Ich Liebe Dich, Leo!

Ich Liebe Dich, Leo!
Episode 26 Pemboman di fasilitas kesehatan Plzen (2)


__ADS_3

Doc membawa mereka ke sebuah shelter kecil di dalam jalur evakuasi, hanya sebuah ruangan kecil dengan sofa-sofa dan kamar mandi. Tapi saat doc membuka pintu lemari yang tertanam di dinding, ada banyak persediaan makanan dan minuman disana, juga sebuah mikrowave kecil. Doc duduk di sofa setelah memasukkan


beberapa roti kering ke dalam microwave dan menyiapkan kopi, sementara Friederich mengantarkan Elle ke kamar mandi agar ia bisa membersihkan dirinya dan mengganti baju nya dengan baju yang Friederich ambil dari ranselnya. Setelah gadis itu masuk ke dalam kamar mandi Friederich segera membuka blacksheetnya dan pergi ke pojok ruangan, beberapa kali ia berusaha menghubungi seseorang, dan berbicara dengan suara yang dipelankan. Ia terlihat tegang dan fokus. Sementara doc, terlihat santai dengan kopi panas yang sedang dibuatnya.


"bagaimana?" doc duduk di sofa shelter yang empuk dan menyesap kopi nya dengan hati-hati. Ia meletakkan beberapa roti hangat di meja untuknya, untuk Elle dan Friederich. Ia sudah menyisihkan beberapa untuk Franka yang masih berjaga di pintu shelter.


"Dewan tertinggi keamanan sangat marah." Friederich terkekeh. Ia menenggak kopi panasnya dan terkekeh senang. Uap panas sekali lagi menelisip dari balik geligi nya.


"mereka tidak bisa menghubungi unit khusus misi rahasia yang bertugas di Plzen, sepertinya merekalah yang


tereksekusi." ia menambahkan.


"menyedihkan.."


"sepertinya gagak hitam itu telah mengirimkan informasi palsu, Plzen sama sekali tidak steril." Friederich melahap rotinya dalam sekali gigitan.


"lalu?" doc mencelupkan roti hangatnya ke dalam kopi dan memakan nya.


"dia bilang para tentara sudah dikerahkan untuk mengamankan situasi dan mengevakuasi orang-orang ke dalam bunker. Mereka juga mengerahkan seluruh anti rocket untuk mencegah serangan rudal menuju kota Plzen. Tapi capsulle, mereka terpaksa menyegelnya.."


“Viktor juga memberi kabar bahwa ia tidak bisa memasuki terminal capsulle karena tempat itu disegel oleh para tentara atas perintah dewan tertinggi keamanan.“ Ia menambahkan.


"mereka tidak ingin ada infiltrasi gagak hitam ke dalam Prague, jadi mereka menutup jalur capsulle ke Prague dan merefer seluruh jalur evakuasi ke markas-markas lain di sekeliling Plzen."


"jadi kita harus mencari jalur lain menuju Prague.." doc menghirup kopi hangat nya.


Friederich mengangguk mengiyakan.


"apa kau punya pilihan?" tanya Friederich.


"selain jalur darat?" tanya doc.


"ya."


"entahlah.. Aku harus mencari peta kota Plzen."


"kudengar kota ini pernah memiliki terowongan rahasia, salah satu jalurnya adalah menuju Prague."


"itu yang aku maksudkan.."


"apa ada yang mau memberitahuku sesuatu?" tanya Elle setelah ia selesai membersihkan diri dan mengganti baju nya dengan seragam fasilitas yang kedodoran.


Pasti ada penjelasan bagus kenapa aku terbangun di ruangan aneh ini  alih-alih terbangun di tabung yang diisi oleh cairan jelly biru. Aku bahkan tidak ingat kapan aku kehilangan kesadaranku. Selang kecil di bahuku juga  menghilang. Apa doc mencabutnya setelah aku keluar dari tabung?


"ada sedikit masalah Leo, kami terpaksa mengeluarkanmu dari tabung sebelum kau terbangun."Friederich menggandengnya duduk di sofa.


”untungnya masalah tiba tepat setelah pemeriksaan mu selesai dan kau dinyatakan sehat.” ia menambahkan. ”itu sebabnya kau tidak perlu menggunakan selang kecil itu lagi..”


"gagak hitam..?" suara Elle tercekat saat mengucapkan nya. Ada ketakutan yang jelas dalam suaranya.


Friederich tersenyum mengiyakan.

__ADS_1


"jangan takut Leo, kau aman disini."


"makanlah dulu rotimu milácěk. Kau belum makan apa-apa sejak kita berangkat dari bunker Certovo Jezero." doc meletakan roti hangat di pangkuan nya.


"dimana kita..?" tanya Elle.


"kita berada di jalur evakuasi. Makanlah rotimu Leo, segera setelah itu kita keluar dari sini."


Elle meraih roti hangatnya. Ia merasa lega ketika akhirnya bisa merasakan nikmatnya roti hangat yang biasa doc berikan untuknya.


"kau mau segelas coklat hangat milácěk?" doc tidak menawarkan, ia memaksa Elle untuk meminumnya.


Dengan enggan Elle mengangguk. Sekali-kali ia ingin minum capucino saja, kalau bisa..


Setelah memberi Elle segelas coklat hangat Doc mengantarkan roti dan kopi yang telah ia siapkan untuk Franka.


"kalian tunggu disini, aku mau mengakses mainframe utama plzen melalui mainframe fasilitas. Somehow aku tidak


bisa menemukan peta kuno di blacksheetku."


”aku rasa aku pernah memasang kabel koneksi darurat ke mainframe fasilitas di suatu tempat di dekat shelter.”Doc


menambahkan.


"informasi itu mungkin sudah terlalu kuno sehingga di peti es kan di suatu tempat." friederich terkekeh.


Setelah doc keluar dari shelter Elle menyandarkan kepalanya ke bahu Friederich, ia menelisipkan tangan nya dan memeluk lengan Friederich dengan erat.


"aku ingin minta maaf Friederich, reaksi ku tadi pasti melukai perasaanmu. Aku tidak bermaksud begitu...”  Elle menundukkan kepalanya, merasa bersalah dengan reaksinya yang begitu jujur dan tak terkendali atas setiap tindakan pangeran Heinrich.


“Tidak apa-apa.. itu bukan salahmu.”


Friederich hanya menjawabnya dengan singkat. Ia tahu ia tak bisa mengalahkan pangeran Heinrich dalam membahagiakan wanita, ia bahkan tidak tahu bagaimana caranya membahagiakan gadis yang ia cintai. Kecemburuannya membuatnya merasa sangat gelisah hingga terkadang membuatnya merasa begitu putus asa. Menyedihkan, saat menyadari yang bisa ia lakukan untuk gadis pujaan nya hanyalah melindungi nya dan membahagiakan nya melalui sentuhan-sentuhan yang lembut dan ciuman yang mendebarkan.


Tak ada kata-kata yang menelisip keluar dari mulut Friederich saat pria itu meraih dagu Elle yang mungil, dan mendongak kan nya dengan perlahan. Kemudian  tanpa keraguan sedikitpun ia mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Elle, dengan lembut dan perlahan. Elle menahan napasnya, serasa tenggelam dalam kebahagiaan yang Friederich berikan dalam tiap ciuman nya yang singkat. Wajah keduanya memerah, malu, tapi sangat bahagia.


Selama beberapa menit lamanya keduanya hanya saling memandang, berpegangan tangan, dan membiarkan hati mereka yang berbicara. Rasanya ada begitu banyak hal yang ingin mereka sampaikan, sesuatu yang tidak bisa mereka jelaskan begitu saja dengan mudah. Tapi saat hati mereka berdua berbicara, semua itu seolah terselesaikan begitu saja. Keraguan, kegelisahan, kebimbangan, kecemburuan, semua seolah terselesaikan tanpa benar-benar perlu membicarakan nya. Apa yang mereka miliki lebih kuat dari semua itu, apa yang mereka miliki lebih berharga dari semua itu, lebih berharga dari hujan kelopak bunga, dekorasi bebungaan yang indah, dan tak akan terkalahkan hanya oleh seorang pangeran muda yang pintar menyenangkan hati wanita.


Dan setelah itu yang tersisa hanyalah cinta.. cinta yang membuat hati keduanya terasa hangat.. cinta yang membuat mereka merasa sangat bahagia... cinta yang akan mengalahkan seisi dunia.


Elle menarik napas panjang, ia menghirup aroma hutan dan mint yang menguar dari tubuh Friederich, aroma yang


paling ia sukai. Aroma yang membuatnya merasa hangat dan romantis. Elle ingin pria itu mencium nya sekali lagi, tapi pria itu hanya diam. Ia berusaha mengatakan itu dengan kedua matanya, tapi pria itu tak bergeming sedikitpun.


Elle menginginkan ciuman itu lagi dan lagi, tapi Friederich selalu, hanya memberinya ciuman-ciuman hangat yang


singkat, seolah pria itu sengaja melakukan nya. Seolah pria itu sengaja ingin menguji kesabaran nya.


Elle memberanikan dirinya, ia menyeret jemarinya sendiri naik ke atas dada, leher dan wajah Friederich, menyentuh pipinya. Bila ia beruntung, ia mungkin bisa mencium nya sekali ini. Friederich menahan napasnya, dadanya berdebar lebih kencang dan kuat. Sentuhan itu membakarnya, seperti sentuhan nya membakar kulit Elle. Ia meraih jemari Elle dari pipi nya, dan mencium bibir gadis itu sekali lagi, dengan lebih panas dan lebih bergairah dari sebelumnya.Ia mencium gadis itu seolah ia tak akan pernah lagi bisa menciumnya, seolah ini adalah kali terakhir


mereka berciuman. Seolah dunia mereka akan berakhir hanya dengan sekedipan mata.

__ADS_1


Sekali itu Friederich melepaskan kendali nya, melepaskan keinginan terdalam nya untuk mencium gadis itu dengan cara yang paling ia inginkan, seolah ia ingin mempatri dirinya lebih dalam di hati gadis itu. Seperti terbuai oleh irama gairah yang menjerat mereka berdua, ciuman demi ciuman yang terjadi tanpa bisa mereka kendalikan itu menyeret mereka lebih jauh dalam gairah cinta yang belum pernah mereka masuki sebelumnya. Ciuman-ciuman itu telah menjerat Friederich untuk menginginkan gadis itu lebih dari yang ia bisa, dirinya, cintanya, seutuhnya, hanya untuk dirinya sendiri. Ciuman-ciuman itu telah mengguncangkan keteguhan Friederich untuk melepaskan Elle, alih-alih menginginkan nya untuk dirinya sendiri.


Dengan enggan Friederich menarik wajahnya, mengakhiri ciuman-ciuman yang indah ini saat ia mendengar  suara langkah doc di kejauhan. Wajah kedua nya memerah, tapi kebahagiaan yang tak terjelaskan terpancar jelas di mata


keduanya, seolah cinta baru saja membuka hati mereka berdua lebih jauh dari sebelumnya. Tepat sebelum mereka benar-benar mengakhiri kemesraan ini Friederich berbisik di telinga nya, dengan suara yang sangat lembut dan merdu.


"ich liebe dich mit ganzen herzen..mein schatz.."


I love you with all my heart…? Ohh... Friederich.. Aku juga mencintaimu dengan sepenuh hatiku....


Elle rasanya ingin sekali menghambur ke pelukan Friederich, memeluk pria itu seerat mungkin yang ia bisa dan tak ingin melepaskan nya lagi. Tapi ketika doc muncul dari balik pintu shelter, ia terpaksa harus merasa puas


dengan menggenggam jemari Friederich.


"hei, apa yang baru saja kalian berdua lakukan? Kenapa kalian terlihat seperti orang yang direbus hidup-hidup?" doc terkekeh.


Friederich tidak menjawab apa-apa, hanya terkekeh dengan wajah yang memerah.


"jadi, kau menemukan jalurnya?"


" Friederich, sebagian jalurnya sudah runtuh."


"kita harus keluar dari jalur evakuasi dan pergi sejauh beberapa blok sampai mencapai bangunan katedral St. Bartholomew. Terowongan itu berada tepat dibawahnya, memanjang sampai ke istana Bohemia di Prague.. Seharusnya seperti itu. Tapi gempa yang terjadi satu dekade yang lalu menghancurkan sebagian jalurnya."


"bagaimana hasil pencitraan satelit?" tanya Friederich.


"jalurnya terhenti di Zebrak. Kita harus keluar di Zebrak dan melanjutkan perjalanan melalui Krivoklatsko atau Cesky Kras. " Doc menunjukkan hologram peta terowongan bawah tanah tua yang memanjang dibawah bangunan katedral st. Bartholomew.


"kita mungkin bisa mengusahakan agar mereka membuka jalur capsulle dari Zebrak. Akan membuang waktu bila kita pergi ke Krivoklatsko atau Cesky Kras. Semakin lama kita berada diluar Prague, akan semakin memancing gagak hitam untuk mengejar kita."


"bagaimana kalau kita mendesak pihak militer dari Prague untuk mengamankan jalur dari Zebrak ke Prague?"


"entahlah.. Aku tidak yakin mereka mau mengerahkan pasukan nya sejauh itu. Prague dilanda paranoia sekarang, mereka takut gagak hitam akan menyusup masuk. Mereka mungkin tidak akan membiarkan siapapun keluar dari prague, dan sebaliknya."


"kau tahu kan, meski Prague sangat aman, tapi kota itu sangat defensless." Friederich menambahkan.


"ya.. Sekali pecah peperangan di dalam kota, para penduduknya tidak akan memiliki tempat untuk berlindung. Tidak ada bunker, tidak ada bangunan dibawah tanah, tidak ada jalur evakuasi, bahkan hanya ada satu jalur capsulle disana."


"kita butuh kendaraan, yang cukup kecil untuk bergerak lincah di dalam terowongan."


"motor trail.."


"ya, benar. Kita harus mencurinya dari gudang penyimpanan kendaraan militer."


"jadi, yang pertama kita lakukan adalah menuju gudang penyimpanan kendaraan militer."


Doc mengangguk setuju.


 


Ich liebe dich mitt ganzen herzen = I love you with all my heart

__ADS_1


__ADS_2