
Apa yang sebenarnya terjadi pada Friederich? Kenapa tiba-tiba saja pagi ini dia bersikap sangat aneh? Aku kira aku akan kehilangan Friederich, aku kira aku akan merasa sedih karena Friederich yang berubah. Ternyata Friederich tidak berubah. Entah kenapa, ia malah terlihat lebih.. Aneh..
Dua hari yang lalu ia pergi begitu saja dan tidak muncul hingga siang hari nya di aula. Saat itu pun ia terlihat
dingin dan kaku. Seharian itu kami tidak saling berkomunikasi sama sekali. Dan pagi harinya, tiba-tiba saja dia sudah ada di kamar, bersikap seolah dua hari terakhir ini tidak pernah ada. Setelah mendengar pujian itu aku berendam cukup lama, seharusnya itu cukup untuk menenangkan hatiku, sekaligus meluruskan pikiranku. Tapi kemudian aku sadar, hatiku tidak pernah akan tenang, begitu juga pikiranku.
Dan disinilah aku berada sekarang..
Elle memandangi dirinya sendiri di pantulan dinding cermin di gedung walikota, terperangkap bersama pangeran Heinrich sekali lagi. Ia tidak ingin memakai gaun pendek ini, ia hanya ingin memakai celana jeans belel dan kaus biasa. Franzeska memaksanya memakai gaun pendek yang berkilau-kilau, membuatnya benar-benar mencolok di dunia yang nyaris seluruh penduduknya adalah pria.
Gedung walikota tidak sepenuhnya berada di dalam tanah, bangunan kubah besar nya tampak mencolok ditengah kota. Begitu juga bangunan lain. Tidak seperti di Stuttgard, di Nuremberg sebagian bangunan berada diatas tanah.
Aku ingat Friederich pernah berkata, bahwa ada jam-jam tertentu di Nuremberg, dimana kita bisa melihat matahari. Mungkin inilah maksudnya.
"apa kau sudah mengerti tentang sejarah negara kami?"
Elle tersentak dari lamunan nya. Ia lupa pangeran Heinrich sedang memberinya tutor singkat tentang sejarah Czech. Elle nyengir, ia berharap pangeran tidak akan mengujinya dengan berbagai pertanyaan.
"kau tidak mendengarkan.." pangeran Heinrich menghela napasnya.
"maaf.." sejarah memang bukan salah satu pelajaran kesukaanku.
Heinrich membawa Elle ke ruangan lain, di ruang itu terpampang peta Czech besar, lengkap dengan pembagian wilayah nya. Ada berbagai lambang kerajaan yang menandai pembagian wilayah di Czech, dengan kerajaan Bohemia sebagai kerajaan utama nya.
Czech adalah negara monarki konstitusional, dengan tiga kerajaan yang berada di dalam nya : kerajaan Bohemia, Moravia dan Silesia. Di dunia Elle, Czech adalah negara republik, dan ketiga kerajaan itu hanyalah sebuah sejarah belaka. Tapi di dunia paralel ini, sejarah berjalan ke arah yang berbeda. Czech monarch constitutional, mereka menyebutnya demikian. Dengan bendera tiga warna, merah, biru dan putih, bergambar singa putih yang memakai mahkota.
Saat matanya memandang batas negara, ia melihat Magna Germania, sebuah negara luas dengan bendera kuning bergambar elang hitam. Para prajurit Czech biasa memplesetkan nya dengan "gagak hitam", seperti mereka biasa memplesetkan prajurit-prajurit Czech dengan "kucing putih". Batas negara Magna Germania dan Czech monarch berbeda dari yang Elle ketahui di dunia nya. Di dunia paralel ini batas negara Czech monarch memanjang dari bagian yang dulu dikenal sebagai Jerman utara sampai dengan hutan Black Forrest, dan bagian Jerman barat hampir sepertiga nya menjadi bagian dari negeri Czech monarch. Itu menjelaskan kenapa ada negeri ini memiliki tiga bahasa sekaligus, bahasa Jerman, bahasa Czech dan bahasa Inggris. Karena sebagian penduduk Czech sekarang, adalah keturunan dari penduduk Magna Germania. Itu menjelaskan kenapa gagak hitam lebih mudah menginfiltrasi markas-markas di daerah Czech barat (daerah Stuttgart, Nurenberg dan sekitarnya) daripada daerah
Plzen dan Prague. Karena secara alami mereka memiliki kekerabatan yang dekat.
"ayo kita jalan-jalan ke luar Elle.. Nuremberg ini sangat unik, aku ingin memperlihatkan nya padamu." Heinrich
meraih tangan Elle dan menggenggam nya.
Wajah Elle memerah, ia terlihat panik. Dengan gelisah ia menoleh pada Viktor yang berjalan bersama dengan para pengawal dengan mengenakan seragam lengkap. Gadis itu terlihat seperti ingin diselamatkan. Sayangnya Viktor tidak mungkin menyelamatkan nya, tidak saat ini.
Heinrich membawa Elle keluar dari gedung walikota, diluar ada halaman gersang yang ditumbuhi sedikit bebungaan. Tapi di kejauhan ia bisa melihat pepohonan, jauh di batas kota Nuremberg. Saat Elle melangkah ke
jalanan kota yang luas dan lengang ia merasakan pasir, menelisik ke dalam sela-sela jari kaki sepatunya yang terbuka.
Pasir? Pasir yang sama dengan yang ada di Stuttgart? Ahh.. aku lupa, Friederich pernah bilang kalau kota ini juga mengalami penyerangan, paling tidak sekali dalam sehari.
Mata Elle berputar liar, ia mencari jejak ledakan, jejak rudal dan juga roket. Ia terlalu paranoid dengan ledakan, rasanya rudal dan roket-roket itu bisa saja datang tanpa terdeteksi sebelumnya. Tapi ia tak menemukan nya, tak ada sisa selongsong roket atau sisa ledakan.
Rasanya aneh.. bila kota ini memang mengalami penyerangan, bagaimana bisa gedung walikota, dan apartemen-apartemen yang ada di kota, masih utuh sampai saat ini? Apa mungkin Friederich salah?
"kau selalu sibuk dengan dirimu sendiri.." Heinrich menegurnya.
__ADS_1
Elle tersenyum, lalu ia meminta maaf. Sudah berapa kali aku minta maaf padanya hari ini?
"aku hanya penasaran, setahuku kota ini juga mengalami penyerangan seperti Stuttgart."
"tapi melihat bagaimana utuhnya bangunan-bangunan di kota ini, apa mungkin aku telah mendapatkan informasi yang salah?" Elle menambahkan.
Heinrich tersenyum, ia terlihat sangat tampan. Ia meletakkan telunjuknya di bibir Elle dan meminta nya untuk diam.
"kita lihat saja nanti.." ucapnya.
Heinrich membawa Elle berkeliling kota Nurenberg dengan mengendarai kendaraan jip militer yang panjang, dengan dua kolom kursi yang saling berhadapan dan kap yang terbuka.
"kau suka Lady Elleonora? Ini adalah kendaraan protokoler, kap nya bisa dilepas dan dipasang kembali sesuai kebutuhan." Heinrich menggeser duduknya, lebih dekat lagi dengan Elle.
"err.. Iya, ini sangat unik." Elle merasa konyol, kendaraan ini terlalu aneh untuk menjadi kendaraan protokoler putra mahkota. Di bumi mereka akan menggunakan mercy, atau rollsroyce berlapis baja, bukan nya kendaraan aneh yang lebih mirip perkawinan antara limousine dan tank baja yang berkap terbuka.
Berusaha mengabaikan kendaraan aneh yang membuatnya tak nyaman, Elle memilih untuk memandangi sekeliling nya. Jalanan lebar yang lengang, apartemen-apartemen sepi yang memagari jalanan, dan taman-taman yang gersang.
"kota ini sangat sepi." Elle bergumam.
"tentu saja. Semua sedang bekerja, mereka bekerja di bangunan-bangunan bawah tanah. Tunggu sampai aku membawamu ke Prague, kau akan segera melupakan tempat ini dan tak akan pernah mau kembali lagi."
Bukan kah Friederich yang akan membawaku ke Prague? Apa maksudnya aku tidak akan pernah mau kembali??
Elle melayangkan pandangan protes ke Viktor, yang duduk satu meter di hadapan nya. Tidak banyak yang bisa viktor lakukan selain balas memandang elle dengan tatapan bosan.
"aku akan memberimu sedikit spoiler tentang prague Lady Elleonora, Prague adalah...."
disana sini dan kehancuran di beberapa tempat. Semoga saja peperangan tidak membuat kota itu menjadi semakin buruk dan menyedihkan.
"pangeran, 20 menit lagi kita sudah harus kembali." salah seorang pengawal mengingatkan nya.
Dengan gusar pangeran mengiyakan nya. Ia bahkan belum selesai menjelaskan tentang Prague, tapi tour nya harus berakhir.
Saat Elle memandang Viktor, ia segera sadar, ada sesuatu yang tidak beres disini. Pria itu terlihat tegang dan serius. Mata nya berputar cepat ke berbagai arah, dan ia terlihat seperti tengah menunggu aba-aba.
Elle menunggu. Ia menunggu dengan tegang. Ia menunggu sesuatu yang bahkan tidak ia ketahui. Hanya
saja, bila Viktor terlihat setegang itu, maka mungkin saja sesuatu yang buruk benar-benar akan terjadi.
"semuanya, keluar dari kendaraan ini sekarang!!" tiba-tiba saja Viktor berteriak.
Sebelum Elle benar-benar mencerna ancaman dibalik peringatan itu, Viktor sudah menarik nya keluar dari kendaraan baja itu. Disaat yang sama, para pengawal pangeran, bergerak untuk mengamankan pangeran mereka.
Dari balik punggung Viktor ia melihat sesuatu meluncur dengan cepat, sangat cepat, dari atap sebuah apartemen. Dan hanya dalam sekedipan mata, benda itu menghantam kendaraan baja yang tadi mereka naiki dan menimbulkan ledakan yang besar.
Elle dan Viktor terlempar sejauh dua meter, tapi itu masih lebih baik daripada terpanggang di dalam kendaraan baja bersama sang pangeran. Viktor memapah Elle berlindung ke balik bangunan, dari sana mereka bisa melihat seseorang yang berdiri diatap apartemen, memegang sebuah rocket launcher besar di pundak nya. Viktor mengambil handgun nya, matanya berputar cepat antara pangeran dan para pengawalnya, juga pria diatas apartemen.
__ADS_1
Pandangan elle menyeberangi puing kendaraan yang terbakar, ia melihat para pengawal tengah menyeret heinrich yang terlalu syock untuk bisa berlari diatas kedua kakinya sendiri. Mereka membawanya berlindung dibalik bangunan yang berseberangan dengan nya. Sepertinya ini adalah percobaan pembunuhan nya yang pertama, itu sebabnya dia terlihat begitu syock. Tiba-tiba saja Elle jadi ingin mentertawakan nya.
Viktor membidikkan handgun nya ke atas, ke atap apartemen, meski ia ragu apa tembakan nya akan bisa mencapainya. Bagaimanapun jarak peluru handgun tidak akan bisa mencapai nya, terlalu jauh. Angin akan
melontarkan nya melenceng dari sasaran.
Tapi kemudian, tiba-tiba saja terdengar suara tembakan di kejauhan, beberapa kali. Saat Elle menoleh ke atas, pria itu terjatuh dan tidak terbangun kembali.
"bagus Friederich. Satu tewas. Tinggal tiga lagi." Viktor menyeringai senang.
Kini viktor mengalihkan sasaran nya, dari pria diatap apartemen yang telah tewas, menuju seberang kendaraan baja yang terbakar. Entah apa yang ia lihat dari balik nya, karena alih-alih menunggu, Viktor malah menarik Elle berlari lebih jauh ke balik gedung-gedung apartemen.
"apa itu?! Apa itu?!" pangeran Heinrich berteriak-teriak panik dari balik bangunan tempat mereka berlindung.
"mereka gagak hitam yang berusaha membunuh Lady Elleonora." salah seorang pengawal menjawabnya. Mereka mengeluarkan handgun mereka masing-masing.
"mereka mau membunuhnya ? Kenapa?!" Heinrich masih tampak tak percaya. Ini adalah insiden pertama nya. Dan tidak pernah ada anggota kerajaan yang pernah berada dalam situasi seperti ini selama 50 tahun terakhir.
"karena dia adalah satu-satunya penghalang bagi misi genosida kami."
"apa..?" sebelum Heinrich menyadari keanehan dari jawaban itu, tiba-tiba saja pengawal itu menembak nya. Tidak hanya berhenti disitu, pria itu juga menembak dua pengawal lain yang terkejut.
"pangeran tertembak! Aku ulangi, pangeran tertembak!" Friederich menghubungi regu lain melalui pin bintang merah nya. Ia menyeringai senang.
"unit darurat, siap siap lakukan evakuasi. Aku akan membersihkan area evakuasi dari gagak hitam."
Friederich berdiri diatap sebuah apartemen, hanya 20 meter dari lokasi ledakan. Dengan senapan sniper yang tergantung di bahu nya ia menembak para gagak hitam yang menyamar sebagai pengawal pangeran. Ia harus menggiring mereka pergi sehingga unit lain dapat segera mengevakuasi pangeran dan memberinya penanganan pertama. Friederich berhasil membidik kaki dari target ke enam nya, pelurunya telah menghancurkan tempurung lutut nya. Saat pria itu terjerembab ke jalan, Friederich segera menembakkan pelurunya yang kedua, tepat ke belakang lehernya.
"target ke enam sudah dijatuhkan." target kelima nya adalah pria yang memegang rocket launcher diatap apartemen.
Friederich melihat dua target lain nya berhasil lolos dari tembakan-tembakan nya, dan berlari mengejar Viktor. Ia sudah mengira mereka akan memanfaatkan situasi, jadi ia meminta doc untuk memasangkan sebuah mikro earphone di lubang telinga Viktor. Melalui mikro earphone ia bisa memberikan Viktor berbagai instruksi tanpa ketahuan. Berkat alat itulah ia bisa memperingatkan Viktor untuk segera melompat dan membawa Elle pergi, sebelum kendaraan mereka di roket oleh gagak hitam.
Sekarang ia akan melakukan hal yang sama sekali lagi. Ia menghubungi Viktor untuk memberinya instruksi menuju rute evakuasi yang paling aman, sementara ia akan menuruni bangunan ini dan mengejar target-targetnya, sebelum mereka menemukan Elle dan Viktor terlebih dahulu.
Friederich memasangkan kabel baja di tubuhnya, kabel yang terhubung dengan besi yang ia tancapkan di atap apartemen. Kemudian sambil masih memberi Viktor instruksi ia melompat dari atap apartem n berlantai sepuluh. Pada saat yang sama ia membuka blacksheet nya untuk mendeteksi para targetnya yang menghilang dari pandangan nya.
Ketika ia hampir mencapai tanah, Friederich mencengkeram kabelnya dengan kuat untuk menahan kecepatan terjun nya. Sistem katrolnya bekerja kemudian, menahan tubuh besar itu dari momentum yang kuat akibat benturan, sehingga Friederich bisa mendarat dengan aman dikedua kakinya. Tanpa membuang waktu ia melepas kabelnya dan berlari sembari menggantungkan senapan snipernya di pundak dan menarik kedua handgun otomatisnya.
Viktor menarik lengan Elle dengan kuat, membawanya melalui lorong sempit diantara bangunan-bangunan, kemudian masuk ke dalam tangga darurat yang menghubungkan mereka ke dalam lorong besar beratap lingkar.
"kita akan kemana Viktor?" Elle terengah-engah.
"kita akan menuju tempat persembunyian yang aman sampai Friederich selesai mengeksekusi mereka semua." Viktor memilih dengan cermat lorong mana yang akan mereka pilih ketika lorong itu bercabang menjadi enam jalur yang berbeda. Jauh di belakang mereka derap kaki yang berlari terdengar bergema di lorong kosong. Viktor memilih lorong yang ketiga, dan mereka berdua berlari melalui lorong itu hingga akhirnya mereka menemukan tangga yang membawa mereka turun lebih dalam ke bawah tanah. Dengan terburu-buru Elle melompati dua anak tangga sekaligus, lalu berlari bersama Viktor, berbelok di lorong dengan papan petunjuk "distrik
sebelas".
Semakin mereka berlari semakin jauh, semakin banyak derap kaki yang terdengar di belakang mereka. Suara tembakan demi tembakan terdengar kemudian, membuat Elle ingin berbalik dan mencari tahu apakah Friederich baik-baik saja.
__ADS_1
"tenanglah, Friederich pasti baik-baik saja. Ia akan menyusul kita kesana."
Elle mengangguk.