
"Apakah tidak pantas publik figur terima maaf tulus itu?"
🪐🪐🪐
Menjalar sangat brutal kala hoax tersebar luas, padahal sudah mendapati kembali simfoni pengganti, segelintir JJS membalut keterlukaan diri.
Tapi, ada saja kelakuan Ananta mencibir-cibir tak berotak.
Amarah meledak-ledak dalam jiwa, kala tahu sebagian JJS menanyai langsung tentang hubungan itu.
Menepuk jidat, tak habis pikir, apa tidak bisa membandingkan canda dan serius?
Padahal ada salah satu JJS yang ikutan nanya pacaran atau tidak, tapi tahu sendiri gadis yang memiliki bola mata aksara sangat suka sekali iseng, bercanda.
"Memang eh mereka tuh tidak bisa diajak bercanda, apa harus serius trus kah, Din?" Gessa justru menggeleng tak habis pikir.
"Haha, tidak tahu juga. Paling senang eh sebar hoax, sudah tahu saya orangnya suka bercanda." Dibalas tawa lebar dong.
"Sudah ah, jangan urus mereka yang masih bocah. Apalagi Ananta tidak jelas, otaknya tertinggal kapa di rahim mamanya, sudah begitu pas pembagian akhlaq Ananta justru langsung main keluar dari dalam perut. Makanya sifatnya bar-bar sudah sebelas dua belas dengan perempuan malam." Cerocos Gessa.
Duh, "Ges..tidak boleh ngata-ngatain anak orang kek gitu. Kasihan, bagaimana pun juga mamanya tidak salah tapi pada dasarnya anak itu otaknya rada-rada koslet, kurang memahami etika saja sih menurutku." Langsung Adinda meluruskan.
Tahu kok kalau masih kesal, saat baca postingan yang sengaja di screen shoot trus mengolok-olok diri di sosmed.
"Padahal eh, Din, jelas-jelas your just for fun bukan serius. Lagian juga Ananta dan Miftah terlalu stres baemana kah?! Sampe gila-gila ayam di sosmed?! Jiah, mereka iri dengan apa yang sudah kamu capai!"
Begini sudah kalau melibatkan sahabat dan mengetahui secara detail apa permasalahan sedang di rasa. Amarah meledak-ledak.
Malam pun tiba, semilir angin berasal dari jendela kamar gadis aksara terbiar terbuka, ada sesak-mendesak perulangan, mengingat keparahan lewat dunia maya.
Cukup mengundang rasa ketakenakan dalam dada, takut Kak Derry berpikiran aneh dan produksi benci ke nafsi.
Tidak. Harus meluruskan hal tersebut.
Harusnya tidur nyenyak tanpa terselimuti sesak.
Ada hal lain yang buat kedua bola mata itu masih terjaga, pikiran kalut mengenai sosok publik figur sempat memberi dahaga askara sangat sumringah, memeluk dengan senyum tulus lewat notice whatsapp pun story instagram.
Apakah pantas gadis aksara berada lagi dalam pelupuk nestapa?
__ADS_1
Beberapa hari kemudian ..
Usai pulang dari sholat idul adha, masih tidak tenang.
Buru-buru buka aplikasi whatsapp lalu menjelaskan secara rinci permasalahan yang membludak parah di sosmed, nihil, belum ada tanggapan selain sunyi.
Sudah menjelaskan sampai Yā ayyuhallażīna āmanujtanibụ kaṡīram minaẓ-ẓanni inna ba'ḍaẓ-ẓanni iṡmuw wa lā tajassasụ wa lā yagtab ba'ḍukum ba'ḍā, a yuḥibbu aḥadukum ay ya`kula laḥma akhīhi maitan fa karihtumụh, wattaqullāh, innallāha tawwābur raḥīm.
Tetap saja no respon, padahal sudah centang dua.
Huaaa, Adinda ingin sekali menangis, kenapa tidak mendapati notice spesial sih? Apakah tidak pantas publik figur terima maaf tulus itu?
Kan, sudah jelas-jelas tahu kalau sebagian JJS hanya ingin pamer doang bukan kejar prestasi, harus kah Kak Derry Fransakti mengabaikan chat itu?
Menit-menit waktu sudah berada dalam detak 23:52, gadis aksara masih memiliki keyakinan untuk kirim kata-kata ke publik figur tersebut, walau cemas lebih mendominasi, tetap mencoba apapun hasil di dapati.
Purify your hearts with the remembrance
Enlightened soul with love
Through the day with a smile
Set step with gratitude
Happy Eid al Adha to you
Maaf baru ucapin kak.
🪐🪐🪐
Ternyata kemarin malam bukanlah hal baik untuk mendapati lagi percakapan kala kali pertama mendayu-dayu senang di ekspresi melainkan tangis menemani nafsi.
Samar-samar ingatan mengenai Harris J yang selalu membangga-banggakan A Dreams, tapi realita tidak terbawa ke london, kan?
Pun Fighting Dreamer yang sudah di berikan lewat benda pipih, sebagai kado telah ngejar sebagai friends till jannah dari bule london, tetap sama, abu-abu belum membuat JJS terpukau dengan karya juga perjuangannya.
"Haha.."
Tetiba ada sesuatu yang menggelitik perut gadis itu, perjuangan? Oh, jangan buat sebuah humor cukup mengundang tawa-tawa getir, sebab JJS hanya tahu mencuri ide pun manipulasi hasil dan tidak menghargai proses tumpang-tindih terlewati seorang diri.
__ADS_1
Yang di dapati kembali lewat Kak Derry adalah simfoni berbalut manis, justru Ananta dan Miftah duduk bincang-bincang bengis pun menawari banyak benci terhunus lewat status intimidasi pun chat JJS ke nafsi.
"Kak, apa kabar?"
Nggak salah, bukan dalam melempar kabar?
"Alhamdulillah, baik. Kok baru kabari kakak? Ke mana saja sih, kakak spam chat dan telpon, ade selalu sibuk."
Tanpa memberitahui, sangat peka, dia menghindari untuk beberapa lama.
"Kak, sori? Tapi, janji boleh, jangan kasih tahu Harris J soal ini, please?" Pinta Adinda, sangat memohon.
Deru napas terdengar lelah di sebrang telpon, "fine, apa yang ade mau sampekan ke kakak?"
Kisah itu pun terbagi tanpa menutupi lagi, karena sulit menjeruji seorang diri dengan tumpukan luka berserakan dalam pikir.
"Dek, kalau Harris tahu soal ini, jelas bakal turun langsung selesaikan permasalahan yang sudah parah begini. Kenapa ade tutupin dari kakak sih?!" Kesal Lefan, usai mendengar cerita gadis itu.
Ada wajah-wajah lirih tercetak di sana, jika saja yang mendominasi ceplas-ceplos kemungkinan takkan terkepung oleh pemikiran yang berjanga panjang mengenai amarah Lefan.
"Kak, Ananta sama Miftah tuh yang hasut JJS lain buat benci saya." Mengadu dengan intonasi manja, seperti biasa terdengar Lefan.
Bukan hal baru lagi.
Tapi, kenapa sekarang kasih tahu permasalahan tak mudah itu, sangat parah bahkan publik figur sepertinya sangat murka sekali.
"Dek, kakak tahu kamu itu iseng dan suka bercanda, tapi harus tahu batasan juga dan lihat orangnya dulu. Ade kan tahu sendiri, Harris pernah bilang kalau JJS-nya masih labil, tidak menentu kondisi sifatnya."
Hah. Tahu sendirilah, kalau dia sangat humble bahkan yang sudah menusuk dari belakang sekalipun seperti kasus Miftah yang datang di awal manis ternyata brutal tak berperasaan di belakang, hanya ingin mendapati nomer Kak Derry.
"Eng..be the way, kak, antologi tentang Aksara for Harris J sama project birthdays-nya sudah rilis yang belum hanya kumpulan cerpen dan cerbung sih, pen banget cetak, tap--"
"Jangan lakukan hal yang buat ade kumat! Kakak tidak mau dengar tentang penyakit dan rawat inap lagi!"
Buar! Meledak-ledak kan?
Arg. Sudah di bilang jangan mengundang sebuah amarah dari Lefan.
"Dek, listen..boleh kerjakan apapun selama itu tidak ganggu kesehatan ade, kakak dukung tapi kalau sudah seperti ini, kakak tidak bakal ada kabar lagi."
__ADS_1
Seperti mengulang-ngulang luka lama belum pulih sepenuhnya, hilang kabar kenapa transit daun telinga?
Trauma sekali dengan orang-orang yang pergi dari diri, apakah tidak ada hal istimewa atau seringkali buat khawatir yang produksi jengah dalam batin, maka dari itu memilih untuk pergi? []