
"bangunlah schatz.. Sebentar lagi kita sampai.."
Suara bisikan Friederich yang merdu membuatku semakin tak ingin membuka mata. Rasanya aku ingin dengar bisikan itu lagi dan lagi..
Elle tersenyum, sangat bahagia. Dengan malas ia membuka mata nya, dan terkejut saat menemukan doc, memandangi nya sambil tersenyum jahil.
Doc????!! Ia bisa merasakan wajahnya memerah malu sekarang.
Elle segera duduk, menoleh ke berbagai arah untuk mencari Friederich. Samar-samar terdengarlah suara Friederich dari ruang operator, sedang mengkonfirmasi kedatangan mereka pada operator.
Jadi itu tadi suara doc..? Jadi itu benar-benar bukan suara Friederich..? Elle menghela napas kecewa, ia berharap Friederich benar-benar membangunkan nya dengan bisikan yang merdu di telinga nya.
"kau kelihatan kecewa milácěk.." doc terkekeh.
Wajah Elle memerah, dan ia merengut sekarang.
"oke, lain kali akan kuminta si bodoh itu saja yang membangunkan mu.. Dan kalian bisa melanjutkan ciuman-ciuman panas kalian.." doc nyengir.
"ah, Leo kau sudah bangun.. Baguslah. Capsulle akan berhenti dalam 5 menit, bersiap-siaplah.." Friederich muncul dari balik pintu ruang operator dengan berseri-seri. Ia merasa sangat lega karena akhirnya mereka bisa mencapai Plzen tanpa ada masalah lagi.
"kau mau tahu sesuatu yang lucu Friederich?" doc tiba-tiba berdiri dan menghampirinya.
"gadis mu baru saja salah mengira. Dia mengira kaulah yang membangunkan nya.. Seharusnya kau lihat bagaimana wajah nya tadi.. Benar-benar wajah yang meminta untuk dicium.." doc terkekeh.
Wajah Friederich memerah, ia memandangi Elle yang sudah seperti udang rebus, kemudian memandangi doc dengan sebal.
”aku tidak seperti itu..” gumam Elle tidak jelas, sambil menunduk malu.
”kenapa? Kau bilang apa?” Friederich duduk di samping Elle sekarang, menanti capsulle berhenti secara otomatis.
”kubilang, aku tidak seperti itu..” Elle mengeraskan suara nya sedikit, menunduk malu.
”berwajah seperti ingin dicium maksudmu?” Friederich terkekeh dengan wajah yang sedikit memerah. Ketika ia melihat Elle yang melotot padanya ia terkekeh makin keras.
Dengan sengaja Elle menarik selimut yang ia gunakan sebagai bantal dan memukulkan nya ke kepala Friederich. Friederich tertawa dan membiarkan Elle memukulkan selimut itu berkali-kali hingga selimut itu berantakan. Saat selimut itu terulur ke bawah dan menutupi kepala nya, dengan satu gerakan yang cepat Friederich menarik Elle ke dalam selimut dan mencium nya. Tubuh Elle membeku, sentuhan bibir itu, sentuhan tangan itu, membuat seluruh tubuhnya terasa panas sekaligus dingin seperti es. Hanya sebuah kecupan ringan, tapi sangat indah, sangat berarti dan sangat dinanti.
” ich liebe dich Leo..“ bisiknya perlahan.
Dengan cepat Friederich menarik sentuhan nya, menarik jemarinya, juga bibirnya, meninggalkan Elle yang masih membeku dibawah naungan selimut yang terurai diatas kepalanya. Wajah Friederich terlihat memerah, dan ia
terlihat sangat bahagia, memandangi Elle yang ternaungi oleh selimut kemudian menepuk kepala nya dengan perlahan.
Tak ada lagi yang tersisa.. tak ada lagi yang tersisa dari diriku untuk mencintai orang lain selain dirimu. Tak ada lagi kata-kata yang tersisa dari mulutku selain kata cinta. Tak ada kata-kata yang sangat ingin kuucapkan selain
kalimat cinta yang bahkan tak ingin kau dengar. Rasanya aku ingin menghentikan waktu, menghentikan capsulle ini dan membawa kami berdua dalam dimensi tanpa waktu. Semua ini, kecupan-kecupan ini, rasanya tidak akan pernah cukup.. tidak akan pernah cukup..
Ketika capsulle akhirnya berhenti Viktor segera membuka segel pintu capsulle. Friederich menggendong Elle yang baru selesai melipat seluruh selimut yang tadi digunakan nya dengan berseri-seri, kemudian berjalan keluar dari pintu capsulle dan melangkah masuk ke terminal capsulle. Doc dan Viktor berjalan di belakang mereka berdua, dengan masih menenteng ransel dan senjata-senjata. Di terminal capsulle sudah menunggu para tentara bersenjata lengkap, menjaga terminal capsulle sekaligus menyambut kedatangan mereka. Friederich dan doc hanya mengangguk sedikit ketika para tentara itu memberi nya hormat dengan tegang dan kaku, kemudian memasuki lift tanpa berkata apa-apa. Di belakangnya Viktor mengikuti langkah mereka berdua, memasuki lift dalam diam.
Ketika pintu lift dibuka Elle dikejutkan oleh ribuan kelopak mawar pink yang berjatuhan diatas kepala mereka sesaat setelah mereka menginjakkan kaki di dalam fasilitas. Sejauh mata memandang, ruangan itu dipenuhi dengan
dekorasi bebungaan dan emas. Elle menahan napasnya, ia menahan diri untuk tidak melompat turun dari pelukan Friederich dan berlari seperti anak kecil yang kegirangan. Hujan kelopak bunga adalah hal paling romantis yang pernah dialaminya seumur hidupnya.
"ohh.. Friederich.. Ini indah sekali.." ketika Elle mengulurkan kedua telapak tangan nya, kelopak-kelopak pink yang
cantik itu menari di udara dan jatuh di dalam telapak tangan nya.
__ADS_1
Sementara Elle masih terpesona dengan hujan elopak bunga yang membuatnya merasa di alam mimpi, doc melirik dan menahan tawanya saat menemukan wajah Friederich yang memerah, marah. Seharusnya Elle bisa
merasakan seluruh otot-otot Friederich yang mengeras kaku, sayang gadis itu terlalu terlena.
"apa kau suka dengan kejutan ini, lady Elleonora..?" seorang pria tampan bersuara merdu, sang pangeran yang sangat mempesona, pangeran Heinrich, muncul dari balik pintu yang berdekorasi bunga. Di tangan nya ia memegang satu buket besar mawar pink yang indah.
"pangeran Heinrich..?" Elle selalu heran bagaimana wajah innocent itu selalu bisa membuat kedua pipi nya merona lembut.
Friederich terlihat syock ketika melihat perubahan di wajah Elle, ia melihat kedua pipi yang manis itu merona lembut. Viktor dan doc saling berpandangan dalam diam selama beberapa saat, sebelum akhirnya memposisikan diri di samping kiri dan kanan Friederich, menjaganya agar tidak kalap dan berusaha menembak pangeran dengan membabi buta.
Dari belakang sang pangeran, beberapa orang pengawalnya bermunculan, berdiri di sisi kanan dan kiri nya, menjaganya dengan ketat. Kemudian dari balik deretan pengawal yang membuat ruangan terlihat sempit, muncullah para pria berseragam putih. Mereka mengenakan seragam fasilitas yang sama seperti yang dipakai Franka dan kedua asisten doc. Mereka membawa sebuah kursi roda yang telah dipersiapkan untuk Elle.
"kau suka lady Elleonora?" tanya pangeran heinrich sekali lagi, ia duduk diatas kursi roda yang telah disiapkan oleh
pengawalnya untuknya.
"ini..berlebihan.. Tapi, ya, ini indah.." Elle tak bisa menahan diri untuk tidak terpesona pada buket bunga besar yang diberikan pangeran Heinrich untuknya.
Dengan enggan Friederich menurunkan Elle dan mendudukkan nya diatas kursi roda yang telah dipersiapkan untuknya, meski darahnya menggelegak marah, mengamuk bukan lah pilihan yang bijak saat ini. Elle bisa melihat dari sudut mata nya, mata penuh kemarahan yang tertahan yang menatap lurus pada sang pangeran. Dan saat Elle menoleh pada pangeran Heinrich, pria itu terlihat tegang. Ia yakin pangeran Heinrich bisa memahami pesan
permusuhan yang Friederich sampaikan melalui matanya
Elle menghela napas lega saat petugas berpakaian putih mulai mendorong kursi roda nya. Semakin lama mereka berdiam diri disini, semakin besar kemungkinan Friederich akan kehilangan kendali. Seorang pengawal
mendorong kursi roda pangeran tepat disamping Elle, menyusuri lorong yang dihiasi dengan pita keemasan dan bebungaan. Sementara Friederic, doc dan Viktor mengikuti mereka dari belakang.
Friederich terdiam. Matanya tak henti-henti nya mengawasi Elle. Setiap desah napas nya, kerling mata nya, gerak jemari nya, senyuman senang nya. Semua itu membuat nya tenang, tapi meracuni nya dengan kecemburuan disaat yang sama. Ia memandangi buket bunga besar yang dipeluk Elle dengan gembira. Kemudian ia memandangi punggung pangeran Heinrich, yang duduk diatas kursi roda tepat di samping Elle. Setelah itu ia memandangi seluruh dekorasi bunga yang memanjang di seantero lorong fasilitas. Friederich menghela napas dengan lesu..
"aku dengar kau tertembak pangeran.." Elle membuka pembicaraan mereka.
tertembaknya pangeran.
"ya lady Elleonora.. Aku sangat beruntung, meski lukaku cukup parah, aku masih bertahan hidup. Siapa kira para pengawalku adalah gagak hitam yang berusaha membunuhmu.. " ia menyentuh luka tembak di perutnya dengan telapak tangan nya, hanya agar Elle tahu, disanalah letak luka nya.
Ditembak di perut? Seingat ku doc bilang pangeran Heinrich hanya sedikit tertembak.. Kurasa bukan cuma Friederich yang memiliki kebencian tersendiri dengan pangeran heinrich...
"aku dengar kau sakit parah lady Elleonora.."
”Aku.. Aku memang sakit, tapi kurasa tidak begitu parah..”
"mereka bilang kau terinfeksi virus mematikan itu.. Mereka bilang kemungkinan besar kau tidak akan selamat.., tapi.. Lihatlah, kau terlihat sehat.. Kau..kau selamat.." pangeran Heinrich terlihat sangat lega.
"aku benar-benar merasa bersyukur.." ia menambahkan.
Virus..?? Aku tidak akan selamat?? Apa maksudnya..??
Seketika Elle menoleh ke belakang, memandangi ke 3 pria tinggi yang berjalan 3 meter dibelakang nya dengan tatapan penuh selidik. Tapi ketiga pria itu cuma nyengir, dengan bersamaan. Mereka jelas-jelas telah
menyembunyikan hal ini dengan sengaja darinya.
Awas kalian.. Kalian benar-benar telah menyembunyikan sesuatu dariku..
"aku merasa bersalah dan ikut bertanggung jawab atas sakit nya dirimu.."
"tidak usah pangeran Heinrich.. Ada yang lebih bertanggung jawab untuk itu." ia mengerling tajam pada ketiga pria
__ADS_1
tinggi yang berjalan 3 meter dibelakang nya, nyengir seolah mereka tidak melakukan apa-apa.
Apa lagi..? Apa lagi yang mereka sembunyikan dariku? Apa lagi yang Friederich sembunyikan dariku? Aku akan membuatnya mengatakan semua nya dengan jelas.
Pangeran Heinrich mengantar Elle ke dalam kamar perawatan nya yang telah dihias dengan indah oleh bebungaan yang berwarna lembut. Wajah Elle yang terkesima melihat dekorasi kamar perawatan nya membuat Friederich terlihat seperti pria yang patah hati. Doc menahan tawa nya saat ia melihat Friederich terlihat syok, sementara Viktor menyimpan baik-baik cengiran lebar nya, reaksi ayah nya benar-benar membuatnya ingin tertawa.
"kau suka, lady Elleonora..?" pangeran mengerling padanya. Matanya yang indah menatapnya penuh pemujaan. Elle tersenyum.. Tanpa bisa ia kendalikan, kedua pipinya merona manis.
Oh..sial.. Ada apa denganku..? Kenapa aku merasa malu? Elle mengerling pada Friederich, pria itu menatapnya sekarang, tanpa ekspresi.
Friederich.. Dia melihat nya... dia melihat wajahku yang memerah. Oh tidak.. Friederich pasti sangat kesal sekarang. Dia pasti kecewa padaku..
Sebelum pangeran Heinrich bisa menetap lebih lama lagi doc memutuskan untuk mengusirnya pergi, dengan cara yang halus. Doc tahu bagaimana cara nya bersikap di depan seorang aristokrat, meski ia membenci nya, dan bahkan mungkin merencanakan sebuah pembunuhan di belakangnya. Elle menghela napas lega ketika pangeran mempesona itu akhirnya kembali ke ruang perawatan nya sendiri, satu blok dari ruang perawatan Elle. Rasanya ia tak pernah bisa menandingi pesona pangeran itu, yang selalu berusaha mendominasi percakapan dan
memaksanya menjadi pendengar yang baik.
”Pesta penyambutan yang luar biasa...” Viktor nyengir lebar, matanya menatap Elle dan Friederich dengan bergantian.
”pangeran itu tahu betul bagaimana caranya menghamburkan uang kerajaan demi seorang wanita..” Viktor menambahkan, saat memandangi dekorasi bunga yang menjuntai di sudut-sudut ruangan yang berbentuk
segienam.
”ya, semua ini bunga-bunga mahal yang hanya tumbuh di Prague.” doc tersenyum, tapi matanya melirik Friederich dengan tajam.
Friederich terlihat tidak perduli, ia diam dan bersandar di dinding. Matanya berputar ke seluruh ruangan, memandangi dekorasi yang membuat kedua mata nya sakit. Sementara doc pergi ke pojok ruangan, menghubungi seseorang melalui blacksheetnya.
"Friederich.." panggil Elle. Ia tahu pria itu sedang merasa kesal dan tidak tenang. Elle merasa bersalah, kadang
tubuhnya bereaksi lebih spontan dari yang bisa dikendalikan oleh otaknya.
"aku akan memeriksa sistem keamanan blok perawatan ini. Viktor dan doc akan menemanimu disini.” Sebelum Elle bisa mencegahnya pria itu menekan tombol pintu terbuka dan pergi meninggalkan nya. Tak ada yang bisa Elle lakukan selain menatap punggung besar nya yang menghilang dibalik pintu yang menutup kembali.
Bagus sekali.. Sekarang dia menarik diri dariku. Elle menghela napasnya. Apalagi yang akan ia lakukan nanti, mencampakanku lagi?
”Viktor bisakah kau jaga Elleonora sebentar, ada pria bodoh yang harus kuperiksa mentalnya. Franka akan kemari untuk mengganti panel di pergelangan tangan mu, setelah itu kau akan melakukan beberapa pemeriksaan. Aku tidak akan lama, tunggulah disini.” ucap doc sebelum menekan tombol pintu terbuka dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Doc berjalan menghampiri Friederich yang berdiri 3 meter dari pintu kamar perawatan Elle. Friederich menatap buket bunga kecil yang tergantung di lorong, dekorasi indah yang dirancang oleh sang pangeran demi elleonora. Buket bunga itu terlalu indah, tapi kemarahan, juga kecemburuan nya juga terlalu kuat untuk bisa ia sembunyikan. Ia menggeram dan menyeringai kesal. Dengan penuh kemarahan ia mencabut dekorasi bunga yang tertempel di dinding lorong dan menginjak nya beberapa kali. Seandainya saja ia tega untuk mencabut seluruh dekorasi bunga yang memenuhi ruang perawatan Elle.. tapi gadis itu mungkin akan kecewa setelahnya. Ia tak tega menghapus wajah bahagia itu dan menggantinya dengan kemuraman.
”menghancurkan buket bunga tidak akan membuat segalanya jadi lebih baik..” doc menghampirinya dengan tersenyum.
”apa kau merasa kalah Friederich?”
Friederich tersenyum mengiyakan. Ia kehilangan semangatnya sekarang, setelah tadi ia terlihat begitu kesal.
”bukankah kau memang mencintai nya untuk melepaskan nya pergi?” ”kau akan merasakan kekalahan yang lebih menyakitkan saat Elle benar-benar menemukan orang lain untuk dicintai.” doc menambahkan.
Friederich menghela napas panjang, ia benar-benar terlihat lesu.
”Leo... dia terlihat sangat gembira. Bunga-bunga itu, seharusnya kau melihat bagaimana wajahnya tadi.. aku
benar-benar terkejut.”
“Friederich, ingatlah baik-baik moment ini, ingatlah baik-baik setiap perasaan yang kau rasakan saat ini, dan
camkan dalam kepalamu, bahwa semua akan jadi lebih menyakitkan ketika Elle menemukan orang lain untuk ia cintai. Kau punya dua pilihan sekarang...” “mulai menyiapkan diri untuk melepaskan nya, atau tidak melepaskan nya sama sekali.”
__ADS_1