Ich Liebe Dich, Leo!

Ich Liebe Dich, Leo!
Episode 17 Langit malam di Czech


__ADS_3

Malam telah mulai menguasai cakrawala ketika akhirnya Elle terbangun. "dimana kita?" tanya nya pelan.


"ah kau sudah bangun! Kita dalam perjalanan menuju Cesky Lés." Friederich terlihat gembira sekaligus lega ketika Elle terbangun. Reflek ia memelankan laju M-ATV nya dan berusaha memilih jalur yang lebih tidak menimbulkan guncangan.


"Cesky lés? Apa kita sudah meninggalkan Lohberg?"


Elle berusaha untuk duduk, tapi lehernya terlalu kaku dan kepalanya selalu terasa sakit bila ia bergerak terburu-buru. Tapi Viktor membantu nya, ia menyenderkan leher dan kepala Elle ke tumpukan selimut yang ditata oleh Friederich.


"ya, kita sudah meninggalkan Lohberg sejak 5 jam yang lalu." ucap Viktor.


Kenapa Viktor kelihatan pucat dan aneh? Dia juga berkeringat.. Apa dia juga sakit?


Elle meraba dahi nya, masih terasa panas. Ketika ia melirik pada selang di bahu nya, gubatan plastik steril dan selotape sterilnya telah terbuka sebagian. Doc pasti telah memberinya obat sewaktu ia masih tertidur. Elle


menoleh ke jendela, ia melihat semburat merah di cakrawala, kontras dengan sapuan biru yang nyaris menelan nya.


Ini daratan...  Akhirnya aku melihat sesuatu yang lebih dari sekedar padang pasir gersang dan tanaman-tanaman yang kering. Bahkan ini lebih indah dari pepohonan berdaun gelap di Blackforrest.


Hari mulai gelap, dan aku nyaris tak bisa melihat apapun. Tapi dari siluet-siluet yang masih bisa kutangkap, aku tahu tempat ini indah. Di belakang sana aku melihat hutan yang telah kami lalui, seandainya saja aku tidak tertidur.. Dan sekarang kami melalui padang rumput yang berpendar kekuningan ketika semburat merah terakhir menyinari mereka.


Sepertinya daratan yang kami lalui sangat aman dan damai. Tidak ada jejak ledakan bom atau rudal maupun roket, yang ada hanya keliaran alam yang tak tersentuh. Aku tidak pernah mengira masih ada tempat seperti ini di negeri ini.


"bagaimana perasaanmu sekarang? Maksudku, kau tidak apa-apa Leo?" tersirat harapan dalam perhatian nya, ia berharap kali ini Elle tidak mengacuhkan nya lagi.


Kacau?  "baik." jawab Elle singkat.


Doc melirik keduanya. Ia bisa melihat wajah Elle dan Friederich yang berubah muram. Kemudian ia melirik pada Viktor, yang terlihat sangat pucat dan berkeringat dingin. Dua jam yang lalu Viktor mulai mengalami gejala keracunan obat, ia berdebar-debar dan berkeringat dingin. Tidak hanya itu, ia juga mengeluh pusing dan sangat haus. Sesuai dengan janjinya, doc memberinya antidotum. Meski demikian, masih akan ada gejala sisa yang tidak mungkin lenyap sepenuhnya. Paling tidak mereka tidak perlu khawatir Viktor akan mati karena keracunan obat.


Satu jam kemudian mereka berhenti di tengah padang rumput untuk beristirahat. Doc harus memberi Elle obat, terlalu beresiko memberinya suntikan obat didalam kendaraan yang berguncang cukup kuat. Ia tidak ingin selang yang ia pasang di bahu terlepas karena guncangan.


"kau mau keluar Leo? Kau bisa melihat langit Czech di malam hari."


Friederich memberikan tangan nya. Ia tersenyum dengan lembut, tapi ada rasa bersalah yang tersembunyi di balik sorot matanya.


Elle terdiam sejenak, seolah sedang menimbang-nimbang pilihan itu dengan seksama. Tapi kemudian ia menyentuh tangan itu dan membiarkan Friederich menggendong nya keluar dari M-ATV. Diam-diam wajah Elle sedikit memerah. Tak perduli betapa sedih, betapa marah atau betapa kecewa nya ia pada Friederich, kehangatan yang dimiliki pria itu selalu membuat hatinya terasa hangat. Ia enggan mengakuinya, tapi itulah fakta yang ia alami.


Friederich membaringkan Elle ke atas hamparan selimut diatas rerumputan. Dari tempatnya berbaring Elle bisa melihat jutaan bintang mengedip padanya, sangat indah. Sementara di sudut yang lain ia melihat bulan purnama,


berpendar putih kekuningan.


"indah sekali.."  Aku tidak pernah tahu negeri ini bisa seindah ini. Ini adalah pertama kalinya aku melihat langit malam secara langsung. Dulu Friederich tidak pernah mengijinkan aku untuk keluar dari bunker pada malam hari.


Elle menarik napas panjang dan menahan nya. Ia bisa mencium bau tanah, bau rerumputan lembab, bahkan bau kayu-kayuan yang terbawa jauh dari hutan. Kesemua aroma itu membuatnya lebih tenang dan rileks


"ya.. Memang sangat indah.." Kedua mata Friederich memandang Elle dengan lembut, rasanya semua gemerlap bintang dan bulan di langit bahkan tidak bisa menandingi keindahan gadis itu di matanya.

__ADS_1


Dengan perlahan ia mengangkat jemarinya, ia tak tahan untuk tidak membelai rambut yang lembut itu dengan jemarinya. Meski ia tahu Elle mungkin akan menepisnya lagi. Diluar dugaan, Elle tidak menepisnya. Gadis itu hanya


diam dan menundukkan wajah nya. Pandangan Friederich terasa membakarnya.


Entah sampai kapan aku bisa menahan diriku sendiri untuk tidak mulai mengharapkan nya lagi. Dengan semua tatapan, dan sentuhan seperti ini.  Apa Friederich tidak sadar kalau semua itu malah membuat kesalahpahaman ini jadi lebih buruk? Apa dia tidak sadar kalau semua ini pada akhirnya hanya akan membuatku terluka lagi? Tapi kau selalu bersikap sesukamu, menatap dan menyentuhku seperti itu sesukamu. Kau benar-benar egois..


"kau mau makan sesuatu milácěk?" Doc muncul dan memecahkan suasana. Ia membawa roti hangat dan segelas coklat hangat untuk Elle.


"thanks doc.." dengan enggan ia mengambil coklat hangat  tersebut dan membiarkan doc meletakkan roti hangat yang masih terbungkus aluminium foil di atas selimut. Aku tidak ingin makan apapun.


"aku tahu.. Tapi kau tetap harus makan sesuatu.." doc tersenyum.


Apa?? Elle tersedak, kaget. Apa dia bisa membaca pikiranku?? Orang yang mengerikan..


"kau membuatnya takut.." Friederich memandangi doc dengan tatapan protes.


Ketika Elle terbatuk ia menepuk punggung nya pelan. Doc hanya nyengir lalu pergi ke M-ATV dan kembali dengan membawa termos berisi kopi panas. Friederich menuangnya dengan hati-hati ke dalam tutup termos, kemudian segera meminumnya dalam beberapa tegukan.


Elle tersentak kaget. Ia bahkan bisa melihat uap panas keluar dari dalam mulut friederich saat pria itu terkekeh puas.


"kopi buatanmu, genial. Panas, pedas dan pahit.."


Doc tertawa. "itu karena kamu masokis, bahkan ketika lidahmu terbakar sekalipun kau hanya akan terkekeh puas."


Viktor berteriak. Ia sibuk mengekspolarasi M-ATV, dan terkejut ketika mengetahui berbagai keistimewaan yang dimiliki kendaraan tersebut, termasuk adanya microwave mini di bagian belakang nya. Doc memanaskan roti dan termos kopi nya di dalam microwave itu.


"sudah kubilang, seharusnya kita tidak membiarkan peralatan seindah itu membusuk di garasi.." doc terkekeh.


"apa kita akan berkemah disini?" tanya Elle. Ia membayangkan kamping ini akan sempurna bila ia tidak sedang sakit dan harus digendong kemana-mana.


"tidak. Tidak aman." "kau harus segera dibawa ke Plzen secepatnya." Friederich menambahkan.


"sayang sekali..tempat ini indah.." gumam Elle sambil menerawang.


"oh kau akan melihat yang lebih indah lagi sesampainya di Cesky Lés, milácěk."


Elle tak bisa berhenti memandangi langit malam yang bertabur bintang-bintang yang bersinar terang, sampai akhirnya ia tertidur sebelum ia bisa menyadarinya. Friederich tersenyum, memandangi nya dengan tatapan yang teduh.


"dia kuat.." gumam nya lega. Ia membelai wajah Elle yang cantik, menahan keinginan untuk mencium dahi nya dan harus merasa cukup puas dengan membelainya saja.


"sudah kubilang.. Ayahnya tidak mungkin akan meninggalkan nya begitu saja tanpa perlindungan." doc menenggak kopi yang telah ia dinginkan.


"kau sudah lihat sendiri bagaimana rentan nya wanita Czech kebanyakan, yang mati di hari pertama mereka. Mereka yang melalui hari kedua dan ketiga bahkan terlihat jauh menyedihkan."


"imunomodulator juga berkembang dengan pesat. Yang kupakai sekarang adalah pengembangan yang terbaru. Seandainya kita bisa menemukan pengembangan nya 13 tahun lebih cepat, mungkin kita bisa menunda

__ADS_1


kematian sampai para peneliti menemukan vaksin nya." doc menambahkan.


"ya.. Masa-masa itu sangat berat bagi kita semua.." ”kita tidak hanya kehilangan rekan, kerabat, sahabat, keluarga,


tapi kita juga kehilangan masa depan..” Friederich menambahkan.


”karena itulah sekarang kita berharap padanya..” doc melirik pada Elle yang tertidur.


Friederich tersenyum dan sekali lagi membelai rambut Elle yang lembut.


”ya, kita semua berharap banyak padanya.. ”


Satu jam kemudian Friederich menggendong Elle kembali ke dalam mobil dan membaringkan nya di kursi belakang. Setelah itu ia duduk di kursi depan dan membiarkan doc menyetir M-ATV. Viktor telah menunggu keduanya di kursi belakang, harus merasa cukup puas dengan duduk berhimpitan dengan kaki Elle. Friederich baru saja memejamkan matanya ketika blacksheetnya berbunyi. Ia mengambil blacksheet dari saku celananya dan


membuka nya.


"ada apa?.." Lalu ia terdiam, mendengarkan. "oke. Thanks."


"kabar buruk lagi..?" doc nyengir.


"Ridnik... dia memberitahu kita, para gagak hitam sudah bergerak. Mereka sedang mengejar kita, hanya 20 kilometer di belakang kita."


"sial! Bagaimana kita bisa ketahuan?" Viktor menggeram.


"satelit.. Mereka bisa menemukan kita dengan bantuan satelit. M-ATV ini tidak akan sulit ditemukan diatas hamparan padang rumput."


"kalau begitu kita harus lebih berhati-hati sekarang."


Doc mengaktifkan pandangan malam di kedua kacamata nya, lalu mematikan lampu sorot M-ATV.  Tidak hanya itu dia juga menyalakan tombol radar yang akan mendeteksi pergerakan musuh dalam jarak 5 kilometer. Sebuah layar kecil diatara panel kecepatan menyala, menampilkan garis-garis sikular yang terus bergerak. Bila radar berhasil mendeteksi keberadaan manusia, sebuah tanda


merah akan tampak, beserta jarak dan jumlahnya. Tidak hanya itu, ia juga menyalakan gps di M-ATV dan melakukan mode senjata aktiv.


"hei hentikan. Paranoia mu itu bisa menghabiskan batrai M-ATV." Friederich menghardiknya.


"jangan cerewet... Bukankah ada bunker di Cesky Lés? Kita bisa mengisi ulang batrainya disana."


"hh.. Akan kugantung terbalik kau kalau kita kehabisan batrai sebelum sampai dibunker."


"kalau kau berani..." doc terkekeh.


Friederich ikut terkekeh.


 


genial = awesome

__ADS_1


__ADS_2