Ich Liebe Dich, Leo!

Ich Liebe Dich, Leo!
Episode 18 Segelas coklat hangat di Cesky Lés


__ADS_3

Apa ini...? Kenapa aku mencium harum pinus..?


Masih dengan mata terpejam Elle menarik napas panjang. Hhm... Bau pinus yang sangat menyegarkan.. Bau tanah lembab, rumput basah.. Dan roti harum..


Elle mengerjap-erjapkan matanya, sinar mentari pagi yang ia tangkap dengan kedua matanya terasa terlalu intens. Tapi keharuman alami yang diciumnya terlalu sayang untuk diabaikan begitu saja.


Dimana ini? Dunia para peri?? Elle mengucek kedua matanya dan memastikan kembali pandangan nya.


"kau sudah bangun Leo...? Ayo biar kugendong kau keluar. Udara pagi yang segar sangat baik untuk kesehatanmu." tanpa menunggu persetujuan Elle, Friederich menggendongnya keluar dari M-ATV.  Untuk pertama kalinya Elle terpesona oleh keindahan alam yang menakjubkan, sebuah hutan luar biasa yang membuatnya merasa sangat exciting hingga rasanya ia ingin melompat dari pelukan Friederich dan berlari seperti anak kecil.


"dimana ini..??" ia menahan napasnya.


"selamat datang di Cesky Lés... Atau disebut juga Bohemian Forrest.."


Kebahagiaan Elle membuat Friederich sangat gembira. Semenjak hubungan keduanya memburuk sampai dengan pagi ini ia merasakan ketegangan dan kegelisahan yang membuatnya merasakan berbagai nyeri psikosomatis, tapi ketika ia melihat gadisnya terlihat bahagia, semua itu seolah menguap begitu saja.


Hutan apa ini..? Ini seperti hutan para peri.. Pepohonan pinus raksasa.., bebungaan benalu yang menempel liar diatas batang pohon raksasa, yang membentuk jaring bebungaan di atas kepala-kepala kami.. Suara kicau burung jauh diatas dedaunan yang tinggi.. Apa aku masih berada di bumi??


Friederich membaringkan Elle diatas selimut yang telah ia bentangkan diatas rerumputan hutan. Bebungaan kecil bergoyang ringan saat udara pagi berhembus lembut di kaki mereka. Elle menjulurkan lengan nya, memetik bebungaan kecil berkelopak empat itu dan merangkainya.


"tempat ini sangat indah.. Seperti..hutan peri.."


Viktor terkekeh dengan komentar Elle, dan doc yang sedang menghangatkan kopi, tersenyum. Sementara  Friederich, bahkan tak mampu mengalihkan pandangan nya dari Elle. Setiap gerakan jemarinya, tarikan napasnya, kerlingan matanya, bahkan debar jantungnya, semua itu tidak luput dari perhatian nya.


"ya.. Memang sangat indah.." desahnya. Kali ini ia jelas-jelas memuja Elle, bukan nya memuji keindahan alam Cesky Lés.


Lagi-lagi pandangan yang membakar jiwa.. Bagaimana aku bisa bertahan untuk tidak lagi membuka hatiku padamu? Semua perhatianmu akan membuat wanita manapun luluh karenanya.. Kau.. Kau sungguh-sungguh egois..


"makanlah roti hangat ini milácěk.." doc meletakkan roti harum berbalut alumunium foil diatas selimut. Ada secangkir coklat hangat juga diatas rumput. Saat Elle meraihnya, ada beberapa helai kelopak bunga putih benalu melayang ringan diatas permukaan coklatnya, membuat ia merasa sayang untuk meminumnya.


"minum saja Leo.. Aku bisa mengambilkan lebih banyak kelopak segar kalau kau mau.." Friederich tersenyum


lembut.


Lagi-lagi.. Kau seolah selalu bisa mengetahui apa yang kupikirkan, kau bahkan bisa menjawabnya sebelum aku menanyakan nya. Apa semua itu tertulis begitu jelas di wajahku? Atau hati kita berdua yang tanpa sengaja terikat tanpa kita sadari sekuat apa..?


Elle menelan semua pertanyaan itu seiring dengan coklat yang meleleh di kerongkongan nya. Dan ketika ia menggigit roti hangat nya seketika aura piknik membuatnya lupa kalau mereka sedang dalam misi. Ia tak bisa

__ADS_1


menahan senyum nya saat melihat mereka bertiga yang menikmati pagi dengan caranya masing-masing.  Friederich yang menikmati kopi panas nya dengan cara yang sangat masokis, kemudian terkekeh setelah nya, menikmati uap panas yang mendesis diantara giginya. Doc yang mencelupkan roti hangat nya kedalam kopi panas


nya, dengan sabar menunggu kopi itu cukup dingin untuk bisa melalui kerongkongan nya tanpa harus membakarnya.  Dan Viktor yang memandangi M-ATV dengan terkagum, mengelilingi dan mengamati berbagai


detailnya sembari makan roti. Segelas coklat hangat ia letakkan diatas kap nya. Saat ia sadar lelehan coklat mengotori permukaan nya, tanpa pikir panjang ia mengelap lelehan itu dengan lengan bajunya.


"apa kau sudah merasa baikan?" Friederich meraba dahi Elle. Ia terlihat kecewa setelahnya, masih sepanas sebelumnya.


Elle mengangguk. Sebenarnya ia sudah merasa jauh lebih baik, setidaknya ia sudah bisa merasakan enaknya roti hangat itu di lidahnya yang sempat mati rasa.


"doc sudah memasukkan obat beberapa kali sewaktu kau masih tidur. Setelah kita sampai di Plzen kau pasti akan segera sembuh." Friederich membelai rambut Elle sekarang.


Elle harus memalingkan wajahnya, bila tidak Friederich akan mengetahui kalau wajahnya memerah.


"setelah sembuh apa aku boleh pulang?"  Aku yakin pulang adalah satu satunya cara untuk melarikan diri dari situasi ini.


Friederich terdiam, ia menelan ludah dan memaksakan diri tersenyum. "kami akan membawamu ke Prague, setelah itu.. Ya, kau boleh pulang.." ada getir dalam suara nya yang berat.


Saat suasana baru saja terasa sangat damai dan menenangkan, tiba-tiba saja sebuah alarm berbunyi, arahnya dari saku baju doc. Doc mengeluarkan blacksheetnya dan mematikan alarmnya.


Seketika wajah ketiganya berubah serius. Viktor mengambil senapan serbu dari dalam M-ATV dan membuka kunci nya. Ia mengeluarkan senapan sniper, melemparkan nya pada doc dan ditangkapnya dengan sempurna.


"berapa orang?" tanya Friederich. Ia meminum kopi panas nya untuk yang terakhir sebelum berdiri dan membawa Elle kembali ke dalam M-ATV.


"10 orang." doc menenggak kopi nya yang sudah hangat, lalu mengunyah roti terakhirnya.


"hei..hei.. Apa maksud kalian..?" oh-oh, aku mulai cemas sekarang..


"gagak hitam sudah menemukan kita, milácěk." doc tersenyum tanpa beban.


"tenanglah Leo, semua akan baik-baik saja.. Kami akan menjagamu."


Elle mengamati radar dan gps di layar panel M-ATV dengan berdebar-debar. Ia bisa membaca radar itu tanpa Friederich harus membacakan nya. Ia melihat sepuluh titik bergerak yang kemudian berpencar ke beberapa arah mata angin, berusaha mengepung mereka dari berbagai arah. Elle mengalihkan pandangan nya ke layar gps, dari sini semua terlihat lebih jelas. Mereka berpakaian hijau tua, mengendarai semacam motor trail. Dan senapan-senapan tergantung di punggung mereka.


"hoho.. Ada pengkhianat di bagian penyimpanan kendaraan militer ternyata.." doc mengetuk layar gps nya, menunjuk motor trail itu dengan jarinya.


"ah.. Aku sudah hampir 16 tahun tidak pernah melihat benda itu. Masih terawat dengan baik.." Friederich menganguminya.

__ADS_1


"hei.. Kendaraan apa lagi itu? Kereen..." Viktor terlihat berbinar-binar.


"kau mau? Coba saja ambil satu dari mereka.Setelah itu, tidak usah kau kembalikan ke bagian penyimpanan kendaraan militer, simpan saja.." Friederich terkekeh.


"kau punya rencana doc?" Friederich nyengir. Ia membuka kunci kedua handgun otomatisnya dengan fingerprint, memeriksa pelurunya dan menyarungkan nya lagi di sabuknya.


"selain ide bodohmu untuk melakukan konfrontasi langsung, ya, tentu saja." doc tersenyum sinis. Ia


menggantungkan senapan sniper nya di punggung, kemudian mengambil senapan serbu dan memeriksanya.


"oke.. Kita gunakan rencanamu." Friederich mengiyakan rencana itu bahkan sebelum doc memberitahu detailnya.


Friederich memacu M-ATV nya dengan kencang, melewati akar-akar pohon pinus raksasa dan tanah lembab, membuat kendaraah itu terguncang dengan kuat ke berbagai arah. Sementara doc terus mengamati pergerakan


musuh yang semakin dekat. Pemilihan kendaraan yang tepat dengan medan membuat mereka bisa bergerak lebih cepat.


Sesampainya di tengah hutan Friederich berbelok ke sebuah cekungan besar akar pohon pinus raksasa,


kemudian ia memarkirkan M-ATV di tempat itu. Tanpa komando, Viktor berlari keluar, bersiaga dengan senapan terulur. Matanya berputar liar mencari jejak musuh.


Doc lalu keluar dari M-ATV, memasukkan beberapa bungkus roti yang terlihat kosong, melapisnya dengan aluminium foil dan memasukkan nya ke dalam microwave. Ia masih memiliki puluhan bungkus di tangan


nya, menunggu untuk dihangatkan. Elle terkesima melihat bagaimana bungkus-bungkus roti yang kelihatan kempes itu berubah menjadi roti segar yang hangat. Sepertinya bungkus itu berisi adonan roti yang di buat sedemikian rupa sehingga terawetkan dengan baik dan dapat dipanggang dengan cepat di microwave.


Friederich keluar terakhir, mengambil dua buah kantong tidur dari kantung penyimpanan di dalam M-ATV.


Tak beberapa lama doc dan Friederich berhasil mengisi dua kantung tidur dengan belasan roti panas dan


selimut yang juga dihangatkan. Rencana doc adalah membuat dua dummy Elle untuk memecah kekuatan musuh sehingga lebih mudah di jatuhkan. Friederich memberikan satu kantung tidur pada Viktor dan satu lagi pada doc. Doc bersikeras untuk mengisi kantung tersebut dengan benda-benda panas untuk meyakinkan musuhnya


bila seandainya mereka melacak menggunakan sensor panas.


Friederich dan doc mengenakan ransel mereka dan mengunci nya, memastikan badge mereka tetap ditempatnya dan memastikan senjata mereka siap tembak kapan saja. Setelah itu Friederich menggendong Elle keluar dan membiarkan Viktor merapikan terpal kamuflase diatas M-ATV. Elle terkesima bagaimana terpal itu bisa menghasilkan ilusi optik yang berhasil membuat kendaraan tersebut menjadi sama sekali tersamarkan, berwarna seperti apa yang ada di sekitarnya, seperti bunglon.


"kita bertemu di Certovo Jezero sebelum senja."


"Viktor cek blacksheetmu bila kau bingung arah. Aku sudah mengirim petanya. Terus kabari aku dimana posisimu."

__ADS_1


__ADS_2