Irama SMA

Irama SMA
Episode 32


__ADS_3

"Thanks yah gaes buat segala hal nya. Buat anggota Osis yang udah ikut bantu makasih banget. Mungkin ini acara terakhir dari kepemimpinan gue sebagai ketua ekskul Band ini. Gue bener-bener ngucapin banyak-banyak terimakasih sama kalian semua dan atas nama temen-temen gue, Bintang, Neta dan semua jajaran pengurus inti Band sekolah kita gue minta maaf buat segala hal yang mungkin masuk ke ranah hal buruk nya gitu." Kata Malvin yang menyampaikan kata-kata nya di akhir.


"Sama-sama Kak"


"Sama-sama Bang" jawab para anggota yang hadir.


"Mungkin itu aja dari gue. Bintang? ada yang mau Lo sampein.?" tanya Malvin.


"Emmmh karena intinya udah di sampaikan sama Pak Ketua jadi gue rasa cukup yang pasti gue harap kedepannya Band sekolah kita lebih maju lagi. Neta mungkin.?" kata Bintang.


"Gue rasa cukup. Malvin sama Bintang udah bilang semuanya. Terimakasih banyak juga dari gue buat kita semuanya." kata Neta. ini


"Yaudah kalau gitu kita akhiri acara ini. Mari kita pulang dan sampai jumpa kembali di hari Senin. Makasih" kata Malvin dan semuanya perlahan bubar.


Mata Malvin dan Bintang sibuk mencari orang yang sama di antara semua orang yang bubar. Malvin segera turun dan menghampiri orang yang dia cari dengan Bintang yang memperhatikannya.


"Laisa.?" Panggil Malvin.


"Eh, iya kak?" tanya Laisa.


"Kamu gak apa-apa.?"


"Iya aku gak apa-apa kak. Kenapa.?"


"Enggak, maksudnya semalem kamu kan sakit, sampe pulang duluan. Sorry aku gak tau. Aku tau juga tau dari Zidny." kata Malvin.


"Ooh Iya kak gak apa-apa. Lagian aku juga semalem juga cuma pusing aja ko gak kenapa-napa dan sekarang udah sehat lagi."


"Syukurlah kalau gitu. Makasih yah udah nampilin yang terbaik semalem." Kata Malvin lagi tersenyum.


"Iya kak sama-sama."


"Iya. Kamu pulang sama siapa.? Zidny mana? tumben gak barengan."


"Oh aku di jemput kak. Zidny udah pulang barusan. Karena aku mau di jemput, jadi ya dia pulang duluan" jawab Laisa.


"Oh gitu. Yaudah, hati-hati yah" kata Malvin.


"Iya kak. Yaudah kak, duluan yah" kata Laisa.


"Iya Lais." kata Malvin lagi dan Laisa melihat ke depan menemukan Bintang yang pura-pura memainkan Handphonenya padahal dia memperhatikan keduanya sejak tadi.


"Kak Bintang, Duluan yah." Kata Laisa.


"Eh, Iya Lais. Hati-hati yah."


"Iya Kak" jawab Laisa dan pergi setelah mengangguk sopan pada Malvin dan pergi keluar.


Laisa berjalan keluar sekolah sendiri menuju warung mang Rohman sesuai yang di perintahkan Altar.


Sesampainya di sana dia menemukan Altar yang sedang memakan mie instan rebusnya.


"Hai" sapa Laisa dan duduk di sampingnya.


"Lah? ko udah sampe." Kata Altar.


"Iya" jawab Laisa.


"Kenapa gak ngabarin? Saya kan belum rapihin rambut." kata Altar dan Laisa hanya tersenyum saja menanggapi nya.


"Disini gak jualan nasi yah Al?" tanya Laisa.


"Kamu laper? emang gak di kasih apa-apa gitu tadi.?"


"Iya. Tapi pengen nasi gak mau mie. Ya enggak lah, emangnya seminar pake ada konsumsi segala" kata Laisa dan Altar tersenyum.


"Mang mau bales budi gak?" tanya Altar dari luar.


"Udah gak apa-apa, jangan dendam ah" kata Mang Rohman dari dalam dan membuat Altar saling tatap bersama Laisa yang tersenyum.

__ADS_1


"Mang sini deh." kata Altar dan Mang Rohman keluar.


"Kenapa si A...Eh ada neng siapa namanya?"


"Laisa mang" jawab Laisa sambil menganggukkan kepalanya sopan.


"Oh Asial." kata Mang Rohman dan Altar tersenyum "Maksudnya kalau nama Neng di balik jadi gitu" kata Mang Rohman dan Laisa hanya tersenyum.


"Hambanya yang maha esa, Calon pacar saya. Doa'in jadi istri yah Mang." kata Altar.


"Sekolah yang bener dulu" kata Mang Rohman. "Jadi cuma mau ngenalin Neng Laisa aja di suruh kesini tuh?"


"Saya mau bahas bales budi"


"Gak usah di bales jangan jadi pendendam."


"Bukan bales si Budi yang ngambil rokok Mang Rohman kemarin. bales budi, balas budi, imbalan. Imbalan buat saya yang udah jagain warung sambil balik-balikin gorengan tadi." Kata Altar.


"Ooooh ah Jangan itungan gitu. Pamali" kata Rohman.


"Eh ya gak bisa gitu."


"Yaudah terus mau apa? Kopi gratis.?"


"Mang Rohman bawa nasi kan.?"


"Oh mau makan? Tadi aja gak mau."


"Yaelah. Kenapa sih Mang, gak mau dengerin dulu sampe beres."


"Ya makanya jangan di gantung kalau ngomong. Selesaiin langsung." Laisa hanya tersenyum mendengar obrolan mereka berdua.


"Laisa laper. Tapi dia mau nasi, gak mau mie. Buatin nasi goreng gratis dong, yang enak itu yang kata Mamang pake bumbu dari surga itu" kata Altar.


"Oh gituuuu. Bilang kek dari tadi. Oke Mamang buatin. Tungguin yah" katanya pada Laisa.


"Iya Mang. Makasih. Jangan gratis Mang, nanti saya bayar ko"


"Ngapain aja sih barusan?" tanya Altar dan menyodorkan satu botol air yang sudah ia buka tutupnya "Minum dulu" katanya.


"Bersih-bersih aja biasa" jawab Laisa "Thanks" dan mengambil airnya.


"Ooh. Btw semalem kamu gak apa-apa kan?" tanya Altar.


"Iya. Aku gak apa-apa. Ini udah sehat lagi." Jawab Laisa yang sedikit gugup.


"Semalem beneran sakit biasa aja kan? gak ada apa-apa?" tanya Altar lagi.


"Iya aku cuma pusing aja. Lagian emang ada apa, apa?" Tanya Laisa memancing Altar karena sampai sekarang Laisa ingin mendengar Altar jujur tentang masalahnya dengan Neta, Anton dan kawan-kawannya.


"Emmh gak ada. Ya kali aja, kamu di gangguin si Melinda gitu"


"Melinda? siapa?"


"Itu hantu wanita yang biasa nangkring di aula" kata Altar dengan santainya membuat Laisa bergeser, duduk lebih deket dengan Altar. Altar yang menyadari Laisa seperti nya takut dengan hal-hal seperti itu tersenyum lucu melihat Laisa yang menatap nya dengan tatapan takut.


"Lah? kamu gak tahu?" tanya Altar mulai membuat drama.


"Enggak. Emang beneran ada Al? beneran hantu?" Tanya Laisa serius.


"Oh iya aku lupa. Kamu murid baru yah. Iya beneran ada beberapa orang udah pernah liat gitu. Tapi dia gak jahat sih, cuma ya suka tiba-tiba muncul aja ngagetin, terus sama anak baru biasanya suka kaya kenalan gitu. Makanya aku pikir kamu syok karena dia gangguin" kata Altar mengada-ada tentang kenalan itu.


"Iiiiiihh ko sereeeem. Emang dia siapa? maksudnya dulunya siswa yang bunuh diri karena korban bullying gitu yah? kayak di drama drama?" tanya Laisa dengan mimik ketakutannya. Dia benar-benar takut dan itu membuat Altar merasa lucu.


"Bukan. Dia cuma yaaa penghuni Aula aja" kata Altar "Katanya sih yah, kalau ada murid baru dia suka kaya pura-pura jadi siswa gitu, terus ngajak kenalan, tapi tangannya dingin gitu terus dia tiba-tiba ketawa serem gitu, terus pas kita nengok ke arah lain dia langsung ngilang. dan tiba-tiba aja waaaaah"


"Altar!" pekik Laisa kaget dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Hahahaha saya bercanda Laisa." kata Altar.

__ADS_1


"Gak lucu tau Al" kata Laisa kesal.


"Hahaha maaf maaf jangan marah dong hahaha"


"Gak lucu tau Al sumpah. Aku bener-bener takut sama hal hal kek gitu" Kata Laisa jujur.


"Hahahaha iya iya maaf. Tapi emang bener dia ada di aula cuma ya soal perkenalan gitu-gitu gak ada. Tapi emang kadang suka usil sama orang-orang yang kalau misalkan ke aula malah pacaran gitu, atau kalau ada pembelajaran di aula ada yang gak merhatiin atau tidur katanya sih suka di gangguin gitu. Dia mah hantu baik" kata Altar lagi.


"Nasi gorengnya udah siap" kata Mang Rohman menyodorkan sepiring nasi goreng untuk Laisa.


"Waaaaah makasih Mang"


"Iya sama-sama" jawab Mang Rohman dan kembali ke dalam.


"Mau nggak?" tanya Laisa.


"Enggak. Aku kenyang"


"Oh oke" jawab Laisa dan mulai makan. Sepanjang Laisa memakan nasi gorengnya tak sedetik pun Altar melepaskan pandangannya dari Laisa. Laisa yang sadar akan hal itu semakin merasa tidak tenang dan ingin cepat kenyang.


"Lais?"


"Hemh?" tanya Laisa.


"Bunda kamu ngizinin gak yah saya ajak kamu main malem ini?" tanya Altar.


"Ko nanya aku. Tanya Bunda kalau gitu" jawab Laisa.


"Terus kira-kira kamu nya mau gak yah?"


"Aku gimana Bunda aja. Kalau aku bilang mau terus bunda gak boleh nanti aku kecewa" Jawab Laisa lagi.


"Hahaha abis ini langsung pulang yah. Aku anterin kamu ke rumah. Sekalian aku izin ke Bunda buat ajak kamu ke luar nanti malem. Gimana?"


"Boleh" jawab Laisa.


"Oke. Saya seneng" kata Altar dan Laisa hanya tersenyum.


"Kamu kenapa sih kalau ngomong kadang aku kadang saya" kata Altar.


"Gak tau. Tapi itu tandanya saya gugup."


"Gugup kenapa?"


"Ya gugup aja. Kan kamu yang saya ajak ngomong"


"Kenapa mesti gugup ngomong sama aku?"


"Serasa mau di terkam"


"Ya ampuuuun. Emangnya aku serem apa?"


"Cantik parah"


"Terus kenapa takut?"


"Aku takut kelepasan kalau liat yang cantik"


"Kelepasan?"


"Hahahaha udah gak usah tahu. Ayo cepetan beresin. Aku udah gak sabar pengen ketemu Luna"


"Iiih"


"Dia lebih cantik dari kamu. Kalau aja dia udah SMA, aku mau deh sama dia"


"Ya ampuuuun"


"Hahaha bercanda saya" jawab Altar.

__ADS_1


🐝🐝🐝


__ADS_2