
βSenada rintik hujan, senyuman lewat big thanks Harris J meneteskan genangan. Membiru meyamudera, menenggelamkan pengharapan. Apakah perjuangan sekedar wacana memberikan apresiasi?β
πͺπͺπͺ
Setelah berbulan-bulan hilang dari chatroom whatsapp. Harris J aktif di instagram yang cukup buat napas itu kempas-kempis. Membelalak tak percaya.
"Ada apa dengan dia sih?!" Kesal Adinda.
Mata berat ingin segera bertemu pulau kapuk karena besok bakal ngampus pagi. Justru terurungkan karena screen shoot di lihat oleh kedua bola mata dalam grup Ofc Jung Juniverse 2.
Apakah benar?!
Kenapa Harris J tidak mengabari gadis itu lebih dulu sih, hah?!
Fine. Berarti kemarin Kak Lefan ngomelin nafsi agar tak terlalu larut memikirkan ulah JJS seperti bocah, ini yak disembunyikan oleh mereka berdua?!
Ih, kok Kak Lefan tega sih sama adiknya sendiri?
Renata, ke mana sosok kakak translation-nya itu? Sungguh..sangat butuh untuk minta penjelasan sebab buntu sedang menyergap isi pikiran Adinda saat ini.
Kantuk itu terkalahkan.
Buru-buru melihat kontak Harris J di whatsapp.
"Astaga..nomernya tidak aktif." Adinda mulai panik.
Trus persoalan kolaborasi yang di bicarakan saat sakit, apakah batas menenangkan perasaan saja? Agar fokus dengan kesehatannya, hah?!
Kok mereka-mereka jahat sih?! Terutama Harris!
Sebentar, pengen meluruskan gadis itu bukan memusatkan sepenuhnya ke kolaborasi kok, melainkan kenapa bisa sahabat rambut mie london pindah argency lain, tentunya bukan seleranya sama sekali, hah?!
Kecewa.
Bagaimana cara menghubungi orang yang tersambung sama bule menjengkelkan itu?!
Aisha?
"Tidak. Jangan-jangan!" Pekik Adinda tanpa sadar pelupuk mata itu sudah membanjirkan bulir-bulir di kedua pipi.
Mendesak-desak sangat sesak sekali dalam dada, kenapa bisa beralih ke argency lain sedangkan JJS-nya banyak menunggu kabar pun kapan konser lagi di indonesia. Mendapati kejutan berbalut tangis.
Habis sudah.
Tidak ada hal yang harus di diskusikan apalagi karya sudah menjadi sampah di kantor DNA Production. Sebab Harris saja sudah tidak di sana melainkan pindah dapur rekaman lain.
Wait, menghapus sisa-sisa tangis lalu melihat instagram rambut mie itu.
Allahuakbar!! Harris J kenapa, apa yang salah dengan karir mendayu-dayu begitu merdu di balik dakwah lewat karya modern, musik religi?
Kok bisa memiliki pemikiran pindah dapur rekaman lain, hah?!
Sungguh deh Adinda tidak tahan dengan sikap dingin juga hilang kabarnya berbulan-bulan belakang ini.
Berhenti produksi tangis dari fans sendiri, kenapa sih Ris?! Kesal gadis itu dalam batin.
Atau hanya gegayaan foto seperti itu biar terkesan asthetic, ikut trend yang ada di sosmed?!
Uh..sungguh dah sahabat aksaranya pusing bercampur bingung kenapa dengan sikapnya yang berubah asing.
Daripada tidur terkepung penasaran, menahan kelopak mata dengan baca komentaran JJS dalam grup.
Jelas melukai sebuah sayap-sayap yang telah menerbangkan Harris J hingga naik daun sampai sekarang tapi idolanya justru berpindah haluan ke argency lain.
Pindah?
Tunggu, kan, Harris J suka isengin fansnya. Kemungkinan besok ada hal yang lebih baik dari postingan tersebut.
__ADS_1
Esok hari ..
Malas buka chatroom grup di whatsapp, bakal merusak mood gadis itu saja sedang ngampus pagi.
Berusaha menyingkirkan hal-hal bersangkutan tentang sahabat rambut mie, tetap tidak fokus ikut matkul.
Jam istirahat, di kantin kampus,
"Kenapa, Din?" Ika yang menyadari langsung buang suara.
"Harris.."
Heh? Mendapati wajah melongo bodoh dong dari teman kepercayaannya.
"Saya kira apa kah, kenapa dengan dia? Masih belum ada kabar?"
"Ikaa..bukan soal ada atau tidaknya kabar Harris, tapi ini jauh lebih berbahaya!"
"Bahaya? Dia kecelakaan kah?"
"Bukan! Tapi, tadi malam saya dapat kabar katanya dia mau pindah ke dapur rekaman lain, percaya ndak?"
Sedikit berpikir, lalu menggelengkan kepala, "tidak mungkin. Karna yang saya tahu Harris J agamis."
Ada senyum meremehkan berasal dari gadis aksara.
"Tidak menjamin orang itu menetap dengan kewajibannya. Kan, tahu sendiri kehidupan di inggris bagaimana?"
"Jangan bilang Harris terbawa arus pergaulan bebas di sana? Ah..yang benar saja sih, Din. Tidak mungkinlah seorang Harris yang hafidz gitu kena arus jelek di sana."
Hm. Bukan itu yang di maksud tapi mungkin ada benarnya juga sih kata Ika.
"Percaya ndak sih, apa karna ulah JJS yang terlalu fanatik makanya Harris beralih ke dapur rekaman lain?" Adinda berusaha mengkilah apa yang sudah di katakan perempuan itu.
"Fanatik? Emang mereka bikin apa kah, kok bisa sih Harris sampe mau pindah ke argency lain?" Ika bingung sendiri.
Duh, gadis itu pun menjelaskan secara rinci tak lupa perlihatkan screen shoot salah satu JJS di galeri HP.
"Ada benarnya juga sih, tapi rugi loh kalau dia benar-benar pindah?" Miris Ika.
Saya berharap sih dia hanya prank bukan sungguh-sungguh. Batin Adinda penuh harap-cemas.
πͺπͺπͺ
Adinda memejamkan kedua bola mata sembari mengingat-ngingat kejadian masih hangat jadi perbincangan dalam grup whatsapp.
Masih mendayu-dayu begitu sayu di pelupuk chtaroom grup whatsapp.
Belum mau memercayai keputusan final sahabat rambut mie.
Lagi, melirik semua antologi telah rilis hanya menunggu dikirim atau langsung kasih saat tiket sudah di berikan sama Harris J.
"Haha.." Tetiba ada tawa-tawa berdecih sangat hambar.
Sepahit itu kah dalam pertahankan sebuah gambaran mimpi batas kenangan yang telah termanipulasi tak lagi memiliki kesan arti?
Kok Harris J tidak kasih tahu nafsi kalau ada masalah dan langsung berikan kejutan sebengis ini. Tak menyadari telah melukai ulang sahabag gadis aksaranya.
Jadi, bukan hanya melukai JJS tapi sahabatnya yang berasal dari bola mata aksara, menerbitkan bangga pun kagum lewat Pak Hafiz pun Lefan.
Ke mana sosok ramah yang seringkali buat amarah ke gadis aksara, hah?!
Eh, bentar deh ada teman masa kecil, Anha, mau main ke rumah katanya nanti malam baru datang.
Malam pun tiba,
Mereka duduk di teras samping kamar Adinda sambil curhat mengenai novel yang lupa di bawa Harris ke london.
"Tenang ji, dunia mo ini. Apa sih yanh tidak bisa kita dapatkan? Pasti itu Harris J baca novelmu." Mulai deh logat bugisnya keluar.
"Tapi kamu tahu sendiri toh, kalau jarak london ke jakarta tuh jauh sekali." Lagi, merengek tidak yakin novel itu di baca.
__ADS_1
Ditambah kabar membludak amarah meledak-ledak dalam dada, tahu Harris J berubah.
"Dunia ji ini, ndak usah ko khawatir novelmu tra dibaca. Pasti itu. Sabar saja. Butuh waktu." Hehe, kok logat bugis campur papua yak?
Adinda juga menceritakan tentang bule itu ingin istirahat dari dunia musik dulu.
"Susah, Din. Namanya juga orang luar negeri. Jangan ko sama kan dengan kita yang tinggal di indonesia. Pergaulan dan lingkungan mereka tidak sama dengan kita. Sa harap dia tidak berubah setelah posting itu di instagram. Walau..sedikit jengkel lihat fotonya buka baju setengah seperti itu. Macam sa tidak kenal Harris J yang dulu kah." Cerocos Anha.
Ternyata bukan nafsi mengetahui perubahan drastis sahabat rambut mie london, teman semasa kecil juga.
Dan, meluangkan waktu sementara sedikit melegakan rongga-rongga yang dari kemarin sesak dengan Anha.
Perempuan itu pun pamit pulang karena kakak-nya suruh balik cepat.
Esok hari ..
Harris J belum sama sekali menghubungi gadis aksara.
Seperti .. Kehilangan semangkuk bermimpi selain menutup semua tanpa berbalik dengan sesal.
Bentar ..
Ada diksi sweet muncul di beranda facebook.
Do not ever stop dreaming, even though what you dream of is always ignored by everyone, but believe those who always ignore and think you weak will never know that you are not as weak as they think and they are not as good as they think.
Anha memang benar-benar perhatian dengan mimpi itu yak?
Tapi kan, sudah lelah mempertahankan sesuatu yang sudah terlupakan bahkan tujuan utamanya saja berubah begitu.
Kak..Harris J pindah dapur rekaman dan sudah tanda tangan kontrak dengan dapur rekaman itu.
Ris..kenapa berubah drastis gini sih?! Ketus Adinda dalam batin, masih belum ikhlas dan terima friends till jannah-nya pindah dapur rekaman lain.
Apakah sederet puisi takkan bisa berkolaborasi dengan nadanya? Jika tahu sudah berubah dan terlihat asing di mata sahabat aksara.
Tapi, masih memiliki harapan ketika puisi Fighting Dreamer dijadikan musik dan terkemas kado, apresiasi sudah mengejar dirinya sebagai sahabat bukan idola.
Uh, lain cerita kalau sudah tahu Harris bukan yang dulu.
Apa bagusnya sih bersimfoni di luar religi?! Mau terlihat keren dan aesthetic, hah?!
Adinda kesal sendiri. Kenapa bisa sahabat sendiri yang selalu dikagumi lewat deret sajak berubah asing tak dikenali.
Seperti bertanya dalam batin, "Ris apakah ini akhir dari perjuanganku kejar kamu sebagai sahabat lewat aksara justru dibalas dengan beralih ke argency lain?"
Harris J tetap tidak akan menetap di awakening yang telah membesarkan namanya.
Duh, kehilangan selera dalam berimajinasi ciptakan ruas kagum lagi teruntuk friends till jannah.
Hah? Friends till jannah apanya kalau sesosok itu saja sudah terhapuskan dengan tanda tangan kontrak dengan dapur rekaman lain.
Yang saya kejar itu friends till jannah bukan idola! Kamu sendiri tahu kan, yang pantas diidolakan cuma baginda nabi muhammad?!
Apakah Harris J mengelupas percakapan itu? Ah, benar saja, tak memungkinkan juga sahabat rambut mie itu langsung berubah sederastis terpotret bola mata.
Yang biasanya bercerita kalau ada masalah, sekarang berubah main putak umpet dan nongol patahkan tangkai-tangkai telah terawat tulus pun ikhlas oleh JJS.
Ikanaide .. Mungkin batas ucapan saja, karena Harris J jauh lebih memilih berkemas tak lagi berbalik ke argency lama.
Arigatou memoar manis
Jangan berjangka tangis
Please .. Balik ke ceria lagi
Karena JJS rindu sifat dulu
Adinda pun menutup aplikasi instagram, terbaca atau tidak sudah bukan percakapan simfoni melainkan tangis menemani diri. []
__ADS_1