
Waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam. Laisa masih duduk dengan hp ditangannya. Kelvin dan Mario sedang asik adu game sedangkan Altar sudah satu jam lebih tertidur dan belum bangun juga.
Laisa hampir lupa memberi tahu ibunya bahwa dia tidak akan pulang kerumah malam ini. Dengan cepat Laisa menghubungi ibunya
"Hallo Neng" sapa ibunya
"Bun Laisa mau minta izin mal..."
"Iya bunda tau, tadi Zidny udah telpon Bunda. Temenin aja Sinta sama Zidny ini. Lagian kok bisa Sinta jatoh dari motor gitu." Kata Ibu Laisa membuat Laisa diam kebingungan
Lah. Ko bunda... Ah Zidny ada-ada aja. Batin Laisa
"Iya Bun gitu. Yaudah pokonya gitu yah Bun" kata Laisa
"Iya Neng, hati-hati yah, jangan lupa makan"
"Iya Bun" jawab Laisa dan sambungan telpon terputus
Laisa kembali melanjutkan chatting dengan Zidny dan menanyakan tentang apa yang di jelaskan ibunya. Lalu meminta maaf kepada Laisa karena sudah membantu berbohong.
"Anjing gue kalah, masa gue kalah dari Lo Mario" kata Kelvin dan Mario hanya tertawa
"Berisik" kata Altar yang sudah bangun
"Sorry sorry, Lo bangun butuh apa?" Tanya Kelvin
"Gak ada" jawab Altar
"Elo si" kata Mario
"Ya elo bikin gue kalah" kata Kelvin
"Mau apa? Makan?" Tanya Laisa
"Lah masa makan terus" jawab Altar
"Butuh apa?"
"Gak ada. Udah jam 9 ko kamu belum pulang?" Tanya Altar
"Emmh aku nginep aja disini"
"Lah kenapa mesti nginep yang dirawat kan saya"
"Gak boleh?"
"Ya boleh toh bukan rumah sakit saya. Tapi ngapain ? pulang aja. Disini dingin kamu mau tidur dimana lagi. Masa di karpet. Jangan ah pulang aja" kata Altar
"Ishhh gakpp. Aku nungguin kamu Disni" kata Laisa nyengir
"Chaaaaaaaahhhhh yang khawatirin gue. Saya gakpp ada Kelvin sama Mario juga ko. Kamu pulang yah, dianter Mario. Besok aja kesini lagi." Kata Altar. Laisa diam tidak menjawab
"Al... Kan aku"
"Mario Lo anterin Laisa pulang bisa?" Tanya Altar
"Boleh. yok" ajak Mario
"Sama gue aja. Gue bawa mobil" kata Kelvin
"Mario aja. Kasih kuncinya ke Mario" kata Altar
"Bedanya?" Tanya Kelvin
"Udah kasih ke Mario" kata Altar dan Kelvin melemparkan kunci mobilnya
"Jangan lecet, mobil bokap gue" kata Kelvin
"Siap bos" jawab Mario
"Yaudah kalo gitu. Al aku pamit yah. Besok kesini lagi deh." Pamit Laisa
"Iya. Gak usah takut oke" kata Altar dan Laisa mengangguk
"Hati-hati Lo Mario. Laisa duduknya di belakang aja jangan di samping Mario " kata Altar
"Astaga nyet gitu banget Lo" Kata Mario dan Laisa hanya tersenyum
"Baik-baik yah" kata Laisa
"Kalo sampe kabarin" kata Altar dan Laisa mengangguk
__ADS_1
"Vin pulang dulu" kata Laisa
"Hati-hati Laisa" kata Kelvin dan Laisa mengangguk
"Yuk Laisa" kata Mario dan keluar .
🍃🍃🍃
"Makasih yah Mario" kata Laisa
"Sama-sama Lais, yaudah gue balik yah" kata Mario
"Oke. Hati-hati" kata Laisa
"Siap" jawab Mario dan pergi.
Laisa berjalan masuk kerumahnya. Ada ibu dan adiknya yang sedang menonton tv.
"Lah ko pulang neng?" Tanya Ibunya
"Pulang Bun, lagian udah ada sodaranya ko"
"Oh gitu. Syukur lah. Neng udah makan?"
"Udah Bun. Lais ke kamar dulu yah"
"Yaudah iya." Jawab ibunya
LaisaAyu
Baru sampe
AltarNikolas
Baik-baik kan
LaisaAyu
Tentu 😊
AltarNikolas
LaisaAyu
Selamat malam kembali 😊
Laisa tersenyum kemudian bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya lalu tidur dengan cemas dan bahagia malam ini.
🍃🍃🍃
Pagi ini Laisa sudah ada disekolah. Sudah ada Zidny Sinta dan beberapa temen sekelas yang lainnya yang belum sepenuhnya ada.
"Semalem Lo pulang?" Tanya Zidny
"Iya. Di suruh pulang"
"Darimana emang?" Tanya Sinta yang belum
"Si Altar sakit, di rawat" jawab Zidny
"Lah? Oh yah?" Tanya sinta
"Iya" jawab Zidny
"Ko bisa?" Pertanyaan konyol Sinta mulai keluar
"Lah si Altar juga manusia Sinta bisa sakit. Emangnya Firaun gak pernah sakit" kata Zidny
"Fir'aun bukan manusia?" Tanya Sinta
"Serah Lo deh pusing gue. Apa gue bilang jangan lupa makan obat" kata Zidny
"Udah-udah ah, btw si Mario sama Kelvin belum kesini?" Tanya Laisa
"Belum kayanya." Jawab Sinta
"Apa mereka gak bakalan sekolah yah?" Kata Zidny
"Gak tau. Gue chat Altar gak bls" kata Laisa
"Gue chat si Kelvin deh" kata Zidny mengeluarkan hpnya. Belum sempat mengetik Kelvin sudah masuk bersama Mario
__ADS_1
"Gue kira Lo gak bakal sekolah" kata Laisa kepada Mario
"Altar mendingan ko dia nyuruh kita sekolah" kata Mario
"Syukur deh." Kata Laisa
"Nanti pulang sekolah ke rumah sakit lagi kalian gue nebeng sama Laisa." Kata Zidny
"Gue juga mau ikut" kata Sinta
"Iya iya" jawab Mario
Pelajaran pertama dimulai. Laisa yang duduk sendiri merasa aneh sedikit sepi tidak ada yang jail dan pecicilan ngomentarin guru yang sedang mengajar.
Jam pelajaran terkakhir selesai. Hari ini ada ekskul musik.
"Zid gimana dong? Hari ini kan Musik" kata Laisa
"Izin aja. Paling cuma latihan bisa" kata Zidny
"Tapi gue ada seleksi vokal buat festival apalah itu tahunan-tahunan gitu."
"Oh iya. Lo mesti ikut si ini."
"Terus gue ke rumah sakit?" Tanya Zidny
"Lo ke musik aja. Biar gue sama yang lain aja yang kesana nanti gue kabarin" kata Zidny
"Hemh yaudah deh iya gitu aja." Kata Laisa
"Fighting. Lo harus dapet." Kata Zidny
"Doa'in yak" kata Laisa
"Pasti" jawab Sinta dan Zidny
🍃🍃🍃
Keempatnya sudah ada diruangan Altar.
"Laisa gak bisa ikut ada seleksi vokal buat festival bulan depan" kata Zidny menyimpan keranjang buah dimeja samping Altar
"Pasti dapet dia"kata Altar
"Semoga" jawab Zidny
"Sakit apa Lo Tar?" Tanya Sinta
"Jerawat di pantat Cos" kata Altar (Sinta\=sin temen sin alias sinus \= Cos alias cosinus "
"Masa sampe di rawat." Kata Sinta
"Mau aja Lo ladenin dia. Sinta Sinta" kata Kelvin dan duduk menyusul Mario
"Gak tau. Dokter nya lebay"
"Iya lebay" kata Sinta serius
"Queen science 1 Gak kesini?" Tanya Altar
"Siapa?" Tanya Zidny
"Mia Khalifa" jawab Altar ngasal
"Lo sakit ngatain orang gitu tambah sakit Lo" kata Zidny
"Ya Allah Zidny siapa yang ngatain. Gue muji kali. Udah gue panggil Queen juga" kata Altar
"Siapa si Mia Khalifa?" Tanya Sinta
"Si Mia Mia anak kelas" kata Mario
"Oh. Lah kapan belakang namanya ganti jadi Khalifa?" Tanya Sinta
"Katanya Minggu kemaren. Baru beres aqiqah gitu" jawab Altar
"Ngaco Lo" kata Zidny
"Sembarangan banget Lo ganti nama orang. Mana jadi Mia Khalifa." Kata Kelvin dan tertawa. Sedangkan Zidny sebal mendengar candaan Altar.
🍃🍃🍃
__ADS_1