Irama SMA

Irama SMA
Episode 27


__ADS_3

"Lo yakin si Altar ada di dalem?" Tanya Rizal teman satu komplotan Anton.


"Yakin. Gua udah dapet info dari orang dalem" jawab Rizki.


"Gak ada si Altar juga kita kan bisa nyusun plann selanjutnya buat pacar si Altar itu" kata laki-laki lain bernama Rozak.


"Udahlah kalian semua banyak bacot. Udah ayo buruan masuk. Adek gue juga udah bilang kan si Altar kemungkinan besar hadir." kata Anton dan keempatnya masuk.


Beberapa orang menyapa Anton dengan ramah dan sebagian menatapnya dengan sinis karena bagaimanapun setiap siswa dari sekolah lain pun tau bagaimana latar belakang Anton. Biang rusuh, tukang tawuran dan gak takut hukuman. Makanya dia sampai harus ngulang dua kali di tiga sekolah yang berbeda.


"Apa Lo liat-liat" kata Anton pada seorang siswa yang melihat dirinya. Siswa itu ketakutan dan cepat menunduk.


"Anak sekolah mana tuh. Cupu banget" kata Rizki dan keempatnya tertawa.


Altar sudah masuk duluan dan menempati tempat yang sudah tersedia disana. Posisinya berada di tengah-tengah antara Kelvin dan Mario. Ketiga ada tepat di depan panggung.


Acara belum di mulai dan masih banyak orang yang berdatangan. Setiap penonton dari sekolah yang ikut memeriahkan acara itu memiliki tempat masing-masing denganΒ  pembatas sebagai cirinya.


"Lo yakin kita mau nonton ginian?" Tanya Kelvin pada Altar.


"Kalau gak mau Lo pulang aja sono nanya mulu dah dari tadi siang" kata Altar.


"Tau Lo, sama aja kek gini juga kek dugem" kata Mario.


Altar tersenyum sampai akhirnya ketiganya dan semua yang sudah hadir mendengar keributan dari belakang. Bukan keributan pertengkaran tapi beberapa suara orang yang menyapa seseorang dengan sangat gaduh.


Altar Kelvin dan Mario melihat ke belakang dan mendapati Anton yang di sapa beberapa siswa dari sekolah lain yang mengenalnya. Mereka gaduh saling tertawa bersalaman dan menyapa.


"Gila tenar juga yah si Anton" kata Mario.


"Gimana gak tenar orang dia senior kebodohan. Udah 2 kali pindah dan 2 kali ngulang dari kelas 1. Makanya banyak yang kenal" kata Kelvin.


"King stupid" Kata Altar tersenyum sinis kemudian segera berbalik tidak lagi memperdulikan kegaduhan itu.


Acara di mulai panitia yang bertugas menjadi MC mulai mengatakan hal-hal yang seharusnya di katakan sebagai MC.


Tempat Altar dan Anton hanya terhalang oleh satu sekolah lain dan posisi keduanya ada di depan panggung.


Beberapa kali Anton melemparkan tatapan tidak suka pada Altar. Namun Altar tidak mempedulikannya dia benar-benar fokus ke depan walaupun menyadari apa yang terjadi.


Rangkaian acara demi acara terus berlanjut sampai akhirnya band sekolah dengan vokalis Laisa tampil. Altar tersenyum melihat Laisa dengan tampilannya yang cantik. Polesan make up dan dress selutut nya benar-benar membuat Laisa cantik.


"Huuuuuhhhh vokalisnya cantik banget sih" teriak Altar yang bisa di dengar beberapa orang bahkan Laisa sendiri bisa mendengarnya dan tahu itu suara Altar.


"Apaan sih Lo norak banget" kata Kelvin.


"Suka-suka gua anj*ng" kata Altar.


"Hahahaha" kata Mario.


"Selamat malam semuanya" kata Laisa dan semuanya menjawab dengan kompak sapaan Laisa.


Selanjutnya Laisa mengatakan sedikit sapaan lainnya dan berkahir dengan tiga lagu yang dia bawakan. Selama itu tak sedetik pun Altar tidak tersenyum begitupun dengan Laisa yang selalu menemukan mata Altar setelah berkeliling banyak orang yang hadir disana.


"Lo liat gak Altar terus senyum-senyum ke arah vocalisnya?" Bisik Rozak pada Anton.


"Iyalah" jawab Anton.


"Kayaknya Fiks deh itu cewek emang pacarnya" kata Rozak lagi.


"I think so Man" jawab Anton.


"Jadi gimana? Kita punya rencana bagus gak?" Tanya Rozak lagi yang membuat Anton tersenyum mengingat Adiknya Neta yang sejak pulang sekolah sampai berangkat lagi untuk acara ini mood nya tidak baik hanya karena Altar yang hadir di acara seperti ini hanya untuk seorang wanita.

__ADS_1


"Udah deh kakak gak usah so garang kalau bikin Altar sama aku bersatu aja kakak gak bisa. Padahal jelas Altar udah ngelakuin hal bejad ke aku. Yang ada sekarang Altar suka sama cewek lain. Dan aku bener-bener gak suka karena cewek itu juga kecentilan sama Altar." Kata Neta sebelum Anton dan teman-temannya memutuskan untuk pergi ikut hadir.


"Abis dia selesai langsung cabut aja" jawab Anton tersenyum sinis.


"Waaaah bakal seru nih" kata Rozak.


Kelvin dan Mario yang melihat Anton dan Rozak berbisik merasa curiga.


"Al, keknya si Anton punya rencana jahat deh" kata Mario.


"Itu udah pasti ****" kata Kelvin.


"Tapi dia terus merhatiin Laisa. Kenapa yah" tanya Mario.


"Kemarin dia dateng ke warung mang Rohman dan nanya-nanya soal pacar gue yang dia kira Laisa." Jawab Altar.


"Wah sialan pasti ini ulah si Neta" kata Mario.


"Serem sih si Neta bener-bener terobsesi sampe ngada-ngada soal pacar Altar segala biar kakaknya bantu si Altar jadi miliknya" kata Kelvin.


Altar hanya tersenyum lalu ketiganya kembali fokus melihat penampilan Laisa dan akhirnya berkahir. Altar mengeluarkan handphonenya dan mengetik sesuatu untuk Laisa.


Mario dan Kelvin memperhatikan Anton dan teman-temannya dan benar saja Anton dan teman-temannya segera pergi.


"Al Al mereka pergi. Ayo kita pergi nanti mereka bikin ulah lagi sama Laisa" kata Mario.


"Tapi kan Laisa pasti aman di backstage." Kata Kelvin.


"Gimana kalau mereka ketemu Laisa pas keluar ke toilet atau pas ke kantin beli camilan terus sendiri terus di cegat mereka gimana?" Kata Mario dan Altar langsung bereaksi karena tau trauma Laisa akan langsung kambuh jika semua itu terjadi.


"Ayo" kata Altar dan tak lupa mengirimkan pesan pada Bintang agar Laisa tetap di backstage bersama Zidny.


🌻🌻🌻


"Makasih kak" kata Laisa.


"Iya" jawan Malvin.


"Weeeeehhh good Job girls" kata Bintang dan menyodorkan satu botol minum.


"Thanks Kak, aku lega banget kek ngerasa plong gitu. Rasain deh nanti kakak juga pasti gitu" kata Laisa sambil menerima air dan meneguknya.


"Pasti pasti" jawab Bintang tersenyum dan mengecek handphonenya karena ada satu pesan masuk. Dari Altar yang mengatakan sesuatu yang membuat Bintang sedikit takut.


"Eh Zidny dimana yah?" Tanya Bintang sambil memasukkan handphonenya lagi.


"Emmmh gak tau, tapi dia di bagian tiket tadi" jawab Laisa.


"Aku cari Zidny dulu yah. Kamu jangan kemana-mana. Harus tetep disini sampai aku balik" kata Bintang.


"Iya Kak" jawab Laisa dan Bintang pergi.


Neta yang bersiap untuk penampilannya sepuluh menit lagi menatap tidak suka Laisa yang mendapat perhatian lebih dari orang-orang penting. Terutama Altar. Neta tau Altar hadir dan Neta tau Altar bukan tipe orang yang akan ikut serta pada hal-hal seperti ini. Tapi kali ini Altar benar-benar hadir dan itu semua demi Laisa. Neta tahu pasti tenang itu.


"Apa sih bagusnya dia" gerutu Neta dan kemudian pergi dari ruangan.


Laisa masih berada di tempatnya dan mengecek Handphonenya lalu menemukan pesan dari Altar. Laisa tersenyum lalu membukanya.


AltarNikols


Semangat tampil tuan putri.


Waaaahhh parah parah parah Laisa keren banget. Suaranya emang dabest deh. Selamat yah udah tampil dengan baik 😚

__ADS_1


Laisa tersenyum membacanya.


Makasih. Makasih juga yah udah dateng.


Laisa hanya bisa mengirim itu karena Bintang sudah kembali bersama Zidny.


"Weeeeehhh vocalist kita nih dabest banget. Selamat yah kerja baguuuuus" kata Zidny memeluk Laisa.


"Thanks yah Zid" kata Laisa dan Zidny mengangguk.


"Udahan dulu peluk-pelukkannya. Jadi Zidny kurang dari 5 menit lagi gue bakal tampil. Lo harus tetap sama Laisa disini oke?" Kata Bintang.


"Kenapa sih Kak. Gak apa-apa lagi kalau aku sendiri" kata Laisa merasa aneh.


"Udah nurut aja" jawab Bintang.


"Kek mau ada yang nyulik aja" kata Zidny.


"Jangan sembarangan. Pokonya Lo disini sama Laisa. Sampe gue selesai oke?" Kata Bintang.


"Tapi kenapa? Bener lho, aku udah kek mau di culik tau Kak" kata Laisa.


"Emang" kata Zidny.


"Udah nanti aku ceritain ke kalian berdua alasannya. Nanti abis acara ini kelar. yang penting sekarang nurut dulu oke?" Kata Bintang.


"Oke deh" kata Zidny dan Laisa mengangguk.


"Yaudah aku harus siap-siap dulu. Bye" kata Bintang dan pergi.


"Kenapa sih dia?" Tanya Laisa.


"Gak tau. Tapi kayaknya dia suka deh sama Lo"


"Hemmmh mulai deh Zidny. Udah deh gak usah ngarang ngarang, kita anak IPA bukan anak sastra" kata Laisa.


"Hahahaha oke. Eh btw aku liat Si Altar dateng waaaaahhh kejadian langka banget liat tuh anak nonton beginian" kata Zidny.


"Iya. Aku juga liat" jawab Laisa tersenyum.


"Nah kalo ini akurat nih gak ngarang ngarang" kata Zidny.


"Apaan?"


"Altar cinta sama kamu dan sebaliknya" kata Zidny.


"Zidnyyyyy udah ah jangan bahas-bahas soal cinta suka cinta suka terus. Aku mau ke toilet dulu yah kebelet nih." Kata Laisa.


"Yaudah ayo" kata Zidny.


"Lah?"


"Apaan?"


"Kenapa ikut?" Tanya Laisa.


"Kan aku suruh jagain kamu sama Kak Bintang."


"Ya kan gak harus sampe toilet juga ya ampun Zidny. Lagian ada apa emangnya, Kak Bintang tadi becanda kali" kata Laisa tapi Zidny tidak yakin Bintang sedang bercanda.


"Pokonya jangan lama-lama cepet balik lagi sini. Nanti aku di marahin Kak Bintang lagi"


"Iya iya" jawab Laisa dan pergi.

__ADS_1


πŸ„πŸ„πŸ„


__ADS_2