
"apa tidak apa-apa bersantai seperti ini..?"
Matahari mulai menghangat, tapi Friederich belum beranjak dari tepian danau. Ia sedang menjemur diri dibalik
batu, sementara Viktor mengeringkan baju mereka berdua dengan laundry cupboard di dalam bunker. Keduanya baru saja menyelesaikan dua set lomba berenang di danau, dengan Friederich pemenangnya. Doc pergi tak lama setelah lomba itu berakhir, ia kembali ke dalam bunker untuk menyiapkan segala sesuatu sebelum melanjutkan perjalanan.
"tenang saja.. Doc sudah menyebar ranjau dalam radius 5 km, juga sudah memasang radar dan gps.. Kita masih punya waktu 1 jam lagi untuk bersantai, sebelum melanjutkan perjalan ke Zelezna." Ia berdiri di tepi danau, menikmati segarnya bau air yang terbawa oleh angin. Dua buah perban kecil menempel di lengan atas kanan dan kaki kiri nya, sedikit noda darah yang mulai pudar mewarnai kedua perban nya. Elle bisa menebak, pastilah itu
luka-luka yang ia dapat dari serangan para gagak hitam kemarin. Kali ini Elle tidak perlu mengkhawatirkan nya, karena ia yakin doc pasti sudah merawat luka itu dengan sangat baik.
Elle melemparkan pandangan nya ke atas permukaan danau yang tenang, kemudian menatap iri pada Friederich. Entah kapan ia akan memiliki kesempatan untuk mendatangi danau ini lagi dan menikmati keindahan alam nya yang tak bisa iaungkapkan. Danau biru tenang yang dikelilingi oleh pinus raksasa berbenalu. Kelopak-kelopak putih beriak diatas permukaan nya, terbawa oleh angin lembut. Sesekali ikan atau kura-kura akan menyembulkan kepalanya, dan menghilang di kedalaman. Bebungaan kecil yang hidup di tanah rendah senantiasa bergoyang, menikmati tiupan angin yang berhembus perlahan.
Sayang sekali manusia harus meninggalkan seluruh kedamaian dan keindahan ini dan hidup di dalam bunker yang dingin.
Friederich melempar dirinya ke samping Elle, duduk dengan nyaman dan membiarkan sinar mentari yang hangat membuat kulitnya sedikit memerah. Ia tersenyum puas dan merentangkan kedua tangan nya. Rasanya sudah lama sekali Elle tidak melihat Friederich sesenang ini.
"kau terlihat sedikit lelah.. Mau bersandar padaku?" Friederich tersenyum lembut padanya.
Wajah Elle merona, senyuman itu lagi-lagi mempesona nya.
Dengan perlahan ia menyandarkan punggung nya di dada dan bahu Friederich. Dada telanjang itu sudah tidak lagi basah, juga tidak lagi lembab, melainkan hangat dan nyaman. Elle memejamkan matanya, menikmati kenyamanan dalam kebisuan dan ketenangan, sementara kedua tangan Friederich bergerak perlahan, mengunci nya dalam sebuah pelukan yang lembut.
Dada Elle berdebar kuat, seolah ia bisa merasakan sinkronisasi dari jantung Friederich yang juga berdebar kuat. Keharuman hutan dan mint yang khas memenuhi penciuman nya, seperti juga harum musim semi yang manis yang memenuhi penciuman Friederich, membius mereka berdua kedalam sebuah dimensi yang hanya dihuni oleh mereka berdua.
Elle memandangi kedua tangan Friederich yang mengunci nya dengan kuat, kedua tangan itu terlihat sangat kokoh dan protektif.
Rasanya akan sebahagia apakah aku, seandainya kami bisa bersama sebagai satu pasangan? Tidak hanya sebagai individu yang saling mencintai tapi tidak bisa bersama. Tidak kah Friederich bisa mengerti, bagiku dialah pria yang terbaik.. meski seisi dunia mengatakan sebaliknya, meski seisi dunia mengatakan bahwa kau tak pantas
untukku... Bagiku kau adalah yang paling pantas untukku..
Ini menyakitkan untukku...
Tanpa sadar Elle berusaha melepaskan cengkeraman Friederich, tapi pria itu, tak sedikitpun mengendurkan nya. Alih-alih, ia malah memeluk Elle makin erat.
”Friederich...”
”biarkan aku memeluk mu seperti yang aku mau, biarkan aku mencintai mu sebanyak yang aku inginkan, biarkan aku melakukan apa yang aku inginkan dengan dirimu..” bisiknya di telinga Elle.
Elle menahan napasnya, pelukan ini, bisikan ini, juga bau harum tubuhnya, semua itu membuatnya hampir meledak. Entah apakah Friederich juga merasakan hal yang sama, karena kemudian napasnya pun terpatah, seperti napasnya. Seolah dikendalikan oleh kekuatan alam, atau alam bawah sadar mereka yang saling bersinkronisasi dengan cinta, dengan perlahan Elle mendekatkan wajahnya, seperti juga Friederich mendekatkan wajahnya. Seperti sihir, kemudian mereka saling berciuman, saling menggenggam dan saling menahan napas.
Elle tak pernah merasa begitu terbuai sebelumnya, oleh sentuhan, oleh pelukan, oleh keharuman hutan dan mint yang begitu kuat, juga oleh ciuman yang terasa begitu indah.
Cengkeraman tangan Friederich yang kuat, genggaman nya yang hangat, bibirnya yang bergerak dengan terkendali, semua itu terlalu indah untuk segera berakhir. Rasanya Elle rela menukar apapun, hanya agar ia bisa terus terbuai oleh kebahagiaan ini.
Elle memejamkan matanya, seperti Friederich juga melakukan nya.. Tidak melakukan apapun, hanya tersenyum dan menikmati setiap aroma yang memenuhi pikiran mereka. Hidung mereka yang saling bersentuhan, tubuh
mereka yang saling memanggil seperti magnet, dan kedua tangan mereka yang saling menggenggam, semua itu terlalu berharga untuk dilepaskan.
” ich liebe dich Leo.. ” bisiknya, "i love you.."
”Friederich.. aku..” sebelum Elle bisa meneruskan kata-katanya pria itu membungkam nya dengan sebuah ciuman.
”aku..”
Friederich tak sekalipun membiarkan kalimat cinta terucap dari bibir Elle. Setiap kali gadis itu akan membalas ungkapan cinta Friederich, pria itu membungkam nya dengan ciuman, lagi dan lagi.
Apa kau benar-benar tidak ingin aku mengucapkan nya..? Kenapa kau harus membungkam setiap ucapan cinta ku dengan ciuman mu? Tidakkah kau tahu bahwa itu menyiksaku?
”jangan mencintaiku... jangan schatz.. Sebaliknya, biarkan aku mencintaimu. Biarkan aku mencintaimu seperti yang
kuinginkan..”
”dan biarkan aku mencium mu seperti yang kuinginkan..” bisiknya kemudian.
”kau... kau benar-benar.. egois...” bisik Elle dengan suara yang bergetar menahan tangis.
Kau bodoh Friederich.. kau sangat bodoh.. Mana mungkin aku bisa menghentikan diriku sendiri untuk mencintaimu
bila kau mencintaiku sebesar ini? Mana mungkin aku bisa berhenti mencintaimu bila kebahagiaan terbesarku adalah dicintai olehmu..? Aku, selamanya, tak akan bisa berhenti mencintaimu..
__ADS_1
*****
Seperti yang sudah mereka rencanakan, hampir satu jam kemudian Friederich dan Viktor mengepak barang mereka ke dalam M-ATV yang sudah semalaman batrainya diisi ulang. Doc menyempatkan diri untuk memasukkan serangkaian vitamin dan immunomodulator ke dalam selang di bahu Elle sebelum akhirnya Friederich menggendong gadis itu masuk ke dalam M-ATV dan memasang sabuk pengaman di seluruh tubuhnya.
Sementara doc berkeliling untuk mengambil kembali semua ranjau yang ia tebar dalam radius 5 km, Friederich berdiri di tepi pintu M-ATV, menemani Elle. Sedangkan Viktor sibuk dengan motor trail yang berhasil di kuasai nya, ia sedang memastikan benda itu berada dalam keadaan yang sempurna untuk membawa nya pergi dari hutan ini, menuju tujuan mereka berikutnya, Zelezna. Kali ini ia tidak akan mengendarai M-ATV bersama Elleonora, doc dan Friederich, tapi ia akan mengendarai motor trail.
Setelah ciuman-ciuman itu Elle merasa hubungan mereka berada satu tahap lebih jauh, tapi juga satu tahap lebih menyakitkan. Ia merasa sangat bahagia tapi juga menderita di saat yang sama. Saat mereka berdua hanya terdiam seperti ini, hati mereka bicara. Apa yang hati mereka berdua sampaikan, lebih dari apa yang bisa mereka sampaikan dengan fungsi lingual otak mereka. Semua itu terlalu indah, terlalu intens, dan terlalu membahagiakan,
juga menyedihkan disaat yang sama.
Elle merasa sangat berdebar-debar ketika Friederich meraih jemari nya, menyentuh dan membelai nya, dan merasa ingin menangis ketika pria itu mencium jemarinya. Wajah nya memerah dan panas, begitu juga dengan wajah Friederich, tapi mereka berdua tak perduli.. keduanya terlalu tenggelam dalam cinta, seperti tengah berdansa di
tengah-tengah taman kecil yang dipenuhi dengan bunga.
Tanpa sadar kedua nya mendesah kecewa saat doc kembali. Friederich terlihat enggan menarik tangan nya, dan Elle terlihat enggan membiarkan tangan besar yang hangat dan kokoh itu pergi darinya. Tapi saat doc memberi mereka tanda dengan anggukan kepala nya, mereka tahu, mereka harus menunda keromantisan ini, mereka harus menunda keintiman yang sederhana ini dan melanjutkan perjalanan.
Hanya setengah jam setelah memulai perjalanan Elle tertidur, dan segera setelah itu, Friederich menaikkan
kecepatan M-ATV nya, membuat kendaraan itu berguncang lebih keras.
“Zelezna sudah aman ?” tanya doc, memastikan sekali lagi.
"sudah steril. Mereka akan menjemput kita di perbatasan kota."
"mereka akan menyiapkan paramedis juga." Friederich menambahkan.
"kurasa Elleonora tidak lagi membutuhkan vaksin itu.." doc tersenyum.
"benarkah..??" Friederich terlihat sangat lega.
"lihatlah kondisi nya hari ini, panas nya turun, kaku kuduk nya hilang, ia bahkan bisa duduk dan tertawa dengan penuh semangat."
"kalian bahkan bisa berciuman.." doc menambahkan, sambil terkekeh. Seketika wajah Friederich memerah.
“tidakkah ini membuat mu sakit kepala, secara psikologis? Kau mencintai nya hanya untuk melepaskan nya bersama pria lain..” doc tersenyum.
”untunglah, aku seorang masokis...” kelakar Friederich.
”ya benar.. untung lah kau masokis.. jadi seandainya Elleonora kelak menemukan pria baru, kau tidak akan bunuh diri karena sakit hati.” doc terkekeh.
”sialan kau..!” Friederich menggeram kesal.
Butuh 5 jam bagi rombongan Friederich untuk meneruskan perjalanan menembus hutan Cesky Les menuju Zelezna. Sesuai janji yang diutarakan oleh salah satu pasukan unit rahasia yang bertugas untuk mengeksekusi para gagak hitam di Zelezna, sepasukan tentara dan satu regu paramedik telah menunggu mereka di perbatasan Zelezna, berjaga-jaga seandainya mereka harus memberikan pertolongan darurat untuk Elle.Mereka semua akan mengiringi kendaraan yang dikendarain Friederich dari perbatasan sampai menuju kota Zelezna
Derap langkah kaki para tentara yang menghentak beton membuat Elle terbangun. Ia berjengit saat melihat sepasukan tentara yang berlari kecil di sisi kanan dan kiri, bahkan di depan dan dibelakang mereka, membentuk barikade hidup.
"selamat datang di Zelezna milácěk.." doc terkekeh.
"mereka hanya akan mengawal kita memasuki kota, kau tenang saja Leo.." Friederich terkekeh.
"apa kita akan masuk ke markas Zelezna ?" tanya Elle.
"tidak, kita akan masuk ke kota Zelezna dan menaiki capsulle menuju Plzen." Friederich menoleh padanya dan tersenyum.
"pangeran Heinrich sudah menantimu di Plzen, kudengar dia menyiapkan sebuah pesta penyambutan yang istimewa untukmu." doc nyengir jahil.
"BISAKAH KITA TIDAK MEMBAHAS SI BERENGSEK ITU?!!!"
Elle nyaris melompat kaget ketika tiba-tiba saja Friederich membentak doc. Pria itu terlihat seperti mau meledak.
Doc tertawa terbahak-bahak, sementara Friederich memelototi nya dengan kesal. Selama hampir satu jam sebelum mereka tiba di Zelezna doc mulai membahas ulang topik tentang pangeran Heinrich, dan terus saja mengulang-ulang cerita itu sampai mereka tiba di perbatasan. Semua cerita doc membuat Friederich hampir gila.
Friederich menggeram kesal, ia tahu sia-sia saja mengintimidasi doc. Ia meremas stir kuat-kuat dan tiba-tiba saja menekan klakson mobil.
"hei!! Bisakah kalian berlari lebih cepat?!!" ia mengeluarkan kepala nya dari jendela M-ATV dan berteriak ke
arah barisan para tentara yang berlari tepat di depan M-ATV.
__ADS_1
Sontak teriakan Friederich membuat para prajurit yang berlari di depan M-ATV kaget, mereka menoleh dengan keheranan. Tapi saat mereka melihat wajah kesal Friederich yang mengerikan, mereka mulai merinding ketakutan dan berlari lebih cepat.
Elle cuma bisa menggelengkan kepala nya setelah melihat friederich memaksa sebaris tentara yang berada di depan M-ATV untuk berlari lebih cepat. Pria itu bahkan tidak segan-segan untuk menubrukkan hidung M-ATV nya pada mereka yang tertinggal dan memaksa mereka untuk meninggalkan barisan. Mau tidak mau, seluruh barikade
hidup tentara yang mengelilingin mereka harus ikut berlari lebih cepat. Ia bisa melihat wajah para prajurit yang
berlari di kedua sisi kendaraan, tak berdaya dan terlihat menderita.
"kenapa mereka tidak menaiki M-ATV saja, atau jeep, atau semacam nya? Atau mereka bisa menaiki motor seperti yang dinaiki viktor." tanya Elle, ia kasihan dengan dengan mereka.
"karena di Zelezna tidak ada gudang penyimpanan peralatan militer. Zelezna hanyalah sebuah kota kecil, dan jarang sekali mendapatkan serangan, oleh karena itu, pihak militer tidak menempatkan gudang penyimpanan nya ditempat ini." doc menjelaskan. Itu sebabnya, alih-alih melakukan barikade dengan kendaraan militer mereka membuat barikade dengan barisan tentara. Hanya itu yang bisa mereka lakukan untuk mengamankan perjalanan Elle menuju kota Zelezna.
Seperti yang doc bilang, Zelezna benar-benar kota kecil, dengan jalanan dari beton kecil yang ditumbuhi rerumputan dan bunga putih di tepi kanan kiri nya. Ada banyak rumah-rumah tradisional kuno yang sederhana,
dengan cat berwarna putih dan dilengkapi dengan taman-taman kecil. Elle bahkan bisa meliha anak-anak berlarian di halaman dan menonton rombongan mereka yang melalui depan rumah mereka dengan keheranan.
"Friederich, rumah-rumah itu.. Mereka sangat indah. Apa rumah itu juga bisa masuk ke dalam tanah seperti di Nuremberg?"
"tidak. Itu hanya rumah-rumah biasa. Di Zelezna sebagian besar warganya tinggal diatas tanah, di rumah-rumah mereka, tapi seluruh fasilitas pemerintah berada di dalam tanah. Kota kecil ini jarang sekali mendapat serangan rudal atau roket, jadi mereka leluasa untuk tinggal diatas tanah."
"ini sangat menyenangkan.." Kota kecil ini bisa menjadi daerah wisata yang indah..
Friederich menghentikan M-ATV di sebuah bangunan modern, yang terlihat sangat berbeda dengan bangunan tradisional yang mengelilinginya. Friederich menggendong Elle turun, dan tidak mengizinkan nya untuk turun meski Elle merasa sudah cukup kuat untuk bisa berjalan sendiri. Para tentara bergerak lebih dulu, menjaga pintu untuk mereka. Setelah itu barulah mereka berjalan dengan terburu-buru ke dalam bangunan tersebut. Doc membukakan lift untuk mereka, setelah pintu terbuka Friederich dan doc segera masuk, disusul oleh Viktor kemudian.
Tak beberapa lama pintu lift terbuka kembali dan mereka semua segera masuk ke dalam capsulle yang pintu nya dijaga oleh beberapa tentara. Setelah Viktor menyegel pintu capsulle Friederich menurunkan Elle di sofa dan pergi ke ruang operator, sementara doc melemparkan dirinya ke sofa dan tertidur. Viktor menyusul Friederich ke ruang operator setelah meletakkan seluruh senjata yang tadi tergantung di punggung nya, dan tak lama kemudian Friederich kembali ke ruang tunggu menemani Elle.
Dengan santai Friederich duduk di lantai, tepat di hadapan Elle, yang kini berbaring di sofa. Friederich memakaikan sebuah selimut diatas tubuh Elle, sementara menggunakan selimut yang lain sebagai bantal di bawah kepala Elle.
"nyaman schatz?" tanya Friederich dengan lembut. Elle mengangguk, sangat bahagia.
"sebaiknya kau istirahat, kita akan sampai di Plzen dalam 6 jam." Friederich menepiskan sedikit rambut nakal yang menghalangi wajah Elle yang cantik.
"kau juga.. Kau juga pasti sangat lelah." kau terlihat lelah.. Aku yakin kau lebih membutuhkan istirahat
daripada aku.
Friederich menggeleng, sambil tersenyum lebar.
"aku pernah mengalami yang jauh lebih melelahkan dari ini.. Kalau kantung mataku belum seukuran kepalan tangan, itu artinya aku masih baik-baik saja."
"aku ingin dengar cerita-cerita mu, petualangan apa saja yang sudah kau lakukan selama ini.. Yang membentuk mu jadi sekuat sekarang.." aku ingin dengar semua nya, setiap cerita seru, cerita gembira, menyedihkan, bahkan yang membosankan sekalipun.
"mungkin lain kali Leo.. Sebagian besar diantara nya bukan cerita indah. Tak banyak cerita indah yang bisa kau alami bila hidup di tengah-tengah peperangan yang telah berlangsung seumur hidupmu.." Friederich menghela napas panjang.
Wajah Elle seketika berubah, ia terlihat menyesal sudah bertanya.
"kaulah..cerita indahku..mein schatz" Friederich mengakhiri kalimatnya dengan ciuman manis di jemari Elle. Sebuah senyuman bahagia mengembang di wajahnya, seolah ia benar-benar merasa diberkati.
"Friederich.."
Rasanya Elle tak bisa menyelesaikan kalimatnya tanpa berakhir dengan menangis. Wajahnya memerah dan dada nya berdebar kuat. Tiap kali Friederich mengucapkan kalimat yang indah, aku selalu ingin menangis, selalu merasa sangat bahagia.
"Beristirahatlah Leo." Friederich mengakhiri pembicaraan mereka. Ia mencium dahi Elle dengan lembut sebelum benar-benar mengakhiri pembicaraan mereka. "selamat tidur schatz.. "
"ich liebe dich Leo.." bisiknya.
I love you too Friederich..
schatz = sweetheart
mein schatz = my sweetheart
Ich liebe dich = I love you
__ADS_1