Ikanaide

Ikanaide
Kupu-Kupu Terluka


__ADS_3

"Lagi, berada dalam jeruji keterlukaan, sangat mendalam rumit melupakan."


🪐🪐🪐


Mata yang sayup-sayup akibat terlalu di bawah pikiran berlarut, kenapa sih harus diladeni? Sudah jelas segelintir mereka hanya numpang tenar dan terobsesi memiliki posisi gadis itu.


JJS kemarin menjadi heters unfaedah adalah cari perhatian publik figur tersebut. Bukan mendapati apresiasi lewat karya.


Yang dikejar adalah prestasi dan mengembalikan keping mimpi sempat tercecer di jalur pemberian harapan palsu manager indonesia, lantas apa yang JJS cari, selain obsesi?


Hilang selera dalam mengajak mereka berkarya lagi. Apalagi ada cerpen dan cerbung yang kudu di kejar deadline, seperti .. Kehilangan cercah senyum melainkan keterpurukan mengurung.


Dan .. Buar! Meledak-ledak dalam grup tersebut.


Melampiaskan semua ke mereka yang tak tahu apa-apa persoalan heters unfaedah sempat melukai ide yang di tuangkan bahkan simfoni baru pun terolok-olok oleh mereka rumit mengartikan perjuangan.


Apa harus memberitahui Lefan persoalan keterlukaan ide perulangan, akibat ulah caper JJS?


"Tidak! Jangan sampe dia tahu!" Menggeleng-geleng tak habis pikir seorang diri.


Jika Renata tahu sih, bukan masalah besar melainkan ketakenakan diri produksi curhat lewat benda pipih, chatroom whatsapp.


Kasihan juga, bakal membagi waktu buat kuliah, kerja ditambah curhat tak berfaedah, menjadikan beban pikir, kan?


Wait, ada yang menjanggal kemarin ada JJS bertanya pacaran kah dengan Kak Derry? Namun ditanggapi adalah tawa bukan iya atau tidak-nya sebuah tanya tersebut.


Tapi, kenapa harus muncul sebuah status whatsapp di mana menjadi sebuah boomerang JJS menjelma heters unfaedah di sosmed.


Ehhm kak dinda pacaran sma kak derry fransakti di ksh paket malahan. Semoga langgeng ya wkwkwk...


Menepuk jidat sangat gusar.


Bagaimana mungkin mereka terpancing? Padahal belum klarifikasi baik oleh orang utama.


"Kak Lefan.." Lirih gadis itu, berbicara sendiri.


Ada saja memproduksi sebuah kupu-kupu terluka, seperti tak memiliki kembali arti mimpi pun apresiasi dari Kak Derry.


Ka, ongkir ke london itu berapa?


Uh, pengen di apakan sih chat itu? Mata panas yang memicu deru napas sangat cepat, amarah menggumpal dalam dada, hampir meledak.


Mo kirim apa emang?


Dan, chat kedua adalah buku? Cukup mengundang emosi diri, kan.


Mau kirimm pigura foto insyaallah


Jadi mau nanya dulu ongkirnya sm kaka hehe.


Kenapa tidak langsung ke kantor pos sih? Arg, memang yak, mereka hanya tahu caper bukan berjuang realita.


Kalau paket mahal, murah kalau surat saja.

__ADS_1


Dapat respon cepat,


kk dulu kirim buku brp?


*ongkirnya?


Uh, pen sekali makan hidup-hidup tuh orang, bisa ndak sih mandiri ke ekspedisi langsung tanya?! Emang Adinda kerja bagian kantor pos, nanya ongkir segala?!


Fix. Ruas-ruas emosi meletup sangat pesat dalam rongga aksara pun perjuangan batas pandang sebelah mata, kupu-kupu terluka, patah tak terawat ramah.


Gadis aksara pun meronta-ronta hebat di status whatsapp. Tidak sama sekali di hargai usahanya.


Lalu ..


aku bukan mau kirim buku kek harris kak, mau kirim foto. Cuma aku nanya dulu harga ongkir pas kk kirim buku brp, mon maap nih kak takutnya buat status ini ke saya hehe.


"Hehe.." Adinda pun tertawa sangat jahat.


Harris J juga kenapa hilang kabar sih? Bikin sahabat aksara luntang-lantung di judge tanpa perasaan pun klarifikasi.


Lagi, dia berkoar-koar lewat status dan ada salah satu JJS yang memang benar-benar mengerti diri ..


Aku gak ikut²an kek JJs lain yg spam kak❤


Lelah. Kantuk pun tak terprioritas demi karya mereka di produksi cetak.


Yang memperparah amarah itu adalah JJS banyak nyepam tentang lomba menulis, seperti mengabaikan PO antologi sedang on the way rilis untuk di jual online.



But, kecewa dilapisi luka perulangan apakah bisa menutupi semua dengan diksi sori sekali pun?


Fine. Tak permasalahkan nyepam persoalan lomba tapi seakan-akan tak menghargai proses yang sudah di upayakan gadis itu oleh mereka.


Siapa sih yang tidak marah, hah?!


Lebih baik matikan data seluler untuk sementara memulihkan keterlukaan yang di sebabkan mereka tak mengerti perjuangan nyata.


Memijit pelipis mulai nyeri, terlalu kepikiran lagi kah?


🪐🪐🪐


Per satu-satu pada keluar dari grup tapi ada beberapa bertahan sembari mengirimkan caption motivasi ke Adinda.


Termasuk ..


Do not ever stop dreaming, even though what you dream of is always ignored by everyone, but believe those who always ignore and think you weak will never know that you are not as weak as they think and they are not as good as they think.


Mendapati diksi-diksi manis lewat dinding facebook, teman masa kecil menandai diri di sosmed.


Ada haru tercipta dari pelupuk mata, sangat jelas terbentang di sana.


Berbalik lagi, melihat cuplikan-cuplikan luka dan ketakmenghargai berasal dari JJS, apakah pantas pertahankan pintu mimpi duduk manis dengan secangkir kopi di london?

__ADS_1


Jikalau tahu sahabat sendiri benar-benar lupa dengan A Dreams tidak disodorkan oleh managernya kala masih konser di indonesia.


Renata sempat membujuk, agar prahara yang sudah menjadi parah segera Harris J tahu, justru tertolak halus agar tak tahu hal itu.


Bakal menjadi boomerang lagi terutama kolab akan terbatalkan.


Hue..jangan sampai semua itu terjadi.


Melihat-lihat story JJS, semakin melunjak bahkan ada yang tanpa kakak kick, kita bisa keluar sendiri!


"Dia marah? Dih..tahu apa soal kecewa yang saya punya, hah?! Emang dia ikut proses dan tahu lukaku?!" Adinda tetiba bersungut-sungut sendiri.


Lagian JJS itu buat story tidak pernah aktif apalagi partisipasi, hanya menjadi penonton dalam grup.


Harris .. Saya tahu kamu marah, makanya tidak ada kabar sama sekali. Please, saya butuh teman cerita, tapi sadar kok, kalau tidak berfaedah haha. Dahlah .. Baca atau tidak, sama saja, makasih.


Sudah terkirim tapi centang satu, ada foto profil juga kok.


Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa terus saja menghindari nafsi, kalau memang menanggapi berarti, harus terselesaikan baik-baik, bukan?


Kembali melihat karya yang masih sama sekali belum terombak melainkan figuran dalam laptop.


Belum ada cercah semangat selain getir tercetak di wajah apalagi dalam hati, sangat parah lebam membiru tak tertolong.


Sudah jauh lebih membaik kala Derry Fransakti menerima sangat baik pun mengapresiasi A Dreams, justru mendapati tatapan bengis kepunyaan JJS batas caper doang, bukan kejar prestasi.


Duh, memang yak seorang gadis aksara batas mengecup bahagia lewat imaji doang kah? Apakah tak pantas mendapati pintu sua di mana bergelantung senyum rekah, sembari duduk bincang apresiasi bukan obsesi.


Hah. Lagi, menghembuskan napas panjang, kali ini terasa sesak tak tertolong.


Mereka mencabik-cabik perjuangan nyata lewat hal instan dipunya, pun mampir sebagai peran antagonis tlah berhasil merebut simfoni manis terasa belum beberapa bulan milik gadis aksara.


Masih terekam jelas mengenai ..



Salah satu JJS nyepam untuk mendapatkan hal instan, nomer Kak Derry.


Miftah Hudaini sempat menjadi heters unfaedah, yang nyinyir tak ada ampun, awalnya saja melas seperti tak memiliki niat jahat tapi berbalut muka dua, munafik.


Adinda masih ingat, JJS itu menyindir dengan diksi terkesan pongah bahwa paket yang dikirim ke Derry telah sampai.


Bentar, "apa sih?! Kurang kerjaan kali nih bocah!" Ketus Adinda, sangat bersungut.


Emang yang gadis itu kejar adalah pamer hasil, hah?! Tidak ada sama sekali, melainkan beri motivasi ke mereka agar detak-detak hobi unfaedah beralih ke berkarya, bukan sebaliknya, nyinyir pedis tak bertepi.



Menepuk jidat ulang-ulang, memang anak itu datang dengan manis tapi di belakang menusuk sangat bengis.


Fine, Miftah hanya pengen tenar dan hits sebagai JJS yang terobsesi punya nomer kontak artis.


Paling kalau Gessa tahu hal tersebut, "kekanakan sekali, apa bagusnya sih kirim kado trus pamer?! Mending perjuangan dan novelmu, sudah punya nomernya Harris J, kamu tidak sombong kek bocah ingusan itu!" Pasti tercetus seperti itu.

__ADS_1


Mengingatnya saja cukup ngundang tawa geli milik gadis aksara. []


__ADS_2