Ikanaide

Ikanaide
Lomba Cover Lagu


__ADS_3

“Adinda bergetir sangat lirih, apa pantas menonton sebuah kompetensi di mana intonasi sangat manis transit lewat daun telinga?"


🪐🪐🪐🪐


Sudah beranjak ke tahun 2018, kabar sebuah asa pada novel agar berada dalam genggaman bule berambut mie, masih nihil tak bergerak sama sekali dari sana.


Hanya ingin tahu perasaan Harris J kala menerima paket itu yang berisikan sebuah sesuatu semakin merekahkan senyum di wajah.


Huf. Berdesah sangat kesal. Gusar, tak lagi mendapati janji manis milik manager indonesia kali pertama mengutarakan sodor novel langsung ke tangan Harris J.


Dasar. Hanya berikan senang sesaat, apa itu cukup pantas didapatkan oleh gadis sederhana dengan perjuangan nyata?


Oh, tidak.


Kalau saja mengetahui maneger indonesia sangat pongah, takkan mau menerbangkan dengan ayunan sumringah ke kantor pos.


Lembar-lembar terbilang banyak lebih baik terpakai jajan mengenyangkan perut, dibanding santap sarapan duka dari Pak Hafiz.


Ditambah Gessa tak ada kabar sejak menyuarakan proposal ke gunung merah. Buat gadis itu frustasi.


Ke mana melarikan sebuah asa batas senang sesaat, kala sahabat beranjak tanpa sebab?


"Kenapa? Ada masalah kah?" Tanya Ika, khawatir.


Mendadak terkejut, tidak menyadari sejak kapan sudah melamun seperti ini sampai ditegur halus oleh teman kampus.


Melirik sekilas, lalu menggeleng menandakan tidak sedang dalam kabut pekat.


Dan, diluar dugaan gadis itu, teman kuliahnya hanya mengangguk santai tak ingin terlalu dalam mengorek privasi nafsi.


Terkadang ada jendela-jendela dalam bait puisi ingin sekali merasakan apa itu kehangatan di balik arti perhatian seorang teman dekat, bahkan Adinda sendiri belum tentu yakin kalau perempuan tersebut tulus dalam menggandeng jari-jari tak sehebat mereka meraih prestasi perulangan sewaktu sekolah.


"Eh, Din, nanti kita pada mau kerja tugas praktikum di rumahku." Lagi, untuk ke sekian kali mendengar hal ini.


Mungkin hanya sebuah tebengan saja, apalagi tahu ada Livia yang pintar, menjadi sebuah penghias ruang-ruang pertemanan mereka saja.


Kalau saja memiliki sebuah otak setara dengan anak pintar, pasti tidak merasa kerepotan dalam hal mencari teman bahkan mempertahankan biar sekali pun di buat aksa dengan cara tak bermoral dari teman seangkatan sendiri.


Manusia terkadang lupa mengatakan terima kasih, minta tolong, maaf, ucapan sederhana yang tak sama sekali di peraktekkan dalam kesehari-harian mereka di lingkup kampus.


"Dek, ingat, jangan pernah pikul beban ade sendiri. Berat, jalani kehidupan kampus dengan enjoy saja." Pernah, Kak Andy mengatakan hal demikian, saat sedang makan sama-sama di warung mie pangsit andalannya itu.


Meringis.


Gessa ke mana sih sebenarnya? Kenapa telantarkan sahabat, apa ini pantas di sebut sebuah friendship, kalau Gessa sendiri tak terlalu mementingkan arti AVN apalagi mimpi besar orang terkasih.


Pulang dari kampus, tak sabar untuk langsung rehat penat agar kepala tidak terlalu berat, jika dipaksa tidak tidur siang.


Kok tidak jadi bersitatap pada pulau kapuk? Bola mata itu menangkap satu kebahagiaan milik fans yang memiliki kesempatan emas langsung di puji sang idola lewat satu poster tersebut.


"Harris.." Rengek Adinda, sedikit tertekan.


Pengen sekali menelpon Aisha sepupu rambut mie london itu dalam menukar cerita mengenai sahabat yang sedang sibuk, tak menyempatkan waktu untuk menanyakan keberadaan novel itu di Pak Hafiz.


Arg. Lagi, berdecak. Decihan sangat patah terdengar di balik siulan rongga-rongga asa menjelma tangis milik bola aksara gadis itu dalam hening.


Gamang. Tak ada ada perubahan sangat manis di dapatkan kecuali tangis, sesak, patah berasal decihan itu dari bola asa bersitatap pada halusinasi di sana.


Kalau bersahabat dengan orang bule memang sangat menyaktikan batin imaji. Really.


Pernah, "kenapa juga sih, kak Adinda ngejar orang yang jauh-jauh begitu, sampe ke london. Kenapa tidak dekat saja, seperti artis indonesia begitu kah? Kan, tidak susah kalau mau nyodor kadonya." Anisa, adik kelas yang di temui melalui Nurul.


Meringis. Kala mendengar penuturan sangat jujur dipenuhi banyak delusi-delusi terpelihara nafsi.


Yeah. Memang realita menyebutkan baris-baris luka, kala memotret rutinitas bule itu sangat sumringah. Sedangkan bola harap telah mengayunkan banyak keindahan batas sampai pun ditemani debu.


Namun, Adinda kembali teringat satu diksi cantik penuh riang.


"Saya juga pengen sih jadi sahabatnya Harris J, yah cuma begitu, rasanya mustahil." Ika berkicau sambil disusuli sebuah kekehan kecil.


Pernah, duduk sambil menunggu dosen mengajar tak disangka gadis aksara mendengar sebuah mimpi yang sama. Tapi, apakah karena mendengar cerita perjuangannya, maka dari itu ingin sama, menjadi sahabat bule itu juga?


Hm, tak menjadi masalah, selagi berteman baik. Sudah di jelaskan juga kan, kalau membangun sebuah silaturahmi sesama muslim akan jauh lebih indah dan tentram.


Harris J juga orang yang humble kadang ngeselin tapi banyak mengirimkan kidung-kidung dibalik simfoni kreatifitas masing-masing fans. Menjadikan satu selipan berharga miliki arti JJS disekitar jiwa-jiwa Harris J.


Dan, Adinda salah satu diantara milyaran fans yang melantangkan protes menampik dijadikan fans melainkan sahabat sah bule rambut mie itu.


Jujur, kali pertama sampai di kamar sendiri, Adinda lompat sumringah sepulang liburan dari london. Dijadikan sahabat sah bule itu di kota big ben.


Friends till jannah. Mengejar sebuah gelar itu dari rambut mie london, tapi melihat rutinitas padat pun sering absensi dari chatroom Adinda, sedikit menekuk wajah penuh getir.

__ADS_1


Oh, hampir saja kelupaan saat sudah memotret dan menyimpan baik-baik informasi mengenai brousur tersebut.


Apa sanggup menahan cemburu berkecamuk dalam dada bait-bait tercabik dengan paksa oleh brousur itu?


Memang sih Adinda tidak memiliki bakat terpampang sangat mengalun penuh simfoni lembut lewat itu, seenggaknya asa yang terlanjur tertidur dibalik tumpukan debu telah berada dalam pangkuan Harris J.


Bakal menggantikan rasa getir, melihat ketakberdayaan bakat di bidang terpampang megah dalam poster tersebut.


🪐🪐🪐🪐


"Din, saya mau bicara sesuatu dengan kamu? Tapi, jangan marah dulu eh?" Tiba-tiba Ika berkata, sangat mengusik jiwa-jiwa gadis aksara itu seketika.


Mendadak berhenti sejenak dalam mengeluarkan motor dari parkiran depan fakultas kampus.


Menoleh pelan ke arah belakang, sambil mengode mengangguk pelan setelah itu Ika berupaya memberanikan diri untuk menyampaikan sesuatu penting juga kepentingan kesehatan teman kampusnya itu.


“Saya mau kamu berhenti menulis. Ah. Maksudnya boleh kamu jadi penulis, setidaknya kamu ingat juga sebagai mahasiswa ada tanggungjawab yang besar buat kamu. Masa iyo mau lihat ipkmu jatuh trus? Nanti kamu ketinggalan jauh sama kita, Din. Saya begini karena peduli juga dengan kuliahmu.” Urai Ika. Penuh sangat tulus.


Ah, benar sekali. Sejak mengejar Harris J dan berharap pada kepastian dibiarkan mengembang lewat debu oleh manager indonesia, tanpa sadar kena teguran tegas oleh teman dekat sendiri.


Ada senyum getir di sana pun sisi lain sangat riang-riang melihat Ika mengkhawatirkan sebuah ipk memang sering terkulai oleh santai milik Adinda.


Ugh, di perjelaskan kembali deh, mental seorang anak di jatuhkan oleh keluarga sendiri mengakibatkannya tak serius dalam mengejar cita di mana tertumpuk tanggungjawab besar di sana.


Ika sangat benar dan itu sungguh menampar hati nafsi yang terlanjur terkepung pada ruas nyaman di buat sendiri.


Karena memang sejak sebelum resmi jadi mahasiswi, melulu di lempari keluhan dari keluarga kenapa tidak kerja dan lebih memilih lanjut kuliah, sedangkan otak tak setara dengan anak pintar di lua sana.


Thanks, sudah perhatikan studiku apalagi ingatkan ipk-ku. Getir Adinda dalam batin bersuara sangat nyesal.


Dia ingin makan dulu di prumnas tiga, seperti biasa, mie pangsit dan Ika mengatakan kalau uang habis karena di kelas sudah beli diktat. Di tepis halus dan cepat dari temannya, kalau kali ini bakal mentraktir.


Ada sesuatu penting sangat menyenangkan dahaga gadis itu. Karena Ika telah menyadarkan diri agar kembali fokus pada cita, sebab mimpi serta asa melihat Harris J pegang novel itu batas halusinasi saja.


Setengah jam kemudian, mereka selesai makan dan balik mengantar Ika pulang ke rumah.


Sampai depan rumah teman dekatnya itu, sebelum memasang headaet dengan sempurna.


Daun telinga menangkap kicauan sangat menyelipkan arti.


“Ingat eh..kalau pulang tuh jangan begadang lagi. Langsung istirahat! Nanti kepalamu sakit lagi!” Diksi penuh manis, buat Adinda terkekeh kecil.


Menjaga sebuah pertemanan memang tidak mudah, kadang ada saja badai menampik kasar lalu lambai-lambaian pongah berasal dari orang ketiga, merusak semua masa-masa indah beraama teman dekat sendiri.


Semoga sampai lulus bisa bareng tanpa ada prahara menghantam kembali.


“Siap bu bos!” Membalas sambil terkekeh, ups, Ika juga ikut tertawa pelan sambil memukul kecil lengan Adinda.


"Yasudah, saya balik dulu eh, daaa.." Adinda pamit lalu melambaikan tangan setelah menyalakan musik juga mesin motornya.


Setitik senyum muncul, sangat bahagia.


Makasih Ika, lagi batin bersuara sangat lega dan bahagia mendominasi hati Adinda.


Perjalanan pulang kali ini sangat berbeda, jauh berbeda dengan kemarin, sangat letih penuh sesak di hati memotret sebuah bakat dinantikan oleh sang juri tak lain adalah Harris J terutama pihak yang menyelenggarakan, DNA Production.


Menghempaskan tubuh di kasur, setelah itu kembali buka aplikasi kemarin buat detak-detak berirama cemburu milik Adinda.


Duh, itu kan, senyum sangat getir menghiasi wajah Adinda lagi.


Sudah banyak apresiasi dari JJS, bahkan sudah tidak sabar untuk mengirimkan langsung bakat terpendam mereka itu ke akun tersebut.


Memposting novel versi inggris menaruh caption memperindah tampilan instagramnya sendiri,


Sebuah mimpi. Harus bisa menjadi nyata. Jika benar-benar niat untuk mengejarnya dengan doa. Kalau tidur, takkan benar jadi kenyataan.


@Joel memberikan komentar : Captionnya mantap.


@adinda.ariani03 membalas komentar itu : Hehe itu kata-katanya masih sederhana kak.


Belum ada sejam memposting, sudah ada kakting yang mengomentari, manis dan menghangatkan jiwa gadis itu.


Bukan tipekal orang perulang dalam memposting hal serupa, karena rasa takut dan cemas lebih mendominasi hati Adinda.


Nanti JJS menyeruakkan jendela-jendela iri lalu mengikuti sambil menjiplak jejak mimpi gadis itu.


Hanya melarikan sebuah nestapa saat diberikan kebohongan besar dari manager indonesia.


Novel tak dianggap istimewa menyamakan dengan kado-kado lain telah sampai di sana.


Cih, dasar..maunya kado berbentuk apa lagi sih? Supaya dapat sampai di tangan Harris? Gusar gadis itu dalam hati.

__ADS_1


Lomba Cover Lagu Harris J


Hello semuanya, Fansnya Harris J mana nih? Kita mau buat lomba nyanyi nih, dibaca syarat dan ketentuannya yah.


1. Warga Negara Indonesia


2. Cover salah satu lagu Harris J (bebas)


3. Upload Vidio nyanyi kalian ke IG masing-masing, pastikan IG kalian tidak Private/terkunci. Kalau private vidionya tidak bisa dilihat


4. Gunakan Hastag #lombaharrisj2018


5. Boleh sendiri/kelompok


6. Tidak dianjurkan menggunakan effect tertentu untuk suaranya (edit/mixing)


7. Boleh pakai aplikasi smule tapi tidak boleh pakai efect apapun untuk suaranya.


8. Boleh menggunakan alat musik, karoke, acapela dan instrument.


9. Akan ada 3 Juara utama dan 1 Juara favorite


10. Pemenang utama akan dipilih langsung oleh Harris J dan dinilai dari kualitas bernyanyi


11. Juara Favorite akan dinilai dari banyaknya viewers


12. Hadiahnya yaitu mendapatkan kartu ucapan disertai ttd Harris J, Raef, Maher Zain dan mendapatkan Merchandise official dari HJIFC


13. Batas upload vidio sampai tanggal 30 January


14. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 1 February


15. Pastikan follow akun @dnakreatif


Selamat berkompetisi dan good luck.


Lomba itu diselenggarakan dalam menyambut tahun yang baru memberikan kesan pertama di angka terganti tahun lalu.


Benar. 2018 kali ini mereka buat kontes lomba cover lagu Harris J. Judul bebas.


Sempat akhir tahun, tidak sengaja Adinda mampir ke status instagram admin JJS Ina, untuk memberikan ide apa untuk menyambut tahun baru tema tentang Harris J.


Disana, dengan sumringah dia mengusulkan lewat DM kalau buat konteks novelnya jadi gift dengan lomba menulis puisi atau cerpen. Nihil, mengelus sangat lirih di dada, tak terbalas.


Kontesnya kuis hadiah novelku aja kak, yang A Dreams. Banyak yang minat juga hehe.


Begitulah DM yang sudah di kirim tapi belum ada respon sama sekali.


Padahal, sangat butuh biaya sendiri untuk bayar spp kuliah. Agar keluarga tahu lewat tulisannya bisa menghasilkan rupiah.


Huhu, sayangnya mereka sama sekali tidak ada niat untuk jadikan novel A Dreams kuis berhadiah.


Setelah usulan tak mendapatkan respon, beberapa menit kemudian mereka mengupload ketentuan lomba cover lagu tersebut.


Meringis sangat lirih.


Adinda tidak sempat baca sampai selesai, ketika 'Rambut Mie London' tertera di layar benda pipih itu.


Spontan mengernyit dong. Kenapa datang saat sudah muak dengan omongan manis penuh kebohongannya?


"Assalamualaikum, Din, siapa tahu minat ikut lomba cover lagu? Nanti, saya kasih nilai tambahan loh sebagai sahabatmu." Ucap Harris J sambil terkekeh kecil, terselimuti rasa senang.


Mengejek kah? Pikir Adinda sangat santai.


"Waalaikumsalam, biar orang lain yang ikut, mereka lebih butuh lomba itu, dan camkan eh?! Saya ini bukan mereka yang ingin maju di garis terdepan buat kamu puji!" Menarik napas setelah itu membuang kasar, "kalau sudah tidak ada lagi yang dibicarakan, saya tutup. Assalamualaikum." Tanpa aba-aba, Adinda langsung menutup obrolannya.


Napas terdengar kempas-kempis, mata panas menahan tangis, belum cukup puas kah kalau dia tidak butuh lomba seperti itu.


Sama halnya berada di jejeran fans yang ngebet di puji bukan mendapati apresiasi dari hasil perjuangan dan karya sendiri.


Nyanyi sendiri dalam kamar saja kadang pintu digedor dan luar pintu kamar sangat jengah dengar nada ambyar miliknya dari orang rumah.


Dan ini? Harris J artis ternama memiliki suara indah melantunkan simfoni lembut penuh hangat, mengajak nafsi kali pertama yang sangat terdengar jelek, apa ingin mengejek lalu tertawa bahak di sana kah? Bikin rusak pendengarannya saja.


Lalu, menonton banyak JJS telah mengupload bakat mereka di dinding tag instagram admin JJS Ina.


Benar-benar tidak sanggup saat daun telinga mendengar decihan nada-nada indah tersebut.


Segera menutup aplikasi instagram lalu menatap A Dreams versi indonesia yang berdiri di rak bukunya. Tersenyum getir.


Masih belum ada kabar juga yak? Haha pengen sekali tertawa hambar sambil marah tidak jelas ke Harris J. []

__ADS_1


__ADS_2