali membisu, dengan ekspresi sedih yang kosong, sementara Friederich terlihat sangat bersalah. Friederich mendorong kursi roda sampai ke pintu kamar, saat Friederich hendak menemani Elle ke dalam, Elle menahan Friederich dengan tangan nya.
"bisakah kau tidak usah ke kamarku? Aku ingin sendirian.." masih tanpa memandang wajah Friederich ia menolak nya sekali lagi.
"Leo.." Friederich terlihat kebingungan dan serba salah. Saat ia berusaha meraih lengan Elle, gadis itu menarik
lengan nya. Dan tanpa mengucapkan apa-apa, ia memunggungi Friederich dan menutup pintunya dari dalam.
"Leo.. Maafkan aku.." bisiknya, menyesal.
Ia tahu Elle tak mungkin bisa mendengar permintaan maafnya. Oleh sebab itu selama beberapa lama Friederich hanya bisa diam dan memandangi pintu kamar itu dengan wajah yang penuh sesal. Sesekali ia akan memegangi
dadanya yang terasa sakit, kemudian menggeram kesal.
Elle berlari ke kamar mandi, ia memuntahkan isi perutnya ke dalam kloset, dan terbatuk setelahnya. Ia muntah selama beberapa kali lagi sampai akhirnya tak ada lagi yang tersisa untuk dimuntahkan. Setelah itu ia membasuh wajahnya di washtafel dan menyalakan keran air dingin. Tanpa membuka gaun indah nya ia masuk ke dalam bathtube dan merendam tubuhnya. Beberapa kali ia menenggelamkan kepalanya, berharap dingin nya air akan mendinginkan kepala dan hatinya.
Aku kira Friederich menyukaiku.. Aku kira semua foto-foto itu mengartikan lain.. Aku hampir saja mengira Friederich mencintaiku, sama seperti aku mencintainya. Tapi kemudian..
Elle mengulang kembali kata-kata Friederich di kepalanya, semakin diulang, semakin iamerasa terpuruk dan menyedihkan. Aku merasa sangat bodoh.. Aku sudah mempermalukan diriku sendiri dengan berharap bisa membuat Friederich jatuh cinta padaku. Dan sekarang yang bisa kurasakan hanyalah kesedihan, kekosongan dan kekecewaan.
__ADS_1
Elle menahan tangisnya, menahan isakan nya. Ia menelan seluruh kesedihan nya, ia tak ingin menangis dan terpuruk dengan menyedihkan. Ia ingin tetap tegar dan kuat, sekuat batu karang. Tapi semakin ia menahan dirinya sendiri untuk tidak menangis, semakin kepalanya terasa sakit. Semakin ia menelan kesedihan nya, semakin dadanya terasa sakit. Ini adalah sebuah harga yang harus ia bayar untuk ketegaran nya.
Elle tak ingat sudah berapa lama ia berendam di bathtube, mungkin satu atau dua jam. Atau lebih? Tidak penting.. Yang pasti, cukup lama karena seluruh jemarinya keriput sekarang. Dengan menahan dingin ia melepaskan seluruh gaun nya yang basah dan memakai kimono handuk yang tersedia di rak kamar mandi. Kemudian ia meminum kedua tablet kecil yang doc berikan padanya dan segera tertidur sebelum ia menyadarinya.
Elle terbangun 6 jam kemudian dengan tubuh yang menggigil kedinginan. Ia menoleh ke arah pintu, dan menemukan sepiring muffin dan scramble egg di meja. Elle tidak perlu menebak siapa yang telah menaruhnya, ia yakin Friederich yang telah menaruhnya, sewaktu ia masih tertidur pulas.
Rasanya aku tidak ingin melihat Friederich selama satu atau dua hari. Mungkin ke Prague bersama pangeran Heinrich bisa jadi alternatif pilihan untuk menghindari Friederich. Aku yakin aku bisa meminta agar pangeran
mengaturkan perjalanan untuk kami berdua. Paling tidak kami jadi tidak harus selalu bersama, aku bisa menyibukkan diri mendengarkan pangeran Heinrich bicara sementara Friederich mengawasi dari jarak 3 meter.
Elle menaikkan selimutnya sampai ke atas kepala. Ia terlalu mengantuk dan kedinginan untuk melakukan apapun, seluruh tubuhnya menggigil dan kepalanya sakit. Aku mau tidur lagi saja.. Sebentar lagi saja.. Nanti juga menggigilnya hilang..
"ah, dia sudah terbangun! Doc, Elleonora sudah bangun!"
Hm?? Viktor? Kenapa pandanganku terasa kabur?
Doc hampir berlari, ia memandangi Elle dengan cemas. Ia memeriksa panel suhu di telapak tangan Elle dan sekali lagi memeriksa nadi nya.
"doc?.." kenapa suaraku berubah serak?
Doc terlihat kesal ketika Elle memejamkan matanya dan tertidur kembali. Elle berada di ruang perawatan khusus saat ini, bersama dengan doc, Viktor dan Friederich yang terlihat berantakan. Beberapa jam yang lalu Friederich menggendongnya dengan berlari ke ruang pemeriksaan. Ia benar-benar panik ketika menemukan Elle menggigil kedinginan, sementara seluruh tubuhnya panas.
Friederich duduk di sofa dengan kepala tertunduk kaku. Ia terlalu stress dan kacau untuk melakukan apapun.
"sebenarnya Elleonora sakit apa?" tanya Viktor. Awalnya Viktor mengira hanya flu biasa, tapi Friederich tidak akan
terlihat sepanik itu seandainya sakit Elle tidak parah.
"meningitis viral.."
"aku menemukan tanda infeksi virus di dalam darah nya. Untuk memastikan jenis virusnya, aku sudah mengambil sample darah dan cairan meningen nya. Aku masih menunggu hasil identifikasi virusnya. Seharusnya Franka melaporkan nya sebentar lagi." doc melirik ke gelang ID sekaligus penanda waktu yang melingkar di pergelangan
__ADS_1
tangan kiri nya.
Viktor menepuk pundak ayahnya, berharap bisa menenangkan kegelisahan dan ketegangan nya sedikit. Tapi Friederich terlalu larut dalam ketegangan nya, pikiran nya dipenuhi kekalutan dan penyesalan. Tiba-tiba saja blacksheet Doc berbunyi. Ia segera mengambilnya dari saku jas putihnya, dan membukanya.
"Franka, bagaimana?" doc mendengarkan laporan dari Franka melalui earphone yang ditanam di bagian dalam telinga nya.
"apa?! sial..!" doc menutup blacksheetnya dan menghentikan panggilan. Sekali itu ia terlihat sangat kesal dan tegang. Friederich memandangi doc, ia mengamati perubahan ekspresi doc yang tiba-tiba. Rasanya sesuatu yang
lebih buruk akan terjadi.
"Friederich, kita harus mengevakuasi Elleonora ke Prague secepatnya. Kami telah menemukan virus LCMV 4B tipe 2 di dalam darah dan cairan meningen nya."
"apa..?!" Friederich membeku, ia terlihat sangat syok. Wajahnya pucat pasi dan ia memandangi doc dengan ekspresi yang tidak percaya.
"bersiap-siaplah Friederich, aku akan menghubungi anak buahku untuk menyiapkan segala sesuatu nya." Sebelum viktor ataupun friederich bisa bertanya lebih banyak, doc pergi meninggalkan mereka berdua dengan tergesa-gesa. Sembari berjalan ia membuka blacksheet nya dan menghubungi Franka dan pihak fasilitas pusat di prague.
"Friederich..? Kau tahu sesuatu tentang virus ini?" Tanya Viktor.
""Tod der weiblichen", atau "Death of the female". Kau ingat istilah itu?" Friederich menarik napas panjang, dadanya terasa sangat sakit, sangat sakit.
Viktor mengangguk. Tak ada orang di negeri ini yang tidak mengenal istilah itu.
"13 tahun lalu terjadi perang biologis antara Czech dan Germania. Sementara kita mengirimkan virus yang membunuh dan merusak genetik sehingga menimbulkan kematian dan kecacatan, mereka mengirimkan virus yang hanya membunuh wanita. Virus itu adalah LCMV 4B tipe 2, atau disebut juga Lymphocytic Chorio Meningitis Virus
sintetik. Virus itu hanya akan aktif bila mereka bereplikasi dengan kromosom XX."
"selama 2 tahun lebih dari 90% wanita di Czech tewas, sedangkan sisanya membentuk kekebalan berkat vaksin yang berhasil dihasilkan."
"aku tahu cerita selebihnya, di sekolah cerita ini selalu diulang-ulang." viktor menggeram kesal. "bukankah seharusnya virus itu telah hilang sejak 8 tahun yang lalu?"
"para gagak hitam yang menyamar sebagai pengawal pangeran, mungkin mereka yang telah membawa virus itu. Tidak seperti para wanita di Prague, Leo tidak memiliki kekebalan terhadap virus ini."
__ADS_1
"oleh karena itu kita harus segera membawa Leo ke Prague untuk mendapatkan vaksin nya." Friederich mencium jemari Elle, ia mencium nya dengan sepenuh hati, sebelum berbisik di telinga nya.
"bertahanlah Leo.. Kami akan menolongmu."