
“Kemungkinan besar sorot penuh ramah tak lagi di dapati melainkan amarah terus berkoar-koar berasal dari rambut mie london, sebab adanya grup tersebut.”
🪐🪐🪐
Hah..membuang napas begitu berat, kembali lagi di grup Aksara for Harris J. Ada sebuah senyum getir tercetak di sana.
Tidak tahu kenapa Harris J memuntahkan semua amarah ketika nafsi ingin merangkul bunga harap memiliki satu antologi yang terfokus untuk dirinya?
"Kenapa sih, ngomel kek ibu kost saja!" Eh, kok Adinda emosi sendiri.
Sebab sedang dalam merawat suatu nestapa seorang diri, tak mengabari biar sekali yang menimbulkan rasa bodoh amat dalam hati.
Waktu bule london itu melakukan tour ingin sekali mendapati panggung apresiasi dengan nyata bukan menumpuk-numpuk nestapa perulangan.
Dan, ketika sedang nyusun salah satu hobi telah lama di nantikan lewat sahabat rambut mie yang bahkan tak merespon ketika tour berlangsung, kenapa mendadak muncratkan keki?
Daripada memusingkan komentar bengis sahabat sendiri, lebih baik kembali melihat grup.
Kak, pengen juga buat karya seperti Kakak.
Kak Din, ajarkan Rahwa nulis novel dong.
Wih, kakak hebat bisa buat novel itu dalam dua versi bahasa. Bangga kenal Kakak.
Kak..kak, Intan juga mau kasih novel itu ke Harris J. Caranya gimana Kak?
Kak Adinda adalah motivasi dan inspirasi buat saya untuk berkarya dan kejar mimpi itu jadi nyata.
Terima kasih kakak sudah ada untuk membagikan motivasi dengan perjuangan luar biasa kakak pada kami, JJS.
Sweet sekali tumpukan pujian berasal dari JJS dalam grup Aksara for Harris J teruntuk gadis aksara.
Andai sorot penuh amarah juga intonasi bercampur tak menyukai gadis itu mengajak bunga harap memiliki ruas kesempatan melihat diksi-diksi kepunyaan mereka, mungkin merasakan keindahan.
Sangat mengharapkan sebuah duduk bincang sembari ditemani lemon tea di kafe, mengalun manis sekali.
"Sayang..tidak punya kesempatan sama sekali, tahu dia saja marah-marah tidak jelas." Ketus Adinda sendiri.
Mengingat kembali kata-kata yang tak memiliki perasaan berasal dari orang setahun lalu beri destinasi ramah, sembari ngajak keliling kota penuh sejarah begitu manis berubah bengis.
Dan, kalau saja JJS mengerti dan paham arti proses perjuangan bukan batas ngomong doang melainkan tindakan nyata yang berteman dengan air mata pun luka, kemungkinan tidak akan berkata seperti itu dalam grup.
But, menenangkan ruas-ruas destinasi diksi milik Adinda.
Yang menjadikan kebahagiaan kedua setelah tahu Harris J berubah datar penuh intimidasi di balik intonasi setiap kali memberi kabar.
Dulu .. Waktu mempertahankan juga menguatkan ngejar mimpi mustahil sampai sekarang adalah sahabat.
Walau sempat ada protes dari sahabat, semenjak melihat penuh keseriusan, terus memproduksi semangat yang menjadikannya berada di titik ini.
Hah. Kalau saja Vero mengetahui fakta menyebalkan, kemungkinan besar bakal memuntahkan semua protes ke rambut mie london.
Jangan mencari sahabat yang bijak itu, sebab akibat prahara yang menggoyangkan AVN, cukup buat diri hampir mematah-patah asa dengan mimpi telah tergapai sangat manis tersebut.
Juga hampir nyaris memblokir akun bule london itu.
Yang memproduksi sebuah amarah menjalar di ruang AVN adalah Varinta sendiri.
Kalau saja bingkai manis itu masih terawat rapi, kemungkinan bakal memuncratkan sebal ke Harris J, telah bertindak sesuka hati setelah hilang tanpa klarifikasi dengan cuma-cuma berikan big thanks lewat vidio lalu datang dengan sikap bengis tanpa alasan.
Beberapa minggu pun berlalu sangat cepat, juga mendatangkan kejutan penuh rasa sesak untuk gadis aksara.
Grup lama telah terfomat otomatis di chatroom whatsapp karena penyimpanan di HP sudah penuh tak memiliki kapasitas menyimpan data-data mereka, termasuk karya yang di kirim JJS dalam grup.
Jangan tanya lagi, bagaimana perasaan Adinda saat itu.
__ADS_1
Hm. Membuang napas panjang, melihat beberapa JJS yang bertahan dalam grup.
Diantaranya ada Intan Widiya, Dita Fitri R, Rahmawati, dan JJS lainnya. Sekitar 10 orang dari 60 orang sudah hengkang dari grup.
Hello JJs Ina, yang mau gabung dengan saya buat buku. Silahkan inbox me, thank kyu.
Tanpa berpikir panjang, Adinda lempar promosi itu dalam grup JJS Ina di Facebook.
Dan tidak menunggu detak lama, sudah ada yang merespon di kolom komentar juga messengger.
Kak..itu tidak bohong kan?
"Hm..kalau bohongan, tidak mungkin nyepam promosi di grup." Ketus Adinda, sedikit keki.
Berusaha berpikir positif dan dengan niat sungguh-sungguh, dia menuliskan nomor whatsapp JJS di selembar kertas lalu ketik ulang di HP lalu dimasukkan dalam grup Aksara for Harris J.
Cih. Kenapa sih mereka terlalu brisik dalam grup dengan embel-embel intro segala, dengan sabar tidak di penuhi egoisme supaya mempertahankan mereka dalam chatroom grup.
Please jangan sering-sering nyepam dalam grup yak. Karena ini khusus kepenulisan bukan grup senang-senang. Makasih.
Syukur ada beberapa JJS yang respon dengan baik.
Setelah merasa sunyi tidak mendapati spam grup lagi, dengan begitu bisa menyampaikan informasi tentang kirim karya ke dalam grup tersebut.
Adinda : Oke. Disini saya mau kenalkan dan kasih tahu apa saja yang bakal kalian lakukan dalam grup. Dan yang tidak berminat, silahkan keluar.
Kenapa saya buat grup dengan label 'Aksara for Harris J'? Karena saya mau kalian punya karya dan punya sertifikat. Keren kan?
Yuk..silahkan diskusi dulu dalam grup.
Oh satu hal lagi, kenapa masih bersikukuh mempertahankan grup tersebut, ingin melepaskan delusi mereka yang bertahun-tahun ini di rawat juga mengubah mindset mereka mengenai lempar amarah pun benci, karena nama mereka tak tercantum di vidio yang tercipta.
Juga menambahkan sebuah wawasan baru untuk mereka, kalau ingin mengidolakan seseorang jangan larut dengan waktu yang unfaedah.
Terima atau tidaknya Harris J bukan sebuah kepusingan gadis aksara yang terpenting usaha itu bisa melepaskan delusi terawat oleh JJS.
Bismillah. Dengan satu ucapan dalam hati, insyaallah bisa mengembalikan sorot penuh ramah tak lagi bermain dengan amarah.
Insyaallah.
Sebab yang diketahui Adinda adalah sahabat rambut mie london sangat gemar berkutat sama tulisan yang baik itu di ciptakan sendiri atau membaca karya sastra orang lain.
"Haha.." Kok tetiba saja ada yang menggelitik perut gadis itu sih.
Ah, benar sekali. Mengingat karya yang bahkan beluk sampai dalam genggaman.
Bagaimana bisa tersampaikan, kalau bule london saja sempat hilang kabar yang menimbulkan pemikiran-pemikiran insecure berasal dari Adinda.
Ryani : Kak, tapi Ryani gak bisa buat karangan, gimana dong? Ajarin buat puisi aja gimana?
Ah, memoar itu hilang begitu saja ketika ada salah satu JJS bertanya dalam grup.
Lalu senyum-senyum arti terbit dari wajah Adinda.
"Bikin apa, Din?" Mama yang lewat di belakang ananda ingin masuk ke dapur, melempari tanya.
"Eh, mama. Ini..lagi bikin bisnis bukuku." Jawab Adinda dengan kaku.
Sebab Hana sangat tak merestui ananda menggeluti satu hobi yang menurut beliau membuang-buang waktu, tidak menghasilkan rupiah sama sekali.
🪐🪐🪐
Pagi yang tampak berbeda dalam kelas, sebuah wajah sumringah berasal dari teman kepercayaan, Ika.
"Din, betul kah soal grup itu?"
__ADS_1
"Eh?" Mendadak bingung sendiri.
"Itu..yang minggu lalu kamu cerita, grup menulis untuk JJS, masa lupa?"
Oh, betul sekali.
Adinda jadi lupa satu hal itu, karena terlalu asik dan fokus dengan grup seorang diri.
"Ika, saya rencana mau buat grup menulis, trus bingung mau minta tolong sama siapa bantu saya handle karya mereka." Perkataan minggu lalu, saat dalam kelas, nunggu dosen masuk ngajar.
Sempat ada kebingungan dalam wajah Ika, memikirkan bagaimana nanti mengindahkan perkataan gadis itu.
Oh, dari pada berkelebat rasa bersalah dan tidak ingin buat teman seperjuangannya jatuh sakit, ngurus project seorang diri ..
"Gini saja, Din, bagaimana nanti saya yang bantu, tapi ingat..jangan maksain ngurus semuanya? Prioritaskan kuliah eh?"
Dengan lompat sumringah, mengangguk sangat mantap.
Sekarang Adinda terbangun dari percakapan beberapa minggu yang lalu itu ..
"Ok. Makasih nah, sudah mau bantu projectku ehehe." Adinda cengir lebar.
"Harusnya seperti itu kan? Karena memang ini salah satu kesalahan yang mesti saya tebus. Maaf soal variabel KRSmu?"
Apa benar Ika bantu dengan ikhlas juga menebus rasa salahnya saat gadis itu terkulai tak berdaya diatas kasur, dengan melibatkan diri dalam projectnya?
Entahlah. Karena orang baik tanpa keterpaksaan pun ngemis pertolongan mereka bakal datang tanpa syarat sekalipun. Right?!
Malam pun tiba ..
Tadi tak menyangka saja sih, Ika mau melibatkan diri bantu project itu walau batas bantu ngabsenkan nama dan karya JJS. Sudah cukup kok bagi Adinda.
Walau tak mengelak kok, setiap kali menginginkan informasi tugas, selalu terasingkan.
Seolah-olah ada kesengajaan dari sebagian mereka ingin lihat IPK gadis itu tertatih-tatih tak memiliki lagi asa untuk ngejar langkah cita mereka yang sudah jauh.
Kenapa juga sih, kesehatan selalu dan mudah sekali drop? Yang menjadikan diri dipandang sebelah mata oleh seangakatan.
Dia pikir memiliki satu teman kepercayaan bakal melegakan deretan KRSnya, ternyata sama saja, tidak bisa diharapkan sama sekali.
Padahal sempat Ika melontari penuh harap yang bersimfoni manis, "jaga kesehatan. Intinya jangan suka begadang eh, Din? Kalau ada matkul yang buat kamu bingung, bilang saja sama saya, insyaallah saya bantu sebisaku."
Hah. Membuang napas dengan kasar.
Lalu .. Kembali lihat grup Aksara for Harris J. Ada beberapa JJS out dari sana.
Kok ngilu sekali?
Kakak udah lama yah ngefans sama Bang Jey?
Ada satu chat dari JJS langsung lewat chat pribadi. Mendadak ada ruas-ruas retak berasal dari hati Adinda.
Bukan itu yang dikejarnya melainkan ..
Kakak ini bukan mau diakui sebagai fans melainkan sahabat.
Sedikit kesal juga sih, banyak sekali dari mereka keluar dari grup walau tahu awal perkenalan sudah dengan santai keluar atau menetap bukan masalahnya.
Kok sekarang menggerutu sembari share cerita pendek dan puisi berisikan tentang perjuangan ngejar Harris sebagai sahabat, mengupayakan mereka sebagian tetap menetap dan kirim karya mereka ke dia.
Kakak luar biasa, bisa kejar mimpi itu sampai buat buku ke Harris J.
"Eh?" Rona pipi itu tersipu malu, sangat terharu sekali mendapati komentar sweet dari salah satu JJS.
Ris..lihat deh? JJSmu sweet gini, masa ndak mau baca komentar mereka tentang perjuanganku kejar kamu jadi sahabat sih? Gumam Adinda dengan getir hebat. []
__ADS_1