
"Keterlibatan sebagian heters unfaedah ternyata ada yang mendekap sweet."
🪐🪐🪐
Adinda masih ingat saat terbujur lirih oleh kelakuan heters unfaedah, ada beberapa JJS sudah dekat sekali dengan nafsi, memberikan diksi motivasi dalam mengejar kembali mimpi sempat tercuri.
Walau tahu sempat terkulai sendiri, tak mengelak kok waktu itu ada rongga bahagia namun nestapa jauh lebih mendominasi.
Jadi, detak dulu hanya mengurung seorang diri sembari ditemani tangis-tangis paling lirih sembari, "apa sih yang salah? Perasaan saya korbankan waktu sampe sakit parah dulu, kok mereka permainkan percayaku?" Kesal sama nafsi pun kecewa kenapa terlalu baik.
Pasti, "jangan pernah berubah jadi jahat, walaupun kebaikanmu tidak dihargai," Harris J mengingatkan sahabat gadis aksaranya.
Adinda juga tahu tentang ..
“Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jangan kamu sekali-kali meremehkan dari kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya) kamu bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum.” HR. Muslim.
Well, bukan berisitatap melainkan ngajak online agar JJS berkarya, apakah mereka masih meremehkan hal tersebut?
Yup benar sekali.
Kalau tahu arti dakwah di lantunkan lewat nada oleh idola mereka, tidak memungkinkan dalam mencibir bahkan sempat mengolok-ngolok pedis tak berperasaan, seolah-olah tak paham arti menyanyangi.
Sudah jelas, bukan? Bahwa Harris J sangat membenci virus bengis, kenapa justru fansnya seperti itu?
Oh, lupa kalau tidak tahu sama sekali sempat mendapati perilaku tak manusiawi dari mereka.
Please, jangan sampai cowok berkacamata tersebut membeberkan hal-hal sempat menjeruji diri dengan keterlukaan bahkan rumit mendapati simfoni terbaik selain keki terberi.
Bahkan kabar yang hilang sejak kepulangan sahabat rambut mie london pun sama sekali belum menghiasi chatroom whatsapp Adinda.
"Hah..anak itu kenapa eh?" Tetiba gadis aksara berbicara sendiri.
Seperti .. Sudahlah buat apa sih melakukan sesuatu yang jelas-jelas tak mendapati timbal balik selain tangis.
Bukan kah sesosoknya adalah imajinasi menari-nari penuh warni tanpa harus bersitatap tangis perulangan dalam hati.
Percuma dong berupaya keluar dari destinasi puisi jikalau realita sangat bengis.
Dan hal sia-sia juga Harris J menanggapi nafsi sebagai sahabat sah sebab memiliki keistimewaan bola mata aksara, tetapi belum satu pun JJS mengetahui telah mendapati nomer HP reall bule london tersebut.
"Haha..apa sih, sama saja! Anak itu hilang tidak tahu ke mana. Berasa JJS fanatik," tawa hambar terhiasi di wajah, sangat getir terasa tahu sahabat bule london tidak tahu di mana sekarang.
Eh, wait..wait, buat apa JJS fanatik itu tahu kalau mempunyai nomer real idola mereka? Tidak berfaedah sama sekali untuk memberitahui melainkan menjadi privasi yang seharusnya terbeberkan adalah apresiasi atas prestasi lewat karya tak main-main dengan detak waktu.
Tapi, ada kok segelintir JJS yang mendukung apapun langkah mimpi sedang terangkul Adinda bahkan menjadi sebuah memoar sweet from JJS.
Bukti paling manis ketika benar-benar down, ada Dita Fitri, Intan Widiya, Intan Permata, Ilfi Ramadhani, Valla, Lusiana Rossa, Rahmawati, Fatikha.
Paling berbekas adalah ..
Thank you kakak... Pertama kali dengar cerita kakak sampai sekarang aku gak pernah bisa berkomentar apapun, kakak salah satu inspirasi dan penyemangat baru buat aku, semoga kakak bisa dapat sesuatu yang lebih baik dari karya kakak yg lainnya❤
Chat dari Qurottal Aini.
__ADS_1
Walau mendapati diksi berbalut manis ada juga loh yang sempat memberikan komentar mengenai ..
Mungkin mereka mau berkarya dengan cara mereka sendiri.
Salah satu JJS yang dalam grup merespon tanggapan gadis aksara mengenai kenapa bisa JJS asal mencuri ide itu. Dengan gampang mengatakan hal tersebut?
Apakah tidak sadar ide adalah hal yang sangat mahal?
Jadi, percuma dong buang-buang waktu hanya untuk ngurusin project mereka sampai terkulai lemah, sakit, kalau tidak dapat respect sama sekali kalau mereka katanya mau berkarya dengan cara sendiri.
Untuk apa coba mereka sempat ngemis untuk karya itu tetap diterbitkan, hah?!
"Kak Lefan!!" Gerutu gadis itu.
"Astagfirullah, Dek. Mana salamnya?!" Kesal Lefan.
"Afwan, nah, assalamualaikum kakak bawel. Kak!!!"
Hah. Lefan memijit pelipisnya.
"*Waalaikumsalam. K*amu kenapa lagi, Dek?"
"Ih, jengkel kali sama fansnya Harris!"
Adinda tidak bisa nahan semua itu seorang diri dan langsung vidio call kakak bawel-nya yang sedang kerja di Jepang.
Lalu menceritakan semua yang sudah JJS lakukan dan ..
"Masa mereka keluar dari grup, ade permasalahkan lagi? Kan, bagus ngurangin beban pikiran ade. Eh, ingat, jangan sampai kumat tuh."
Dasar..kakak tidak peka!
🪐🪐🪐
Kemarin telponan dengan kakak rewel memang tidak mendatangkan solusi terbaik melainkan mencak tak jelas.
Terbukti, saat ngampus tidak mood sama sekali.
Hanya melamun tanpa dengar penjelasan dosen di depan.
Ika sudah menegurnya jangan berlarut memikirkan tingkah bocah JJS, tapi, kan, jauh lebih sakit hati saat di khinati mereka lebih prioritaskan berkarya sendiri dibanding menghargai apa yang sudah di lakukan diri.
"Ika, coba deh kamu bayangkan, sudah capek bagi waktu buat kuliah trus ngurusin project eh tahu-tahunya mereka ngelunjak, berkarya sendiri dan curi idemu. Kamu sakit hati ndak sih, hah?! Sudah gitu Harris ikutan pergi padahal pernah saya bilang, ikanaide .. Sudahlah." Cerocos Adinda.
"Din, prioritaskan kesehatan dan citamu. Harris J tidak bakal ada kabar kalau kamu sendiri disini tidak fokus dengan hal penting tapi lebih ngurusin mereka."
Loh, kok Ika sudah seperti Lefan? Yang buat gadis aksara mendengus kesal.
"Tuh..lihat, kantung matamu hitam lagi. Kurang tidur?" Lagi, Ika menunjuk area dibawah mata temannya.
Hanya dibalas cengiran tak berdosa dari Adinda.
"Din, sampai kapan sih buat susah diri gini? Kasihan kuliahmu, Harris tidak bakal ke indonesia kalau tahu kamu masih fokus ke hobi."
__ADS_1
Benar juga sih. Tapi kan, kenapa hilang setelah mendapati semua luka perulangan yang kali ini dari bunga harapannya sendiri, JJS.
Ok fine, walau mendapati beberapa memoar sweet moment dari JJS. Kan, yang dibutuhkan adalah sosok sahabat rambut mie dari london.
Pernah dikirimkan chat ..
Kkak krim aja deh kak novel kakak ke london.. Itu bikin nya pasti susah bgt kan kak. Jangan disia"in kak.
Dari Nanda Badi.
Apa yang di sia-siakan? Novel?
Hoho. Apakah pantas sebuah deret dalam novel diperjuangkan lagi? Setelah mendapati kepalsuan dari manager indonesia ditambah sahabat sendiri melupa keberadaan karya itu.
"Saya rasa sudah tidak pantas perjuangkan A Dreams sampai ke tangan Harris J."
Ika mendadak terkejut, menampik semua yang dikatakan temannya itu.
"Din, jangan pernah lelah untuknya, perjuangan yang patut dapat apresiasi dan JJS harus tahu itu! Jangan hanya cerita di grup, mereka mana percaya tapi buktikan kalau perjuanganmu pantas di apresiasikan depan mereka, diatas panggung!"
Tadi bilang jangan terlalu berlebihan memikiran hal-hal yang ngundang penyakit kumat. Kok Ika sendiri menyemangati diri untuk jangan berhenti berjuang dapatkan panggung apresiasi?
Adinda hanya tertawa miring.
Apresiasi diatas panggung kah? Setelah mendapati luka pun nama telah tercemar sangat buruk di sosmed, apakah masih pantas diperjuangkan lagi?
Sepertinya JJS sudah mendapati apa yang dibangun susah payah oleh gadis aksara dengan cuma-cuma, manipulasi ide pun vidio.
Pernah mendapati sweet chat dari Lusiana. Ngambil pengalaman dibalik gadis aksara sempat berkisah kah?
"Haha pengalaman apa coba?!" Sempat gadis itu tertawa hambar.
Alasannya adalah tidak memiliki keistimewaan sedikit pun selain luka ditawari menjadi santapan kala kedua bola mata menyambut mimpi sempat tercecer di pintu penglupaan kepunyaan manager indonesia pun parahnya dan tragis ketika telah menemukan kembali penawarnya, Derry Fransakti terima baik.
Eh, JJS justru menjelma menjadi heters unfaedah tidak terima posisi Adinda telah mendapati kesenangan hasil karya sendiri.
Apalah yang di sebut pengalaman?
Ada juga ..
Yang mengatakan buat nanya tentang pengalaman kenapa bisa kaos itu bisa sampai ke london.
Tapi, Adinda hargai kok karena Fatikha tahu buat novel tidak semudah mereka manipulasi ide dan upload ulang vidio thanks dari Harris J.
Well. Tak ngelak kalau ada ruas-ruas bersiul sangat riang ada sebagian JJS mendekap sweet kala lainnya pergi meninggalkan jejak bengis pun tangis.
Perlahan, mereka membasuh keterlukaan akibat ide termanipulasi.
Pun gadis aksara kembali bermimpi ulang walau tahu takkan kembali semula, seenggaknya memiliki segelintir JJS yang mendekap kasih sangat terasa bruntung.
__ADS_1
Berharap antologi itu bisa di dekap segera oleh Harris J pun mengelupas amarah yang masih membekas dalam dada sahabat rambut mie london-nya. []