
"Ternyata kemarahan dan tidak beri kabar kepunyaan Harris J menimbulkan banyak luka di mana-mana, bahkan ide pun vidio terberikan batas permainan di JJS."
🪐🪐🪐
Sungguh, detak napas yang berpacu bagaikan lari maraton, tak terbentung lagi sebuah amarah menjalar pesat di tubuh.
JJS sangat keterlaluan.
Sampai memuntahkan amarah lewat ..
Jangan datang mengharapkan asa pada saya! Buang semua mimpi kalian dan jangan jadikan saya ini sebagai motivator pun inpirasi dalam merajut mimpi kalian!
Apakah Harris J menyadari kemarahan itu? Bahwa Vidio di berikan sudah tidak memiliki keistimewaan lagi?
Semakin murka pun kecewa, ketika ..
Tanpa kakak kick dari grup, kita bisa keluar sendiri!
Kak, jangan kasih keluar kita dari grup, karya kita bagaimana? Aku nggak ikut-ikutan mengupload vidio kakak :(
Kak, kita selalu support kakak kok, aku mewakili mereka atas tangan-tangan tak bertanggung jwb itu kak, kami minta maaf, tolong..terbitkan karya kami kak :(
Ralat. Ada yang masih peduli ruas-ruas penuh lirih tersebut.
Yang memuntahkan protes apakah tak menyadari bahwa berjuang itu susah dalam mendapatkan hal indah?
Bukan sekedar numpang pakai kreatifitas orang lain dengan seenaknya.
Ini sudah bermalam semenjak mengirim cerpen pun puisi dalam grup mengenai keterlukaan mimpi termanipulasi cuma-cuma oleh JJS di luar sana.
Hingga memproduksikan sebuah status kemarahan tak terkontrol lagi.
Harris J sebenarnya di mana? Kenapa tidak lihat status itu? Atau jangan-jangan disenyapkan?
Akun @qonita.jung yang telah mengupload vidio tanpa perasaan, cukup buat mimpi-mimpi gadis aksara menjadi patah perlahan-lahan.
Sebab, terlalu banyak JJS yang mengupload ulang di sosmed, cukup menyeruakkan lagi rasa kesal milik Adinda.
"Cih! Orang sudah susah payah dapatkan vidio itu, kalian seenaknya pakai perjuangan kita lagi!" Gerutu Adinda, sangat emosi.
Ternyata benar kata Gessa, "Din, mereka itu hanya tahu senang sesaat, trus suka copas sana-sini perjuangan orang lain, tanpa lihat bagaimana orang itu bertahan sampai dapat apa yang diinginkan."
Senang sesaat yang menimbulkan banyak keterlukaan bercampur amarah dalam dada.
Bunga harapan kepunyaan Harris J sangat-amat tak berperasaan sama sekali.
Yang dianggap istimewa sudah menjadi biasa saja juga tak memiliki aset penting lagi, sebab dengan cuma-cuma terambil paksa lalu di produksi lewat sosial media.
Apa. Apa lagi harus di banggakan dari sebuah vidio tak istimewa itu, hah?!
Ditambah sahabat rambut mie london telah berubah dingin, ketas-ketus tak berperasaan semakin menjauhkan mimpi dan terlihat begitu murah di jemaei JJS yang telah merebut paksa ide kreatifitas milik gadis aksara.
Dek..kok mereka jahat sih? Copas vidio kakak?
Belum ada respon cepat, mungkin lagi sekolah?
Hm. Setidaknya saat ini dia sedang gelisah campur amarah terlanjur menjalar di seluruh tubuh.
Mereka kenapa kak? Sori, Nanda baru jam istirahat.
Ping,
Kakak vidio call, boleh?
Tanpa menunggu detak waktu lama, langsung menelponnya dalam bentuk vidio di whatsapp.
Sangat girang sekali, seperri artis sedang jumpa fans lewat vidio call.
__ADS_1
Adinda menceritakan mengenai vidio tak istimewa telah di rebut paksa oleh akun bernama @qonita.jung tersebut di instagram.
Nanda Badi memberikan masukan yang membangun juga mengatakan kalau tidak perlu terlalu baik lagi sama mereka yang hanya tahu instan bukan perjuangan.
"Tapi, dek? Kakak sudah terlanjur bikin project kalian, gimana dong?"
Jujur, intonasi ini sangat menyiksa dada, pengen sekali menumpahkan rasa sakit tak terdeskripsikan lewat lisan.
Harris J juga berubah.
Apa. Apa lagi yang di banggakan dari sebuah vidio tak istimewa tercopas sana-sini tanpa perasaan.
Sahabat rambut mie telah pergi dengan ruas-ruas amarah yang tak lagi menyimpan ekspresi hangat biasa tersapa gadis aksara.
"Ok. Kalau gitu kakak jaga kesehatan aja yah, Nanda wakilkan mereka untuk minta maaf ke Kak Din, udah bikin kakak kecewa."
Arg. Bukan. Bukan itu yang ingin di dengar dari sebuah saran satu orang melainkan mereka memiliki jemari tidak bisa terkontrol datang minta maaf.
Jangan lewat prantara, tidak tersampaikan dengan tulus.
Hm. Membuang napas gusar, memerhatikan benda persegi panjang tertera nama Aisha Sepupu Rambut Mie yang ingin sekali langsung menelpon, ketika hilang arah tidak menemukan kabar Harris J.
Tapi, tunggu bentar, kalau menghubungi sepupunya, bisa-bisa menimbulkan banyak pertanyaan.
🪐🪐🪐
Terluka.
Lagi dan lagi, JJS berulah sangat keterlaluan.
Sungguh.
Kedua bola mata milik Adinda sangat panas, menahan deru napas yang tak beraturan itu, hampir meluncur bebaskan bulir sebesar kacang hijau.
Sebab melihat lagi sebuah vidio di kombinasikan dengan foto mereka di mini vlog terupload lewat instagram.
Lagi pula, Gessa tidak ada kabar, sibuk rutinitas di luar sana.
Hah. Mau larikan penat ke mana?
Tidak memungkinkan untuk transit ke chatroom kepunyaan Aisha, sepupu rambut mie.
Bisa-bisa berdesakan sebuah pertanyaan tak terhingga dari perempuan barat itu.
Lefan boleh juga sih buat curhat, sayang yang ada tetiba kabar sahabat bule london mendarat di HP lalu memuntahkan semua protes pada nafsi.
Renata?
Oh, jangan tanyakan keberadaan kakak translation itu. Sebab, sedang sibuk dengan kuliah di luar negeri.
"Ih..kzel sumpah! JJS kurang ajar!" Ketus Adinda berbicara sendiri.
Padahal tujuan mengupload vidio big thanks from Harris J memproduksikan karya, justru berbelok arah yang mengakibatkan patah perulangan dalam dada.
Mindset JJS berbeda. Sangat! Tidak memahami apa itu arti berjuang mendapati hal susah, melainkan cuma-cuma mengcopas kreatifitas orang lain.
Apa dengan mengambil paksa dapat menyenangkan rongga-rongga telah lama memelihara delusi lewat foto dan vidio dalam HP?
Tidak. Hanya menimbulkan banyak keterlukaan dari orang-orang serius dalam berjuang mendapati mimpi besar.
Memang benar. Seorang gadis dengan sebuah perjuangan melewati air mata, luka, kecewa bercampur amarah menjalar ke seluruh tubuh dan mencipta pergelutan ke manager indonesia, hanya mendapati vidio. Ternyata dianggap sangat murah pun terobral tanpa perasaan sama sekali oleh JJS Ina.
Ke mana perginya sahabat rambut mie london itu, hah?! Masuk fase menyakiti, tak seharusnya memberi sikap dingin.
Hah. Lagi kedua bola mata memotret JJS memamerkan sebuah vidio bukan kepunyaan mereka apalagi berjuang mendapati dengan proses melainkan mengambil paksa yang bukan hak mereka.
Vidio tak istimewa sekarang di mata bunga harapan Harris J batas ajang pamer di sosial media.
__ADS_1
Yang ditakuti pun terjadi sekarang, bukan? Sebab, sebelum menyeruak sebuah vidio itu di sosial media, Adinda sempat meragu dalam mengirimkan motivasi lewat vidio terberi.
Ini sudah ketertakutan membelenggu nafsi sampai detik ini. Vidio menjadi tak menarik juga sesuka hati JJS memakainya tanpa ijin kepemilikan yang tentu bukan dari usaha mereka.
"Din, sudah. Jangan terlalu cemaskan mereka, okay?!" Tetiba suara yang di rindukan pun memeluk getir sangat haru.
Spontan Adinda berhamburan ke dalam pelukan Gessa.
"Ih..jahat! Ke mana saja sih?!" Sambil mencubit lengan sahabatnya itu.
"Ehehe, maap, beberapa hari ini saya sibuk ngurus kerja sambil kuliah." Gessa mengambil tempat duduk yang nyaman.
Dan, kembali lihat apa yang menjadi kegelisahan gadis itu sampai-sampai suara ketukan pun pintu terbuka tidak di dengarkannya.
"Emang apa yang harus di pedulikan coba, Din? Kan, kamu sudah dianggap sahabat sama Harris J. Trus..sudah punya nomor HPnya pula." Urai Gessa.
Benar juga sih. Tapi kan, yang menjadi permasalahan adalah mereka buat canda dan kesenangan dibalik ambil paksa vidio kepunyaan Adinda.
"Kan, saya yang berjuang. Kamu sendiri juga tahu, kalau novelku belum di kasih sama sih Pak Hafiz songong tuh!" Greget Adinda.
"Sudah. Yang terpenting itu kamu sudah jadi aset penting buat Harris J. Masalah lost contact, paling dia kembali kok dan novelmu juga bakal sampai kok ke tangannya. Santai saja, kek di pantai."
Sedikit tenang.
Namun, menjadi bimbang adalah berhenti bermimpi untuk di sampaikan ke sahabat sendiri. Uh..bakal mengamuk besar kalau saja tercetus cuma-cuma.
Sebelum masuk sesi curhat panjang lebar. Mengamuk dulu dalam grup juga status whatsapp.
Oh, hampir lupa.
Persoalan ..
Kak Dinda udah saya jadikan motivasi untuk menggapai mimpi yang mungkin buatku masih baru untuk saat ini mulai. Dan asal kakak tahu, saya sering ceritakan kakak pada sahabat-sahabatku bahwa kakalah yang sudah membuatku untuk memiliki mimpi itu yaitu untuk belajar membuat sebuah aksara sederhana yang mengandung makna didalamnya. Jadi saya mohon banget sama kakak Dinda apa bisa bantu saya buat bisa bikin sebuah aksara.
Kak Dinda jangan nyerah dong, kakak telah saya jadikan inspirasiku dan udah yakinin saya buat selalu semangat buat ngejar mimpi tapi kenapa kakak nyerah, yakinlah kak kalau suatu saat nanti mimpi kakak terwujud, doa saya selalu mengiringi kak Dinda kok.
Jangan nyerah yah kak, semangat.
Ping.
Kakak tidak bantu nulis loh, kakak cuma bantu kasih tips-tips nulisnya, gimana?
Adinda kembali baca chat dari Nanda Badi, begitu sweet. Lalu melihatkannya ke perempuan sedang duduk di sampingnya.
"Bagus dong, berarti dia salah satu fans yang dukung tanpa harus ambil vidio itu hanya buat senang-senang." Kata Gessa.
Gadis aksara pun mengangguk paham penuh semangat.
Satu lagi, lewat akun media sosial facebook ..
Iya kak, akupun ingin seperti kakak yang pantang menyerah dalam mengejar mimpi.
Yang menyirami banyak daun-daun hampir patah dan layu dikarenakan ulah JJS mengambil paksa tanpa ijin.
Lewat cerpen diterbitkan di grup facebook HarrisJ Lovers itulah membagikan sedikit rasa kesenangan diri di kolom komentar berasal dari JJS.
Harus semangat! Jangan biarkan orang lain mencuri mimpi ade! Cemungut.
Sebenarnya sakit sih kalau Adinda kembali baca balasannya di kolom komentar. Ada getir-getir tercetak di wajah saat kembali mengingat mimpi sendiri tercuri oleh sebagian fans Harris.
"Pasti, Varinta sudah lihat vidiomu juga tuh, Din." Seru Gessa, membuyarkan lamunan itu.
"Komitmen saja sama mimpimu, Din. Tapi ingat kuliahmu juga, harus bisa imbangi keduanya." Sempat Ika memberi masukan.
Jujur, teman kuliah juga sangat bangga tahu perjuangan gadis aksara hampir berada di denyut realita, melihat bule london memegang hasil karya dia.
Tapi, tak lupa mengingatkan untuk fokus dengan perkuliahan jangan sampai ambyar hanya karena satu hal, hobi hingga melupa satu aset penting, cita. []
__ADS_1