Ich Liebe Dich, Leo!

Ich Liebe Dich, Leo!
Episode 34 Epilog


__ADS_3

"Ich liebe dich mit ganzem herzen, schatz.."


Elle terbangun dari tidurnya dengan tiba-tiba, dadanya berdebar-debar. Ia bersumpah ia mendengar suara Friederich berbisik di telinga nya, membisikkan kata cinta yang membuatnya ingin menangis.


Hari masih malam, langit masih gelap, begitu pula dengan suasana di dalam kamarnya, masih temeram dengan lampu kamar yang bersinar lamat-lamat. Elle duduk di tempat tidurnya, mengingat-ingat suara bisikan yang terdengar begitu nyata di telinga nya.


Aku tidak pernah bermimpi seperti ini sebelumnya. Aku tidak pernah bermimpi melihat Friederich datang kepadaku, selama ini aku selalu bermimpi buruk. Tapi tidak kali ini..  Friederich.. Ia tersenyum padaku, dengan mengenakan seragam hitam-hitamnya. Dan ia mencium kepalaku dengan lembut..


Dan terakhir.. Ia membisikkan kalimat cinta nya.. Begitu nyata, seolah ia berbicara tepat di telingaku.. Begitu nyata seolah untuk sesaat hati kami berdua benar-benar bertaut satu sama lain.


Hari-hari yang telah kulalui bersama Friederich bagaikan sebuah mimpi yang indah. Senyuman nya, tawa nya, sentuhan, juga ciuman  nya.. Semua itu bagaikan mimpi indah yang tak ingin kutinggalkan.


Ia mulai terisak, sambil menggenggam satu-satunya kenangan yang tersisa dari Friederich. Sebuah benda


yang tak bisa Friederich berikan langsung kepadanya. Sembari memejam kan kedua matanya yang nyaris sembab ia memutar ulang kenangan nya seperti sebuah kaleidoskop yang berputar cepat dalam pendaran-pendaran putih yang menyilaukan.


Aku tidak ingat sudah berapa lama aku menangis dan berduka, rasanya semua ini terlalu berat bagiku. Kehilangan Friederich rasanya terlalu berat bagiku.... Rasanya seperti kehilangan separuh dari jiwaku. Yang tersisa kini hanyalah kesedihan dan kehampaan yang membuatku putus asa.


Elle menghela napas panjang. Kerinduan nya akan Friederich selalu membuatnya merasa sesak napas. Tapi kemudian perhatian nya teralihkan pada sesuatu yang lain.


Sejak kapan jendela kamarku terbuka?


                                                                                    *****


 

__ADS_1


"Wajah menangis Leo hari itu, wajah sedihnya di hari itu, saat dia menggenggam jemariku yang penuh darah di gereja tua.. Adalah wajah yang paling membuatku sedih dan terluka. Setiap detik semenjak aku tersadar aku tak bisa mengenyahkan bayangan itu, setiap detik pula aku memikirkan apa yang harus kulakukan untuknya, agar dia tidak pernah bersedih seperti itu lagi seumur hidupnya."


"Kau tega sekali Friederich.." Ucap Doc sambil membuka blacksheet nya.


"Seharusnya kau menemui Elleonora dan menciumnya, bukannya berpura-pura mati." Doc memberikan blacksheet nya pada Franka.


Friederich nyengir. Ia terlihat sehat, meski tampak jauh lebih kurus dari sebelumnya.


"Mau bagaimana lagi.. Aku belum bisa menemui leo saat ini. Aku harus menyelesaikan beberapa hal penting."


"Membersihkan Czech dari Gagak Hitam maksudmu? Czech selamanya tak akan pernah bersih dari Gagak Hitam."


"Sebagian penduduk Czech adalah keturunan Magna Germania, termasuk kau, kalau kau masih mau mengakuinya." Doc mengarahkan telunjuknya pada Friederich.


"Mungkin Czech baru akan bersih bila negara ini mengusir seluruh warga keturunan Magna Germania keluar. Tapi itu artinya Czech akan kehilangan separuh dari pasukan tempurnya yang berbakat." Doc nyengir.


"Aku sudah mendapat persetujuan Dewan Keamana Tertinggi untuk memimpin Operasi Pembersihan Gagak Hitam di sepanjang jalur capsulle dari Prague menuju Black Forrest. Termasuk Plzen, Nuremberg dan Stuttgart. Aku bahkan sudah mendapatkan daftar unit rahasia yang akan bekerja dibawah komandoku."


"Apa kau mau bergabung, sobat?" Friederich tersenyum padanya.


"Maksudmu, meninggalkan pekerjaanku yang menggunung di fasilitas dan menjagamu seharian seperti baby sitter?"


"Tentu saja aku mau.." Doc terkekeh. "Kau tak akan selamat bila aku tidak disampingmu." Ia menambahkan.


"Kita juga punya misi yang lebih penting. Kita telah mendapat info bahwa "Bias" telah terbuka di tempat lain, jauh di seberang hutan Black Forrest, ratusan kilometer jauhnya dari Blackriver."

__ADS_1


"Beruntung kita bisa mencuri sedikit informasi dari Gagak Hitam yang berhasil kita tangkap." Friederich menambahkan.


"Aku sudah menghubungi intel kita di dunia Elle, aku sudah minta mereka menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan." Ucap Doc.


"Dewan Tertinggi Keamanan juga sudah menyetujui mobilisasi sejumlah pasukan melalui "Bias" bila di perlukan. Mereka hanya perlu menunggu tanda dari kita." Ucap Friederich, terlihat sangat serius dengan ucapan nya.


"Aku akan melakukan segala cara yang dibutuhkan hanya untuk memastikan keselamatan Leo.. Bila perlu aku akan memindahkan peperangan ini ke bumi tempat Elle hidup selama ini."


"ya, itu ide yang sangat menarik.." Doc terkekeh.


Friederich berdiri tepat disamping tempat tidur Elle, memandangi gadis yang dicintainya  terlelap di atas tempat


tidur nya. Friederich tak bisa mengatakan betapa rindu nya ia pada Elle, betapa ia menahan diri untuk tidak menghampirinya lebih dekat, memeluk juga menciumnya seperti yang ia inginkan.


"Kau tidak harus melakukan ini Friederich. Mereka bisa melakukan ini tanpa kita." Doc berdiri di dekat jendela, dengan memakai seragam hitam dan badge bintang merah di lengan nya. Tapi Friederich menggeleng.


"Tidak.. Aku merasa memiliki kewajiban untuk melakukan nya. Anggaplah ini hal terakhir yang bisa kulakukan untuk negeri ku.."


Doc terkekeh, begitu pula Viktor, yang berdiri di balkon, membelakangi jendela.


Friederich berlutut ditepi tempat tidur, menyentuh rambut Elle dengan lembut, dan mencium puncak kepala nya. Kemudian berbisik di telinga nya, dengan suara yang merdu, suara yang sangat dirindukan Elle seumur hidupnya.


"Ich liebe dich mit ganzem herzen, schatz.."


 

__ADS_1


 


Ich liebe dich mit ganzem herzen, schatz = I love you with all my heart, sweetheart


__ADS_2